12. ikut ke pasar

Arga pun menceritakan Siapa dirinya, namun ia masih menyembunyikan identitas aslinya. mungkin ia tidak ingin mengejutkan keluarga kecil yang tinggal di pinggiran hutan ini.

setelah Arga menjelaskan Siapa dirinya sebenarnya tentu saja dengan identitas palsu, tiba-tiba Diran mengubah topik pembicaraan mereka.

"apa ini yang namanya ayam goreng dek..??" tanya Diran sambil menunjuk ayam goreng yang sudah ada di dalam piringnya.

mendengar penuturan sang kakak itu, Gayatri mengarahkan pandangannya di mana kakaknya menunjuk sesuatu di dalam piringnya sambil bertanya. Gayatri yang mengerti arah pembicaraan kakaknya itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

'Iya Kak, inilah namanya ayam goreng yang dimasak dengan minyak panas yang kita produksi beberapa hari yang lalu." jelas Gayatri kepada kakaknya. Diran pun langsung mengambil ayam yang digoreng itu dan mengamatinya. Kenapa teksturnya sangat keras, itulah yang ia pikirkan. namun Diran segera memasukkan ayam goreng itu ke dalam mulutnya dan merasakan masakan itu pertama kalinya. ternyata Diran sangat jatuh cinta dengan masakan-masakan adiknya, apalagi ayam bakar.

"mm... ini sangat enak, aku belum pernah merasakan makanan seperti ini sebelumnya. Bagaimana caramu membuatnya dek..??" tanya Diran lagi kepada sang adik. sementara yang lain Hanya duduk melanjutkan makan dan mendengarkan percakapan adik kakak ini.

Gayatri pun menjelaskan semuanya, mulai dari Ia mendapatkan rempah-rempah dan jenis rempah-rempah apa yang digunakan, Iya juga menceritakan cara bagaimana ia membuat ayam bakar itu. dari cerita Gayatri, keluarganya dan pemuda itu memasang ekspresi terkejut. mungkin mereka berpikir, kita saja membuat ayam bakar tidak seenak ini, ternyata masih bisa dan masih ada cara yang lebih enak.

"Oh iya kakak, ayah dan ibu. gaya juga berencana untuk membuka rumah makan apabila uangnya sudah terkumpul."ucap Gayatri lagi. mendengar penuturan Gayatri, tentu saja keluarga itu sangat setuju.

"Baiklah nak.. berarti ayah harus bekerja lebih ekstra lagi untuk mendapatkan uang agar bisa membuka rumah makanmu."ucap Tuan Senopati.

"Ayah tenang saja... gaya akan mencari uang sendiri untuk membuka rumah makan itu. dan besok gaya akan ikut berjualan ke pasar sambil gaya mencari kondisi yang strategis." ucap Gayatri. untuk sesaat Gayatri melupakan keberadaan Arga.

"eh kalau gaya pergi ke pasar terus siapa yang menemani Arga di rumah. tidak mungkin kan kita meninggalkannya sendirian tanpa ada teman.." ucap di ran sambil mengarahkan pandangannya ke arah argantara. mendengar penuturan dan rasa khawatir Itu, argantara tersenyum simpul.

"Oh iya juga ya Kak.. gaya sempat melupakan tamu kita ini.." ucap Gayatri.

"tuan dan Nona tidak perlu khawatir. jika seandainya tuan dan Nona memang ada kegiatan ke esok harinya, maka berangkat saja. tapi izinkan aku untuk tinggal sementara di tempat ini. saya masih bingung harus ke mana.!!" ucap Arga kepada keluarga itu.

"tentu saja nak Arga, tinggallah di sini sampai kamu dapat menentukan jalan dan arah tujuannya." kali ini Tuan Senopati yang akan bicara.

"kalau begitu, besok Ibu saja yang tinggal. hitung-hitung untuk beristirahat." tutur Gayatri. nyonya diaswari terkejut mendengar penuturan putrinya ini.

