Keesok harinya sebelum matahari terbit, kedua saudara itu sudah bersiap-siap pergi ke kota raja. mereka membawa bekal seadanya untuk perjalanan mereka nanti. Gayatri membuat bekal yang tahan selama dua hari. ia juga membawa beberapa kue yang diolah dengan sederhana untuk bekal perjalanan mereka nanti. saat Gayatri sedang bersiap-siap, Arga datang menemuinya dengan membawa kantong uang di tangannya.
"gaya, Kakak ada sedikit tabungan. kalian bawalah dan gunakan dengan baik di sana." ucap Arga sambil menyerahkan kantong yang berisi koin perak dan emas di dalamnya.
Uang itu pun adalah hasil penjualan mereka di pasar selama 8 bulan ia berada di sini. karena saat ia melarikan diri dulu, Iya tidak membawa apa-apa. Gayatri yang melihat kantong emas dan perak itu, Ia pun berniat untuk menolaknya.
"tidak perlu kak, Kakak tabung saja untuk keperluan Kakak di masa depan." ucap Gayatri. Arga tersenyum.
"ambilah, hidup di kota raja itu tidak semudah hidup di perkampungan. hidup di sana bergantung kepada uang dan kekuatan, jika orang itu berduit maka mereka akan tentram, jika orang kuat maka tidak akan ada yang berani mengganggu mereka. Ambillah, jika suatu saat nanti kamu telah sukses, maka boleh Jika kamu ingin mengembalikannya." tutur Arga dengan bijaksana. Diran juga berada disana untuk membantu mengemas barang-barang yang akan mereka bawa nanti.
Gayatri dan Diran pun berpikir sejenak, kemudian Gayatri mengarahkan pandangannya ke arah sang kakak. Diran yang mengerti tatapan adiknya itu pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Kak, untuk sementara uangnya akan Gayatri gunakan. nanti kalau sudah sukses, gaya akan mengembalikan uang Kakak." ucap Gayatri sambil menerima kantong yang berisi sedikit koin emas dan koin perak. Arga tersenyuman penuh arti.
Sebenarnya, dalam hati, ia juga tidak rela kedua saudara angkatnya ini pergi tanpa dirinya, ia takut terjadi apa-apa dengan mereka. mengingat, mereka berdua tidak berbekal ilmu bela diri.
Arga tidak tau saja, Kalau Gayatri sudah berada ditingkat bumi dan angin akhir, ia juga terus memperkokoh kekuatan nya. ditempat ini, kekuatan adalah yang utama, untung saja, Gayatri cepat menyadari hal itu.
ditempat ini juga, hanya beberapa orang yang memiliki ilmu tingkat tinggi sementara tingkat semesta, belum ada yang mencapai nya, menurut mereka, tingkatan itu hanyalah mitos, dan diragukan keberadaannya.
tingkat ilmu beladiri. 1. tingkat bawah/dasar : tanah dan air. 2. tingkat menengah : bumi dan angin. 3. tingkat tinggi. : langit dan galaksi. 4. tingkat semesta. : surgawi dan ilahi. (begitu kira-kira)
tak lama Gayatri menerima uang dari Arga, Tuan Senopati juga memberikan tabungan mereka Dari hasil penjualan. dengan alasan yang sama akhirnya Gayatri menerima pemberian orang tuanya. Iya juga berjanji akan merubah hidup mereka di masa depan.
***
Setelah mereka telah selesai bersiap-siap dan mengisi stamina mereka. akhirnya kakak beradik itu pun pamit kepada keluarganya untuk pergi ke kota raja. mereka semua berdiri di depan gubuk reot itu, untuk mengiring kepergian mereka.
"ayah, ibu dan Kak Arga. kami pamit dulu ya, ingat jaga kesehatan di sini dan utamakan keselamatan. jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja.." ucap Gayatri mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga kecilnya itu. Gayatri memeluk ayah dan ibunya dan juga Kakak angkatnya itu dengan berderai air mata.
Begitu juga dengan nyonya diaswari, Iya tak kuasa melepas anak-anaknya pergi menjauh dari sisinya. namun semuanya harus ia lakukan demi kebahagiaan mereka. ia tidak ingin menjadi orang tua yang egois, hanya untuk menjalankan adat mereka.
"Iya, ayah dan ibu janji. kalian berdua juga berhati-hatilah, Jika rasanya sudah tidak kuat lagi hidup di kota raja segeralah kembali ke sini." ucap nyonya diaswari. nyonya diaswari merangkul Putri satu-satunya ini.
nyonya diaswari merangkul erat putrinya, ada rasa sesak dalam hatinya, yang berusaha ia tahan, anak-anak yang sudah ia lahir kan dan rawat, akan pergi dari hidup nya untuk sementara. jika saja ia tidak memikirkan kondisi mereka, nyonya diaswari ingin sekali ikut bersama mereka.
"jika seandainya kehidupan di kota raja sudah tidak memungkinkan, maka segeralah kalian kembali ke sini. ayah dan ibu akan menanti kepulangan kalian" ucap nyonya diaswari lagi mengulang ucapannya.
sementara Tuan Senopati hanya diam, ia tak sanggup mengatakan sepatah kata pun, ada rasa dalam hatinya yang berusaha ia tahan agar tidak keluar di permukaan. sebenarnya dalam hati ia menangis melihat anak-anaknya harus berjuang hidup di kota raja yang kejam itu. Iya marah pada dirinya sendiri karena tidak mampu memberikan kebahagiaan kepada mereka.
Gayatri melepaskan pelukannya kepada sang ibu, kemudian ia beralih kepada ayahnya.
"ayah sehat-sehat ya. Ayah jangan terlalu memaksakan bekerja keras, bekerja keras itu boleh tetapi harus ingat tentang kesehatan." ucap Gayatri sambil memeluk ayahnya.
Tuan Senopati yang di dalam hatinya tidak rela melepaskan anak-anaknya, ia membalas pelukan Gayatri dengan erat, seketika air matanya luruh dan menangis di pundak sang Putri. ternyata sekuat apapun seorang ayah, tidak akan mampu melihat anak-anaknya menderita, dan juga ia tak kuasa melihat mereka mencari nafkah sendiri.
"maafkan ayah, karena ketidakmampuan Ayah untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kalian, maafkan ayah karena tidak kuasa melawan kerasnya dunia. Ayah hanya berharap kalian baik-baik saja di sana, tidak ada yang bisa Ayah berikan selain doa untuk mengirim kepergian kalian." ucap Tuan Senopati dengan berderai air mata.
Gayatri mengusap pelan punggung ayahnya yang bergetar itu. ia mengerti kesedihan sang ayah, Begitu juga dengan nyonya diaswari Dan dengan kedua Putra itu. mereka semua diam dan merenungi nasib yang akan mereka jalani. setelah itu Gayatri melepaskan pelukan dari ayahnya. Gayatri juga menghapus air mata ayahnya yang keluar membasahi pipi nya itu.
"Ayah jangan bersedih lagi, kami tidak apa-apa. justru karena kami memilih merantau, agar kami bisa merasakan kerasnya dan pahitnya dunia, serta kami dapat menghargai setiap usaha orang lain yang mereka berikan kepada kami termasuk ayah dan ibu." ucap Gayatri dengan bijaksana. Tuan Senopati pun mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan sang Putri. air matanya tak henti-hentinya menetes, ia malu pada anak-anak yang menunjukkan sisi lemahnya di hadapan mereka.
setelah Gayatri selesai memeluk ayahnya, kini ia beralih memeluk kakak angkatnya. Arga sebagai kakak angkat begitu sangat mencintai keluarga angkatnya ini, apalagi Gayatri yang sudah ia anggap sebagai adik kandung nya.
"Kakak jagalah kesehatan disini. jangan terlalu memaksakan diri. Oh iya gaya titip kebun gaya ya.!! tolong Kakak rawat setiap hari..dan hasil nya bisa kakak jual. mentimun, wortel, kol dan cabe, sudah waktunya panen. nanti, kalau sudah buka rumah makan, gaya minta kakak untuk mengirim Nya. hehehe...." ucap Gayatri sambil tersenyum dan melepaskan pelukan dari kakaknya itu.☺️☺️
"tentu saja, segeralah kalian pulang dan berhati-hatilah di sana." ucap Arga kepada Gayatri.
setelah mereka saling memberikan pelukan perpisahan sementara, kedua saudara Kakak Adik itu pun langsung pergi meninggalkan tempat yang sudah menjadi zona ternyaman untuk mereka. tanpa menoleh ke belakang mereka terus melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu.
keluarga mereka juga, masih setia menatap kepergian mereka sampai keduanya tidak terlihat lagi.
***
akhirnya, kedua Kakak Adik itu pun langsung melenggang pergi dari sana. Mereka pergi menuju pasar yang ada di dekat kampung terlebih dahulu, Setelah itu mereka berencana untuk ikut kereta Siapa saja yang pergi ke kota raja. jika tidak ada maka mereka akan berjalan kaki.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Musliha yunos
bikin mewek aja thor😭
2024-08-26
0
RJ 💜🐑
sedih banget baca kata kata ayah nya 😢😢😭😭😭
2024-08-25
1
Septi Verawati
👍👍👍💪💪💪😎😎
2022-12-04
1