11. menu istimewa

setelah keluarga Gayatri kembali pulang dari pasar. mereka cukup tercengang melihat adanya seorang pria yang penuh dengan luka terbujur kaku di atas pembaringan itu.

"gaya siapa laki-laki ini dek..!!" seru Diran. Diran lebih dulu masuk ke dalam rumah karena merindukan adiknya. selain rindu Ia juga mengkhawatirkan sang adik yang ditinggal sendiri di dalam gubuk. tapi alangkah terkejutnya iya, ketika melihat sosok lain yang terbujur kaku di atas pembaringan yang sudah lapuk itu.

kedua orang tua Diran yang mendengar teriakannya, buru-buru keduanya masuk ke dalam rumah. kedua orang tua Gayatri juga langsung terkejut dan melemparkan pertanyaan kepada Gayatri.

"gaya siapa Dia nak..??" di mana kamu menemukan orang ini. Tuan Senopati langsung berjalan ke arah sang anak. Iya juga memutar-mutarkan tubuh anaknya itu, takut ada di luka di tubuhnya. Gayatri yang melihat respon keluarganya itu pun menenangkan mereka.

"ayah, ibu, kakak. tenang dulu. biarkan gaya menjelaskan semuanya. gaya tidak mengenal laki-laki ini, tapi gaya tidak sengaja melihatnya terduduk di depan gubuk kita. awalnya Gayatri tidak berani keluar, Namun karena orang ini meminta tolong akhirnya Gayatri memberanikan diri untuk menolongnya. dan di sinilah Ia sekarang." tutur Gayatri berbohong kepada kedua orang tuanya. tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia baru pulang dari berburu dan menemukan orang ini. sementara untuk alasan yang lain, Gayatri juga sudah memikirkannya.

mendengar penuturan Gayatri yang masuk akal, akhirnya keluarganya pun menjadi tenang. mereka juga akan melakukan hal yang sama, apabila melihat orang yang sekarat di depan mata mereka. mereka bukanlah keluarga yang berhati tega membiarkan orang lain terlunta-lunta tanpa pertolongan. Tuan Santoso juga selalu menekankan kepada kedua anaknya, jika seandainya mereka masih mampu maka tolonglah orang itu.

" lalu apakah ia tidak apa-apa..?" tanya nyonya diasuwari lagi.

"dia sudah tidak apa-apa Bu. tapi kondisinya masih sangat lemah, sepertinya ia sudah sangat lama terlunta-lunta di dalam hutan. pasalnya darah yang mengalir di tubuhnya sudah mengering." tutur Gayatri lagi. akhirnya keluarga itu pun menjadi tenang. mereka tidak memikirkan hal lain lagi.

setelah itu, Mereka pun langsung membersihkan tubuh mereka dari keringat yang menempel badan mereka itu.

sambil menunggu kedua orang tuanya serta kakaknya membersihkan diri. Gayatri langsung menyiapkan menu makanan yang tadi ia buat.

saat Gayatri sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. tiba-tiba saja lelaki yang tadi ia tolong tersadar dari pingsannya. lelaki yang mencium aroma makanan yang berasal dari rumah tersebut, mengalihkan pandangannya.

hal pertama yang lelaki itu lihat adalah Gayatri yang sedang menyiapkan makanan di atas karpet yang terbentang di lantai gubuk itu. entah kenapa pemuda itu langsung merasa tertarik dengan paras Gayatri. namun tiba-tiba lelaki itu bersuara.

"Siapa kamu.. ??" ucapnya dengan suara lirih dan pelan. tapi karena suasana rumah atau tempat tinggal Gayatri sangat sepi, Iya dapat mendengar suara pelan itu. sontak saja Gayatri langsung mengarahkan pandangannya ke arah peraduan di mana pemuda itu terbaring lemah.

Gayatri yang melihat pemuda itu telah sadar dari pingsannya. Gayatri pun langsung mendekat ke arah pemuda itu.

"kamu sudah sadar.. Apakah kamu butuh sesuatu..??" tanya Gayatri kepada pemuda itu. saat itu juga Diran langsung datang menemui adiknya.

hal pertama yang Diran lihat adalah menu makanan yang sangat menggugah selera. dari warna dan bentuknya saja sudah dipastikan makanan itu sangat enak. namun Diran tidak lebih dulu berjalan ke arah makanan, Iya lebih dulu berjalan ke arah sang adik yang ternyata pemuda itu telah bangun dari pingsannya.

"bolehkah aku meminta air minum.. aku sangat haus sekali.." ucap pemuda itu masih dengan suara pelan dan tak bertenaga.

"tentu saja boleh." jawab Gayatri, kakaknya badiran langsung siap siaga mengambilkan air minum untuk pemuda itu, dan langsung menyerahkannya kepada Gayatri.

Gayatri langsung menuangkan air itu ke dalam gelas dan memberikannya kepada pemuda itu. badiran juga dengan siaga membantu pemuda itu untuk bangun dari tidurnya. setelah pemuda itu sudah duduk dengan sempurna, Gayatri pun langsung menyodorkan gelas yang berisi air minum itu. tanpa pikir panjang pemuda tersebut langsung meneguk air itu sampai habis. dan perlu diketahui, air minum yang ada di rumah mereka selalu Gayatri campur dengan air kehidupan.

sehingga setelah pemuda tersebut meminum air itu, tenaganya langsung terasa puly walaupun tidak sepenuhnya.

