"Mamah!" Teriak anak kecil kisaran berumur lima tahun.
Tifani menengok ke belakang dan melihat anak kecil yang begitu tampan, dia tersenyum melihat anak laki-laki yang sangat tampan. Tifani menggendong anak itu dengan senang hati.
"Hai sayang." Panggilannya tersenyum bahagia.
Anak itu membalas senyuman yang di berikan Tifani padanya, anak itu melingkarkan tangannya di leher Tifani dan mencium kedua pipi Tifani.
"Mamah, mamah kemana saja? Dikta merindukan mamah sudah lama mama nggak pulang." Dikta berkata dengan senyum cerahnya.
"Mamah?" Tanya Tifani bingung.
"Iya mamah, mamah sudah lama nggak pulang." Jawab Dikta polos tersenyum kearah Tifani.
"Tapi tan...." ucapan Fani terpotong saat ada seseorang memanggil Dikta.
"Dikta sayang kenapa kamu ada di sini? Dari tadi tante cariin loh." Ujar perempuan cantik.
Tifani tersenyum kearah perempuan cantik yang ada di depannya, Tifani sangat mengagumi kecantikan perempuan yang ada di depannya bagaimana bisa ada perempuan secantik ini? pikiran Tifani buyar saat Dikta menjawab ucapan tantenya.
"Tante nggak usah khawatir sama Dikta, karena sekarang Dikta sudah ketemu sama mamah," Ucapnya tersenyum manis kearah Tifani.
"Mamah?" Tanyanya bingung.
"Iya tante ini mamah Dikta, ayo Dikta kenalin tante sama mamah." Sahut Dikta turun dari pangkuan Tifani dan memegang tangan Tifani dan tangan Pricilia untuk segera bersalaman.
Tifani menggaruk kepalanya yang tertutup hijab sedangkan Pricilia menatap Tifani dari atas sampai bawah, dia tersenyum saat sudah menemukan perempuan yang cocok untuk kakanya yang kaku itu.
"Maaf mba saya nggak tau tiba-tiba sajah anak ini memanggil saya mamah, saya nggak menyuruh dia memanggil saya mamah mba karena saya juga baru bertemu di sini." Ujar Tifani nggak enak.
"Nggak papa, kenalin gue Pricilia panggil sajah Pricil nggak usa pake mbak." Sahutnya terkekeh.
"Nama saya Tifani mba." Tifani membalas uluran tangan Pricil.
Ya ampun sudah baik sopan juga, kirain orang secantik dia bakalan sombong kaya tetanggaku di kampung, batin Fani mengagumi sosok perempuan anggun yang ada di depannya.
"Ooh, iya kamu dari mana dan mau kemana? kenapa bawa tas?" Tanyanya menyipitkan matanya.
Tifani tesenyum kearah perempuan anggun dan baik yang ada di depannya, semoga sajah dia selalu di dekatkan dengan orang baik yang ada di depannya.
"Saya baru sajah dateng dari kampung mba, saya ke jakarta mau ke yayasan buat orang-orang yang mau bekerja sebagai baby siter." Jawabnya.
Pricilia makin tersenyum lebar pucuk di cinta ulam pun tiba, baru sajah dia memikirkan kalau perempuan polos yang ada di depannya sangat cocok untuk menjadi pendamping hidup kakanya yang suram itu. Sekarang tuhan malah kasih petunjuk untuk menjadikan, Tifani masuk di dalam keluarganya, dalam hati Pricilia bersorak penuh gembira.
"Kebetulan sekali di rumah kami membutuhkan baby siter untuk menjaga Dikta apa kamu mau? Jadi kamu nggak usah pergi ke yayasan dan langsug saja ikut bersama kami pulang kerumah gimana apa kamu mau?" Tanyanya nggak lepas dari senyumannya.
Tifani tampak bingung apa dia harus menerima tawaran yang di tawarkan perempuan yang ada di depannya? Apa dia harus pergi ke yayasan dulu biar pasti, sedangkan dirinya merasa baru berkenalan sama perempuan yang ada di depannya.
Pricilia yang melihat Tifani hanya diem saja meyakinkan kalau dirinya bukanlah perempuan jahat.
"Gue tau kamu pasti ragu dengan tawaran gue kan? Kamu tenang saja gue bukan perempuan suka nipu jadi kamu nggak usa khawatir jadi apa kamu mau?" Tanyanya sekali lagi memastikan.
"Pricil, kamu dan Dikta kemana sajah?" Seseorag datang langsung menanyakan dari mana sajah mereka berdua.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
intarti zea
kata sajah.. kurang pas...
pakaka kata baku SAJA🙏
2023-03-25
0
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
coba kalau lawannya kamu pakainya aku thor jgn gue🤗 🥰
2023-02-24
0
LISA
Ceritanya bagus jg nih
2022-12-28
1