10. berburu ayam hutan

mohon koreksinya kawan-kawan, Jika ada salah ketik dan salah kosakata, silakan komen di bawah..🙏🙏🥰

***

akhirnya waktu itu juga. Rion dan Gayatri langsung berangkat ke hutan untuk berburu. Rion yang punya penglihatan jarak jauh, hanya perlu menuntun Gayatri untuk menuju ke sana. berhubung Gayatri hanya menginginkan ayam hutan saja, Jadi mereka berpatokan untuk memburu ayam hutan saja.

"Rion, Apakah jaraknya masih sangat jauh?? kakiku sudah sangat lelah.." protes Gayatri. Rion pun tersenyum.

"kenapa Rumi tidak bilang dari tadi, kalau seandainya Romi sudah lelah. jadi kan tidak perlu repot-repot berjalan kaki seperti ini.." ucap Rion lagi. Gayatri pun menjadi kesal mendengar penuturan Rion, Apa maksud Rion mengucapkan hal itu.

"maksudnya apa Rin..??" tanya Gayatri. tanpa banyak bicara Rion langsung menggendong Gayatri ala bridal style. dan langsung melompat seperti kingkong kesana kemari menuju tempat pemburuan ayam hutan.

Gayatri yang pertama kali merasakan hal ini tentu saja terkejut.

"eh.. apa ini.." ucap Gayatri sambil mengalungkan tangannya di leher Rion. karena Gayatri merasa takut ia memejamkan matanya, Gayatri juga mana yang menjalankan wajahnya di dada bidang Rion.

tak lama mereka pun sampai di tempat pemburuan. ternyata di sana sangat banyak ayam hutan yang berkeliaran ke sana kemari. Rian pun langsung menurunkan Gayatri dengan pelan, namun tangan Gayatri masih setia mengalung di leher Rion.

"hm nona, kita telah sampai di tempat pemburuan.. jangan bilang Nona merasa nyaman dengan pelukanku.. Hehe..." ucap Rion menggoda Gayatri yang masih setia menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya.

mendengarkan aturan Rion, sontak saja Gayatri langsung menyembulkan wajahnya ke permukaan. yang pertama Gayatri lihat adalah wajah tampan Rion. sontak saya ada Gayatri berdetak tak karuan. cepat-cepat Iya langsung turun dari gendongan Rion.

"hmm..." dehem Gayatri menghalau rasa gugup dalam hatinya. Rion hanya mampu tersenyum melihat pipi tuannya seperti kepiting rebus. Gayatri yang menyadari Rion tersenyum. Gayatri pun langsung protes.

"jangan tersenyum seperti itu, kamu benar-benar tidak sopan membawa tuanmu seperti itu.." ucap Gayatri sambil berdecak pinggang. namun, Rion bukannya takut malah tertawa terbahak-bahak melihat betapa lucunya tuannya ini.

"maafkan aku Rumi.. hehehe jangan marah Lagi.. ayo sekarang kita berburu.. bukannya kamu tidak ingin berlama-lama..??" ucap Rion kepada Gayatri. Gayatri pun langsung melipat kedua tangannya di atas dadanya sambil memanyunkan bibirnya kesal.

"Ya sudah ayo berburu.." ucap Gayatri dengan ketus. Gayatri dan Ryan pun segera melangkahkan kaki mereka dengan pelan-pelan. langsung saja panah dari tangan Rion melesat cepat dan mengenai sasaran. 5 ayam hutan langsung terkapar.

Gayatri yang melihat kekuatan Rion itu sangat merasa kagum.

"wah !! kamu sangat hebat Rion.. nanti ajarkan aku bermain panah juga." ucap Gayatri sambil riang gembira. Iya langsung melupakan kekesalannya terhadap rion.

"tentu saja Nona, menjadi seorang penjaga nona tentu harus kuat.." ucap Rion menggoda Gayatri. entah kenapa perasaan Gayatri benar-benar tergelitik hari ini. Iya benar-benar terhibur mendengar ucapan Rion. andai saja orang ini nyata, Gayatri ingin sekali mendapatkannya sebagai suaminya. Gayatri terus memandang Rion dengan tatapan kagumnya. Rion yang menyadari langsung menghadap ke arah Gayatri dan terjadilah mereka saling menghadap berhadapan.

"Rumi, ayo ambil buruannya. jangan terus mengagumi wajah tampanku.." ucap Rion mengagetkan Gayatri Rumi.

"cih !! kamu tidak bisa apa melihat orang senang sedikit.." ucap Rumi langsung bergegas meninggalkan Rion dan mengambil hasil buruan mereka.

