13. ke pasar

badiran dan Arga pun mulai menjajalkan barang dagangan yang sudah mereka bawa.

ternyata pesona Diran dan juga Arga membuat para kaum hawa tergila-gila kepada mereka.

"lihatlah kedua pemuda yang tampan itu. mereka sangat gagah perkasa. aku ke sini setiap hari hanya untuk melihat lelaki tampan yang berkulit putih itu." tutur salah satu perempuan yang mengamati badiran dari jauh.

"kamu benar, mereka adalah laki-laki yang tampan dan pekerja keras. aku akan katakan kepada ayahku untuk menjodohkanku dengan pemuda-pemuda itu. setidaknya salah satu dari mereka harus menjadi milikku." ucap salah satunya lagi.

"lihatlah mereka, mereka sangat tampan dan menawan.." begitulah yang Gayatri dengar. bisikan bisikan mengagumi kedua lelaki itu tak henti-hentinya ia dengar. ternyata pesona kakaknya sangat kuat ketika sembuh dari sakitnya. Gayatri pun mendekat ke arah kakaknya yang masih setia melayani para pembeli yang datang membeli dagangan mereka.

"ternyata Kakak cukup populer.." ucap Gayatri menggoda kakaknya. Arga dan Diran yang mendengar penuturan kata populer itu pun mengerutkan keningnya.

"Apa itu populer..??" kali ini Arga yang bertanya. Diran pun langsung menganggukkan kepalanya Ia setuju dengan pertanyaan Arga. Gayatri pun langsung merutuki kebodohan orang di zaman ini, masak Iya kata populer saja tidak tahu.

( aduh benar-benar zaman kuno..) batin Gayatri sambil menepuk jidatnya.

"populer itu sama halnya dengan terkenal.." ucap Gayatri menjelaskan kepada kedua pemuda tampan ini. keduanya pun langsung mengganggu dan membentuk mulut menganga seperti huruf o.

"jadi katakan padaku, yang mana perempuan yang akan menjadi calon kakak iparku." goda Gayatri kepada kakaknya. Diran yang mendengarkan aturan sang adik pun langsung menyentil kepala Gayatri.

" auch... sakit Kak....!!" ucap Gayatri sambil mengelus-halus dahinya yang tadi dijitak oleh kakaknya. Arga tersenyum melihat perdebatan adik kakak itu.

"makanya kalau ngomong jangan sembarangan. Siapa juga yang mau menikah, ingat ya dek, Nggak ada perempuan yang mau dijodohkan di keluarga kita." tutur badiran. Gayatri menjadi kasihan kepada kakaknya.

tapi memang di umur yang masih 18 tahun ini menurutnya belum pantas untuk menikah, namun berbeda dengan mereka bahkan untuk perempuan yang berumur 12 tahun saja itu sudah umur menikah.

"Kakak tenang saja, nanti para cewek-cewek ini akan datang bertekuk lutut di hadapan kakak." ucap Gayatri lagi menggoda kakaknya.

ternyata benar, dagangan mereka sangat laku. Diran juga tidak lupa membawa ayam goreng sisa makanan mereka tadi siang. ia ingin menunjukkan bahwa minyak goreng itu benar-benar bermanfaat.

benar saja, setelah mereka mencicipi ayam yang digoreng tersebut, Mereka pun jadi tertarik. namun tentu saja mereka tidak mau repot-repot karena memang rasanya masih setengah-setengah.

tapi walaupun begitu, minyak goreng tersebut cukup banyak yang membeli. bahkan para cewek-cewek itu berani mendekat hanya untuk melihat dan mengerumuni kedua cowok tampan itu.

tak lama semua dagangan mereka habis. Diran pun langsung mengemasi barang-barang dan karpet yang tadi mereka bentang untuk meletakkan sayur-sayuran di sana. Arga juga tidak tinggal diam, sementara Gayatri hanya diam duduk dan mengamati keduanya.

"Oh ya Kak, besok kita ke kota raja ya. Aku ingin melihat beberapa bangunan barangkali ada orang yang menjual tokonya di sana." ucap Gayatri kepada badiran.

"memangnya kamu beneran akan membuka rumah makan..?" tanya diran lagi kepada adiknya. sambil terus tangannya mengemasi barang-barang untuk dimasukkan ke dalam keranjang mereka.

"tentu saja kak, aku akan membuat restoran yang menunya melangit.." ucap Gayatri dengan gaya lebaynya.

"lalu bagaimana dengan tanaman yang sudah dibudidayakan..??" tanya diran kepada adiknya. Ia hanya khawatir, tumbuhan yang sudah mereka tanam dan tumbuh itu dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.

