"Aku nggak mau!" Teriakan dari belakang mengagetkan Bu Rina dan Jenna.
Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara kaget saat melihat Dikta yang tau-tau ada di belakangnya, bukan kah tadi Dikta sudah berada di dalam kamar.
"Dikta sini nak, tante mau bicara sebentar sama Dikta." Kata Jenna memanggil Dikta.
"Nggak Dikta nggak mau, tante Jenna nggak boleh menikah sama papah. Papah hanya boleh menikah sama Mama." Ujar Dikta membuat bu Rina dan Jenna saling berpandangan.
"Dikta, tante Jenna adalah calon mamahnya Dikta, tanyakan sajah sama papah." Ujar bu Rina.
"No oma, Dikta sudah punya mama, yaitu mamah Fani." Jawab Dikta membuat bu Rina menatap cucunya tajam.
"Dikta suruh siapa Dikta melawan oma sayang? Nggak ada mamah Fani tapi adanya mamah Jenna." Bu Rina mendekati Dikta dan menariknya.
"Nggak, Dikta nggak mau oma, Dikta nggak mau!" Dikta berteriak sampai kedengaran di belakang dan itu membuat Pricilia dan Fani terkejut mendengar teriakan Dikta.
Mereka berdua berjalan keluar, khawatir sama Dikta takut terjadi sesuatu sama Dikta, Mereka berdua kembali ke ruang tamu dan ternyata Dikta sedang menangis.
"Dikta kenapa menangis sayang?" Pricil bertanya sama Dikta dan memeluknya.
"Oma tante, Dikta nggak mau tante, kalau tante Jenna jadi mama Dikta, mama Dikta tetep mamah Fani," Ucapnya.
Pricilia tersenyum ke arah mamahnya dan Jenna dengan sinis, Jenna yang melihat senyum sinis dari Pricil mengumpatinya dalam hati. "Dasar gadis sombong lihat sajah kalau gue sudah menikah dengan kakak luh, akan gue depak dari rumah ini." Umpatnya dalam hati.
"Lihat bukan, bahkan anak kecil seperti Dikta sajah nggak mau kalau papahnya menikah dengan perempuan seperti luh, lebih baik pergilah dari sini apa luh nggak malu tiap hari dateng kesini mengemis untuk di nikahkan sama kak Abi?" Tanyanya sinis.
"Pricil, lancang kamu yah bicara seperti itu sama Jenna, mamah nggak pernah ngajarin kamu anak yang nggak tau sopan santun." Sahut bu Rina berang.
"Terserah mamah sajah mau bicara apa, Pricil akan bicara sopan sama seseorang yang juga berkata sopan sama Pricil, Fani bawah lah Dikta masuk ke kamarnya." Ujar Pricil menyuruh Fani untuk membawa Dikta masuk kedalam kamarnya.
Malam hari pukul jam 00:00 Abimana baru pulang dari luar kota selama seminggu untuk mengurus bisnisnya yang bekerja sama perusahaan Citra Medika Grup, dia membuka pintu rumahnya dan lampu sudah padam semua penghuni rumah sudah tidur di kamarnya masing-masing.
Seminggu nggak ketemu sama anak semata wayangnya dia melangkah ke kamar anaknya, untuk memeluk anaknya yang sudah lama nggak di lihatnya.
Ceklek.
Pintu kamar Dikta terbuka, Abimana menaruh tasnya di sofa dan membuka jasnya dan melemparkannya ke sembarang tempat dia merangkak naik ke tempat tidur anaknya dan memeluk anaknya, dia merasa ada sesuatu yang beda pada tubuh anaknya tapi saking lelahnya dia nggak mempermasalahkannya.
Tifani yang merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang dengan begitu erat mengrejapkan matanya, dia berbalik badan melihat laki-laki tampan yang ada di depan matanya sedang memeluknya erat. Tifani mendelikan matanya dan berteriak.
Akh!" Teriaknya mengagetkan Abimana yang baru saja terlelap, Abimana terjingkat kaget dan menyalakan lampu yang ada di samping tempat tidurnya.
Klik. Lampu yang menyala dia melihat ada perempuan cantik dan sedang ada di dalam pelukanya.
Akh! Abimana berteriak.
Bu Rina dan Pricilia serta Art yang bekerja di rumah Abimana langsung menuju kamar Dikta saat mereka mendengar suara teriakan dari kamar Dikta.
klik. Pricilia menyalakan lampu yang ada di kamar Dikta, pemandangan yang sangat langkah terlihat di depannya, kala dia melihat Tifani dan Abimana saling berpelukan.
Kak Abi, Fani." Pricilia memanggil keduanya.
"Kau!" Teriak Abimana saat lampu dinyalakan melihat perempuan yang sedang ada di dalam pelukannya.
Plak!
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
momen bengek, jangan jangan habis ini mereka dinikahkan🤣 eh tapi kek mana wong bu rina aja galak🥲
2023-02-24
0
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
malu dikit lah jenaa😋
2023-02-24
0
rimbi_123
saran aja yah thor lebih baik kosatkata luh nya diganti aja jadi lo biar lebih nyaman aja gitu ngebacanya
2023-02-07
0