Pria berjubah merah mengungkap identitasnya tepat setelah ia menyelesaikan tujuannya, sebagai rasa hormat pada pemuda yang telah ia kalahkan itu.
William, itulah namanya, lengkapnya adalah William Reiss, seorang ahli sihir yang tersohor dari Kota Frost, seorang yang mampu mengenali Stephen dan bahkan mengikuti jejaknya sampai ke tempat ini.
Dari mana ia mengetahui identitas Stephen? Bukankah pelarian seperti Stephen susah untuk diketahui informasinya?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, William bukanlah seorang yang biasa saja namun juga pengetahuannya mengenai berbagai macam hal di dunia ini sungguhlah luas, dari buku-buku, pengalamannya, dan jalan hidupnya sebagai ahli sihir membawanya bisa mengetahui identitas Stephen dan bahkan kini ia sudah menyegel pemuda berbahaya itu di peti mati coklat berukuran besar.
Stephen memegang peti coklat besar itu, tanda luka bakar di dekat mata kanannya menyala terang, dan tanda segel menyebar seketika pada peti coklat besar itu.
Segel bercahaya merah keemasan dengan pola yang rumit adalah cara William untuk membuat Stephen diam untuk alasan yang baik, ia pada akhirnya bisa menuntaskan tujuannya untuk menghentikan Stephen dari segala apa yang telah diperbuatnya itu.
Tidak perlu ditanya lagi bagaimana cara William bisa mengenali jejak Stephen dan bahkan menjumpainya di area ini, seorang ahli sihir yang begitu hebat dan berpengalaman bisa mengatasi hal ini tentunya.
Stephen melihat rembulan yang kini terlihat jelas setelah awan kabut pergi beberapa saat setelah Stephen sudah disegel. "Indah sekali .... Aku tidak sabar melihat pemandangan ini dengan anggota keluarga baru nanti ...."
Dari bibirnya tergurat senyum lega, William bisa memastikan keselamatan kedua putrinya kemarin, dan memastikan keselamatan orang lain setelah Stephen berhasil disegelnya.
Meskipun dalam hatinya masih saja ada keraguan akan keputusannya ini, dan itu menghasilkan berbagai macam pertanyaan pula ke dalam benaknya.
Seperti bagaimana jika Stephen bisa membuka segelnya dan kemudian melancarkan kembali aksi tak terpujinya itu?
Bagaimana jika ada seseornag yang mampu membuka segel yang telah dipasangnya itu?
Dan berbagai pertanyaan lain yang kini menghampiri benak William, namun pada akhirnya ia memang sudah melakukan tujuan awalnya itu, dan jika ia lebih memikirkan dari itu maka tujuannya itu belum selesai adanya.
Dalam keraguannya itu Stephen terus menerus diingatkan akan bagaimana pembelaan Stephen yang sulit dimengerti namun begitu jujur dirasakannya, terlepas dari aura jahat yang dimilikinya dan bahkan 'jati dirinya' yang sebenarnya.
Hal itulah yang membuat William yang tadinya hampir melenceng aksinya akan tujuan awal dari apa yang telah ia rencanakan sebelumnya.
Apakah merubah tujuan itu salah? Tentu tidak... siapapun bisa merubah tujuan, bahkan di tengah jalan sekalipun ... namun perlu diingat bilamana mengubah tujuan tidak akan selalu menghasilkan hal yang baik.
Ada kalanya tujuan awal adalah tujuan yang mutlak dan membawa pada kebenaran yang sesungguhnya, dibanding dengan merubah tujuan itu.
Dan ada pula tujuan awal yang memang harus diubah demi menghasilkan hal yang lebih baik.
Kedua pilihan itu sama-sama penting, William tahu betul akan hal itu dan bahkan memikirkannya dengan detil.
Di tengah jalan ia hampir merubah tujuan awalnya, ke arah yang menurutnya lebih baik, namun karena satu hal ia disadarkan pula pada tujuan awalnya.
"Membunuhnya tidak serta merta menyelesaikan masalah ini ...." gumam William.
William tahu betul alasan mengapa Stephen bertarung tidak dengan kekuatan penuhnya, ia merasa bahwa pemuda itu sudah lelah dari awal seolah ia mengalami banyak kejadian serupa. Dan akhirnya pada satu titik ia sama sekali tidak melawan dan malah menyerahkan dirinya.
Sebuah titik yang tidak bisa diperkirakan William, hal itulah yang menyebabkan William tidak menyimpang dari tujuan awalnya, dan pada akhirnya memutuskan untuk menyegel Stephen saja.
