20. anyaman rotan

Arga masih terus fokus dengan pekerjaannya, seolah ia sudah terbiasa mengerjakan hal itu.

"Dari mana kamu mengetahui cara pembuatan anyaman ini nak.??" tanya Tuan Senopati sambil terus mengamati benda tersebut.

"adik gaya yang mengajarkanku." jawab Arga lagi. Tuan Senopati semakin takjub dengan kemampuan putrinya ini. ia pikir, semenjak putrinya sembuh dari sakit, ia sudah memiliki kemampuan. ia juga berpikir, apakah saat kami meninggalkan nya, ia selalu belajar atau berlatih, tapi dengan siapa..??

Flashback

waktu itu Gayatri dan kedua kakaknya sedang pergi ke hutan mencari beberapa buah-buahan yang ada di sana, saat mereka sedang jalan dan berbincang-bincang, tiba-tiba Diran yang berada di depan mengadu kesakitan.

"aduh..!! apa ini.." ucap Diran. karena mendengar Diran mengadu, Gayatri dan Arga pun langsung menghampirinya. Diran berusaha melepaskan duri yang menancap di betisnya.

"Ada apa kak..??" tanya Gayatri kepada kakaknya. wajah Gayatri sontak saja menjadi cemas ketika melihat kaki kakaknya seperti tergores sesuatu.

"tidak apa-apa dek, tadi kakak tidak sengaja kenak duri," ucap Diran. sambil menyingkirkan duri duri itu dari sana.

"sebaiknya diobati dulu Di, biar tidak melebar ke mana-mana." timpal Arga.

Gayatri mengedarkan pandangannya mengikuti arah duri tersebut. Iya Pun tercengang dan terkejut melihat banyaknya deretan tanaman berduri yang sudah panjang di sana. iya berteriak kegirangan sambil melompat-lompat. kedua kakaknya pun menjadi aneh, melihat kelakuan Gayatri.

"ada apa dek.." tanya Arga yang melihat Gayatri loncat-loncat seperti itu.

"aaa...!! Kak lihatlah, itu rotan." ucap Gayatri. kedua pemuda itu pun langsung melihat arah yang ditunjuk oleh Gayatri.

"Iya dek itu memang rotan, memangnya kenapa..??" tanya Diran dengan santai. Gayatri terkejut mendengar penuturan kakaknya yang santai itu.

"memangnya Kakak tidak tahu manfaat rotan seperti apa..??" tanya Gayatri dengan heran kepada kedua kakaknya.

"setahu kakak, rotan itu hanya digunakan untuk pengait daun rumbia, jadi tidak terlalu berguna." ucap Diran lagi. Gayatri menepuk jidatnya ketika mendengar penuturan sang adik.

"aduh kak, rotan itu memiliki banyak manfaat. sekarang Gaya tidak ingin menjelaskan apa manfaatnya, yang pasti rotan itu bisa diolah menjadi barang yang berguna. sekarang Gaya minta tolong kepada kakak berdua, ambilkan rotan itu untuk gaya sebanyak-banyaknya." ucap gaya kepada keduanya. mereka mengerutkan kening, untuk apa rotan sebanyak-banyaknya itu.

"untuk apa rotan yang banyak..?" tanya Arga. ia benar-benar penasaran dengan rotan yang sebanyak itu.

"sudah, Kakak berdua jangan banyak tanya. nanti juga Kakak akan tahu, sekarang Gaya minta tolong, ambilkan rotan itu untuk gaya sebanyak-banyaknya." ucap Gayatri lagi mengulang kata-katanya. tanpa banyak tanya lagi, kedua pemuda itu pun langsung melaksanakan apa yang Gayatri perintahkan kepada mereka.

dengan hati-hati mereka mulai memisahkan duri-duri yang menempel dari rotan itu sampai bersih, akhirnya selama 5 jam rotan itu terkumpul cukup banyak.

"semuanya sudah terkumpul, Apakah ini cukup..??" tanya Arga lagi. Gayatri mengganggu anggukkan kepalanya.

"untuk sekarang, rotan ini cukup. karena sudah sore, sebaiknya kita pulang terlebih dahulu.. nanti besok akan gaya tunjukkan manfaat dari rotan ini." ucap Gayatri kepada kedua kakaknya. Mereka pun setuju, tanpa pikir panjang mereka langsung menyeret rotan-rotan itu agak sedikit mendekat di kediaman mereka.

***

ke esok harinya, Gayatri dan kedua kakaknya melanjutkan pekerjaan mereka terhadap rotan-rotan itu. pertama-tama mereka mengeluarkan dan membuang isi rotan yang tidak bermanfaat. setelah dirasa sudah semuanya, Gayatri mulai membentuk rotan-rotan itu menjadi sebuah kursi yang indah yang bisa muat 2 orang.

Gayatri juga mengajarkan kedua kakaknya banyak hal selain menjadikan rotan sebagai penyatu daun rumbia.

flash of

Begitulah Arga menceritakan pengalamannya, bagaimana Gayatri mengajarkan Mereka banyak hal mengenai rotan ini. Tuan Senopati benar-benar takjub mendengar cerita Arga mengenai Putri kecilnya itu.

