mohon koreksinya ya teman-teman, Jika ada salah ketik dan salah kosakata.🙏🙏🥰
****
setelah mereka memproduksi minyak goreng. kini saatnya, Gayatri berencana membudidayakan tanaman atau bibit yang ia dapatkan di dalam hutan dengan saudaranya. Iya sudah mendapatkan beberapa bibit di dalam hutan, namun Ia juga akan mengambil bibit-bibit lain dari ruang dimensinya.
Gayatri pun pergi menemui kakaknya, yang saat ini sedang duduk termenung. Iya tidak bisa ikut membantu kedua orang tuanya, karena ada adiknya yang harus ia jaga. sebenarnya Gayatri bisa menjaga diri sendiri, hanya saja tidak mungkin kedua orang tua mereka membiarkan adiknya berada sendiri di gubuk ini yang jauh dari desa, karena banyak sekali pemikiran-pemikiran negatif yang menghampiri otak Tuan Senopati. Diran juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan adiknya. jadi dia akan memilih di rumah apabila adiknya tidak kemana-mana.
"Kak..!! aya ingin membudidayakan tanaman. kira-kira Kakak mau bantu Aya nggak..??" seru Aya sambil bertanya kepada badiran. Diran menolehkan wajahnya ke arah sang adik. Iya sedikit menyipitkan matanya mendengar ucapan Gayatri.
Diran yang tidak mengerti dengan kata membudidaya pun berpikir sejenak, iya berpikir, apalagi kata pembudidayaan ini. Kenapa adiknya banyak sekali taunya. Karena penasaran, ia pun bertanya lagi kepada adiknya.
"Apa itu budidaya dek..?? terus bagaimana caranya membudidayakan tanaman..?? kamu suka sekali membuat kakak pusing." tanya Diran kepada adiknya. Diran benar-benar bingung mengenai sikap adiknya ini, akhir-akhir ini Gayatri seringkali membuat kedua orang tuanya bingung dengan pengetahuan-pengetahuan yang entah dari mana ia dapatkan.Gayatri tersenyum melihat kebingungan tercetak jelas di wajah sang kakak.
"Budidaya itu kak, adalah kegiatan yang mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya nabati dan dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan modal, teknologi, atau sumber daya lainnya supaya bisa menghasilkan produk barang yang mampu memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik." jelas Gayatri secara teori. Diran yang mendengarkan penuturan sang adik itu bertambah bingung. bukannya paham Iya malah tambah sakit kepala.
"aduh !! Kakak benar-benar tidak paham sama sekali.. kalau begitu, kita langsung mengerjakannya saja. karena semakin hari Kakak semakin pusing mendapatimu seperti ini." ucap kakaknya. Gayatri lagi-lagi tersenyum mendengar ocehan sang kakak. menurut diran lebih baik langsung mengerjakannya saja, dari pada kepala tambah pusing memikirkan penjelasan Gayatri.
"Ya sudah kalau begitu, ayo ikut aya membersihkan rumput dan ilalang terlebih dahulu di sebelah sana." tunjuk Gayatri. kakaknya pun hanya menurut saja. dengan berbekal perkakas seadanya, Mereka pun langsung menuju tempat mereka akan membudidayakan tanaman. tanah yang belum tersentuh dengan tangan manusia atau pengolahan secara intens, apalagi tidak ada pupuk buatan atau semacamnya yang menyentuh tanah itu. tanah tersebut benar-benar subur dan bisa menumbuhkan apapun yang ada di sana, rumah mereka yang terletak di dekat pegunungan yang tidak terlalu terjal, serta lahan yang sangat subur membuat Gayatri berteriak kegirangan seperti menemukan harta karun.
Mereka pun mulai mengayunkan tangan mereka membersihkan lahan tersebut, beruntung Diran memiliki postur tubuh yang bagus dan memiliki kecepatan membersihkan lahan-lahan yang cepat. jadi, satu hari mereka mengerjakan dan membersihkan lahan tersebut. tampaklah lahan itu terlihat bersih dari rerumputan yang memiliki luas seluas lapangan bola. Gayatri yang melihat kecepatan sang kakak itu benar-benar takjub, biasanya di dunia modern. tidak ada yang dapat menyelesaikan atau membersihkan lahan tersebut seluas lapangan bola hanya dengan satu hari apalagi yang membersihkannya hanya satu orang. kecuali mereka menggunakan mesin ramba atau semacamnya.
"wah !! Kakak benar-benar cepat sekali. lihatlah Kak, lahan yang sudah Kakak bersihkan itu sekitar seluas lapangan bola atau lebih." puji Gayatri kepada kakaknya. Diran yang dapat ujian dari sang adik pun berbangga diri.
"Siapa dulu dong, kakaknya Aya...!! Oh iya lapangan bola itu apa..??" seru Diran sambil memukul pelan dadanya dan juga langsung bertanya kepada sang adik. Gayatri yang melihat tingkah Kakak seperti itu hanya mampu berdecih dan memasang senyum saja.
"cih !! sombong.. lapangan bola ya... kalau Aya jelaskan Kakak akan mengerti tidak..??" ucap Gayatri. Diran pun langsung menggelengkan kepalanya tanda memang ia tidak akan mengerti dengan penjelasan sang adik kecuali langsung dengan prakteknya.
"Ya sudah, tidak usah dijelaskan..." ucap Gayatri lagi. kakaknya pun tidak bertanya lagi. namun tiba-tiba ia kembali mengajukan pertanyaan.
