"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya seseorang bikin mereka semua terkejut.
Bu Rina tersenyum sangat manis sama seseorang yang baru dateng, sedangkan Pricil memutar bola matanya malas melihat perempuan yang baru sajah mengagetkan mereka semu, dia mendekati bu Rina dan duduk di sampingnya.
"Sayang kamu ke sini?" Tanya bu Rina sama perempuan yang baru dateng.
"Iya tante, mumpung ini hari libur jadi, Jennahira kesini." Jawabnya tersenyum manis.
Jennahira Kharisma Albar, perempuan seksi dan cantik seorang model terkenal yang selalu mengejar-ngejar Abimana Silky Hartawan saat pertama kali dia bertemu di sebua mall yang ada di kota jakarta selatan.
"Luh ma tiap hari juga kesini kan? Apa luh sekarang nggak laku dan banyak nganggurnya ya, biasanya model itu kerjaannya banyak loh dan nggak punya waktu buat ongkang angking berkeliaran di rumah seorang laki-laki." Ujar Pricil begitu tajam terdengar di telinga Jenna.
Rasanya Jenna ingin menapar mulut tajam adik dari laki-laki yang sangat dia cintai dan harus berpura-pura sabar untuk menghadapi Pricil yang sudah jelas nggak suka sama dirinya. "kalau bukan karena gue mengincar kakanya sudah gue remes mulutnya yang tajam." Rutuk Jenna dalam hati.
"Pricil yang sopan kalau bicara, dia ini calon kaka ipar kamu." Bu Rina menatap tajam anaknya.
"Mamah ini suka banget memaksakan diri sekali, mamah kan lihat sendiri kalau ka Abi nggak suka sama perempuan ini." Sahutnya lagi.
"Pricil!" Teriak bu Rina berdiri dari duduknya dan menapar anaknya.
Palak!
Satu tamparan mendarat di pipi Pricilia.
"Mamah!" Teriak Ayumi.
Ayumi dan Irham terkejut melihat bu Rina menapar Pricil! Tifani mendongakan wajahnya yang sedari tadi menunduk dia nggak menyangka seorang ibu menapar anaknya di depan semua orag, sedangkan Jenna tersenyum penuh kemenangan, Pricil menggelengkan kepalanya nggak percaya mamahnya menamparnya hanya karena membela perempuan lain.
"Mamah menampar Pricil hanya karena membela perempuan itu." Ujar Pricil menujuk kearah Jenna.
"Jangankan menampar kamu, mamah rela me... Ucapan bu Rina terhenti saat Ayumi memotong ucapan anaknya.
"Mana cukup! Mamah ini bisa-bisanya menapar Pricil di depan semua orang apa mamah nggak sadar Pricil itu anak mamah dan dengan entengnya mamah menamparnya." Ayumi berkata sambil menggelengkan kepala.
"Mamah nggak peduli dia sudah menentang mamah, apapun yang mamah inginkan harus tercapai.
"Terserah mamah mau berkata apa, Pricil kamu bawa masuk Tifani kedalam kamarnya dan suruh bi Sumi mengajari apa sajah tugas Fani saat mengasuh Dikta, mbak dan mas Irham harus segera pulang." Ujar Ayumi sama Pricil.
"Baik mba." Jawab Pricil.
"Hei, mamah nggak ijinkan perempuan udik yang nggak tau asal usulnya itu bekerja di sini untuk merawat Dikta!" Teriak bu Rina sama kedua anaknya tapi nggak di hiraukan sama ke dua anaknya.
Pricilia membawa Tifani masuk ke dalam dan memperkenalkan Tifani sama para pekerja yang lain, sedangkan Ayumi dan Irham suaminya kembali pulang ke rumahnya.
"Perkenalkan semuanya!" Teriak Pricil memanggil para pekerja yang ada di rumah kakanya Abimana.
Mereka yang lagi bekerja menghentikan kerjaannya dan mendekati nona mudanya, Tifani melihat ke arah lima pekerja yang ada di rumah mewah milik Abimana.
"Dia adalah pengasuh baru dari Dikta kaselo Hartawan, namanya Tifani tolong kalian berkerja sama lah sama dia dan bi Sumi tolong ajari dia ya bi apa saja yang harus di kerjakan saat mengurus Dikta," Ucap Pricil tersenyum.
"Baik non." Jawabnya.
Sedangkan di ruang tamu Jenna terus menerus mengompori bu Rina untuk segera menikahkan dia sama Abi.
"Tante, tante harus secepatnya menikahkan aku sama mas Abi, nanti keburu ada perempuan lain yang merebut mas Abi dari Jenna." Ujarnya.
"Aku nggak mau!" Teriakan dari belakang mengagetkan mereka.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
SOO🍒
jangan2 itu mak tiri ya kok songong banget thoor
2023-04-27
0
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
ibu rina mau ngmng apa tadi, Pricil kenapa😳😱
2023-02-24
0
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
god pricil🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-02-24
0