"tapi apa yang akan Ibu kerjakan di rumah. sebaiknya gaya saja yang tinggal dan Ibu yang akan ikut pergi." protes nyonya diaswari.

"begini saja, Ayah setuju apabila, keesokan harinya ibu yang tinggal. hitung-hitung Ibu juga perlu beristirahat, Ibu juga bisa membersihkan para agar dapat menanami tanaman yang lain. jika Ibu merasa bosan berdiam diri di dalam rumah." ucap Tuan Senopati. Arga yang merasa diam saja pun ikut menimpali. ia ingin sedikit membantu keluarga ini dengan tenaganya hitung-hitung untuk membalas Budi kebaikan mereka.

"begini saja tuan dan nyonya serta nona, tuan dan nyonya saja yang tinggal dan biarkan kami yang muda-muda ini pergi ke pasar. lagi pula kondisi saya sudah membaik." ucap argantara. mereka semua langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Arga.

"tidak bisa begitu nak, kamu masih sakit Ayah khawatir lu kamu akan terbuka lagi. lagi pula Ayah masih kuat untuk berjualan." tutur Tuan Senopati. Gayatri pun tidak tinggal diam.

"gaya setuju dengan usul ke Arga, lebih baik untuk hari itu saja, bapak dan Ibu beristirahat. semenjak kita menemukan tumbuhan-tumbuhan yang bisa dijual, bapak dan ibu selalu memaksakan diri untuk pergi berjualan setiap hari. belum lagi mencari tumbuh-tumbuhan yang dijual dan berjalan ke pasar." ucap Gayatri. Diran pun ikut menyetujui usul Arga itu.

"Iya Ayah, Ibu. Diran juga setuju. alangkah baiknya ayah dan ibu beristirahat saja dulu untuk pergi ke pasar." ucap Diran.

kedua orang tua mereka itu pun bungkam dan tak mengeluarkan kata-kata apapun lagi. melihat anak-anak muda ini yang memiliki semangat tinggi, Tuan Senopati tak kuasa mematahkan semangat mereka.

"baiklah, besok ayah dan ibu akan tinggal di rumah saja. tapi ingat Diran, jaga Adik kamu baik-baik." ucapan Senopati memperingati putranya.

" Iya Ayah tenang saja, diran pasti akan menjaga adik di sana." tuturnya lagi. setelah runding kecil yang mereka lakukan di sela-sela makan malam mereka, akhirnya aktivitas makan malam itu selesai.

mereka makan malam lumayan lama, karena mereka juga makan sambil bercakap-cakap. itu sudah biasa mereka lakukan, padahal ada aturan jika sedang makan maka tidak boleh bersuara. tapi tidak berlaku dengan keluarga kecil ini.

justru hal yang paling nikmat menurut mereka, makan sambil bercanda bersama anggota keluarga lebih membangun suasana harmonis di antara mereka. apalagi di siang hari mereka jarang berkumpul dan mengobrol bersama karena masing-masing dari mereka memiliki kesibukan untuk menafkahi hidup mereka.

jadi keluarga itu hanya punya waktu makan malam untuk saling menanyakan kabar dan saling memperdulikan satu sama lain.

*"*"

keesok harinya, seperti yang telah disepakati. Diran, Gayatri dan Arga pun berangkat ke pasar, setelah mereka dari hutan mencari tumbuhan yang akan mereka jual.

"kalian berhati-hatilah di sana. ingat utamakan keselamatan terlebih dahulu apabila terjadi sesuatu di perjalanan. dan jangan ada yang boleh meninggalkan satu sama lain." ucap Tuan Senopati menasehati ketiga pemuda itu.

"Iya Ayah Diran mengerti." ucap Diran.

"dan untuk kalian, gaya dan arga. jangan memisahkan diri dari saudara kalian ini. Ayah tahu ini baru pertama kalinya kalian pergi ke pasar dan akan berbaur dengan orang banyak. jadi Ayah takut kalian tersesat." ucap Tuan Senopati lagi sambil anak-anak muda itu bersiap-siap.

