"Hai." sapah seseorang yang baru masuk.
Abimana terkejut melihat seseorang yang baru masuk kedalam ruangannya, rahangnya mengeras berani-beraninya perempuan nggak tau diri yang telah menyakiti hatinya dan sudah membuat anaknya kehilangan kasih sayang seorang ibu kini tiba-tiba muncul di depannya.
Setelah dapet informasi dari anak buahnya, Voke memberanikan diri untuk dateng ke kantor Abimana dia tau pasti Abimana ada di kantornya dan tebakannya bener kalau Abimana ada di ruangnya.
"Kamu," Ucapnya dengan tegas tatapan matanya menajam.
"Iya ini aku, aku merindukanmu sayang." Jawabannya dengan percaya diri.
Mendengar kata sayang yang keluar dari mulut perempuan yang sangat dia benci Abimana membuang pandangannya, dan berbalik badan membelakangi Voke rasanya dia males sekali melihat wajah perempuan yang ada di depannya.
Voke mendekat dan memeluk Abimana dari belakang Abimana melepaskan tanan Voke yang melingkar di pinggangnya dan menghempaskan Voke sampai dia terjatuh di lantai.
"Auh." Aduhnya kesakitan.
Abimana berbalik badan dan menatap tajam sama perempuan yang jatuh terduduk di lantai, Voke merasa nggak terima di perlakukan kasar sama mantan suaminya dia bangun dan berdiri di depan Abimana.
"Abi kenapa kamu mendorongku." Ujar Voke melihat Abimana.
"Berani-beraninya kamu datang ke kantorku dan masuk kedalam ruanganku tanpa permisi, setelah kamu meninggalkan aku dan anakku kamu berani muncul di hadapanku dan memelukku." Ujar Abimana menahan emosi.
"Maafkan aku yang pernah meninggalkanmu dan anak kita. Aku kembali ke jakarta hanya untukmu dan untuk anak kita, kamu belum menikah dan Dikta belum punya ibu baru kan? Aku ingin kembali bersama kamu agar anak kita punya orang tua yang komplit kaya anak-anak yang lain mejadi keluarga yang bahagia." Ujar Voke membuat Abimana terbahak.
Haha... Abimana terbahak mendengar ucapan perempuan yang ada di depannya, apa setelah lama nggak ketemu mantan istrinya itu sudah hilang akal. Voke yang melihat Abimana tertawa merasa heran apa ada yang salah dengan ucapannya.
"Apa kamu sudah kehilangan akal sehatmu? Lama nggak ketemu ternyata membuatmu menjadi perempuan yang bodoh! Kamu pikir aku mau kembali lagi sama perempuan yang nggak punya otak kaya kamu dan iya Dikta nggak bakalan mau menerima kamu sebagai mamahnya. Orang tua yang sudah meninggalkan anaknya saat dia masih bayi dan lebih mementingkan karir daripada mengurus anaknya!" Teriak Abimana di depan wajah mantan istrinya.
Voke menggelengkan kepalanya mendengar perkataan mantan suaminya, dia pikir Abimana akan menerima dirinya kembali mengingat Abimana dulu sangat mencintainya tapi sekarang apa dia menolaknya mentah-mentah.
"Nggak kamu nggak mungkin menolak ajakan aku untuk kembali bersama, aku tau sampai saat ini kamu belum juga menikah itu berarti kamu sangat mencintaiku! Dan Dikta butuh aku ibu kandungnya." Sahut Voke nggak terima perkataan Abimana.
"Dikta ngga butuh perempuan sepertimu untuk menjadi seorang ibu untuknya. Dikta sudah punya calon ibu baru yang sangat menyayanginya." Sahut Abimana tersenyum sinis.
"Nggak itu nggak mungkin, aku ibu kandungnya bukan perempuan lain." Voke membantah ucapan Abimana.
"Tapi itu kenyataannya! Sekarang kamu keluar dari ruangan aku dan jangan pernah kembali lagi dan berani menampakan wajahmu di depanku dan di depan Dikta." Abimana mengusir Voke.
"Ok, aku pergi dari sini tapi kamu jangan seneng dulu karena aku nggak mau menyerah untuk mendapatkan kamu kembali, sampai ketemu lagi," Ucapnya tersenyum dan meninggalkan ruangan Abimana.
Abimana mengusap wajahnya kasar kenapa selama bertahun-tahun Voke pergi dari hidupnya kini dia kembali lagi, Abimana nggak akan membiarkan Voke mengganggu hidupnya dan juga hidup anaknya.
"Aku nggak akan membiarkan dia mengganggu hidupku." Ujar Abimana.
"Pak Abi." Seseorang memanggilnya.
Bersambung.
Dukung author dengan cara Like,Vote, Coment kasih Hadia Bunga 🌹atau kopi ☕ Terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments