18. tiba di kota raja

Satu jam perjalanan jarak tempuh mereka menuju pasar, akhirnya mereka sampai di sebuah pasar yang sangat ramai yang menjadi tempat persinggahan mereka ketika datang menjajal kan jualan mereka.

sesampainya mereka di pasar, Diran dan Gayatri pun langsung mencari tumpangan menuju kota raja. beruntung di sana ada sekelompok orang yang akan berangkat ke kota raja, Diran pun mendekat dan bertanya kepada mereka Apakah mereka masih bisa ikut ke dalam kereta.

"permisi tuan, Apakah kereta ini akan pergi menuju ke kota raja..??" tanya Diran kepada kusir kereta.

Karena Diran sudah sembuh dari sakitnya, maka tak ada orang yang mengusir mereka ketika di sana. biasanya mereka akan mengusir mereka dengan tidak berperikemanusiaan karena tubuh mereka dipenuhi dengan kusta.

"benar tuan, apakah Tuan ingin pergi ke kota raja juga..??" tanya kusir itu.

"Iya tuan, Saya dan adik saya ingin ke kota raja untuk berniaga. Apakah kereta Tuan masih bisa memuat orang..??" tanya badiran lagi. kusir itu pun tersenyum dan menyambut dengan baik.

"tentu saja tuan, naiklah.. sebentar lagi kita akan berangkat." ucap kusir tersebut. kusir itu juga, tidak membedah-bedahkan orang dalam hal itu, ia selalu melakukan hal yang benar.

Diran pun sangat senang karena mendapat tumpangan, akhirnya mereka tidak harus ke kota raja dengan berjalan kaki. Diran pun langsung membantu adiknya naik ke atas kereta, dan duduk di atasnya. di sana juga mereka tidak sendiri, ada 4 orang berada di dalam kereta itu juga. sepertinya mereka juga ingin pergi berniaga ke kota raja.

dengan penuh sikap yang ramah, Diran dan Gayatri menyapa orang-orang yang sekereta dengan mereka.

Tak lama, kereta yang mereka tumpangi itu pun berjalan pergi meninggalkan pasar menuju kota raja. saat kereta itu berangkat, tatapan Gayatri ia arahkan keluar kereta. seolah, ia ingin mengenang kedua orang tua mereka, yang menunggu mereka untuk kembali.

mengingat itu semua, Gayatri sedikit merasa hampa ketika kereta itu berjalan meninggalkan perkampungan itu, pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya. Diran yang mengerti dengan tatapan sang adik pun langsung menenangkan adiknya.

"tenanglah, kita pasti akan kembali lagi dek.." ucap badiran kepada adiknya. Gayatri mengarahkan pandangannya ke arah sang kakak Dan tersenyum.

"Iya Kak, gaya hanya merasa cemas saja meninggalkan ayah dan ibu di sini." ucapnya dengan lirih. Diran pun tersenyum dan menepuk-nepuk pundak sang adiknya untuk menenangkannya. tiba-tiba salah seorang ibu di sana bertanya kepada mereka.

"ingin ke mana den..??" tanya ibu tersebut. Diran melepaskan rangkulannya di pundak sang adik dan menjawab pertanyaan ibu itu.

"Kami ingin ke kota raja untuk mengadu nasib Bu.." ucap badiran to the point. ibu itu pun tersenyum dan mengganggu-anggukkan kepalanya.

"semoga saja rezeki kalian ada di sana.."ucap Ibu tersebut secara tidak langsung mendoakan Mereka.

"Amin bu, kalau ibu sendiri ingin ke mana..??" tanya Diran lagi.

"kami juga ingin pergi ke kota raja. Kami ingin berdagang di sana selama seminggu. Setelah itu kami akan pulang kembali." ucap Ibu tersebut. Diran mengerutkan keningnya, biasanya yang akan pergi berdagang ke kota raja adalah suami atau laki-laki.

"lalu di mana suami ibu..?? Kenapa bukan dia yang berangkat berniaga Bu..??" tanya Diran, Gayatri hanya diam dan mendengarkan percakapan kakaknya dengan ibu tersebut. ibu itu tersenyum mendengar penuturan Diran.

"Ibu sudah tidak memiliki suami, suami Ibu telah meninggal karena sakit. kami tak bisa membawanya berobat karena harga obat sangat mahal." tutur ibu itu. sejenak Diran tertegun dengan ucapan sang ibu.

"Oh kalau begitu maafkan saya buk, saya tidak bermaksud untuk mengingatkan ibu.." ucap Diran dengan sopan. ibu itu hanya menanggapi dengan tersenyum.

***

menjelang sore hari, akhirnya mereka sampai ke kota raja. terlihat kota raja itu sangatlah ramai, banyak yang berjualan dan berniaga di sana. Diran dan Gayatri pun turun dari kereta, dan langsung membayar ongkos kereta.

sejenak, Gayatri dan Diran mengedarkan pandangan mereka, mereka sangat merasa takjub dengan pemandangan kota itu.

