"Taraaa!" Teriakan perempuan yang baru dateng mengagetkan mereka berdua.
Abimana mendengus kesal sedangkan Alfin mengangkat bahunya acuh dia nggak mau ada di tengah-tengah antara Abimana dan Jenna, dia berpamitan untuk kembali ke ruangannya.
"Kalau gitu gue permisi dulu, luh mau gue cariin sekarang apa nanti? Nanti sajah deh ini perempuan penggemar luh sudah nyariin luh," Ucap Alfin tergalak.
Abimana menatap tajam sahabat yang merangkap sebagai bawahannya, bisa-bisanya dia selalu meledek atasannya. Alfin bergidik dan keluar dari ruangan atasannya.
Selepas kepergian Alfin, Jenna mendekati Abimana dan bergelayut manja di lengannya tanpa rasa malu, Abimana bangun dari duduknya dan melepaskan pegangan tangan Jenna.
"Luh, ngapain di sini hah?" Tanyanya berang, dia nggak habis pikir perempuan seperti Jenna kenapa masih sajah mengganggunya sudah sering di peringati tapi tetep sajah ngeyel.
"Aku kangen sama kamu Bi, kamu kenapa susah sekali di temuin." Sahutnya tanpa tau kalau orang yang di temui itu nggak suka dengan kedatangannya.
"Gue nggak ada waktu buat ngurusin perempuan kaya luh, sekarang luh pergi dari sini, Apa luh nggak punya jam ini jam berapa ini waktunya orang buat kerja ngapain luh pagi-pagi buta datang ke kantor gue? Apa luh sekarang jadi pengangguran?" Tanyanya datar.
"Iya, aku tau kalau i..." Ucapan Jenna terpotong saat Abimana menariknya keluar dari ruangannya dan menyeretnya, Abimana menyuruh sekertarisnya untuk memanggilkan security untuk mengusir Jenna.
"Bella panggilkan security untuk mengusir perempuan ini." Ujar Abimana.
"Baik pak." Sahutnya, Bella berlari untuk memanggilkan satpam.
"Bi, kenapa kamu lakuin ini sama aku? Aku bukan pencuri yang harus di panggilkan satpam, aku ini cuma ingin bertemu sama kanu," Ucap Jenna memegang tangan Abimana.
Abimana melepaskan tangan Jenna dari tangannya, dia melihat Bella dengan dua security mereka berlari mendekati pemilik perusahaan dimana mereka kerja.
"Maaf pak, bapak memanggil kami berdua?" Tanya salah satu di antara mereka.
"Kalian berdua usir perempuan ini, dan inget wajah perempuan ini baik-baik kenali dia," Ucapnya sambil menunjuk ke arah Jenna.
"Iya pak." Sahut Bella dan kedua security.
"Jangan biarkan perempuan ini masuk ke kantor ini, kalau kalian melihat dia langsung usir dia, apa kalian mengerti!" Teriaknya menatap tajam ke arah mereka bertiga.
Abimana kembali masuk kedalam ruangannya, setelah melihat drama pagi yang di buat Jenna, dia menggelengkan kepalanya rasanya pusing tiap hari terus-terusan di ganggu sama Jenna perempuan yang tergila-gila padanya.
...****************...
Di rumah bu Rina lagi menyuruh Fani untuk membuatkan jus strawberry untuknya, nggak pake banyak gula biar nggak kemanisan, bu Rina lagi ngelihatin Fani yang sedang membuatkan jus untuknya.
"Fani lama sekali kamu ini, bisa bikin jus nggak si? Kalau orang kampung pasti nggak tau yang namanya jus yah cuma tau air putih!" Teriak bu Rina mengagetkan Fani.
Fani membawa jus strawberry yang sudah dia bikin dan memberikannya sama bu Rina. Bu Rina yang melihat Fani sudah kelelahan tersenyum sinis setelah kepergian Abimana dan juga Dikta beliau selalu menyuruh-nyuruh Fani tanpa henti. Bu Rina berharap kalau Fani nggak akan betah kerja di rumah anaknya.
"Ini bu jus strawberry yang ibu mau," Ucap Fani memberikan jusnya sama bu Rina.
Bu Rina menerima jus yang di berikan sama Fani dan meminumnya, beliau menyemburkan jus ke tubuh Fani sampai Fani terkaget.
"Jus apa ini, kenapa manis sekali? Kamu nggak denger saya minta jus yang nggak terlalu manis, kenapa ini manis sekali kamu sengaja mau membuat saya kena diabetes hah!" Teriak bu Rina di telinga Fani.
Bu Rina bangun dari duduknya dan mendekati Fani yang masih berdiri, beliau menumpahkan jusnya di kepala Fani yang tertutup hijab, Fani kaget dengan perlakuan bu Rina terhadap dirinya, salah apa dia sama nyonya besarnya kenapa nyonya besarnya terlihat nggak suka.
"Rasakan ini." Ujarnya tertawa.
"Saya mohon bu jangan lakukan ini, saya minta maaf bu," Ucap Fani melihat bu Rina.
"Mamah, apa yang mamah lakukan?" Tanya seseorang yang baru dateng.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Lilik Juhariah
kayaknya mamanya gila tuh, bawa aja ke rumah.sakit jiwa, atau di ruqyah
2024-11-05
0
Reny Saputro
semangat
2022-12-25
2