17. berpamitan

Keesok harinya sebelum matahari terbit, kedua saudara itu sudah bersiap-siap pergi ke kota raja. mereka membawa bekal seadanya untuk perjalanan mereka nanti. Gayatri membuat bekal yang tahan selama dua hari. ia juga membawa beberapa kue yang diolah dengan sederhana untuk bekal perjalanan mereka nanti. saat Gayatri sedang bersiap-siap, Arga datang menemuinya dengan membawa kantong uang di tangannya.

"gaya, Kakak ada sedikit tabungan. kalian bawalah dan gunakan dengan baik di sana." ucap Arga sambil menyerahkan kantong yang berisi koin perak dan emas di dalamnya.

Uang itu pun adalah hasil penjualan mereka di pasar selama 8 bulan ia berada di sini. karena saat ia melarikan diri dulu, Iya tidak membawa apa-apa. Gayatri yang melihat kantong emas dan perak itu, Ia pun berniat untuk menolaknya.

"tidak perlu kak, Kakak tabung saja untuk keperluan Kakak di masa depan." ucap Gayatri. Arga tersenyum.

"ambilah, hidup di kota raja itu tidak semudah hidup di perkampungan. hidup di sana bergantung kepada uang dan kekuatan, jika orang itu berduit maka mereka akan tentram, jika orang kuat maka tidak akan ada yang berani mengganggu mereka. Ambillah, jika suatu saat nanti kamu telah sukses, maka boleh Jika kamu ingin mengembalikannya." tutur Arga dengan bijaksana. Diran juga berada disana untuk membantu mengemas barang-barang yang akan mereka bawa nanti.

Gayatri dan Diran pun berpikir sejenak, kemudian Gayatri mengarahkan pandangannya ke arah sang kakak. Diran yang mengerti tatapan adiknya itu pun menganggukkan kepalanya.

"Baiklah Kak, untuk sementara uangnya akan Gayatri gunakan. nanti kalau sudah sukses, gaya akan mengembalikan uang Kakak." ucap Gayatri sambil menerima kantong yang berisi sedikit koin emas dan koin perak. Arga tersenyuman penuh arti.

Sebenarnya, dalam hati, ia juga tidak rela kedua saudara angkatnya ini pergi tanpa dirinya, ia takut terjadi apa-apa dengan mereka. mengingat, mereka berdua tidak berbekal ilmu bela diri.

Arga tidak tau saja, Kalau Gayatri sudah berada ditingkat bumi dan angin akhir, ia juga terus memperkokoh kekuatan nya. ditempat ini, kekuatan adalah yang utama, untung saja, Gayatri cepat menyadari hal itu.

ditempat ini juga, hanya beberapa orang yang memiliki ilmu tingkat tinggi sementara tingkat semesta, belum ada yang mencapai nya, menurut mereka, tingkatan itu hanyalah mitos, dan diragukan keberadaannya.

tingkat ilmu beladiri. 1. tingkat bawah/dasar : tanah dan air. 2. tingkat menengah : bumi dan angin. 3. tingkat tinggi. : langit dan galaksi. 4. tingkat semesta. : surgawi dan ilahi. (begitu kira-kira)

tak lama Gayatri menerima uang dari Arga, Tuan Senopati juga memberikan tabungan mereka Dari hasil penjualan. dengan alasan yang sama akhirnya Gayatri menerima pemberian orang tuanya. Iya juga berjanji akan merubah hidup mereka di masa depan.

***

Setelah mereka telah selesai bersiap-siap dan mengisi stamina mereka. akhirnya kakak beradik itu pun pamit kepada keluarganya untuk pergi ke kota raja. mereka semua berdiri di depan gubuk reot itu, untuk mengiring kepergian mereka.

"ayah, ibu dan Kak Arga. kami pamit dulu ya, ingat jaga kesehatan di sini dan utamakan keselamatan. jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja.." ucap Gayatri mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga kecilnya itu. Gayatri memeluk ayah dan ibunya dan juga Kakak angkatnya itu dengan berderai air mata.

Begitu juga dengan nyonya diaswari, Iya tak kuasa melepas anak-anaknya pergi menjauh dari sisinya. namun semuanya harus ia lakukan demi kebahagiaan mereka. ia tidak ingin menjadi orang tua yang egois, hanya untuk menjalankan adat mereka.

"Iya, ayah dan ibu janji. kalian berdua juga berhati-hatilah, Jika rasanya sudah tidak kuat lagi hidup di kota raja segeralah kembali ke sini." ucap nyonya diaswari. nyonya diaswari merangkul Putri satu-satunya ini.

nyonya diaswari merangkul erat putrinya, ada rasa sesak dalam hatinya, yang berusaha ia tahan, anak-anak yang sudah ia lahir kan dan rawat, akan pergi dari hidup nya untuk sementara. jika saja ia tidak memikirkan kondisi mereka, nyonya diaswari ingin sekali ikut bersama mereka.

"jika seandainya kehidupan di kota raja sudah tidak memungkinkan, maka segeralah kalian kembali ke sini. ayah dan ibu akan menanti kepulangan kalian" ucap nyonya diaswari lagi mengulang ucapannya.

sementara Tuan Senopati hanya diam, ia tak sanggup mengatakan sepatah kata pun, ada rasa dalam hatinya yang berusaha ia tahan agar tidak keluar di permukaan. sebenarnya dalam hati ia menangis melihat anak-anaknya harus berjuang hidup di kota raja yang kejam itu. Iya marah pada dirinya sendiri karena tidak mampu memberikan kebahagiaan kepada mereka.

Gayatri melepaskan pelukannya kepada sang ibu, kemudian ia beralih kepada ayahnya.

"ayah sehat-sehat ya. Ayah jangan terlalu memaksakan bekerja keras, bekerja keras itu boleh tetapi harus ingat tentang kesehatan." ucap Gayatri sambil memeluk ayahnya.

Tuan Senopati yang di dalam hatinya tidak rela melepaskan anak-anaknya, ia membalas pelukan Gayatri dengan erat, seketika air matanya luruh dan menangis di pundak sang Putri. ternyata sekuat apapun seorang ayah, tidak akan mampu melihat anak-anaknya menderita, dan juga ia tak kuasa melihat mereka mencari nafkah sendiri.

"maafkan ayah, karena ketidakmampuan Ayah untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kalian, maafkan ayah karena tidak kuasa melawan kerasnya dunia. Ayah hanya berharap kalian baik-baik saja di sana, tidak ada yang bisa Ayah berikan selain doa untuk mengirim kepergian kalian." ucap Tuan Senopati dengan berderai air mata.

Gayatri mengusap pelan punggung ayahnya yang bergetar itu. ia mengerti kesedihan sang ayah, Begitu juga dengan nyonya diaswari Dan dengan kedua Putra itu. mereka semua diam dan merenungi nasib yang akan mereka jalani. setelah itu Gayatri melepaskan pelukan dari ayahnya. Gayatri juga menghapus air mata ayahnya yang keluar membasahi pipi nya itu.

"Ayah jangan bersedih lagi, kami tidak apa-apa. justru karena kami memilih merantau, agar kami bisa merasakan kerasnya dan pahitnya dunia, serta kami dapat menghargai setiap usaha orang lain yang mereka berikan kepada kami termasuk ayah dan ibu." ucap Gayatri dengan bijaksana. Tuan Senopati pun mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan sang Putri. air matanya tak henti-hentinya menetes, ia malu pada anak-anak yang menunjukkan sisi lemahnya di hadapan mereka.

setelah Gayatri selesai memeluk ayahnya, kini ia beralih memeluk kakak angkatnya. Arga sebagai kakak angkat begitu sangat mencintai keluarga angkatnya ini, apalagi Gayatri yang sudah ia anggap sebagai adik kandung nya.

"Kakak jagalah kesehatan disini. jangan terlalu memaksakan diri. Oh iya gaya titip kebun gaya ya.!! tolong Kakak rawat setiap hari..dan hasil nya bisa kakak jual. mentimun, wortel, kol dan cabe, sudah waktunya panen. nanti, kalau sudah buka rumah makan, gaya minta kakak untuk mengirim Nya. hehehe...." ucap Gayatri sambil tersenyum dan melepaskan pelukan dari kakaknya itu.☺️☺️

"tentu saja, segeralah kalian pulang dan berhati-hatilah di sana." ucap Arga kepada Gayatri.

setelah mereka saling memberikan pelukan perpisahan sementara, kedua saudara Kakak Adik itu pun langsung pergi meninggalkan tempat yang sudah menjadi zona ternyaman untuk mereka. tanpa menoleh ke belakang mereka terus melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu.

keluarga mereka juga, masih setia menatap kepergian mereka sampai keduanya tidak terlihat lagi.

***

akhirnya, kedua Kakak Adik itu pun langsung melenggang pergi dari sana. Mereka pergi menuju pasar yang ada di dekat kampung terlebih dahulu, Setelah itu mereka berencana untuk ikut kereta Siapa saja yang pergi ke kota raja. jika tidak ada maka mereka akan berjalan kaki.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Musliha yunos

Musliha yunos

bikin mewek aja thor😭

2024-08-26

0

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

sedih banget baca kata kata ayah nya 😢😢😭😭😭

2024-08-25

1

Septi Verawati

Septi Verawati

👍👍👍💪💪💪😎😎

2022-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!