badiran dan Arga pun mulai menjajalkan barang dagangan yang sudah mereka bawa.
ternyata pesona Diran dan juga Arga membuat para kaum hawa tergila-gila kepada mereka.
"lihatlah kedua pemuda yang tampan itu. mereka sangat gagah perkasa. aku ke sini setiap hari hanya untuk melihat lelaki tampan yang berkulit putih itu." tutur salah satu perempuan yang mengamati badiran dari jauh.
"kamu benar, mereka adalah laki-laki yang tampan dan pekerja keras. aku akan katakan kepada ayahku untuk menjodohkanku dengan pemuda-pemuda itu. setidaknya salah satu dari mereka harus menjadi milikku." ucap salah satunya lagi.
"lihatlah mereka, mereka sangat tampan dan menawan.." begitulah yang Gayatri dengar. bisikan bisikan mengagumi kedua lelaki itu tak henti-hentinya ia dengar. ternyata pesona kakaknya sangat kuat ketika sembuh dari sakitnya. Gayatri pun mendekat ke arah kakaknya yang masih setia melayani para pembeli yang datang membeli dagangan mereka.
"ternyata Kakak cukup populer.." ucap Gayatri menggoda kakaknya. Arga dan Diran yang mendengar penuturan kata populer itu pun mengerutkan keningnya.
"Apa itu populer..??" kali ini Arga yang bertanya. Diran pun langsung menganggukkan kepalanya Ia setuju dengan pertanyaan Arga. Gayatri pun langsung merutuki kebodohan orang di zaman ini, masak Iya kata populer saja tidak tahu.
( aduh benar-benar zaman kuno..) batin Gayatri sambil menepuk jidatnya.
"populer itu sama halnya dengan terkenal.." ucap Gayatri menjelaskan kepada kedua pemuda tampan ini. keduanya pun langsung mengganggu dan membentuk mulut menganga seperti huruf o.
"jadi katakan padaku, yang mana perempuan yang akan menjadi calon kakak iparku." goda Gayatri kepada kakaknya. Diran yang mendengarkan aturan sang adik pun langsung menyentil kepala Gayatri.
" auch... sakit Kak....!!" ucap Gayatri sambil mengelus-halus dahinya yang tadi dijitak oleh kakaknya. Arga tersenyum melihat perdebatan adik kakak itu.
"makanya kalau ngomong jangan sembarangan. Siapa juga yang mau menikah, ingat ya dek, Nggak ada perempuan yang mau dijodohkan di keluarga kita." tutur badiran. Gayatri menjadi kasihan kepada kakaknya.
tapi memang di umur yang masih 18 tahun ini menurutnya belum pantas untuk menikah, namun berbeda dengan mereka bahkan untuk perempuan yang berumur 12 tahun saja itu sudah umur menikah.
"Kakak tenang saja, nanti para cewek-cewek ini akan datang bertekuk lutut di hadapan kakak." ucap Gayatri lagi menggoda kakaknya.
ternyata benar, dagangan mereka sangat laku. Diran juga tidak lupa membawa ayam goreng sisa makanan mereka tadi siang. ia ingin menunjukkan bahwa minyak goreng itu benar-benar bermanfaat.
benar saja, setelah mereka mencicipi ayam yang digoreng tersebut, Mereka pun jadi tertarik. namun tentu saja mereka tidak mau repot-repot karena memang rasanya masih setengah-setengah.
tapi walaupun begitu, minyak goreng tersebut cukup banyak yang membeli. bahkan para cewek-cewek itu berani mendekat hanya untuk melihat dan mengerumuni kedua cowok tampan itu.
tak lama semua dagangan mereka habis. Diran pun langsung mengemasi barang-barang dan karpet yang tadi mereka bentang untuk meletakkan sayur-sayuran di sana. Arga juga tidak tinggal diam, sementara Gayatri hanya diam duduk dan mengamati keduanya.
"Oh ya Kak, besok kita ke kota raja ya. Aku ingin melihat beberapa bangunan barangkali ada orang yang menjual tokonya di sana." ucap Gayatri kepada badiran.
"memangnya kamu beneran akan membuka rumah makan..?" tanya diran lagi kepada adiknya. sambil terus tangannya mengemasi barang-barang untuk dimasukkan ke dalam keranjang mereka.
"tentu saja kak, aku akan membuat restoran yang menunya melangit.." ucap Gayatri dengan gaya lebaynya.
"lalu bagaimana dengan tanaman yang sudah dibudidayakan..??" tanya diran kepada adiknya. Ia hanya khawatir, tumbuhan yang sudah mereka tanam dan tumbuh itu dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.