"wah...!!! ternyata seperti ini kota raja.." ucap Gayatri dengan takjub. Diran mengeritkan keningnya mendengar ucapan sang adik.

"eh.. bukannya kamu sudah tau seperti apa kota raja, kan sebelum kita tinggal di pinggiran hutan, kita pernah tinggal di kota raja, kita juga pernah jalan-jalan kesini..??" ucap Diran menyadarkan Gayatri dari kebodohan nya. pasalnya, ia tidak sengaja mengeluarkan rasa kagum Nya itu. sekarang ia harus berpikir, bagaimana menjelaskan kepada kakaknya.

"iya kak, Gayatri melupakan kota ini. jadi, gaya.." ucapan nya melayang, ia kehabisan akal untuk berbohong.

(aduh... bagaimana ini, jangan sampai kak Diran curiga kalau aku bukan Gayatri yang asli.) batin nya. Diran tersenyuman, ia mengelus lembut kepala adiknya.

"tidak apa-apa, maafkan kakak ya. memang, kita sudah lama tidak kesini lagi." ucap Diran mengerti. Gayatri pun tersenyum, untuk saja Diran tidak banyak tanya.

setelah itu, mereka langsung meninggalkan tempat itu. melihat kondisi yang akan segera menuju malam, Gayatri dan Diran memutuskan untuk mencari penginapan.

setibanya mereka di kota raja (Kerajaan Majapahit), hal pertama yang mereka lakukan adalah menemukan dan mencari penginapan untuk mereka malam ini. kedua Kakak Adik itu berdiri di tanah asing sambil mengedarkan pandangan mereka.

"dek, kita cari penginapan dulu ya.?" ucap Diran kepada adiknya.

Gayatri menganggukkan kepalanya, Diran menggandeng tangan sang adik dan langsung meninggalkan tempat itu pergi mencari penginapan di sekitar tempat tersebut. tak lama mereka sampai di sebuah penginapan yang tidak terlalu mewah, bisa dibilang cocok dengan kantong mereka. tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung menerobos masuk ke dalam penginapan dan bertemu dengan pemilik penginapan itu.

"permisi ibu, Apakah masih ada kamar kosong..??" tanya Diran kepada pemilik penginapan. pemilik penginapan itu pun tersenyum dan menyambut mereka dengan ramah. sejenak ia mengamati wajah muda-mudi yang berada di depannya ini, cantik dan ganteng itulah kesan pertamanya. hanya saja mereka dibaluti dengan barang-barang yang lusuh.

"tentu saja nak, masih ada beberapa kamar lagi. mau pesan berapa kamar..??" tanya ibu tua itu. ibu yang sudah sepuh itu, melayani mereka dengan baik. walaupun tampaknya wanita tua ini sudah tidak mampu lagi, namun sangat di luar ekspektasi.

"Saya pesan satu kamar saja, untuk saya dan adikku, Apakah boleh seperti itu Bu..?? Saya khawatir meninggalkan adik saya sendirian walaupun hanya berbeda kamar saja." ucap Diran dengan jujur. Diran tidak rela meninggalkan adiknya tidur sendiri di tanah asing ini, Iya takut terjadi apa-apa dengan adiknya. jadi pilihan yang tepat adalah memesan satu kamar untuk mereka berdua. pemilik penginapan itu tersenyum mendengar penuturan anak muda itu.

"tentu saja boleh, asalkan tetap menjaga etitut yang ada di tempat ini." ucap ibu tua itu. Diran pun langsung menganggukkan kepalanya.

Pemilik penginapan itu pun langsung memberikan satu kunci kamar kepada mereka dan juga menuntun mereka untuk menuju kamar penginapan.

"silakan masuk.. maaf jika fasilitas yang ada di ruangan ini tak seberapa." ucap nenek tua itu lagi dengan sopan dan ramah. setelah itu nenek tua itu pun langsung meninggalkan mereka.

sepeninggalan nenek tua itu, kedua bersaudara itu pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut. ketika mereka masuk ke dalam kamar tempat penginapan itu, Gayatri mengedarkan pandangannya. benar-benar penginapan yang hanya diperuntukkan untuk mereka yang tidak mampu.

"bagaimana dek, tidak apa-apa kan penginapan seperti ini..??" tanya Diran kepada adiknya. Diran sebenarnya ingin mencarikan penginapan yang layak dan nyaman untuk adiknya. namun mereka harus berhemat agar tujuan mereka tercapai. Gayatri tersenyum mendengar pertanyaan kakaknya.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

mengeritkan // mengernyitkan

2024-09-21

0

tanpa "L" tor,menjajakan(menawarkan)benernya kalo menjajal identik dgn bertarung.
sedikit koreksi😊

2024-09-21

0

amanda teresa

amanda teresa

jgn etitut kk.. adat lbh cocok

2023-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!