"Iya Ayah/tuan." ucap Gayatri dan Arga secara bersamaan.

setelah makan siang dan mendapat sedikit wejangan dari tuan Senopati. ketiga pemuda itu pun langsung berangkat ke pasar dengan berjalan kaki.

cukup lama mereka berjalan kaki, akhirnya mereka mulai memasuki keramaian pemukiman penduduk. saat Gayatri yang baru pertama kali melihat pemukiman itu pun merasa asing.

( Oh ternyata seperti ini, pemukiman orang di kerajaan ini.) ucap Gayatri sambil mengamati pemukiman warga itu. Gayatri melihat hal-hal yang baru, di sana orang berjalan tanpa menggunakan alas kaki, Begitu juga dengan mereka. Gayatri pikir, hanya mereka yang berjalan tanpa menggunakan alas kaki. ternyata rata-rata semua penduduk yang menengah ke bawah atau rakyat jelata, mereka berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

Gayatri juga mendapati ibu-ibu yang sedang menumbuk padi di dalam lesung. lagi-lagi Gayatri benar-benar takjub, pasalnya di dunia modern, kerjasama menumbuk padi seperti itu sudah tidak ada lagi.

rumah-rumah yang ada di sana juga, terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari hutan. seperti kayu-kayu kecil yang diikat untuk menjadi tempat mereka berteduh.

sepanjang perjalanan, mata Gayatri tak henti-hentinya mengamati lingkungan sekitar. semakin jauh mereka berjalan maka semakin ramai penduduk yang ada di sana. akhirnya tibalah mereka di pasar swalayan itu. keramaian hiruk pikuk yang terdengar di pasar itu benar-benar membuat siapa saja akan merasa senang termasuk Gayatri.

"kita sudah sampai," ucap badiran kepada keduanya. Gayatri pun melong.

"Apakah kita akan berjualan di sini Kak..??" tanya Gayatri. Gayatri dan Arga pun ikut meletakkan barang bawaan mereka. sementara Diran mulai membentangkan karpet kecil tempat mereka menyusun barang dagangan mereka.

"iya dek, di sinilah tempat kita berjualan." ucap Diran. Gayatri yang seumur-umur belum pernah melakukan perjalanan jauh apalagi ditempuh dengan berjalan kaki sangat merasa kelelahan. Diran yang melihat wajah kelelahan sang adik pun bersuara.

"Jika kalian lelah, maka istirahatlah. biar kakak yang menjaga.." ucap Diran sambil menyusun dagangannya di atas karpet yang sudah ia bentang tadi.

"tidak apa-apa tuan, Saya tidak capek dan saya akan membantu Tuan untuk berjualan." ucap Arga tiba-tiba. namun lain halnya dengan Gayatri, Iya benar-benar merasa kelelahan.

"Kak gaya benar-benar capek, Apakah ayah dan ibu serta Kakak seperti ini. gaya tidak kebayang secapek apa Ayah dan Ibu bolak-balik ke pasar dengan jarak tempuh yang sangat jauh." ucap Gayatri. Diran tersenyum mendengar ocehan sang Adik.

"ayah dan ibu sudah terbiasa. Jadi mereka tidak akan merasa lelah. sebaiknya kamu minum dulu agar rasa lelahmu hilang." tutur badiran.

Gayatri pun langsung menyambar botol minuman yang mereka bawa dari rumah. tentu saja minuman itu adalah minuman yang langsung membuat energi mereka kembali terkumpul. karena minuman itu Gayatri teteskan dan campurkan dengan air kehidupan.

Terpopuler

Comments

Hema Line Aritonang Ajha

Hema Line Aritonang Ajha

next thor

2022-12-03

2

Septi Verawati

Septi Verawati

next thor cemungut 🥰🥰

2022-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!