Arga masih terus fokus dengan pekerjaannya, seolah ia sudah terbiasa mengerjakan hal itu.
"Dari mana kamu mengetahui cara pembuatan anyaman ini nak.??" tanya Tuan Senopati sambil terus mengamati benda tersebut.
"adik gaya yang mengajarkanku." jawab Arga lagi. Tuan Senopati semakin takjub dengan kemampuan putrinya ini. ia pikir, semenjak putrinya sembuh dari sakit, ia sudah memiliki kemampuan. ia juga berpikir, apakah saat kami meninggalkan nya, ia selalu belajar atau berlatih, tapi dengan siapa..??
Flashback
waktu itu Gayatri dan kedua kakaknya sedang pergi ke hutan mencari beberapa buah-buahan yang ada di sana, saat mereka sedang jalan dan berbincang-bincang, tiba-tiba Diran yang berada di depan mengadu kesakitan.
"aduh..!! apa ini.." ucap Diran. karena mendengar Diran mengadu, Gayatri dan Arga pun langsung menghampirinya. Diran berusaha melepaskan duri yang menancap di betisnya.
"Ada apa kak..??" tanya Gayatri kepada kakaknya. wajah Gayatri sontak saja menjadi cemas ketika melihat kaki kakaknya seperti tergores sesuatu.
"tidak apa-apa dek, tadi kakak tidak sengaja kenak duri," ucap Diran. sambil menyingkirkan duri duri itu dari sana.
"sebaiknya diobati dulu Di, biar tidak melebar ke mana-mana." timpal Arga.
Gayatri mengedarkan pandangannya mengikuti arah duri tersebut. Iya Pun tercengang dan terkejut melihat banyaknya deretan tanaman berduri yang sudah panjang di sana. iya berteriak kegirangan sambil melompat-lompat. kedua kakaknya pun menjadi aneh, melihat kelakuan Gayatri.
"ada apa dek.." tanya Arga yang melihat Gayatri loncat-loncat seperti itu.
"aaa...!! Kak lihatlah, itu rotan." ucap Gayatri. kedua pemuda itu pun langsung melihat arah yang ditunjuk oleh Gayatri.
"Iya dek itu memang rotan, memangnya kenapa..??" tanya Diran dengan santai. Gayatri terkejut mendengar penuturan kakaknya yang santai itu.
"memangnya Kakak tidak tahu manfaat rotan seperti apa..??" tanya Gayatri dengan heran kepada kedua kakaknya.
"setahu kakak, rotan itu hanya digunakan untuk pengait daun rumbia, jadi tidak terlalu berguna." ucap Diran lagi. Gayatri menepuk jidatnya ketika mendengar penuturan sang adik.
"aduh kak, rotan itu memiliki banyak manfaat. sekarang Gaya tidak ingin menjelaskan apa manfaatnya, yang pasti rotan itu bisa diolah menjadi barang yang berguna. sekarang Gaya minta tolong kepada kakak berdua, ambilkan rotan itu untuk gaya sebanyak-banyaknya." ucap gaya kepada keduanya. mereka mengerutkan kening, untuk apa rotan sebanyak-banyaknya itu.
"untuk apa rotan yang banyak..?" tanya Arga. ia benar-benar penasaran dengan rotan yang sebanyak itu.
"sudah, Kakak berdua jangan banyak tanya. nanti juga Kakak akan tahu, sekarang Gaya minta tolong, ambilkan rotan itu untuk gaya sebanyak-banyaknya." ucap Gayatri lagi mengulang kata-katanya. tanpa banyak tanya lagi, kedua pemuda itu pun langsung melaksanakan apa yang Gayatri perintahkan kepada mereka.
dengan hati-hati mereka mulai memisahkan duri-duri yang menempel dari rotan itu sampai bersih, akhirnya selama 5 jam rotan itu terkumpul cukup banyak.
"semuanya sudah terkumpul, Apakah ini cukup..??" tanya Arga lagi. Gayatri mengganggu anggukkan kepalanya.
"untuk sekarang, rotan ini cukup. karena sudah sore, sebaiknya kita pulang terlebih dahulu.. nanti besok akan gaya tunjukkan manfaat dari rotan ini." ucap Gayatri kepada kedua kakaknya. Mereka pun setuju, tanpa pikir panjang mereka langsung menyeret rotan-rotan itu agak sedikit mendekat di kediaman mereka.
***
ke esok harinya, Gayatri dan kedua kakaknya melanjutkan pekerjaan mereka terhadap rotan-rotan itu. pertama-tama mereka mengeluarkan dan membuang isi rotan yang tidak bermanfaat. setelah dirasa sudah semuanya, Gayatri mulai membentuk rotan-rotan itu menjadi sebuah kursi yang indah yang bisa muat 2 orang.
