19. anyaman dari rotan

kedua saudara kandung itu masih mencari penginapan yang cocok untuk mereka tinggali, untuk sementara waktu. dan disinilah mereka sekarang, di sebuah penginapan sederhana yang tidak terlalu mahal. mereka masuk kedalam kamar mereka dan mengedarkan pandangan mereka.

"Tidak apa-apa Kak, ini sudah lebih dari cukup." ucap Gayatri. Gayatri pun langsung meletakkan barang-barang bawaan mereka di atas lantai.

"kalau begitu, gaya mandilah terlebih dahulu. kamu pasti kelelahan akibat perjalanan panjang kita." ucap Diran penuh perhatian kepada adiknya.

di sini Diran benar-benar menjaga adiknya dengan baik, pasalnya Ia berpikir bahwa disini hanya ada mereka berdua, dan dirinya adalah seorang laki-laki yang harus bertanggung jawab untuk menjaga adik perempuannya.

Gayatri pun mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang sudah tersedia di kamar tersebut.

sedikit informasi tentang kerajaan Majapahit.

kerajaan ini dipimpin oleh Raden Wijaya, yang merupakan raja pertama yang memimpin Majapahit, mempunyai gelar Kertarajasa Jaya Wardana, ia memimpin Majapahit pada tahun 1293-1309 M.

Beliau menikah dengan ke empat puteri Kertanegara yaitu: Dyah Dewi Tribuwaneswari (permaisuri), Dyah Dewi Narendraduhita, Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Dyah Dewi Gayatri.

Langkah Raden Wijaya mengawini putri-putri Kertanegara diduga berlatar belakang politik, agar tidak terjadi perebutan kekuasaan.

sekian pemberitahuan

kedua bersaudara itu berganti-gantian untuk membersihkan tubuh mereka dari keringat akibat perjalanan jauh. setelah itu Gayatri mengeluarkan bekal yang sudah mereka bawa dari rumah. bekal yang Gayatri bawa ialah bekal yang bisa bertahan sampai 2 hari.

"ayo Kakak kita makan dulu." ucap Gayatri. Iya langsung mengeluarkan makanan yang mereka bawa dari rumah dan meletakkan makanan-makanan yang telah mereka bawa itu di atas lantai. mendengar panggilan sang adik, Diran yang masih di kamar mandi pun segera keluar dan menyusul adiknya.

Mereka berdua pun langsung makan bersama. saat mereka makan berdua, ada rasa hening dan hampa yang mereka rasakan. terasa sepi itulah yang sedang mereka rasakan.

"Kak, rasanya sepi sekali ya.. gaya jadi merindukan ayah dan ibu serta Kakak Arga.." ucap Gayatri. Diran mengangkat kepalanya dan membelai kepala adiknya.

"jangan pikirkan mereka dulu, Kakak yakin mereka baik-baik saja." ucap Diran lagi. Mereka pun langsung melanjutkan makan malam mereka. setelah selesai dan membereskan tempat makan, mereka sejenak berdiskusi, setelah ini besok apa yang akan mereka lakukan nanti.

"besok langkah pertama apa yang akan kita lakukan..??" tanya Diran kepada adiknya. pasalnya, Gayatri lah yang punya rencana, karena itu Diran mempertanyakan rencana sang adik.

"besok terlebih dahulu kita mencari toko yang akan dijual atau tempat yang cocok untuk membuka usaha. sementara untuk tempat tinggal, tidak apa kita tinggal di sini dulu lagi pula Gaya juga masih menyimpan uang kak.." ucap Gayatri kepada kakaknya. Diran pun mengganggu anggukkan kepalanya.

"Baiklah kalau begitu, kakak hanya ikut saja. kalau begitu segeralah istirahat agar kita bisa bangun lebih cepat." ucap Diran lagi. Mereka pun langsung tertidur dan mengisi tenaga mereka kembali.

mereka tidur terpisah, Gayatri tidur di tempat tidur sementara kakaknya tidur di lantai yang beralaskan karpet apa adanya.

saat Diran benar-benar sudah tertidur. Gayatri langsung memasuki ruang dimensinya dan mengambil beberapa koin emas yang mungkin akan ia butuhkan nanti. Iya juga berencana akan mengambil semua alat dan perkakas dari ruang dimensinya. ia juga memeriksa semua persediaan bahan makanan dan daging serta rempah-rempah yang ada di ruang dimensinya.

Gayatri juga pergi menemui Rion untuk berlatih lagi, ia ingin meningkatkan dan memperkokoh ilmu bela dirinya, ia tau hidup disini tidaklah mudah. ia juga tidak melupaka air kehidupan, untuk ia campurkan di minum mereka nanti.

setelah Gayatri rasa sudah cukup berlatih, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi. setelah itu Gayatri keluar dari ruang dimensi dan menyusul kakaknya ke alam mimpi.

***

sementara di sisi lain, Tuan Senopati berdiri di luar rumah dan memandangi langit malam. ia sedang mencemaskan kedua anak-anaknya yang saat ini tengah berada di kota kerajaan. Iya takut bahwa anak-anaknya akan menemukan kesulitan, apalagi jika sudah bertemu dengan keluarganya di sana. Iya takut keluarganya itu akan menyakiti anak-anaknya.

sekelimpat bayanga masa lalu datang memenuhi kepalanya. ia berkali-kali menarik nafas dan menghembuskannya. tuan Senopati benar-benar sangat khawatir.

Nyonya diaswari yang menyadari suaminya bermenung di luar sambil menatap langit malam, Ia pun ikut keluar bergabung kepada sang suami, sementara Arga memilih menyibukkan dirinya dalam hal lain.

"Pak, Apa yang bapak pikirkan malam-malam begini..?" ucap nyonya diaswari kepada suaminya. Tuan Senopati menarik nafas dan mendudukkan tubuhnya di tempat yang ada di sana. tuan Senopati berpikir sejenak. setelah itu, ia mulai membuka suara.

"Aku sedang mengkhawatirkan anak-anak, aku takut mereka akan bertemu dengan kanda adiwangsa. ibu kan tahu bagaimana sifat dari kanda adiwangsa itu. bapak takut, anak-anak akan disakiti olehnya." jawab Tuan Senopati dengan nada cemasnya.

adiwangsa adalah saudara dari tuan Senopati, Ia merupakan anak tertua dari mereka semua. adiwangsa adalah tipikal orang yang sangat serakah. karena ayah mereka chandragupta sangat menyayangi Tuan Senopati, adiwangsa tidak tanggung-tanggung menjatuhkan saudaranya ini.

apalagi, menurut adiwangsa, Tuan Senopati adalah orang yang baik dan jujur dalam segala hal, Iya juga dermawan dan berbudi luhur. Tuan Senopati juga dipercayakan mengurus beberapa bisnis keluarga. Namun karena adiwangsa ingin menguasai semua bisnis keluarga mereka, Iya langsung mendatangi seseorang atau disebut dengan orang pintar, untuk mengirimkan jampi-jampi kepada kedua anaknya agar mereka dibenci oleh keluarga dan akhirnya diasingkan dari kota itu.

ternyata semua rencananya berjalan dengan lancar. adiwangsa mengirim penyakit kusta kepada kedua anak-anak dari Senopati, alhasil mereka diusir dari kota raja itu, awalnya mereka memilih untuk tinggal di perkampungan Namun karena orang-orang di kampung juga tidak menerima kehadiran mereka akhirnya mereka memilih untuk menyendiri tinggal di pinggir hutan.

Nyonya diaswari yang mengerti tentang kekhawatiran suaminya itu hanya mampu menenangkan sang suami. ia mengusap pelan lengan suaminya.

"tenanglah suamiku, mereka pasti baik-baik saja. lagi pula anak-anak sudah mengenal adiwangsa yang sebenarnya, pastilah mereka akan berhati-hati." ucap nyonya diaswari menenangkan suaminya. Tuan Senopati menarik nafasnya dalam.

"Aku harap juga begitu Bu.." ucap Tuan Senopati lagi. walaupun ia berkata seperti itu, tetap saja hatinya berkecamuk dan di penuhi dengan rasa khawatir.

"sebaiknya kita masuk ke dalam pak, udara di malam hari tidak cocok untuk kesehatan kita. yakinlah bahwa anak-anak akan baik-baik saja." ucap nyonya diaswari lagi.

akhirnya dengan bujuk rayu dari nyonya diaswari, Tuan Senopati pun masuk ke dalam rumah walaupun hatinya masih belum merasa puas. saat mereka masuk ke dalam rumah, mereka menemukan Arga sedang mengerjakan sesuatu. Arga menambah beberapa obor kecil untuk menambah penerangan di malam hari.

tuan Senopati yang merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anak angkatnya itu pun mendekat. ia melihat Arga sedang menganyam sesuatu.

"Apa yang kamu kerjakan nak..??" tanya Tuan Senopati. Tuan Senopati melihat sebuah anyaman dari rotan yang sedang dirangkai oleh Arga.

"Oh, Arga sedang membuat tempat nasi dari rotan yah.." ucap Arga sambil terus fokus dengan pekerjaannya. Tuan Senopati mendekat, iya penasaran dengan benda yang akan dibuat oleh Arga.

"di sisi Arga juga, sudah terdapat satu anyaman dari rotan yang berbentuk seperti keranjang bunga. Tuan Senopati mengambil anyaman tersebut dan mengamatinya, cantik dan unik itulah yang pertama kali dilihat oleh Tuan Senopati.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Septi Verawati

Septi Verawati

semangat thor 💪💪💪

2022-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!