"terima kasih Tuan dan Nona.." ucap pemuda itu. karena kedua orang tua Gayatri sudah berada di ruangan tersebut, Mereka pun secara serentak menjawab ucapan terima kasih yang disampaikan oleh pemuda itu.

"sama-sama.." ucap mereka secara bersamaan. karena mereka tidak sengaja menjawab secara bersamaan, Mereka pun langsung tertawa bersama. pemuda itu juga ikut terkekeh..

"eh semuanya sudah pada ngumpul. kalau begitu ayo kita makan dulu, gaya sudah memasukkan menu makanan istimewa hari ini. " ucap Gayatri. mereka semua pun mengarahkan pandangan ke arah makanan yang tersaji di atas karpet yang terbentang itu. Gayatri juga menolehkan kepalanya ke arah pemuda tersebut.

"Apakah kamu sudah memiliki tenaga cukup.?" tanya Gayatri. pemuda itu pun langsung menganggukkan kepalanya. benar saja setelah ia meminum air putih itu, tenaganya terasa pulih kembali.

"kalau begitu bangunlah dan makan bersama kami.." ucap Gayatri. pemuda itu pun langsung melihat semua anggota keluarga yang ada di tempat itu. mereka semua sama-sama menganggukkan kepala tanda mereka setuju dengan penuturan Gayatri.

sebenarnya ia merasa tidak nyaman dan tidak enak dengan keluarga ini. hanya saja Ia memang harus memulihkan keadaannya dan mengisi perutnya yang kosong.

"Baiklah tuan dan nyonya, sekali lagi terima kasih banyak." ucap pemuda itu. Gayatri pun lebih dulu mengambil tempat duduk di dekat kedua orang tuanya, sementara sang kakak membantu pemuda tersebut untuk memapahnya bergabung bersama mereka.

Gayatri juga mengambilkan makanan untuk ayah dan kakaknya, padahal mereka bisa mengambil sendiri. tak lupa juga Gayatri memberikan makanan untuk pemuda itu dan ibunya juga.

"nak makanan apa ini..??" tanya Tuan Senopati. satupun di antara mereka belum ada yang mencicipi. walaupun perut mereka terasa keroncongan meminta untuk diisi namun mereka masih menunggu tuan rumah untuk memulai makan terlebih dahulu.

"Ayah ini adalah menu spesial kita hari ini. semuanya adalah olahan ayam, yang ini namanya ayam goreng, ini ayam kalio, dan ini adalah ayam bakar." ucap Gayatri sambil menunjuk satu persatu.

"ayam, Dari mana kamu mendapatkan ayam..??" tanya kakaknya Diran. inilah pertanyaan yang sudah Gayatri siapkan.

"tadi setelah kakak, ayah dan ibu. berangkat ke pasar. Gayatri keluar jalan-jalan sebentar melihat kebun-kebun kita. Gayatri tidak sengaja mendapati 3 ekor ayam, karena Gayatri sangat ingin memakan ayam. akhirnya Gayatri mengejar 3 ayam ini, beruntung ayam-ayam hutan ini tidak liar, jadi gaya dengan mudah mendapatkan ketiganya. sementara untuk rempah-rempahnya, di sekitar tempat tinggal kita masih banyak tumbuhan yang bermanfaat." jelas Gayatri masuk akal. dari situlah orang tuanya tidak bertanya lagi

"ayo dicicipi dulu, kasihan tamu kita sepertinya ya kelaparan menunggu ayah bertanya kepada gaya." ucap Gayatri menggoda ayahnya itu. Mereka pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah pemuda tadi. benar saja pemuda tersebut sama sekali belum menyentuh makanannya. padahal bagi mereka tidak masalah jika mulai makan duluan tanpa harus menunggu tuan rumah.

"Oh maafkan bapak anak muda, tapi lain kali anak muda tidak perlu menunggu bapak untuk mempersilahkan makan. kita sedang tidak berada di lingkungan para bangsawan." tutur Tuan Senopati. pemuda tersebut pun tersenyum tipis.

setelah itu Tuan Senopati langsung mempersilahkan pemuda itu untuk makan dan diikuti oleh mereka. keluarga ini makan sambil menggoda satu sama lain. mereka juga memuji betapa enaknya masakan ini, seumur-umur mereka masih belum bisa dan baru pertama kali menikmati makanan seperti ini yang tentu saja sangat cocok di lidah.

sementara pemuda tersebut melihat betapa rukun dan harmonisnya keluarga kecil ini. padahal sepertinya keluarga ini serba kekurangan, namun mereka masih bisa tertawa dengan riang gembira. tapi tiba-tiba, Tuan Senopati bertanya kepada sang pemuda.

"Oh ya nak, bapak belum tahu siapa nama Ananda.. Kalau boleh tahu dengan siapa Kami berbicara ini..??" tanya Tuan Senopati. pemuda itu pun berpikir untuk menutup identitasnya.

"perkenalkan nama saya Arga." ucap pemuda yang bernama argantara itu.

"oh nak arga, Kalau boleh tahu nak arga asalnya dari mana dan Kenapa bisa sampai ke sini. tapi jika nak Arga keberatan untuk menceritakannya juga tidak apa-apa." tutur Tuan Senopati dengan bijaksana.

***-bersambung*"*

Terpopuler

Comments

Machacy

Machacy

Masih butuh di edit dan revisi ni cerita

2023-10-04

1

milk_ch0co

milk_ch0co

*Senopati

2023-02-27

1

Septi Verawati

Septi Verawati

siapakah argantara 🕵🕵🕵🤔🤔❓❓❓

2022-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!