Gayatri juga mengajarkan kedua kakaknya banyak hal selain menjadikan rotan sebagai penyatu daun rumbia.
flash of
Begitulah Arga menceritakan pengalamannya, bagaimana Gayatri mengajarkan Mereka banyak hal mengenai rotan ini. Tuan Senopati benar-benar takjub mendengar cerita Arga mengenai Putri kecilnya itu.
"benarkah?? lalu apalagi yang sekarang kamu kerjakan.." tanya Tuan Senopati lagi. ia ingin membantu tapi karena ia tidak tahu, Senopati lebih memilih untuk menonton saja.
"Oh ini Ayah, aku sedang membuat kursi dari anyaman rotan. kemarin kami sudah menyelesaikan satu kursi dari anyaman rotan dan itu sangat nyaman ayah." ucap Arga.
tentu saja, Gayatri tidak sengaja menemukan tanaman rotan itu. dengan wajar yang gembira ia langsung mengajak kedua kakaknya untuk memisahkan rotan dengan duri-duri yang melekat di tubuh rotan itu. awalnya Arga dan Diran merasa heran, tumbuhan apa ini. namun setelah mereka berhasil mendapatkannya dan mengeluarkan bagian yang tidak mereka butuhkan, serta tangan lentik Gayatri mulai menganyam benda tersebut dibantu oleh kakak-kakaknya, akhirnya jadilah kursi yang indah.
"Oh ya, lalu di mana kursinya nak, Ayah sangat penasaran.." ucap Tuan Senopati lagi.
Arga langsung menunjukkan di mana tempat mereka meletakkan kursi anyaman itu. dengan berbekal obor sebagai penerangan, Tuan Senopati langsung pergi ke belakang rumah dan melihat sebuah anyaman kursi yang muat untuk dua orang yang sangat estetik menurutnya. padahal jika seandainya rotan ini diolah oleh tangan yang handal maka akan lebih baik lagi.
setelah Tuan Senopati mengagumi karya anak-anaknya itu, Iya langsung kembali masuk ke dalam rumah.
"ini sudah malam nak, besok saja kamu lanjutkan, sebaiknya kita beristirahat." ucap Tuan Senopati kepada anak angkatnya ini. Arga pun menurut ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan mengemasi tempat yang baru ia gunakan tadi.
***
di kota raja.
ke esok harinya. kedua saudara itu terbangun dari tidur mereka. Mereka pun langsung bersiap-siap untuk segera keluar melaksanakan rencana yang sudah mereka bicarakan tadi malam. namun sebelum itu, mereka akan pergi mencari sarapan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
kedua saudara kandung itu pun keluar dari penginapan, mereka berjalan keluar dan mencari rumah makan yang ada di sana. tak lama Gayatri melihat rumah makan itu.
"Kakak lihatlah, di sana ada rumah makan. ayo kita ke sana saja.." ucap Gayatri.
kedua bersaudara pun langsung berjalan menghampiri rumah makan yang sudah buka pagi itu. sesampainya mereka di dalam, ternyata mereka masih disambut dengan baik di sana.
"selamat datang di rumah makan kami tuan dan Nona. mau pesan apa..??" tanya pelayan itu kepada kedua bersaudara itu. Diran pun langsung memesan makanan untuk mereka.
"nasi dan lauk saja." ucapnya.
"baik tuan dan Nona, silakan ditunggu sebentar." pelayan itu pun langsung pergi meninggalkan mereka dan mengambil pesanan makanan yang telah mereka pesan.
sambilan menunggu pesanan mereka datang, sejenak Gayatri mengedarkan pandangannya mengamati rumah makan ini.. cukup sederhana, itulah yang ia pikirkan. tak lama pesanan makan mereka pun datang.
"silakan pesanannya tuan dan Nona." ucap pelayan itu lagi dengan penuh kesopanan. setelah mereka mengucapkan terima kasih, pelayan itu pun meninggalkan mereka. kedua bersaudara itu pun langsung mencicipi makanan yang sudah mereka pesan.
saat makanan itu menyapa indra perasa mereka, hal pertama yang terkesan dari pikiran mereka adalah hambar. ya makanan itu hambar dan tidak berasa, tidak ada rasa bawang ataupun rempah-rempah lainnya. Begitu juga dengan rasa garam, entah bagaimana rasanya. Diran melihat dan mengamati ekspresi sang adik. namun Gayatri tidak mengeluarkan apa-apa, untuk menghormati makanan ia lebih memilih menghabiskan makanan itu ketimbang harus memprotesnya.
Diran cukup senang dengan respon adiknya, ya pikir adiknya akan mengeluarkan unek-unek dan menilai makanan yang tidak sesuai dengan seleranya ini. nyatanya Gayatri cukup menghormati apa yang telah dihidangkan kepadanya.
"bersambung"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
"nanti besok" kok gk enak bacanya yah,nanti-nya di hilangkan saja kak otor.saran😊
2024-09-21
1
amanda teresa
penuturan sang kakak bkn adik
2023-02-15
0
Septi Verawati
mantull thor lanjutkan 🥰🥰🥰💪💪👍👍😎😎
2022-12-04
0