5. membahas minyak goreng

keluarga itu masih setia mendengarkan penjelasan Gayatri mengenai makanan-makanan langka yang baru mereka tahu keberadaannya dan manfaatnya. termasuk ubi jalar yang tak hanya bisa direbus Namun ternyata juga bisa digoreng. tapi yang jadi pertanyaan di kepala mereka, Apa itu goreng..??

seumur-umur mereka belum pernah mendengar kata goreng, apalagi makanan yang digoreng. mereka hanya tahu dengan sistem rebus rebus dan rebus. tak ada istilah panggang, goreng, atau lainnya. karena merasa penasaran dengan kata goreng itu, Diran sang kakak langsung menanyakannya kepada Gayatri.

"Aya, apa itu goreng dek..?" tanya Diran dengan sejuta penasaran di dalam hatinya. Gayatri kembali mencolos, Apakah sebegitu ketinggalan zamannya, sampai kata goreng dan menggoreng saja mereka tidak tahu.

"Kak goreng itu, seperti memasak ikan di dalam minyak panas. dan rasanya akan lebih garing dan enak." ucap Gayatri lagi. badiran yang masih belum mengerti hanya menganggu-anggukan kepalanya Begitu juga dengan kedua orang tua mereka.

Gayatri yang menyadari bahwa kakaknya Masih belum paham mengenai penjelasannya itu, Ia pun kembali bertanya kepada sang kakak dan kedua orang tuanya.

"Apakah di sini ada minyak..??" tanya Gayatri.

"Ada nak, tapi minyak itu digunakan hanya untuk obat-obatan tradisional dan bukan hal yang lain." ucap Tuan Senopati. menurut mereka, minyak yang berasal dari lemak daging yang Gayatri maksud.

"memangnya minyak itu bisa menggoreng.??" tanya mereka lagi karena belum puas mendapatkan jawaban dari sang adik. pertanyaan ambigu yang dilontarkan oleh kakaknya Diran itu sukses membuat Gayatri geleng-geleng kepala.

"Ya sudah Kak begini saja.. Apakah di sini ada kelapa yang sudah tua..??" tanya Gayatri lagi. lagi-lagi kedua orang tuanya dan saudaranya menggelengkan kepala. bukan karena tidak ada, Namun karena mereka tidak tahu apa itu kelapa.

"hm.. Apa itu kelapa nak..?? seumur-umur Ayah baru mendengar namanya.." ucap Tuan Senopati dengan tampang bodoh tak mengerti. melihat ekspresi lucu ayahnya itu Gayatri terkekeh. Iya kehabisan kata untuk menjelaskan apa itu kelapa dan apa itu goreng.

"em... begini saja yah. nanti aya akan buktikan atau carikan dulu buah kelapa, baru nanti aya akan tunjukkan bagaimana cara membuat minyak goreng dan cara menggoreng. untuk sekarang, ubinya sudah matang. Tapi Ayah ingin mengatakan mau menjual hasil hutan yang baru saja kita cari..??" ucap Gayatri kembali menyadarkan sang ayah dengan niat awalnya.

Gayatri pun langsung meniriskan ubi yang sudah mereka rebus tadi. lalu Tri juga memindahkan sebagian untuk ayahnya bawa sebagai bekalnya di perjalanan.

tak lama Gayatri pun menyediakan dan meletakkan ubi yang sudah direbus tadi di atas piring dan memanggil keluarganya untuk mencicipi makanan tersebut.

"ayo ayah, ibu, kakak. silakan dimakan. tidak perlu khawatir ini rasanya enak." ucap Gayatri sambil mengambil satu potong ubi yang ada di piring itu kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. kedua orang tuanya dan kakaknya yang melihat itu pun hanya mampu meneguk saliva mereka. Mereka ingin mendengar penuturan atau pendapat dari Gayatri terlebih dahulu.

Namun karena Gayatri mengacuhkan mereka dan menikmati makanannya, keluarganya pun tak lagi menunggu Gayatri memberikan pernyataan atau ultimatum tentang makanan ini. dengan ragu-ragu mereka bertiga mengambil potongan-potongan ubi yang sudah direbus tadi dengan pelan dan langsung memasukkannya ke dalam mulut mereka.

saat ubi tersebut menyapa indra perasa mereka, ketiganya sontak membulatkan mata mereka. menurut mereka bagaimana rasanya begitu manis, padahal tadi Gayatri tidak mencampurkan apapun kecuali air dan ubi ini.

"Aya... Kenapa rasa ubi ini sangat manis..?? Apakah kamu mencampurkan sesuatu dek..??" tanya Diran kepada Gayatri. Gayatri tersenyum tatkala mendapati pertanyaan dari sang kakak.