"Kakak tenang saja, walaupun gaya membuka restoran, gaya tetap akan merawat tanaman itu. yang pasti kakak ayah dan ibu tetap mendampingiku." ucap Gayatri lagi.
"Ya sudah nanti kita diskusikan kepada ayah dan ibu." ucap Diran kepada adiknya.
setelah berberes-beres, ketiga orang tersebut langsung meninggalkan tempat mereka berjualan dan sebelum mereka kembali ke pinggir hutan, mereka memilih untuk berjalan-jalan sambil membeli beberapa perlengkapan memasak dan bahan-bahan masak lainnya.
setelah mereka mendapatkan apa yang mereka cari, Mereka pun langsung meninggalkan pasar dan kembali pulang. lagi-lagi Gayatri terhanyut melihat mereka berjalan hanya menggunakan kaki ayam tanpa alas.
tadi di pasar ia berniat mencarikan sendal untuk mereka semua. tapi ternyata, Tak ada satupun sendal di pasar itu yang menarik perhatian Gayatri. semua di matanya terlihat kuno dan tak menarik sama sekali.
***
"kakak, lain kali aku akan buatkan sandal untuk kita." tutur Gayatri sambil melihat kaki mereka yang telanjang. Diran yang mendengar penuturan sang adik pun mengerutkan keningnya. Iya tidak mengerti dengan kata sendal.
"Apa itu sendal dek..?" tanya Diran lagi. Arga juga yang mendengar kosakata itu menjadi aneh. iya berpikir barangkali sendal itu adalah makanan. Gayatri manapun jidatnya, Ia berpikir bagaimana caranya orang-orang di sini mengerti dengan bahasa yang ia sampaikan. tapi ya sudahlah.
"sandal itu, biasa dengan disebut kasut atau alas kaki. setahu gaya seperti itu, tapi gaya menyebutnya dengan sendal." ucap Gayatri lagi.
"Oh !! alas kaki...!!" seru mereka berdua secara bersamaan. Gayatri terkejut mendengar suara harga juga ikut menimpali. ia pikir Arga tidak mengikuti kata-katanya.
"jangan bilang kamu sempat bertanya dalam hati, Apa itu sendal..??" ucap Gayatri kepada Arga yang berada di belakangnya. Arga pun tersenyum simpul.
"benar aku sempat berpikiran aneh-aneh tentang bahasa itu. bahkan aku sampai berpikir bahwa sendal itu adalah salah satu nama makanan." ucap Arga dengan suara wibawa dan tersenyum simpul. Gayatri yang mendengar penuturan dari Arga yang mengatakan bahwa sendal itu adalah makanan, Iya tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kamu tertawa, kami tidak salah kan bertanya tentang sendal dan berpikir seperti apa sendal itu. kan kami tidak tahu benda yang kamu.." ucap Arga sedikit akrab dengan mereka. lagi pula harga berpikir sepertinya mereka tidak berbahaya.
"Iya iya maafkan aku. aku hanya merasa lucu saja dengan ekspresi Kakak berdua. nanti aku akan tunjukkan seperti apa sendal sebenarnya." ucap Gayatri dengan percaya diri.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berbincang-bincang tanpa henti. mereka sama-sama melemparkan candaan tanpa ada batas di antara mereka. bahkan Arga yang identitasnya sebagai seorang pangeran mahkota yang jarang berinteraksi dengan rakyat jelata seperti mereka, sangat menikmati suasana tersebut. harga yang melihat senyum yang terbit di bibir Gayatri seolah adalah cahaya untuknya.
tak terasa mereka telah sampai di dekat perbatasan hutan, Di mana mereka tinggal. Mereka pun langsung berjalan menghampiri rumah bobrok yang sebentar lagi mungkin akan ambruk itu. Namun nyatanya rumah itu tetap kokoh berdiri di atas tanah. sesampainya mereka di rumah, mereka tidak menemukan kedua orang tua mereka di sana.
"ke mana ayah dan ibu ya..??" tanya Diran kepada adiknya. ia memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Arga dan Gayatri.
"memangnya kenapa Kak..?? Apakah tidak ada orang di dalam..??" tanya Gayatri kepada kakaknya. tapi tiba-tiba mereka langsung dikejutkan oleh suara nyonya diaswari.
"eh, kalian sudah kembali.." ucap nyonya diaswari menyapa ketiga muda-mudi itu. Diran sedikit bernafas lega melihat ibunya namun ia tidak menemukan keberadaan ayahnya.
***bersambung***
mohon koreksi kata, dan penulisannya teman-teman 🙏🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Septi Verawati
ortu kalian lagi pacaran eyakkkk 😁😁✌✌
2022-12-03
1