Part 20

"Kau," Voke terkejut melihat Abimana di depan nya.

Sama seperti Voke, Fani pun sama terkejut melihat tuan mudanya ada di hadapannya, dia heran kenapa Abimana ada di sini.

"Berani kau menyentuh calon istri saya, maka kamu harus berhadapan dengan saya langsung." Ujarnya memeluk pinggang Fani untuk mendekatinya.

Voke menggelengkan kepalanya dia nggak percaya kalau, Abimana seleranya perempuan kampung seperti pengasuh anaknya, dia tersenyum meledek melihat Abimana dan Fani secara bergantian.

Fani terkejut mendengar ucapan tuan mudanya, bagaimana bisa Abimana mengatakan kalau dirinya adalah calon istrinya bener-bener meresahkan.

"Kamu nggak usah bohong mana mungkin selera kamu turun kaya begini mas, dari permata ke batu akik." Voke memandang rendah Fani.

Abimana melihat Fani yang sedang melihat Voke nggak suka karena sudah merendahkan dirinya, Abimana punya ide untuk membuat Voke percaya kalau ucapanya yang mengatakan kalau Fani memang benar calon istrinya.

"Apa kamu nggak percaya sama ucapan aku?" Tanyanya mengangkat satu alisnya.

"Iya lah jelas aku nggak percaya." Jawabnya.

Abimana mendekati Fani dan berdiri di depannya, tanpa menghiraukan tatapan Fani yang waspada melihat dirinya, tapi Abimana nggak memperdulikannya.

Cup.

Abimana mengecup kening Fani membuat Fani membelakakan matanya, Voke nggak kalah terkejut melihat perlakuan Abimana sama pengasuh anaknya.

Abimana berbalik badan dan melihat Voke yang sedang menatapnya marah, Abimana berharap Semoga saja Voke percaya dengan semua yang dia perlihatkan di depannya.

"Jadi gimana apa kamu masi belum percaya? Setelah melihat semuanya dan inget nggak ada permata yang rela terjun ke lumpur dengan secara sengaja, lebih baik batu akik yang ternyata keindahannya melebihi permata." Ucapnya.

"Aku nggak terima kamu perlakuan aku seperti ini!" Teriaknya di depan wajah Abimana.

"Dan kamu harus inget kalau kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi." Abimana melihat Voke dengan senyum meledek.

Voke meninggalkan Abimana dan Fani yang saling berpandangan, setelah kepergian Voke, Fani mencubit pinggang tuan mudanya dengan keras sembuat Abimana mengadu.

Auh!

"Kamu," Ucapnya berang melihat Fani.

"Apa ha... Jangan mentang-mentang bapak bos saya bapak seenaknya, main Sentuh-sentuh saya dan main cuim-cium segala," Ucapnya menatap tajam melihat Abimana.

"Hei, jangan kepedean ya kamu, saya melakukan ini bukan buat kamu, tapi buat saya sendiri biar Voke nggak mendekati saya lagi." Sahutnya.

"Saya nggak peduli, kalau bapak mau bikin mantan istri bapak nggak berani mendekati bapak cari pasangan makanya." Fani nggak mau kalah sama bosnya.

Fani nggak takut kalau orang yang ada di depannya ini adalah bos yang menggaji dirinya. Fani berani melawan bosnya sendiri.

"Dasar bos mesum," Ucapnya meninggalkan Abimana sendirian.

Abimana mendelik saat di katakan bos mesum sama pengasuh baru anaknya, beraninya Fani mengatakan dia bos mesum.

"Hei, berani ya kamu mengatakan saya mesum!" Teriaknya yang nggak di hiraukan Fani.

Fani mendekati Dikta yang sedari tadi di titipkan sama satpam penjaga sekolah, Dikta yang melihat Fani dan papahnya tersenyum senang.

"Mamah, Papah!" Teriak Dikta memanggil Fani dan papahnya.

"Pak terimakasih yah sudah mau jagain Dikta." Fani mengucapkan terimakasih sama pak satpam.

"Sama-sama bu, kalau gitu saya permisi dulu." Pamitnya.

Dikta berhambur memeluk papahnya, Abimana menggendong anaknya yang terlihat senang dengan kedatangannya.

"Papah, papah kesini?" Tanyanya menangkup pipi Abimana.

"Iya sayang, apa papah nggak boleh datang kesini untuk menjemput anak papah ini?" Tanyanya mencubit gemas pipi Dikta.

