kedua saudara kandung itu masih mencari penginapan yang cocok untuk mereka tinggali, untuk sementara waktu. dan disinilah mereka sekarang, di sebuah penginapan sederhana yang tidak terlalu mahal. mereka masuk kedalam kamar mereka dan mengedarkan pandangan mereka.
"Tidak apa-apa Kak, ini sudah lebih dari cukup." ucap Gayatri. Gayatri pun langsung meletakkan barang-barang bawaan mereka di atas lantai.
"kalau begitu, gaya mandilah terlebih dahulu. kamu pasti kelelahan akibat perjalanan panjang kita." ucap Diran penuh perhatian kepada adiknya.
di sini Diran benar-benar menjaga adiknya dengan baik, pasalnya Ia berpikir bahwa disini hanya ada mereka berdua, dan dirinya adalah seorang laki-laki yang harus bertanggung jawab untuk menjaga adik perempuannya.
Gayatri pun mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang sudah tersedia di kamar tersebut.
sedikit informasi tentang kerajaan Majapahit.
kerajaan ini dipimpin oleh Raden Wijaya, yang merupakan raja pertama yang memimpin Majapahit, mempunyai gelar Kertarajasa Jaya Wardana, ia memimpin Majapahit pada tahun 1293-1309 M.
Beliau menikah dengan ke empat puteri Kertanegara yaitu: Dyah Dewi Tribuwaneswari (permaisuri), Dyah Dewi Narendraduhita, Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Dyah Dewi Gayatri.
Langkah Raden Wijaya mengawini putri-putri Kertanegara diduga berlatar belakang politik, agar tidak terjadi perebutan kekuasaan.
sekian pemberitahuan
kedua bersaudara itu berganti-gantian untuk membersihkan tubuh mereka dari keringat akibat perjalanan jauh. setelah itu Gayatri mengeluarkan bekal yang sudah mereka bawa dari rumah. bekal yang Gayatri bawa ialah bekal yang bisa bertahan sampai 2 hari.
"ayo Kakak kita makan dulu." ucap Gayatri. Iya langsung mengeluarkan makanan yang mereka bawa dari rumah dan meletakkan makanan-makanan yang telah mereka bawa itu di atas lantai. mendengar panggilan sang adik, Diran yang masih di kamar mandi pun segera keluar dan menyusul adiknya.
Mereka berdua pun langsung makan bersama. saat mereka makan berdua, ada rasa hening dan hampa yang mereka rasakan. terasa sepi itulah yang sedang mereka rasakan.
"Kak, rasanya sepi sekali ya.. gaya jadi merindukan ayah dan ibu serta Kakak Arga.." ucap Gayatri. Diran mengangkat kepalanya dan membelai kepala adiknya.
"jangan pikirkan mereka dulu, Kakak yakin mereka baik-baik saja." ucap Diran lagi. Mereka pun langsung melanjutkan makan malam mereka. setelah selesai dan membereskan tempat makan, mereka sejenak berdiskusi, setelah ini besok apa yang akan mereka lakukan nanti.
"besok langkah pertama apa yang akan kita lakukan..??" tanya Diran kepada adiknya. pasalnya, Gayatri lah yang punya rencana, karena itu Diran mempertanyakan rencana sang adik.
"besok terlebih dahulu kita mencari toko yang akan dijual atau tempat yang cocok untuk membuka usaha. sementara untuk tempat tinggal, tidak apa kita tinggal di sini dulu lagi pula Gaya juga masih menyimpan uang kak.." ucap Gayatri kepada kakaknya. Diran pun mengganggu anggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, kakak hanya ikut saja. kalau begitu segeralah istirahat agar kita bisa bangun lebih cepat." ucap Diran lagi. Mereka pun langsung tertidur dan mengisi tenaga mereka kembali.
mereka tidur terpisah, Gayatri tidur di tempat tidur sementara kakaknya tidur di lantai yang beralaskan karpet apa adanya.
saat Diran benar-benar sudah tertidur. Gayatri langsung memasuki ruang dimensinya dan mengambil beberapa koin emas yang mungkin akan ia butuhkan nanti. Iya juga berencana akan mengambil semua alat dan perkakas dari ruang dimensinya. ia juga memeriksa semua persediaan bahan makanan dan daging serta rempah-rempah yang ada di ruang dimensinya.
Gayatri juga pergi menemui Rion untuk berlatih lagi, ia ingin meningkatkan dan memperkokoh ilmu bela dirinya, ia tau hidup disini tidaklah mudah. ia juga tidak melupaka air kehidupan, untuk ia campurkan di minum mereka nanti.
setelah Gayatri rasa sudah cukup berlatih, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi. setelah itu Gayatri keluar dari ruang dimensi dan menyusul kakaknya ke alam mimpi.
