"Sayang." Seorang laki-laki menghampiri mereka bertiga.
Mereka bertiga menengok ke belakang kearah sumber suara orang yang memanggilnya, tak ketinggalan Tifani ikut menengok. Ayumi tersenyum saat melihat suaminya mendekat, Irham suami Ayumi mengajak mereka semua untuk kembali pulang kerumah.
"Ya ampun sayang kalian lagi ngapain ada di sini? Ayo sekarang kita pulang nanti keburu mamah nungguin kalian pulang," Ucap Irham suami Ayumi.
"Ya mas, ini juga kita sudah mau pulang ko." Sahut Ayumi.
"Ya sudah ayo buruan kalian masuk kedalam mobil." Kata Irham lagi menyuruh mereka masuk.
Mereka semua bergegas mau masuk kedalam mobil tapi Dikta berbalik badan saat nggak mendapati Tifani di sampingnya, Dikta berlari kearah Tifani dan menariknya.
"Mamah ayo, kenapa mama diem saja? Mamah Are you okay?" Tanya Dikta polos.
"Maaf sayang bibi nggak bisa ikut, Dikta pulang lah bersama aunty dan paman ya." Tifani menyuruh Dikta untuk segera pulang bersama aunty dan pamannya.
"No, mama, Dikta mau pulang bersama mama juga." Jawabnya polos.
Tifani bingung harus mengatakan apa sama anak kecil yang ada di depannya, dirinya nggak mungkin ikut pulang bersama mereka terlebih lagi dirinya nggak mengenal mereka semua bagaimana bisa, Dikta menyuruhnya untuk ikut pulang kerumah.
Pricilia menghampiri mereka berdua dia melihat kearah Tifani, dan menggandeng tangan Dikta yang lagi memaksa Tifani ikut pulang bersamanya.
"Bukankah kamu mau bekerja sebagai baby siter Dikta? Ayo lah kamu juga harus ikut pulang ke rumah kami, nanti aku yang akan menjelaskan sama mamah saat di rumah nanti." Sambung Pricilia.
Akhirnya Tifani ikut pulang bersama mereka semua, Dikta kesenangan saat Tifani ikut pulang bersamanya, Dikta selalu menempel sama Tifani.
...****************...
Mereka semua sudah berada di kediaman rumah Abimana papah dari Dikta, mereka semua masuk kedalam dan menemui bu Rina aryanti mamah dari Abimana. Bu Rina mengeyeritkan dahinya bingung saat ada perempuan udik masuk kedalam rumahnya bersama anak dan menantunya juga, sang cucu.
Ayumi duduk di sofa yang ada di ruang tamu di mana mamahnya lagi duduk, Irham dan Pricilia ikut duduk di ikuti Dikta sedangkan Tifani masih berdiri dengan menundukan kepalanya, dia nggak menyangka bisa berada di tengah-tengah mereka di rumah yang sangat besar membuat dirinya takjub sampai terbengong.
"Mamah kenalin dia Tifani, pengasuh baru untuk Dikta," Ucap Pricilia di angguki Ayumi.
Bu Rina melihat Tifani dari atas sampai bawah, beliau menatap sinis kearah Tifani perempuan udik yang ada di depannya. Tifani yang di pandangi sedemikian sama wanita paru baya yang ada di depannya menjadi gugup dia nggak menyangka wanita paru baya memandangnya dengan begitu sinis.
"Apa kamu nggak salah sayang? Mencari pengasuh untuk cucu mama ko perempuan yang seperti itu, lihat sajah penampilannya kamu nemu dimana perempuan model begitu?" Tanyanya.
"Mamah, mamah jangan ngomong kaya gitu dong dia pasti bisa menjaga Dikta dengan baik ko percaya deh sama Pricil." Sahutnya.
"Tapi mamah nggak mau kamu cari pengasuh buat Dikta sembarangan kaya gitu, biarkan mamah nanti yang mencari pengasuh baru untuk Dikta, mamah nggak mau punya pengasuh udik seperti dia," Ucapan bu Rina bener-bener sangat tajam.
"Dikta sayang, Dikta masuk kedalam kamar dulu ya, aunty mau bicara sama oma." Ujar Pricilia mengusap kepala Dikta.
"Iya aunty, Dikta masuk ke kamar dulu ya." Jawab Dikta mengecup pipi Pricil.
Setelah kepergian Dikta Pricilia kembali melihat ke arah mamahnya, Pricil menggelengkan kepalanya pelan dia nggak habis pikir mamahnya masih sajah angkuh dan kekeh pada pilihannya.
"Mah, jaga sikap mama di depan anak kecil seperti Dikta," Ucapnya.
"Lah memang mamah bicara apa? Mamah nggak ngomong apa-apa ko." Sahutnya menatap tajam ke arah Tifani.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya seseorang mengagetkan mereka.
Bersambug..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
susi 2020
🥰🥰🥰
2023-04-09
0
susi 2020
😍😍😍😎🙄
2023-04-09
0
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
jangan nilai dari sampul dong buk🙄
2023-02-24
0