Seseorang nggak sengaja menabraknya karena lagi jalan buru-buru sampai dia nggak melihat ada perempuan yang lagi berdiri.
"Hei, kau buta yah!" Teriaknya melihat laki-laki yang sedang membelakanginya.
mendengar teriakan perempuan di belakangnya Alfin menoleh dia sedikit terkejut melihat perempuan yang sedang menatapnya tajam, begitu juga dengan perempuan yang tadi di tabraknya.
"Voke." Gumam Alfin pelan.
"Alfin," Ucapnya tersenyum lebar.
Voke Handayani mantan istri Abimana yang sudah empat tahun meninggalkan jakarta kini telah kembali ke jakarta, dia kembali demi Abimana demi anak semata wayang mereka siapa laki kalau bukan Dikta. Voke sudah bertekad untuk kembali untuk mendapatkan Abimana menurutnya itu masalah kecil mengingat Abimana sangat mencintainya.
Voke berjalan mendekati Alfin yang masih berdiri sedikit jau dari hadapannya, Voke tersenyum dia nggak menyangka bisa bertemu asisten mantan suaminya di bandara.
"Hai, Al, kamu beneran kan Alfin?" Tanyanya tersenyum.
Alfin hanya melihatnya datar, rasanya apes banget bertemu dengan perempuan tidak tau diri yang ada di hadapannya, kalau waktu bisa di putar kembali Alfin saat ini pengennya ada di kantor di temani tumpukan berkas-berkas yang harus di kerjakan.
"Saya sedang sibuk, nggak ada waktu untuk bicara." Jawabnya datar dan meninggalkan Voke begitu saja.
Voke yang melihat Alfin begitu sajah dia mengumpatinya, dia memang tau kalau asisten mantan suaminya itu nggak pernah menyukainya dari dulu dasar asisten sialan awas sajah kalau aku sudah bisa mendapatkan Abimana kembali aku depak kamu dari kantor umpatnya dalam hati.
"Nona, apa nona baik-baik sajah?" Tanya salah satu bodyguardnya.
Voke nggak menjawab pertanyaan bodyguardnya di berjalan meninggalkan bandara untuk kembali ke rumahnya, dia sudah pengen istirahat karena sudah cape habis perjalanan jau, beberapa bodyguard mengikutinya dari belakang dengan jarak yang sedikit jau.
Laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya tersemyum simpul, dia berusaha untuk mendapatkan Voke sebagai teman kencannya dia yakin perempuan seperti Voke nggak jau-jau dari kata uang.
"Seindah apapun dirimu ternyata kau cuma perempuan bayaran." Ujarnya tersenyum dan pergi meninggalkan bandara.
...****************...
Di kediaman Abimana mereka sudah berkumpul di meja makan, bu Rina, Pricilia, Abimana dan tak ketinggalan si kecil yang imut Dikta. Mendengar ocehan-ocehan Dikta mereka semua tersenyum Abimana nggak menyangka anaknya sudah tumbuh jadi anak yang cerdas dan menjadi anak yang penurut walaupun Dikta nggak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sejak umur satu tahun karena di tinggal mamanya hanya demi karir. "lihatlah Voke tanpa dirimu anakku kini sudah tumbuh menjadi anak yang cerdas, aku nggak akan biarkan kamu mengambilnya dariku aku tau suatu saat pasti kami akan kembali untuk merebut Dikta dariku."
Selsai makan malam Dikta di suru papahnya utuk segerah masuk ke kamarnya, mengingat waku sudah jam delapan malam, Dikta harus segera tidur mengingat umurnya masih lima tahun dan nggak boleh tidur malem.
"Dikta sayang, sekarang Dikta masuk ke kamar yah di temenin sama mba Fani." Ujar Abimana.
"Mba, Fani?" Tanyanya bingung menyebut nama mba Fani.
"Iya, mba Fani yang ngasuh Dikta, itu namanya mba Fani." Abimana menjawab kebingungan anaknya.
Dikta mendelik ke arah papahnya membuat Abimana bertanya-tanya apa ada yang salah dengan ucapannya, kenapa Dikta melihatnya seperti itu.
"Bukan mba, tapi mamah, asal papah tau ya Dikta cuma mau mamah Fani menjadi mamah Dikta bukan yang lain. Jadi jangan memanggil mamah dengan kata mba, apa papah mengerti?" Tanyanya melipatkan kedua tangannya di dada.
Degh.
Mendengar penuturan anaknya Abimana sedikit terkejut, bagaimana bisa Dikta mau menjadikan Fani sebagai mamahnya, dan itu nggak akan mungkin pikirnya.
"Dikta, cucu omah, mba Fani itu bukan mamah Dikta tapi mba Fani itu hanya pengasuh Dikta, jadi Dikta nggak boleh manggil mba Fani dengan sebutan mamah ya sayang apa Dikta mengerti?" Tanya bu Rina tersenyum ke arah cucunya.
"Tidak, Dikta tetep mau mamah Fani menjadi mamah Dikta dan papah harus bersatu sama mamah Fani!" Teriaknya di depan bu Rina.
"Dikta!" Teriak Abimana berdiri dari duduknya dan mengangkat tangannya.
Seseorang menangkap tangan Abimana yang mau menampar anaknya, yang di rasa nggak punya sopan santun saat berbicara sama mamahnya mereka semua terkejut.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
LISA
oo ternyt mantan istrinya Abi kembali lg
2022-12-29
1
Reny Saputro
tetap semangat
2022-12-27
1