16. niat ke kota raja

mohon koreksinya teman-teman 🙏🙏🥰

***

hari berganti hari, dan bulan pun berganti. tak terasa rumi Amelia sudah 8 bulan terdampar di tubuh Gayatri ini. selama 8 bulan ini juga ia membantu membudidayakan tanaman yang mereka dapatkan di hutan dan juga mengambilnya di ruang dimensi.

tak hanya mentimun yang Gayatri budidayakan, Iya juga mencoba semua tanaman yang cocok di iklim ini. untuk saja iklimnya bagus sehingga semua tanaman bisa ia tanami walaupun ada beberapa tanaman yang harus mendapatkan perawatan ekstra. namun tidak menjadi masalah bagi Gayatri.

hasil-hasil perkebunan selama ia tinggal 8 bulan ini, mereka tabung dengan baik.

****

suatu hari Gayatri mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan rencananya membuka rumah makan di kota kerajaan. Iya menemui kedua orang tuanya untuk berunding.

"ayah, ibu. Gaya berniat ingin melanjutkan Gayatri membuka rumah makan di kota kerajaan. apalagi semua yang Gaya butuhkan sudah ada." ucap Gayatri mengutarakan keinginannya. kedua orang tua Gayatri terkejut, mereka pikir selama ini Gayatri telah melupakan keinginannya untuk membuka rumah makan yang telah Ia rencanakan.

"tapina kota raja itu sangat jauh. butuh waktu dua hari menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. di sana juga kita tidak punya sanak saudara, kalau Kamu nekat ingin ke sana, Kamu akan tinggal di mana. ayah dan ibu juga tidak ingin terjadi apa-apa kepada dirimu." ucap tuan Senopati menasehati putrinya itu.

Gayatri juga mengerti dengan kekhawatiran kedua orang tuanya.

"gaya mengerti yah, Bu. karena itu Gayatri menabung semua uang yang kita dapat dari hasil penjualan untuk kebutuhanku di sana nanti. aku juga tidak ingin pergi sendiri, jika ayah dan ibu mengizinkan, aku akan berangkat bersama Kak Diran dan Kak Arga." ucap Gayatri mengutarakan keinginannya.

sementara kedua pemuda itu sedang tidak berada di rumah, mereka sedang pergi ke hutan untuk berburu ayam hutan dan sejenisnya.

Tuan Senopati yang mendengar penuturan putrinya yang sudah terencana dengan baik tidak mampu menolak keinginan putrinya. bukankah hal baik jika seorang perempuan berbisnis, walaupun di tempat ini, perempuan pembisnis itu dianggap tabu.

karena menurut adat istiadat mereka, perempuan diciptakan hanya untuk bekerja di tiga tempat, yaitu sumur, dapur dan kasur. namun Tuan Senopati tidak ingin mengekang anak-anaknya. Jika iya menerapkan adat seperti itu kepada anak-anaknya, Iya takut bahwa keahlian dalam berbisnis akan hilang dari dalam diri anak-anaknya itu.

"baiklah, jika kamu memaksa nak. kita tunggu sampai kedua saudaramu itu pulang. nanti kita diskusikan bersama-sama." ucap tuan Senopati lagi. tuan Senopati tidak ingin mengambil keputusan sendiri mengenai hal ini. menurutnya, Ini adalah hal yang serius.

selama Arga tinggal di sana, Iya sudah dianggap anak oleh Tuan Senopati dan nyonya diaswari. mereka juga tidak mencurigai identitas dari argantara. walaupun namanya menurut mereka seorang bangsawan, namun mereka tidak ingin berpikir macam-macam. mereka juga cukup nyaman dengan keberadaan Arga disana.

"Baiklah yah, Bu. gaya juga hanya ingin mengubah kehidupan kita. dan ketika gaya dan kakak-kakak sudah sukses di sana, kami akan datang ke sini untuk menjemput ayah dan ibu. untuk sementara, ayah dan ibu bertani saja dulu." ucap Gayatri. ia benar-benar memantapkan hati nya untuk mengubah kehidupan keluarganya dengan berbekal keahlian dimasa lalu.

sebenarnya kehidupan di kota raja tidak jauh berbeda dengan di perkampungan, di sana juga masih bermata pencahariannya sebagai petani, bahkan 90% penduduknya adalah petani gandum. namun karena banyak pedagang dan juga saudagar yang datang dari kota dan kerajaan lain yang berniaga kesini, itulah yang menyebabkan kota raja itu ramai. jadi, hal itulah yang membuat Gayatri tertarik untuk mengubah mata pencariannya, mengingat makanan disini masih diolah dengan standar.