"memangnya Apa yang ingin kamu tanam dek..? dan setelah ini apa lagi yang perlu kita kerjakan dek..??" tanya badiran lagi. Gayatri berpikir sejenak, ia bertanya-tanya apa yang ingin Ia tanam di sini. Kalau dari segi iklim dan tanahnya, apa saja di tempat ini bisa tumbuh. Gayatri mengelus dagunya tanda ya sedang berpikir, tiba-tiba ia kepikiran dengan mentimun.
"mmm... Aya ingin menanam timun dulu.." ucap Gayatri kepada kakaknya. mendengar penuturan adiknya yang menyebutkan tentang buah timun Diran lagi-lagi ternganga. buah apa lagi itu.. Pikirnya.
"Aya tahu, kakak pasti ingin bertanya kan..? kakak tidak perlu bertanya Kalau kakak susah mengerti. kakak ikut saja apa yang aya suruh dan minta tolong." ucap Gayatri lagi kepada kakaknya.
Gayatri yang sudah lebih dulu menembak isi pikiran sang kakak, membuat Diran menarik nafasnya dengan pelan.
"baiklah..." ucapnya dengan pasrah.
"Jadi kapan kita akan menanam buah timun itu..?" tanya Diran lagi.
"kita masih ada proses lagi Kak. sebelum menanam buah timun, alangkah baiknya kita membuat dan mengambil pancang terlebih dulu." tutur Gayatri.
"pancang..??" beo badiran dengan ekspresi bodohnya. Gayatri yang melihat ekspresi kakaknya itu pun tersenyum.
"Iya Kak pancang, pancang itu nanti akan kita gunakan untuk mentimun. supaya pohonnya tidak menjalar kemana-mana."tutur Gayatri lagi. tapi karena badiran tidak mengerti, Iya tidak mau bertanya lagi. ia memilih untuk mengikuti saja apa yang dikatakan oleh adiknya.
Setelah itu mereka pun pergi mencari bambu di sekitar tempat tinggal mereka. setelah mereka mendapatkan bambu, mereka langsung mengambil bambu itu dengan ukuran kecil, tapi panjangnya sepanjang jalan kenangan. 😂
mereka terus membabat bambu itu dan mengambil seperlunya, walaupun dikatakan seperlunya tetapi mereka mengambil banyak. setelah mereka rasa semuanya telah terkumpul, mereka kembali menyeret bambu-bambu itu meletakkannya di dekat lahan yang sudah mereka bersihkan tadi.
tanpa mereka sadari, sedari tadi kedua orang tua mereka mengamati anak-anak itu mengambil bambu. Namun kedua orang tua mereka tidak bertanya, melainkan beralih ke dalam rumah dan meletakkan keranjang yang sudah kosong.
semenjak Gayatri menemukan buah-buahan serta bahan makanan di hutan. orang tua mereka jadi setiap hari berjualan ke pasar. sudah sejauh ini juga, dagangan kedua orang tua mereka selalu laris manis.
nyonya diaswari yang melihat kedua anak-anaknya itu sangat sibuk. Ia pun memilih untuk berada di dapur dan memasakkan makanan untuk mereka. nyonya diaswari memasak makanan yang mereka beli di pasar, mereka hanya mampu membeli beras tanpa bisa membeli gandum. namun, anehnya. Gayatri memang tidak pernah protes. biasanya Gayatri sesekali akan menggerutu karena hanya bisa makan nasi tanpa bisa merasakan nikmatnya makanan dari gandum.
setelah Tuan Senopati selesai mengistirahatkan tubuhnya dan mengamati anak-anaknya. Iya langsung berjalan mendekat ke arah keduanya yang masih sibuk melangsir bambu yang telah mereka potong-potong.
"nak, untuk apa bambu itu..?" tanya Tuan Senopati yang sukses membuat kedua anak itu terkejut.
"eh, ayah dan ibu sudah pulang..? sudah lama pulangnya yah..??" tanya Diran kepada ayahnya.
"ayah dan ibu sudah lama kembali. hanya saja ayah dan ibu tidak berani memanggil kalian berdua karena Ayah melihat kalian sedang sibuk memindahkan bambu-bambu itu.."ucapkan Senopati. tiba-tiba mata Tuan Senopati menangkap satu lahan yang sudah dibersihkan itu. Iya pun menjadi heran kepada anak-anaknya.
"lalu untuk apa lahan yang sudah dibersihkan ini..? kalian mau membangun gubuk baru..??" tanya Tuan Senopati. Diran dan Gayatri pun melihat lahan tersebut, kemudian Gayatri tersenyum.
"tidak yah. kita membersihkan lahan ini karena kita mau menanam buah timun. dan juga mungkin kita akan menanam buah-buahan yang lain serta sayur-sayuran." ucap Gayatri yang sukses membuat Tuan Senopati tercengang.
"maksudmu nak, kita akan bertani..? tapi rata-rata orang bertani itu cuma menanam gandum dan padi. memangnya sayur-sayuran yang tumbuh liar di dalam hutan bisa kita tanam di sini..??" tanya Tuan Senopati.
"tentu saja bisa yah. nanti aya akan memperlihatkan dan mengajari kakak dan ayah untuk membudidayakan tanaman." ucap Gayatri lagi. Tuan Senopati dan badiran pun saling melempar pandang. namun badiran hanya mengukir senyum kepada sang ayah. seolah Diran ingin mengatakan kepada ayahnya, jangan bertanya kepadaku yah. Aku tidak tahu apa-apa. begitulah kira-kira.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
gun ting tang
😂😂😂😂 aku bayangkan badiran dan tuan senopati yg saling pandang dan kebingungan 😂 😂 😂
2024-10-11
2
Septi Verawati
orang jaman bahelak d kasih kata2 jaman now yah pusing lah 😁😁😁🤣🤣🤣
2022-12-02
6
@de_@c!h
lnjut thor...
2022-12-02
0