Meskipun risiko masih ada dan banyak hal yang bisa terjadi, namun setidaknya William sudah mengambil satu langkah dan menyelesaikan bagiannya.
Kini yang harus ia pastikan adalah bagaimana caranya agar peti coklat besar ini tidak diganggu oleh orang banyak, dan sudah dipastikannya dengan menggunakan sihir tingkat tinggi, salah satu sihir segel yang paling kuat yang pernah digunakannya selama menjadi ahli sihir.
Sihir segel suci adalah sihir tingkat tinggi yang hanya segelintir orang di dunia yang bisa menggunakan sihir jenis ini, salah satunya adalah William ini.
Karena kekuatan suci adalah musuh utama dari kekuatan gelap, maka kekuatan suci adalah langkah yang paling tepat untuk menghentikan pergerakan Stephen.
Kekuatan sihir segel peti suci tidak akan melemah, dan lebih lagi siapapun yang tersegel di dalamnya tidak akan punya kekuatan untuk membukanya, terutama Stephen yang harus notabene kekuatannya adalah energi gelap.
William tahu pasti kekuatan sihir suci adalah kekuatan yang sangat jarang digunakan dan tentunya membutuhkan energi yang besar, ia merasa sedikit kelelahan karena menggunakan sihir jenis ini.
Namun rasa lelahnya itu tidak nampak dari luar, William terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, seorang ahli sihir yang hebat.
Sihir segel tidak membunuh seseorang di dalamnya, melainkan melemahkannya sampai titik di mana yang tersegel tidak bisa melakukan apapun yang berarti, dan dalam jangka panjang sihir jenis ini dipakai ketika dalam situasi tertentu saja.
Jika orang biasa terkena sihir penyegelan seperti ini cenderung akan tetap tersegel sampai di mana ia kehilangan seluruh energi kehidupannya, dalam kata lain ... mati.
Namun untuk kasus Stephen, William berpikir tidak akan berjalan skenario seperti itu yang perlu ia lakukan adalah tetap mengawasi, bahkan dari jauh sekalipun demi menjaga segel yang ia gunakan tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
William bisa mendeteksi bagaimana sihir penyegelan ini bekerja, seperti sebuah alarm yang dipasang akan berbunyi pada waktunya, energi sihir penyegelan akan memberi tahu apabila ada informasi dari segel yang telah digunakan.
Jadi ibaratnya sihir segel itu hidup dan memberikan informasi pada William.
Jadi dengan begitu William bisa tetap mengontrol bagaimana keadaan segel yang telah dipasangnya itu dan pula bisa melakukan tindakan yang diperlukan bila memang terjadi sesuatu.
Pada akhirnya William mendinginkan kepalanya di tengah hujan deras ini, ia tidak mau terus-terusan ragu akan keputusannya itu, dan melangkah maju adalah hal yang harus dilakukannya.
William menaruh sedikit harapan pada Stephen bilamana ia punya kesempatan untuk bertemu dengannya kembali, tidak lain tidak bukan adalah perubahan.
Dengan diam saja di sana, Stephen punya waktu lebih dari cukup untuk berpikir dan merenungi akan apa yang selama ini diperbuatnya.
William berbalik badan dan kemudian melihat ada seseorang di sana, pria paruh baya sedang memegang payung dengan tatapan yang agak kaget.
Pria tersebut memakai topi, dengan setelan baju rapi sebagaimana mestinya, ia membawa segenggam bunga hias di tangannya.
William sedikit kaget karena ia masih merenung tadi, tiba-tiba ada orang datang di area seperti ini di malam yang larut.
Pria paruh baya bertopi itu terlihat sederhana dan apa adanya, wajahnya ramah sebagaimana yang terlihat dan setelah beberapa saat ia mulai berbicara, "Malam yang dingin Tuan."
Pria paruh baya itu memanggil William dengan panggilan tuan, seolah ia tahu bahkan dari pandangan sekilas pun penampilan William ini bukanlah penampilan orang biasa.
William tidak menjawabnya secara langsung, ia tidak menyangka akan ada pengunjung di malam hari dengan hujan deras di area bukit pekuburan ini.
Dan seketika itu juga rasa penasaran muncul pada raut wajah pria paruh baya bertopi itu, tepatnya ketika ia melihat akan adanya peti mati coklat besar ada tepat di belakang pria berjubah merah itu. "Ah apa ada yang mau dikuburkan di sini?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments