7. produksi minyak goreng

keesok harinya. seperti yang tuan Senopati katakan kemarin, Iya dan istrinya pun langsung bergegas ke dalam hutan untuk mengambil dan mencari bahan yang akan mereka jual kembali. beruntung tak ada para warga yang mengetahui keberadaan buah-buahan itu, jadi saat mereka pergi untuk mengambil kembali buah-buahan itu masih ada dan banyak di atas dahannya.

sementara Gayatri dan kakaknya. mereka langsung mempersiapkan diri untuk memproduksi minyak kelapa itu. pertama-tama mereka mulai menyiapkan dan membelah dua kelapa itu. mereka juga menyiapkan mesin parutan secara manual. tak lupa Gayatri membentangkan tikar yang luas di bawah parutan itu.

Setelah semuanya sudah siap dan tersedia. mereka berdua pun mulai memarut kelapa itu satu persatu sampai habis. mereka melakukan hal itu cukup memakan waktu yang lama. Bagaimana tidak, dengan hanya menggunakan parutan kelapa secara manual tentu saja membutuhkan waktu berjam-jam. mengingat kelapa yang mereka parut itu tidaklah sedikit. tak ada juga yang membantu mereka melakukan hal itu.

akhirnya tanpa pantang mundur, mereka Mereka pun langsung menyelesaikan parutan kelapa yang bertumpuk-tumpuk itu. setelah mereka selesai memarut kelapa-kelapa itu, terlebih dahulu mereka mengistirahatkan tubuh mereka.

"ah sangat melelahkan... Apakah kamu yakin dek semuanya akan berhasil.?" tanya Mbak Diran masih meragukan keberhasilan mereka.

"tentu saja kak. nanti kalau sudah jadi, kita akan langsung menjajakannya di pasar." ucap Gayatri lagi. saat mereka sedang beristirahat, tak lama kedua orang tua mereka pun pulang dari hutan mencari bahan makanan sekaligus untuk jualan mereka. saat kedua orang tua mereka pulang, Mereka terkejut mendapatkan setumpuk serbuk putih yang sudah selesai diparut bertumpu di atas sebuah karpet yang telah dibentangkan.

"apa ini nak..??" tanya Tuan Senopati sambil meletakkan keranjang yang berisi dengan buah-buahan dan sayur-sayuran begitu juga dengan nyonya diaswari.

"itu adalah kelapa yah. aku dan kakak akan memproduksi minyak goreng. setelah sudah selesai produksi minyak gorengnya akan kami jual ke pasar." ucap Gayatri lagi.

kedua orang tua mereka tidak memprotes lagi karena jauh sebelumnya mereka sudah membahas masalah minyak goreng. saat mereka sedang bercakap-cakap ringan Gayatri langsung mengarahkan pandangannya ke arah ke ranjang yang diletakkan oleh kedua orang tuanya itu. sontak saja matanya langsung berbinar mendapati buah yang menjadi favoritnya.

"wah ada rambutan nih... Ayah boleh minta tidak..??" tanya Gayatri meminta izin kepada ayahnya. Tuan Senopati yang mendapatkan pertanyaan meminta izin seperti itu ingin membantah, Kenapa harus meminta izin segala.

"ambil saja nak, ayah dan ibu mencarinya ke hutan memang untuk kita makan. Jadi kalian tidak perlu meminta izin untuk mengambil buah-buahan itu." tutur Tuan Senopati ketika ia sudah selesai meneguk minumannya.

tanpa pikir panjang Gayatri pun langsung menyambar buah rambutan yang ada di keranjang ayahnya. Begitu juga dengan kakaknya badiran, Iya menyambar buah lengkeng dan satu buah apel yang baru dipanen oleh kedua orang tua mereka. sementara nyonya diaswari mulai mengikat-ikat sayur-sayuran yang akan mereka jual nanti. dan juga mengonggok-onggok buah-buahan.

"mmm... sangat manis..." ucap Gayatri di sela-sela ia mencicipi buah rambutan itu. Tuan Seno dan keluarganya yang melihat kekonyolan sang anak pun terkekeh.

"pelan-pelan saja makannya. Tak kan ada yang berebut denganmu.." ucap Tuan Senopati menggoda putrinya. setelah Tuan Senopati dan nyonya diaswari selesai mengonggok-onggok sayur dan buah-buahan itu. Mereka pun langsung pamit untuk berjualan ke pasar.

***

di pasar. Tuan Senopati dan istrinya kali ini lebih awal daripada kemarin. mereka langsung mengambil posisi tempat mereka menjajalkan jualan itu. Tuan Senopati dan nyonya diaswari pun mulai mengeluarkan dagangan mereka dari dalam keranjang.

para pengunjung pasar yang sudah menunggu kedatangan Mereka pun langsung berebut untuk membeli buah-buahan yang baru mereka rasakan ini. Bagaimana tidak, mereka hanya mengetahui buah-buahan pisang saja. mereka tidak mengenal dengan yang namanya buah rambutan lengkeng apel ataupun semacamnya.

jadi saat Tuan Seno dan istrinya kemarin menjajalkan buah-buahan itu. para pelanggan langsung tertarik dan tentu saja banyak yang menunggu kedatangan Mereka lagi. tak hanya buah-buahan yang habis diborong, semua barang atau jualan suami istri itu pun ludes diborong oleh para pembeli.