"jangan terus memayun seperti itu, nanti bibirnya jadi monyong.." ucap Rion lagi. entah kenapa Rion suka sekali menggoda Gayatri. apalagi orang yang digodanya itu benar-benar sangat lucu.

"kau...!! hah sudahlah..." ucap Gayatri tidak meneruskan protesnya kepada Rion.

Ryan juga tak berhenti di situ memburu ayam-ayam hutan itu, Namun karena buruan itu sudah terlampau banyak. Gayatri menghentikan aktivitas Rion.

"Rion hentikan... sebaiknya kita kembali saja, soalnya ayam-ayam ini sudah banyak sekali yang kamu buru. dan tidak mungkin kami mau makan semuanya.." ucap Gayatri.

Rion yang mendengar penuturan tuannya itu pun langsung menghentikan aktivitasnya. Iya melihat ke arah hewan buruannya yang sudah bertumpuk-tumpuk itu.

" Apakah semua itu sudah cukup Rumi..??" tanya Rion lagi.

"ini sudah cukup dan bahkan sudah lebih dari cukup.. bahkan aku pusing mauku kemanakan sisa-sisa daging ini nanti.." ucap Gayatri merasa bingung. Rion pun menepuk kepalanya pelan.

"Rumi, semua daging-daging ini bisa kamu simpan di dalam ruang dimensi. akan secara otomatis daging-daging ini tidak akan membusuk di sana. jadi kamu bisa setiap hari menikmati daging ayam hutan ini." ucap Rion. Gayatri yang mendengar penuturan Rion pun berbinar.

"Apakah kamu yakin Rion... Apakah kamu serius... jadi aku tidak akan kelaparan lagi dong..!!" ucap Gayatri dengan riang gembira tatkala Rion menaikkan alisnya. Rion yang melihat kebahagiaan sederhana yang tercetak dari raut wajah tuannya itu benar-benar takjub. pasalnya ini hanya sebuah daging, Bagaimana nanti kalau Ia mendapat emas dan permata. tidak bisa Rion bayangkan Bagaimana senangnya dan respon yang akan ditunjukkan oleh tuannya ini.

"Ya sudah kalau begitu. ayo cari sungai dan kita bersihkan semua daging-daging ini." ucap Gayatri lagi. Rion pun langsung memusatkan pikirannya mencari mata air atau sungai yang ada di dekat hutan ini. tak lama Ia pun langsung menemukan teletak sungai tersebut.

"aku sudah menemukan sungainya. ayo kita ke sana.." ucap Rian kembali. sebelum mereka pergi menuju sungai, terlebih dulu Gayatri memasukkan hewan-hewan buruan itu ke dalam ruang dimensinya agar mereka tidak kerepotan membawanya.

Setelah semuanya telah Ia masukkan ke dalam ruang dimensi, Rion pun kembali menggendong Gayatri dengan gaya gendong yang sama. tapi kali ini Gayatri tidak memprotes dan tidak menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rion.

ketika Lion mulai terbang dari dahan satu ke dahan lainnya, Gayatri benar-benar menikmatin nuansa seperti itu. iya berpikir, alangkah baiknya ia juga bisa melakukan hal ini.

"Rion, Apakah aku juga bisa melakukan hal ini ?? seperti yang kamu lakukan ini.. terbang dari dahan satu ke dahan lainnya. jadi lebih menghemat tenaga dan juga waktu." ucap Gayatri kepada Rion.

"tentu saja Rumi, kamu bisa mempelajarinya. tak hanya ini yang perlu kamu pelajari, kamu juga harus belajar banyak tentang dunia ini." jawab Rion. Gayatri pun mengganggu anggukkan kepalanya mengerti.

Iya juga bertekad dalam hati, untuk kembali memulihkan keadaan keluarganya yang kini telah menjadi gelandangan atau rakyat biasa. ia ingin menunjukkan kepada orang yang telah menyakiti keluarga Gayatri Rumi, bahwa mereka bisa bangkit tanpa adanya dukungan dari mereka. tentu saja berhubungan dengan keluarga Tuan Senopati.

"Baiklah Rion. nanti kamu ajarkan aku bagaimana cara melatih kekuatan ini. dan juga bimbinglah aku untuk belajar banyak hal mengenai tempat ini." ucap Gayatri lagi. dan langsung disetujui oleh Rion.