Dikta terkekeh dan tersenyum bahagia, Fani yang melihat Dikta dan Abimana, dia ikut merasakan bahagia, mereka berdua masi saja tersenyum bahagia.

"Pah kita jalan-jalan yah?" Tanyanya.

"Dikta mau jalan kemana sayang? Apa nggak nanti saja hari libur biar bisa puas jalan-jalannya, soalnya papah harus kembali ke kantor." Abimana merasa nggak enak melihat anaknya yang terlihat sedih.

Fani yang nggak mau melihat Dikta bersedih, Fani mencoba untuk menghiburnya.

"Dikta nggak boleh sedih gitu dong, bener apa kata papah mending jalannya hari libur sajah biar rame, nanti Dikta mau pergi jalan kemanapun papah pasti akan menemani Dikta, sekarang biarkan papah kerja dulu yah kan papah cari uang buat bikin Dikta bahagia." Fani memberi pengertian sama Dikta biar Dikta nggak terlalu sedih.

Abimana yang melihat ketulusan Fani terhadap anaknya jadi merasa bahagia, akhirnya ada juga perempuan yang membuat Dikta merasakan kasih sayang seseorang ibu.

"Baiklah mah, tapi mamah nanti ikut yah?" Tanyanya melihat Fani.

Fani bingung harus menjawab apa nggak mungkin dia mengatakan iya karena dia juga nggak tau apa Abimana mengizinkan dia ikut atau nggak, Abimana yang tau kelau Fani sedang kebingungan dia membantu Fani untuk menjawabnya.

"Iya sayang mba Fani boleh ikut kita jalan-jalan." Jawabannya.

"Horeee...!" Teriak Dikta ke girangan.

Abimana dan Fani tersenyum melihat Dikta bahagia.

...****************...

Di kampus Pricilia lagi duduk di kantin bersama teman-temannya, mereka sedang tertawa nggak tau apa yang mereka obrolin sampai Pricilia tersenyum begitu lebar.

Tiba-tiba seseorang dengan sengaja menumpahkan jus di baju Pricilia dan membuat baju yang di kenakan Pricilia kotor kena tumpahan jus, dia mendongakkan wajahnya melihat seseorang yang sedang tersenyum meledek ke arahnya.

"Ups... Sengaja," Ucapnya menutup mulutnya.

"Monik!" Teriaknya bediri melihat Monika.

Monika cewe yang sangat membenci Pricilia karena menganggap dirinya saingannya di kampus, Monika sangat membenci Pricilia karena dia Monika jadi merasa di nomor duakan di kampusnya, semua dosen dan cowo-cowo di kampusnya selalu memujinya.

"Apa, nggak Terima?" Tanyanya.

"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menyiram jus di baju gue." Ujarnya menatap Monika.

"Karena gue nggak suka sama luh, gara-gara luh semua dosen dan semua cowo yang ada di sini selalu memuji luh." Jawabnya.

"Nggak waras luh ya, hanya gara-gara itu luh benci sama gue, pantes saja si semua orang nggak suka sama luh karena luh cewe nggak waras." Ujarnya.

"Apa luh bilang gue nggak waras!" Monika melihat Pricilia dengan kesal.

"Iya, luh memang cewe nggak waras." Sahutnya.

"Luh." Monika menjambak rambut Pricilla.

"Lepaskan Monik sakit," Pricilia berusaha melepaskan tangan Monik dari rambutnya.

Kedua temen Monika mentertawakannya, melihat Monika yang sedang menjambak rambut Pricilia. Sedangkan kedua temen Pricilia berusaha membantu Monik untuk melepaskannya.

"Hei, kalian berdua kenapa diem saja, lihat temen kalian yang nggak waras ini lagi kesetanan, cepatan bawa dia pergi dari sini." Ujar Sintia temen Pricilla.

Pricilia yang sudah merasakan kesakitan karena rambutnya di tarik, dia mendorong Monika cukup keras sampai dia terjatuh dan mengenai meja, sampai Monika mengaduh kesakitan.

"Pricilia apa yang luh lakukan sama Monik!" Seseorang berteriak.

Bersambung..

Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35.
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 part 53
54 Par 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Par 84
85 Part 85
86 Par 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Par 104
105 Episode. 105. Promosi cerita baru
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35.
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
part 53
54
Par 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Par 84
85
Part 85
86
Par 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Par 104
105
Episode. 105. Promosi cerita baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!