"syukurlah pak... hari ini kita pulang lebih cepat. dan dagangan kita juga laris manis.. mudah-mudahan seperti ini terus setiap harinya.." ucap nyonya diaswari. Tuan Senopati juga setuju dan mengangguk.

"Iya Bu bapak juga sangat bersyukur.. ternyata buah-buahan ini sangat manis dan laris." ucap Tuan Senopati.

"kalau uangnya sudah terkumpul Pak. alangkah baiknya kita berjualan ke kota kerajaan saja. lagi pula jarak tempuhnya tidak terlalu lama jika menggunakan kereta."tutur nyonya diaswari.

"iya Bu. Tapi bapak tidak mungkin meninggalkan ibu dan anak-anak sendirian di pinggiran desa apalagi dekat hutan. bukannya bapak tidak mempercayai kalian, hanya saja bapak tidak akan tenang jika bapak pergi sendiri dan meninggalkan kalian dalam waktu yang lama." ucap Tuan Senopati mengkhawatirkan keluarganya.

"sudahlah Pak nanti kita bicarakan kepada anak-anak. sebaiknya kita siap-siap dan segera pulang." Mereka pun bersiap-siap. orang-orang menatap mereka dengan perasaan iri. melihat dagangan sepasang suami istri itu cepat habis dan laris manis.

setelah mereka beres-beres, Mereka pun langsung meninggalkan pasar dan langsung pulang kembali ke rumah gubuk mereka.

***

di tempat lain. selepas kepergian kedua orang tua mereka,, Kakak Adik itu pun mulai memisahkan atau memeras parutan kelapa itu. sampai santan kelapa itu terkumpul sebanyak 3 gentong besar. Setelah itu mereka langsung menyalahkan api yang sangat besar di tungku dan memasak tiga gentong santan yang sudah mereka peras itu.

Gayatri juga tak henti-hentinya mengarahkan sang kakak untuk memproduksi minyak goreng itu. setelah mereka selesai dan menunggu santan itu mendidih, Gayatri dan badiran kembali melanjutkan pekerjaan mereka memeras santan yang masih belum usai. setelah perasaan terakhir, mereka mendapatkan satu gentong santan kental lagi.

Setelah itu mereka beralih kepada pengadukan santan yang saat ini telah mendidih. 1 jam 2 jam 3 jam sampai 5 jam lamanya, baru santan itu mulai berubah menjadi minyak goreng.

saat itu juga kedua orang tua mereka pulang dari pasar. mereka masuk dan menyapa kedua anak mereka yang saat ini sedang sibuk mengaduk-aduk minyak goreng yang sudah jadi.

"wah !! apakah ini namanya minyak goreng.. tanya Tuan Senopati. mereka yang mendengar suara sang ayah pun langsung mengarahkan pandangannya kepada tuan Senopati dan nyonya diaswari.

"eh ayah dan ibu sudah pulang.. tumben pulangnya cepat. ??" tanya Gayatri dengan terus fokus pada minyak yang sedang menggeletup itu.

"Iya nak, dagangan Ayah dan Ibu hari ini laris manis. bahkan hanya 3 jam saja semua sayur dan buah-buahan serta dagangan lainnya pun ludes dibeli oleh para pembeli. karena itu Ayah dan Ibu pulangnya lebih awal." tutur Tuan Senopati.

Iya mendekat ke arah tungku yang sedang memasak minyak goreng itu. tanpa merasa lelah Tuan Seno juga membantu anak-anaknya mengaduk-aduk minyak goreng yang panas tersebut. Gayatri yang melihat ayahnya mendekat dan membantu mereka pun langsung bertanya.

"Ayah tidak lelah..?? istirahatlah dulu ya biarkan kami yang memasak minyak goreng ini." ucap Gayatri.

"tidak apa-apa nak. Ayah tidak lelah.." ucap Tuan Seno sudah berdiri sejajar dengan kedua anaknya itu. nyonya diaswari pun tidak mau tinggal diam. tiga gentong sudah ada yang mengaduk, sekarang tinggal satu gentong lagi tidak ada yang menanganinya.

"Ibu juga akan ikut. jadi satu orang satu ya.." ucap nyonya diaswari. mereka semua pun bekerja sama dan saling bahu membahu membuat minyak goreng itu.

ternyata selama satu jam mereka mengaduk, akhirnya minyak goreng itu matang juga. minyak goreng itu juga melimpah ruah. melihat keberhasilan mereka, tentu saja itu merupakan kesenangan tersendiri untuk mereka.

"wah ternyata sudah jadi..." ucap badiran mengagumi kerja keras mereka. saat minyak goreng itu selesai mereka masak, ternyata hari sudah mulai gelap. bahkan mereka belum sempat memasak masakan untuk makan malam mereka.

karena mereka belum memasak makan malam. karena sudah terlanjur basah, Mereka pun langsung memasak untuk makanan mereka secara bersamaan. ada yang mau masak itu, dan ada yang memasak ini. sehingga pekerjaan mereka cepat selesai.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

gun ting tang

gun ting tang

belum tahu cars permentasi santan jadi bikinnya cuma sebentar

2025-01-02

0

Daniela Whu

Daniela Whu

brp sih umur mereka adik kakak kok sdh bisa bikin minyak sendri.. berat lo itu ngadukx sj laaaammmmaaaa

2024-09-12

1

Daniela Whu

Daniela Whu

kok mbak sih kan cowok kakak x aya 🤗

2024-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!