"tentu saja Rumi.." ucap Rian lagi. tak lama mereka pun sampai di sungai itu.

sesampainya mereka di sana, Rian langsung menurunkan Gayatri dari gendongannya. Gayatri juga langsung mengeluarkan ayam-ayam hasil buruan mereka. Rion dan Gayatri pun langsung membersihkan ayam-ayam itu.

setelah ayam-ayam itu bersih, Rion dan Gayatri pun langsung meninggalkan tempat tersebut. pasalnya Gayatri harus kembali ke rumah sebelum keluarganya pulang dari pasar.

***

tak menunggu waktu yang lama, Rion dan Gayatri pun sampai di gubuk kecil itu. namun Di Dalam gubuk itu ada pemandangan aneh, di mana ada seseorang yang tergeletak tak sadarkan diri dengan tubuh yang penuh dengan luka. Gayatri dan Rion pun segera mendekat ke gubuk itu. Gayatri juga memeriksa denyut nadi orang tersebut, ternyata orang itu hanya pingsan.

"Rion Siapa orang ini..??" tanya Gayatri kepada Rion. Rion pun mengangkat kedua bahunya. tentu saja ia tidak mengenali orang tersebut, toh mereka berdua baru kembali.

"tidak tahu Rumi, sepertinya Ia adalah rakyat biasa yang mungkin mendapatkan kemalangan atau tersesat dari rombongannya. lihatlah luka di sekujur tubuhnya, barangkali ia diserang oleh beberapa perampok atau lainnya. sebaiknya kamu bantu saja dan rawat dia." usul Rion lagi.

Gayatri menghela nafasnya pelan. Iya juga tidak sampai hati membiarkan orang sekarat di depan matanya.

"Baiklah Rion. tolong bantu aku untuk memindahkan tubuh ini ke dalam gubuk.." ucap Gayatri kepada Rion. Rian pun dengan segera mengangkat tubuh yang penuh dengan luka dan darah di mana-mana. dengan pelan-pelan Rion langsung meletakkan orang tersebut di atas peraduan yang sudah kelihatan lapuk.

"terima kasih Rion.." ucap Gayatri. Gayatri pun langsung mengambil obat-obatan yang ada di ruang dimensi. sementara Gayatri melarang Rion untuk kembali ke ruang dimensi untuk sementara, karena Gayatri masih membutuhkan Rion di sampingnya.

"Rion jangan kembali dulu. temani aku di sini, mana tahu aku masih membutuhkan tenagamu." ucap Gayatri. Rion pun menurut. Gayatri mulai melepaskan baju yang menempel di tubuh pemuda itu. darah darah yang ada di tubuhnya sudah mengering. dengan telaten Gayatri mulai mengobati orang tersebut sampai selesai, tak lupa Gayatri juga menjahit beberapa luka yang menganga lebar dan dalam. setelah Gayatri melakukan hal itu, Gayatri tak lupa langsung menutupi luka-luka itu dengan perban.

"sudah selesai... Rion menurutmu, Apakah ia orang jahat atau tidak. Aku tidak ingin membahayakan keluargaku dengan menyelamatkan orang yang jahat." ucap Gayatri meminta pendapat dari Rion.

"menurutku Rumi, dia bukanlah orang jahat.. tapi sepertinya, memang sengaja ada orang yang berusaha untuk melenyapkannya. kamu rawat saja dia dengan baik." ucap Rion lagi.

"Ya sudah kalau begitu.." ucap Gayatri. setelah itu Rion pun langsung pamit kembali masuk ke dalam ruang dimensi.

***

sekembalinya Rion ke dalam ruang dimensi, kini Gayatri beralih untuk memasak menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya. karena ia sudah mendapatkan daging, maka ia berencana untuk memasak ayam goreng, ayam kalio, dan ayam bakar.

Gayatri mulai menyiapkan bahan-bahan yang ia perlukan, semuanya ia datangkan dari ruang dimensi.

dengan telaten tangannya mulai meracik bumbu-bumbu dan mulai menggoreng ayam tersebut. saat itu juga terciumlah aroma yang sangat membuat perut menggebu-gebu minta diisi. andai saja ada orang di sampingnya, mungkin mereka tidak akan sabar ingin mencicipi makanan yang telah Gayatri masak. Tapi sayangnya, orang yang berada di sampingnya hanyalah orang yang sedang pingsan.

***

setelah Gayatri selesai dengan menu masakannya, dan telah selesai bersih-bersih serta membantu laki-laki yang masih setia dalam tidurnya itu, menyeka tubuhnya yang kaku.

keluarga Gayatri pun pulang kembali dari pasar.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

milk_ch0co

milk_ch0co

*Rion

2023-02-27

1

milk_ch0co

milk_ch0co

*rion

2023-02-27

1

Septi Verawati

Septi Verawati

ayam guring 🍗🍗🍗

2022-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!