setelah keluarga Gayatri kembali pulang dari pasar. mereka cukup tercengang melihat adanya seorang pria yang penuh dengan luka terbujur kaku di atas pembaringan itu.
"gaya siapa laki-laki ini dek..!!" seru Diran. Diran lebih dulu masuk ke dalam rumah karena merindukan adiknya. selain rindu Ia juga mengkhawatirkan sang adik yang ditinggal sendiri di dalam gubuk. tapi alangkah terkejutnya iya, ketika melihat sosok lain yang terbujur kaku di atas pembaringan yang sudah lapuk itu.
kedua orang tua Diran yang mendengar teriakannya, buru-buru keduanya masuk ke dalam rumah. kedua orang tua Gayatri juga langsung terkejut dan melemparkan pertanyaan kepada Gayatri.
"gaya siapa Dia nak..??" di mana kamu menemukan orang ini. Tuan Senopati langsung berjalan ke arah sang anak. Iya juga memutar-mutarkan tubuh anaknya itu, takut ada di luka di tubuhnya. Gayatri yang melihat respon keluarganya itu pun menenangkan mereka.
"ayah, ibu, kakak. tenang dulu. biarkan gaya menjelaskan semuanya. gaya tidak mengenal laki-laki ini, tapi gaya tidak sengaja melihatnya terduduk di depan gubuk kita. awalnya Gayatri tidak berani keluar, Namun karena orang ini meminta tolong akhirnya Gayatri memberanikan diri untuk menolongnya. dan di sinilah Ia sekarang." tutur Gayatri berbohong kepada kedua orang tuanya. tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia baru pulang dari berburu dan menemukan orang ini. sementara untuk alasan yang lain, Gayatri juga sudah memikirkannya.
mendengar penuturan Gayatri yang masuk akal, akhirnya keluarganya pun menjadi tenang. mereka juga akan melakukan hal yang sama, apabila melihat orang yang sekarat di depan mata mereka. mereka bukanlah keluarga yang berhati tega membiarkan orang lain terlunta-lunta tanpa pertolongan. Tuan Santoso juga selalu menekankan kepada kedua anaknya, jika seandainya mereka masih mampu maka tolonglah orang itu.
" lalu apakah ia tidak apa-apa..?" tanya nyonya diasuwari lagi.
"dia sudah tidak apa-apa Bu. tapi kondisinya masih sangat lemah, sepertinya ia sudah sangat lama terlunta-lunta di dalam hutan. pasalnya darah yang mengalir di tubuhnya sudah mengering." tutur Gayatri lagi. akhirnya keluarga itu pun menjadi tenang. mereka tidak memikirkan hal lain lagi.
setelah itu, Mereka pun langsung membersihkan tubuh mereka dari keringat yang menempel badan mereka itu.
sambil menunggu kedua orang tuanya serta kakaknya membersihkan diri. Gayatri langsung menyiapkan menu makanan yang tadi ia buat.
saat Gayatri sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. tiba-tiba saja lelaki yang tadi ia tolong tersadar dari pingsannya. lelaki yang mencium aroma makanan yang berasal dari rumah tersebut, mengalihkan pandangannya.
hal pertama yang lelaki itu lihat adalah Gayatri yang sedang menyiapkan makanan di atas karpet yang terbentang di lantai gubuk itu. entah kenapa pemuda itu langsung merasa tertarik dengan paras Gayatri. namun tiba-tiba lelaki itu bersuara.
"Siapa kamu.. ??" ucapnya dengan suara lirih dan pelan. tapi karena suasana rumah atau tempat tinggal Gayatri sangat sepi, Iya dapat mendengar suara pelan itu. sontak saja Gayatri langsung mengarahkan pandangannya ke arah peraduan di mana pemuda itu terbaring lemah.
Gayatri yang melihat pemuda itu telah sadar dari pingsannya. Gayatri pun langsung mendekat ke arah pemuda itu.
"kamu sudah sadar.. Apakah kamu butuh sesuatu..??" tanya Gayatri kepada pemuda itu. saat itu juga Diran langsung datang menemui adiknya.
hal pertama yang Diran lihat adalah menu makanan yang sangat menggugah selera. dari warna dan bentuknya saja sudah dipastikan makanan itu sangat enak. namun Diran tidak lebih dulu berjalan ke arah makanan, Iya lebih dulu berjalan ke arah sang adik yang ternyata pemuda itu telah bangun dari pingsannya.
"bolehkah aku meminta air minum.. aku sangat haus sekali.." ucap pemuda itu masih dengan suara pelan dan tak bertenaga.
"tentu saja boleh." jawab Gayatri, kakaknya badiran langsung siap siaga mengambilkan air minum untuk pemuda itu, dan langsung menyerahkannya kepada Gayatri.
Gayatri langsung menuangkan air itu ke dalam gelas dan memberikannya kepada pemuda itu. badiran juga dengan siaga membantu pemuda itu untuk bangun dari tidurnya. setelah pemuda itu sudah duduk dengan sempurna, Gayatri pun langsung menyodorkan gelas yang berisi air minum itu. tanpa pikir panjang pemuda tersebut langsung meneguk air itu sampai habis. dan perlu diketahui, air minum yang ada di rumah mereka selalu Gayatri campur dengan air kehidupan.
sehingga setelah pemuda tersebut meminum air itu, tenaganya langsung terasa puly walaupun tidak sepenuhnya.