"tentu saja tidak Kak, rasa manis itu memang langsung dari tubuhnya sendiri."ucap Gayatri. sementara kedua orang tua mereka tidak memperdulikan percakapan kecil anak-anak mereka itu. mereka larut dalam kenikmatan ubi jalar yang sudah mereka rebus dan memakannya tanpa henti. badiran yang melihat kedua orang tuanya memakan ubi tersebut tanpa henti pun protes.

"ayah, ibu sisakan untuk Diran dan adik.."protes badiran tatkala melihat kedua orang tuanya memakan makanan tersebut tanpa memperdulikan apapun. kedua orang tua mereka yang mendengar protes sang anak pun tersenyum malu-malu.

"hehehe.. maafkan ayah dan ibu nak, rasanya sangat enak dan tentu saja baru pertama kali kita merasakan makanan seperti ini. buah ini banyak tumbuh di hutan Namun kita tidak tahu khasiatnya dan kegunaannya. andai saja dulu kita tahu bahwa ubi ini bisa dimakan pasti kita tidak akan kelaparan." ucap Tuan Senopati.

"sudahlah Kak nanti kan bisa dimasak lagi. Ayah sepertinya buru-buru mau pergi jualan sebelum matahari terbenam nanti." ucap Gayatri lagi. Gayatri memang memasak cukup banyak karena ia tahu bahwa waktu mereka berangkat ke hutan untuk mencari bahan makanan mereka hanya memakan makanan yang tersisa. itu pun jumlahnya tidak seberapa. jadi ketika Gayatri memasak ubi sebagai bukti dan percobaan Gayatri malah memasak banyak, sekalian untuk makan siang mereka.

"Ibu juga akan ikut pergi berjualan bersama ayah. jadi kakak dan adik di rumah saja Tidak perlu kemana-mana." ucap nyonya diaswari. Tuan Senopati juga setuju. semenjak anak-anaknya sembuh dari penyakit kusta tersebut, Tuan Senopati tak sekalipun mengizinkan putranya di ran pergi menemaninya belanja atau berjualan ke pasar. Iya tidak ingin wanita-wanita bangsawan itu meminta dan memaksa kehendak mereka kepada putranya.

"iya, Ayah juga setuju dengan penuturan Ibu kalian. sebaiknya kakak sama adik di rumah saja dan jangan kemana-mana. tunggu bapak dan Ibu pulang." ucapkan Senopati.

Tuan Senopati dan nyonya diaswari memiliki alasan sendiri mengatakan anak-anaknya tidak perlu ke mana-mana. karena jauh di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, kedua anak mereka ini pasti ingin sekali meringankan beban mereka.

"Baiklah Yah, baiklah Bu, Diran akan di sini menemani adik Diran yang nakal ini. ayah sama ibu hati-hati di jalan, jika tidak ada yang terjual jangan menunggu sampai malam hari." ucap badiran menasehati kedua orang tuanya. bukan tidak mungkin badiran menasehati kedua orang tuanya, pasalnya kedua orang tuanya ini banting tulang tanpa mengenal waktu.

"Baiklah nak kalau begitu.." ucap Tuan Senopati. setelah mereka selesai mencicipi ubi rebus itu, Tuan Senopati dan nyonya diaswari pun langsung bersiap-siap untuk berangkat ke pasar menjual hasil hutan Mereka.

Gayatri juga membantu kedua orang tuanya untuk mengonggok buah rambutan itu dan mengikatnya dengan rapi. agar para pembeli dan kedua orang tuanya tidak kerepotan mencari tempat untuk buah rambutan itu. tak hanya buah rambutan buah lengkeng pun ikut mereka jajakan.

setelah kedua orang tua Gayatri merasa sudah cukup dan lengkap. Mereka pun langsung berangkat berjualan ke pasar dengan matahari yang sudah berada di atas kepala. Beruntungnya, pasar itu tak berada di dalam pusat kota. pasar kecil-kecilan itu berada di perkampungan yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. dan untungnya pasar itu buka dari pagi sampai menjelang malam hari.

***

selepas kepergian kedua orang tua mereka. Gayatri pun langsung melihat ke arah sang kakak yang masih membereskan tungku dan beberapa peralatan yang baru saja mereka gunakan tadi.

"Kak, temani Gayatri untuk mencari buah kelapa. Kalau tidak salah di sekitar daerah ini Gayatri melihat ada pohon kelapa yang buahnya sudah berjatuhan." ucap Gayatri kepada kakaknya itu. badiran berpikir, bener juga apa yang diutarakan oleh adiknya. lebih baik mencari dan menemukan seperti apa buah kelapa itu. Iya juga masih penasaran dengan cara pengolahan minyak goreng yang katanya bisa menggoreng ubi jalar itu.