"Kakak tenang saja, walaupun gaya membuka restoran, gaya tetap akan merawat tanaman itu. yang pasti kakak ayah dan ibu tetap mendampingiku." ucap Gayatri lagi.

"Ya sudah nanti kita diskusikan kepada ayah dan ibu." ucap Diran kepada adiknya.

setelah berberes-beres, ketiga orang tersebut langsung meninggalkan tempat mereka berjualan dan sebelum mereka kembali ke pinggir hutan, mereka memilih untuk berjalan-jalan sambil membeli beberapa perlengkapan memasak dan bahan-bahan masak lainnya.

setelah mereka mendapatkan apa yang mereka cari, Mereka pun langsung meninggalkan pasar dan kembali pulang. lagi-lagi Gayatri terhanyut melihat mereka berjalan hanya menggunakan kaki ayam tanpa alas.

tadi di pasar ia berniat mencarikan sendal untuk mereka semua. tapi ternyata, Tak ada satupun sendal di pasar itu yang menarik perhatian Gayatri. semua di matanya terlihat kuno dan tak menarik sama sekali.

***

"kakak, lain kali aku akan buatkan sandal untuk kita." tutur Gayatri sambil melihat kaki mereka yang telanjang. Diran yang mendengar penuturan sang adik pun mengerutkan keningnya. Iya tidak mengerti dengan kata sendal.

"Apa itu sendal dek..?" tanya Diran lagi. Arga juga yang mendengar kosakata itu menjadi aneh. iya berpikir barangkali sendal itu adalah makanan. Gayatri manapun jidatnya, Ia berpikir bagaimana caranya orang-orang di sini mengerti dengan bahasa yang ia sampaikan. tapi ya sudahlah.

"sandal itu, biasa dengan disebut kasut atau alas kaki. setahu gaya seperti itu, tapi gaya menyebutnya dengan sendal." ucap Gayatri lagi.

"Oh !! alas kaki...!!" seru mereka berdua secara bersamaan. Gayatri terkejut mendengar suara harga juga ikut menimpali. ia pikir Arga tidak mengikuti kata-katanya.

"jangan bilang kamu sempat bertanya dalam hati, Apa itu sendal..??" ucap Gayatri kepada Arga yang berada di belakangnya. Arga pun tersenyum simpul.

"benar aku sempat berpikiran aneh-aneh tentang bahasa itu. bahkan aku sampai berpikir bahwa sendal itu adalah salah satu nama makanan." ucap Arga dengan suara wibawa dan tersenyum simpul. Gayatri yang mendengar penuturan dari Arga yang mengatakan bahwa sendal itu adalah makanan, Iya tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa kamu tertawa, kami tidak salah kan bertanya tentang sendal dan berpikir seperti apa sendal itu. kan kami tidak tahu benda yang kamu.." ucap Arga sedikit akrab dengan mereka. lagi pula harga berpikir sepertinya mereka tidak berbahaya.

"Iya iya maafkan aku. aku hanya merasa lucu saja dengan ekspresi Kakak berdua. nanti aku akan tunjukkan seperti apa sendal sebenarnya." ucap Gayatri dengan percaya diri.

Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berbincang-bincang tanpa henti. mereka sama-sama melemparkan candaan tanpa ada batas di antara mereka. bahkan Arga yang identitasnya sebagai seorang pangeran mahkota yang jarang berinteraksi dengan rakyat jelata seperti mereka, sangat menikmati suasana tersebut. harga yang melihat senyum yang terbit di bibir Gayatri seolah adalah cahaya untuknya.

tak terasa mereka telah sampai di dekat perbatasan hutan, Di mana mereka tinggal. Mereka pun langsung berjalan menghampiri rumah bobrok yang sebentar lagi mungkin akan ambruk itu. Namun nyatanya rumah itu tetap kokoh berdiri di atas tanah. sesampainya mereka di rumah, mereka tidak menemukan kedua orang tua mereka di sana.

"ke mana ayah dan ibu ya..??" tanya Diran kepada adiknya. ia memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Arga dan Gayatri.

"memangnya kenapa Kak..?? Apakah tidak ada orang di dalam..??" tanya Gayatri kepada kakaknya. tapi tiba-tiba mereka langsung dikejutkan oleh suara nyonya diaswari.

"eh, kalian sudah kembali.." ucap nyonya diaswari menyapa ketiga muda-mudi itu. Diran sedikit bernafas lega melihat ibunya namun ia tidak menemukan keberadaan ayahnya.

***bersambung***

mohon koreksi kata, dan penulisannya teman-teman 🙏🙏🥰

Terpopuler

Comments

Septi Verawati

Septi Verawati

ortu kalian lagi pacaran eyakkkk 😁😁✌✌

2022-12-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!