"terima kasih Tuan dan Nona.." ucap pemuda itu. karena kedua orang tua Gayatri sudah berada di ruangan tersebut, Mereka pun secara serentak menjawab ucapan terima kasih yang disampaikan oleh pemuda itu.
"sama-sama.." ucap mereka secara bersamaan. karena mereka tidak sengaja menjawab secara bersamaan, Mereka pun langsung tertawa bersama. pemuda itu juga ikut terkekeh..
"eh semuanya sudah pada ngumpul. kalau begitu ayo kita makan dulu, gaya sudah memasukkan menu makanan istimewa hari ini. " ucap Gayatri. mereka semua pun mengarahkan pandangan ke arah makanan yang tersaji di atas karpet yang terbentang itu. Gayatri juga menolehkan kepalanya ke arah pemuda tersebut.
"Apakah kamu sudah memiliki tenaga cukup.?" tanya Gayatri. pemuda itu pun langsung menganggukkan kepalanya. benar saja setelah ia meminum air putih itu, tenaganya terasa pulih kembali.
"kalau begitu bangunlah dan makan bersama kami.." ucap Gayatri. pemuda itu pun langsung melihat semua anggota keluarga yang ada di tempat itu. mereka semua sama-sama menganggukkan kepala tanda mereka setuju dengan penuturan Gayatri.
sebenarnya ia merasa tidak nyaman dan tidak enak dengan keluarga ini. hanya saja Ia memang harus memulihkan keadaannya dan mengisi perutnya yang kosong.
"Baiklah tuan dan nyonya, sekali lagi terima kasih banyak." ucap pemuda itu. Gayatri pun lebih dulu mengambil tempat duduk di dekat kedua orang tuanya, sementara sang kakak membantu pemuda tersebut untuk memapahnya bergabung bersama mereka.
Gayatri juga mengambilkan makanan untuk ayah dan kakaknya, padahal mereka bisa mengambil sendiri. tak lupa juga Gayatri memberikan makanan untuk pemuda itu dan ibunya juga.
"nak makanan apa ini..??" tanya Tuan Senopati. satupun di antara mereka belum ada yang mencicipi. walaupun perut mereka terasa keroncongan meminta untuk diisi namun mereka masih menunggu tuan rumah untuk memulai makan terlebih dahulu.
"Ayah ini adalah menu spesial kita hari ini. semuanya adalah olahan ayam, yang ini namanya ayam goreng, ini ayam kalio, dan ini adalah ayam bakar." ucap Gayatri sambil menunjuk satu persatu.
"ayam, Dari mana kamu mendapatkan ayam..??" tanya kakaknya Diran. inilah pertanyaan yang sudah Gayatri siapkan.
"tadi setelah kakak, ayah dan ibu. berangkat ke pasar. Gayatri keluar jalan-jalan sebentar melihat kebun-kebun kita. Gayatri tidak sengaja mendapati 3 ekor ayam, karena Gayatri sangat ingin memakan ayam. akhirnya Gayatri mengejar 3 ayam ini, beruntung ayam-ayam hutan ini tidak liar, jadi gaya dengan mudah mendapatkan ketiganya. sementara untuk rempah-rempahnya, di sekitar tempat tinggal kita masih banyak tumbuhan yang bermanfaat." jelas Gayatri masuk akal. dari situlah orang tuanya tidak bertanya lagi
"ayo dicicipi dulu, kasihan tamu kita sepertinya ya kelaparan menunggu ayah bertanya kepada gaya." ucap Gayatri menggoda ayahnya itu. Mereka pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah pemuda tadi. benar saja pemuda tersebut sama sekali belum menyentuh makanannya. padahal bagi mereka tidak masalah jika mulai makan duluan tanpa harus menunggu tuan rumah.
"Oh maafkan bapak anak muda, tapi lain kali anak muda tidak perlu menunggu bapak untuk mempersilahkan makan. kita sedang tidak berada di lingkungan para bangsawan." tutur Tuan Senopati. pemuda tersebut pun tersenyum tipis.
setelah itu Tuan Senopati langsung mempersilahkan pemuda itu untuk makan dan diikuti oleh mereka. keluarga ini makan sambil menggoda satu sama lain. mereka juga memuji betapa enaknya masakan ini, seumur-umur mereka masih belum bisa dan baru pertama kali menikmati makanan seperti ini yang tentu saja sangat cocok di lidah.
sementara pemuda tersebut melihat betapa rukun dan harmonisnya keluarga kecil ini. padahal sepertinya keluarga ini serba kekurangan, namun mereka masih bisa tertawa dengan riang gembira. tapi tiba-tiba, Tuan Senopati bertanya kepada sang pemuda.
"Oh ya nak, bapak belum tahu siapa nama Ananda.. Kalau boleh tahu dengan siapa Kami berbicara ini..??" tanya Tuan Senopati. pemuda itu pun berpikir untuk menutup identitasnya.
"perkenalkan nama saya Arga." ucap pemuda yang bernama argantara itu.
"oh nak arga, Kalau boleh tahu nak arga asalnya dari mana dan Kenapa bisa sampai ke sini. tapi jika nak Arga keberatan untuk menceritakannya juga tidak apa-apa." tutur Tuan Senopati dengan bijaksana.
***-bersambung*"*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Machacy
Masih butuh di edit dan revisi ni cerita
2023-10-04
1
milk_ch0co
*Senopati
2023-02-27
1
Septi Verawati
siapakah argantara 🕵🕵🕵🤔🤔❓❓❓
2022-12-02
1