"benarkah?? lalu apalagi yang sekarang kamu kerjakan.." tanya Tuan Senopati lagi. ia ingin membantu tapi karena ia tidak tahu, Senopati lebih memilih untuk menonton saja.

"Oh ini Ayah, aku sedang membuat kursi dari anyaman rotan. kemarin kami sudah menyelesaikan satu kursi dari anyaman rotan dan itu sangat nyaman ayah." ucap Arga.

tentu saja, Gayatri tidak sengaja menemukan tanaman rotan itu. dengan wajar yang gembira ia langsung mengajak kedua kakaknya untuk memisahkan rotan dengan duri-duri yang melekat di tubuh rotan itu. awalnya Arga dan Diran merasa heran, tumbuhan apa ini. namun setelah mereka berhasil mendapatkannya dan mengeluarkan bagian yang tidak mereka butuhkan, serta tangan lentik Gayatri mulai menganyam benda tersebut dibantu oleh kakak-kakaknya, akhirnya jadilah kursi yang indah.

"Oh ya, lalu di mana kursinya nak, Ayah sangat penasaran.." ucap Tuan Senopati lagi.

Arga langsung menunjukkan di mana tempat mereka meletakkan kursi anyaman itu. dengan berbekal obor sebagai penerangan, Tuan Senopati langsung pergi ke belakang rumah dan melihat sebuah anyaman kursi yang muat untuk dua orang yang sangat estetik menurutnya. padahal jika seandainya rotan ini diolah oleh tangan yang handal maka akan lebih baik lagi.

setelah Tuan Senopati mengagumi karya anak-anaknya itu, Iya langsung kembali masuk ke dalam rumah.

"ini sudah malam nak, besok saja kamu lanjutkan, sebaiknya kita beristirahat." ucap Tuan Senopati kepada anak angkatnya ini. Arga pun menurut ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan mengemasi tempat yang baru ia gunakan tadi.

***

di kota raja.

ke esok harinya. kedua saudara itu terbangun dari tidur mereka. Mereka pun langsung bersiap-siap untuk segera keluar melaksanakan rencana yang sudah mereka bicarakan tadi malam. namun sebelum itu, mereka akan pergi mencari sarapan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.

kedua saudara kandung itu pun keluar dari penginapan, mereka berjalan keluar dan mencari rumah makan yang ada di sana. tak lama Gayatri melihat rumah makan itu.

"Kakak lihatlah, di sana ada rumah makan. ayo kita ke sana saja.." ucap Gayatri.

kedua bersaudara pun langsung berjalan menghampiri rumah makan yang sudah buka pagi itu. sesampainya mereka di dalam, ternyata mereka masih disambut dengan baik di sana.

"selamat datang di rumah makan kami tuan dan Nona. mau pesan apa..??" tanya pelayan itu kepada kedua bersaudara itu. Diran pun langsung memesan makanan untuk mereka.

"nasi dan lauk saja." ucapnya.

"baik tuan dan Nona, silakan ditunggu sebentar." pelayan itu pun langsung pergi meninggalkan mereka dan mengambil pesanan makanan yang telah mereka pesan.

sambilan menunggu pesanan mereka datang, sejenak Gayatri mengedarkan pandangannya mengamati rumah makan ini.. cukup sederhana, itulah yang ia pikirkan. tak lama pesanan makan mereka pun datang.

"silakan pesanannya tuan dan Nona." ucap pelayan itu lagi dengan penuh kesopanan. setelah mereka mengucapkan terima kasih, pelayan itu pun meninggalkan mereka. kedua bersaudara itu pun langsung mencicipi makanan yang sudah mereka pesan.

saat makanan itu menyapa indra perasa mereka, hal pertama yang terkesan dari pikiran mereka adalah hambar. ya makanan itu hambar dan tidak berasa, tidak ada rasa bawang ataupun rempah-rempah lainnya. Begitu juga dengan rasa garam, entah bagaimana rasanya. Diran melihat dan mengamati ekspresi sang adik. namun Gayatri tidak mengeluarkan apa-apa, untuk menghormati makanan ia lebih memilih menghabiskan makanan itu ketimbang harus memprotesnya.

Diran cukup senang dengan respon adiknya, ya pikir adiknya akan mengeluarkan unek-unek dan menilai makanan yang tidak sesuai dengan seleranya ini. nyatanya Gayatri cukup menghormati apa yang telah dihidangkan kepadanya.

"bersambung"

Terpopuler

Comments

"nanti besok" kok gk enak bacanya yah,nanti-nya di hilangkan saja kak otor.saran😊

2024-09-21

1

amanda teresa

amanda teresa

penuturan sang kakak bkn adik

2023-02-15

0

Septi Verawati

Septi Verawati

mantull thor lanjutkan 🥰🥰🥰💪💪👍👍😎😎

2022-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!