"Baiklah tapi kita jangan lama-lama ya dek, nanti Kakak kena omel sama ibu.." ucap badiran. Diran sebenarnya setengah Hati mengiyakan ajakan adiknya, namun semenjak Gayatri bangun dari tidur panjangnya itu sifatnya benar-benar berubah. jika permintaannya tidak disetujui atau tidak mau menemani Gayatri pergi, maka Gayatri dengan senang hati akan pergi sendiri. tentu saja sebagai seorang kakak tidak akan membiarkan adiknya pergi seorang diri apalagi pergi mengelilingi hutan.

Gayatri yang mendengar penuturan sang Kakak pun menggoda kakaknya itu.

"iya iya kak, Aya baru tahu ternyata kakak sangat takut diomeli oleh ibu." ucap Gayatri menyindir kakaknya itu. Diran pun hanya menyedihkan bibirnya tanpa menimpali ucapan sang adik.

setelah ia selesai membereskan tempat yang mereka pakai saat mencicipi ubi jalar itu, Diran pun langsung mengambil satu keranjang yang tadi ia bawa ke hutan.

"ayo berangkat, Kakak penasaran dengan buah kelapa itu. Apakah buah kelapa itu juga bisa dimakan dek..??" tanya Diran.

"tentu saja bisa Kak. air kelapa itu sangat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. isinya juga sangat enak untuk dimakan saat panas-panas seperti ini." tutur Gayatri yang tentu saja membuat kakaknya semakin penasaran.

"Ya sudah, ayo kita cari.." ucap Diran lagi.

tak menunggu waktu lama Mereka pun langsung pergi mencari buah kelapa. ternyata buah kelapa itu tumbuh subur di sekitaran tempat tinggal mereka. buktinya tak jauh mereka jalan meninggalkan gubuk mereka itu, mereka langsung bertemu dengan pohon kelapa yang menjulang tinggi dengan buah yang padat. Gayatri tentu saja sangat senang melihat hal itu.

"lihat Kak !! kita sudah menemukan buah kelapa itu.." ucap Gayatri dengan riang gembira. Diran pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh adiknya itu. alangkah terkejutnya badiran melihat pohon yang begitu tinggi dan menjulang ke atas langit. Iya terkejut. setahunya buah kelapa ini benar-benar tidak memiliki banyak manfaat yang hanya diabaikan oleh mereka dan bahkan para penduduk setempat yang datang berburu ke hutan ini.

"kamu yakin ini adalah pohon kelapa dek..??" tanya Diran dengan tampang bodohnya. Gayatri pun tidak peduli lagi, Iya langsung mengumpulkan kelapa-kelapa yang sudah jatuh di dekat pohonnya itu satu persatu. kemudian meminta tolong kepada sang kakak untuk sama-sama mengupas kulit kelapa itu.

"Kak ayo kita kupas kulitnya. karena kalau kita bawa beserta dengan kulit-kulitnya, kita hanya akan dapat sedikit." ucap Gayatri lagi. Diran pun tidak bertanya lagi, Iya langsung mendekat ke arah sang adik dan membantu adiknya untuk mengupas kulit kelapa itu.

Gayatri yang melihat buah kelapa yang banyak itu, iya berpikir sejenak. tidak mungkin mereka akan menyelesaikan mengupas kulit buah kelapa ini tanpa bantuan alat lainnya. apalagi sang kakak sepertinya kesulitan membuka dan memisahkan kulit kelapa dengan tempurungnya. iya berpikir sejenak.

sebenarnya Gayatri memiliki alat pengupas batok kelapa itu di dalam ruang dimensinya. namun tidak mungkin ia mengeluarkannya di depan mata kakaknya. bisa-bisa kakaknya akan bertanya dan pasti Gayatri tidak bisa menjawabnya. Gayatri terus berpikir dengan otak kecilnya itu. tiba-tiba, kepalanya langsung terlintas sebuah ide.

"Kak tolong pinjamkan aku golok Kakak sebentar." ucap Gayatri sambil meminta golok yang ada di tangan kakaknya. Diran pun langsung terkejut tidak mungkin di run akan membiarkan adiknya memegang benda keras itu.

"untuk apa, kakak tidak akan membiarkanmu memegang benda keras ini dengan tanganmu katakan saja apa yang kamu inginkan.." ucap Diran lagi. Gayatri menghela nafasnya kasar.

" huf... kalau begitu carikan Gayatri sebuah tongkat kayu yang kokoh dan tajamkan atau runcing kan ujungnya." ucap Gayatri. walaupun badiran meragukan permintaan sang adik, Diran tetap mencari kayu dan membuat ujung kayu itu seperti yang Gayatri harapkan.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

nila elfianti

nila elfianti

ni sprt cerita baili ,pot emas era 70, seru ceritanya,

2023-03-10

0

Lailatulfitriah Fitri

Lailatulfitriah Fitri

semangat up thor

2023-01-03

1

Nur

Nur

mantapppp

2022-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!