***
sementara di sisi lain, Tuan Senopati berdiri di luar rumah dan memandangi langit malam. ia sedang mencemaskan kedua anak-anaknya yang saat ini tengah berada di kota kerajaan. Iya takut bahwa anak-anaknya akan menemukan kesulitan, apalagi jika sudah bertemu dengan keluarganya di sana. Iya takut keluarganya itu akan menyakiti anak-anaknya.
sekelimpat bayanga masa lalu datang memenuhi kepalanya. ia berkali-kali menarik nafas dan menghembuskannya. tuan Senopati benar-benar sangat khawatir.
Nyonya diaswari yang menyadari suaminya bermenung di luar sambil menatap langit malam, Ia pun ikut keluar bergabung kepada sang suami, sementara Arga memilih menyibukkan dirinya dalam hal lain.
"Pak, Apa yang bapak pikirkan malam-malam begini..?" ucap nyonya diaswari kepada suaminya. Tuan Senopati menarik nafas dan mendudukkan tubuhnya di tempat yang ada di sana. tuan Senopati berpikir sejenak. setelah itu, ia mulai membuka suara.
"Aku sedang mengkhawatirkan anak-anak, aku takut mereka akan bertemu dengan kanda adiwangsa. ibu kan tahu bagaimana sifat dari kanda adiwangsa itu. bapak takut, anak-anak akan disakiti olehnya." jawab Tuan Senopati dengan nada cemasnya.
adiwangsa adalah saudara dari tuan Senopati, Ia merupakan anak tertua dari mereka semua. adiwangsa adalah tipikal orang yang sangat serakah. karena ayah mereka chandragupta sangat menyayangi Tuan Senopati, adiwangsa tidak tanggung-tanggung menjatuhkan saudaranya ini.
apalagi, menurut adiwangsa, Tuan Senopati adalah orang yang baik dan jujur dalam segala hal, Iya juga dermawan dan berbudi luhur. Tuan Senopati juga dipercayakan mengurus beberapa bisnis keluarga. Namun karena adiwangsa ingin menguasai semua bisnis keluarga mereka, Iya langsung mendatangi seseorang atau disebut dengan orang pintar, untuk mengirimkan jampi-jampi kepada kedua anaknya agar mereka dibenci oleh keluarga dan akhirnya diasingkan dari kota itu.
ternyata semua rencananya berjalan dengan lancar. adiwangsa mengirim penyakit kusta kepada kedua anak-anak dari Senopati, alhasil mereka diusir dari kota raja itu, awalnya mereka memilih untuk tinggal di perkampungan Namun karena orang-orang di kampung juga tidak menerima kehadiran mereka akhirnya mereka memilih untuk menyendiri tinggal di pinggir hutan.
Nyonya diaswari yang mengerti tentang kekhawatiran suaminya itu hanya mampu menenangkan sang suami. ia mengusap pelan lengan suaminya.
"tenanglah suamiku, mereka pasti baik-baik saja. lagi pula anak-anak sudah mengenal adiwangsa yang sebenarnya, pastilah mereka akan berhati-hati." ucap nyonya diaswari menenangkan suaminya. Tuan Senopati menarik nafasnya dalam.
"Aku harap juga begitu Bu.." ucap Tuan Senopati lagi. walaupun ia berkata seperti itu, tetap saja hatinya berkecamuk dan di penuhi dengan rasa khawatir.
"sebaiknya kita masuk ke dalam pak, udara di malam hari tidak cocok untuk kesehatan kita. yakinlah bahwa anak-anak akan baik-baik saja." ucap nyonya diaswari lagi.
akhirnya dengan bujuk rayu dari nyonya diaswari, Tuan Senopati pun masuk ke dalam rumah walaupun hatinya masih belum merasa puas. saat mereka masuk ke dalam rumah, mereka menemukan Arga sedang mengerjakan sesuatu. Arga menambah beberapa obor kecil untuk menambah penerangan di malam hari.
tuan Senopati yang merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anak angkatnya itu pun mendekat. ia melihat Arga sedang menganyam sesuatu.
"Apa yang kamu kerjakan nak..??" tanya Tuan Senopati. Tuan Senopati melihat sebuah anyaman dari rotan yang sedang dirangkai oleh Arga.
"Oh, Arga sedang membuat tempat nasi dari rotan yah.." ucap Arga sambil terus fokus dengan pekerjaannya. Tuan Senopati mendekat, iya penasaran dengan benda yang akan dibuat oleh Arga.
"di sisi Arga juga, sudah terdapat satu anyaman dari rotan yang berbentuk seperti keranjang bunga. Tuan Senopati mengambil anyaman tersebut dan mengamatinya, cantik dan unik itulah yang pertama kali dilihat oleh Tuan Senopati.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Septi Verawati
semangat thor 💪💪💪
2022-12-04
1