***

ketika waktu sore mulai menjelang, kedua pemuda itu pun kembali dari berburu. ditangan mereka sudah ada hasil buruan mereka. sekembalinya mereka dari berburu, Gayatri langsung menghidangkan minuman yang hangat serta cemilan yang ia buat untuk kedua saudaranya itu. sementara kedua saudaranya membersihkan diri mereka terlebih dahulu di sungai.

sementara kedua kakaknya membersihkan tubuh mereka, Gayatri dan kedua orang tuanya mengolah hasil buruan kedua pemuda itu untuk makan malam mereka nanti.

sementara daging ayam yang berada diruang dimensi Gayatri semakin ia tambah. tak hanya daging ayam, disana juga ada daging rusa. Gayatri menyimpan itu semua, untuk bekalnya membuka rumah makan nanti.

tak lama mereka pun semua berkumpul di ruang tengah yang tidak seberapa itu, setelah makan malam mereka mulai berunding mengenai niat Gayatri untuk melanjutkan rencananya membuka restoran di kota raja. tuan Senopati mulai membuka suara.

"Diran, Arga. Ayah ingin membahas beberapa hal kepada kalian sebentar. tadi siang Adik kalian telah mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan niatnya membuka rumah makan di kota raja. Ayah tidak kuasa untuk menolak keinginan Adik kalian itu, pasalnya ia sudah mempersiapkan semuanya, Ayah tidak ingin mematahkan semangat nya untuk membuka dan meluruskan niatnya itu. jadi ayah ingin mengatakan kepada kalian berdua, sudikah salah satu dari kalian untuk menemani Adik kalian di sana. atau kalian berdua juga boleh ikut pergi ke sana." tutur Tuan Senopati dengan bijaksana. ia tidak ingin mengekang anak-anaknya, Iya juga ingin ke-3 anak-anaknya ini mengembara untuk mengenal dunia luar. walaupun banyak tantangan yang akan mereka hadapi nanti, tapi setidaknya mampu menjadikan mereka sebagai pribadi yang kuat untuk menghadapi segala bentuk tantangan.

mendengar penuturan tuan Senopati, Diran dan Arga pun saling memandang, sebenarnya Arga telah bercerita kepada Diran Siapa dirinya sebenarnya dan dari mana asalnya, Arga adalah seorang anak dari seorang raja, dari kerajaan tetangga, ia adalah seorang putra mahkota yang melarikan diri dari kejaran orang-orang yang ingin melenyapkan nya. posisi ayahnya sangatlah kuat dan disegani oleh siapapun, namun semenjak ayahnya meninggal, argantara diburu oleh keluarganya untuk dilenyapkan, Mereka ingin menguasai semua tahta kerajaan yang di tinggalkan oleh ayahnya, untuk nya nanti. karena waktu itu ia masih kecil, untuk sementara kepemimpinan nya di alihkan, karena itu lah, ia diburu untuk dilenyapkan agar kepemimpinan sementara itu tetap berlangsung.

"menurut Arga yah, biarkan Diran dan adik Gaya saja yang berangkat. dan aku akan tetap berada di sini, tidak mungkin kami semua meninggalkan ayah dan ibu tanpa kami di samping kalian." ucap argantara. Diran yang mendengar penuturan Arga menjadi paham, pasalnya Arga memang sedang bersembunyi dari kejaran keluarga ayahnya yang Tamak akan kekuasaan. jadi, itu adalah keputusan yang cocok untuk Arga tetap berada di tempat ini.

"Diran juga setuju yah. biarkan Arga di sini saja, kami juga tidak tenang kalau meninggalkan ayah dan ibu sendirian di pinggiran hutan ini." ucap Diran kepada kedua orang tuanya. Tuan Senopati mengarahkan pandangannya kepada sang putri yang sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan ayah dan kedua kakaknya itu.

"Bagaimana denganmu nak? Apakah kamu setuju kalau Kak Diran saja yang menemanimu ke kota raja.?" ucap Tuan Senopati menanyai putrinya. Gayatri tersenyum.

"tentu saja yah. gaya tidak keberatan, asalkan ayah dan ibu di sini yakin akan baik-baik saja." tutur Gayatri lagi. dalam hati, ia sudah bertekad, jadi ia tidak akan goyah.

"tentu saja kami akan baik-baik saja nak, justru ayah dan ibu yang merasa cemas kalian yang pergi jauh dari kami." ucap nyonya diaswari yang sejak dari tadi diam dan menyimak saja.

" jadi ini sudah diputuskan. kapan kalian akan berangkat..??" kali ini Arga yang bertanya. ia melihat ke arah Gayatri sebagai pembuat keputusan. tuan Senopati dan istrinya juga mengarahkan pandangannya kepada sang putri, untuk mendengar keputusan nya.

" kami akan berangkat esok hari Kak. lebih cepat lebih baik." ucap Gayatri dengan mantap. Arga mengganggu anggukan kepalanya tanda mengerti.

"baiklah.."😓😓

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

di novel ini ruang dimensi sprti tdk di btuhkn

2024-09-03

2

bisa ia tanam👍,bisa ia tanami x.

2023-12-28

0

Sharon

Sharon

Berbau jodoh gaya ini mah sang putra mahkota jd ama gaya 👏🏻

2023-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!