Gayatri pun langsung mengikuti si kecil Rion yang membawanya untuk melihat mata air kehidupan yang telah di ucapkan nya tadi. sesekali Gayatri mengedarkan pandangannya, menelisik tempat tersebut.
tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di sebuah mata air yang sangat jernih dan harum. mata air itu keluar dari sebuah batu yang ada disana, dibawah batu itu, sudah terdapat kolam yang menampung air tersebut. namun, yang membuat heran ialah, kolam itu tidak penuh-penuh, padahal airnya sangat deras.
"Nah, tuan, ini adalah air kehidupan. air ini dapat digunakan kepada apapun. baik itu untuk di minum, di campur dengan air mandi, bahkan untuk menyiram tanaman. semua nya bisa menggunakan air kehidupan ini tuan." jelas Rion lagi. Gayatri benar-benar takjub melihat kejernihan air itu.
"kalau tuan tidak percaya, tuan bisa mencobanya." ucap anak laki-laki itu kembali. Gayatri, tanpa mengatakan apapun, langsung meneguk air itu dengan tangannya. seketika, rasa segar melalui tenggorokan nya.
"mmm... ini airnya enak Rion. dan juga harum.." cicit Gayatri. ia kembali mengambil dan meneguk air itu.
"oh iya. apa aku boleh membawa air ini, untuk ku berikan pada keluarga ku." ucap Gayatri. Rion tertegun. untuk apa tuan nya meminta izin kepada nya, sementara ia adalah pemilik air itu.
"Tentu saja tuan. air itu adalah milik mu. tuan ingin memberikannya pada siapapun, itu adalah hak tuan. aku disini hanya menjaga milik tuan saja.." ucap Rion lagi. mendengar penuturan dari Rion. Gayatri sangat gembira.
"tapi tuan, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui tentang dunia dimensi tuan. cukup tuan sendiri saja yang tau.." ucap Rion menasehati Gayatri. Gayatri pun paham, alasan supaya tidak ada yang tau mengenai ruang dimensi ini.
"kamu tenang saja Rion. aku juga tidak mau memberitahukannya kepada orang lain. tapi, bagaimana cara ku membawa air ini ya...??" ucap Gayatri mengelus dagunya sambil berpikir. Rion pun langsung bersuara.
"kenapa pusing tuan. ruang dimensi tuan menyediakan semua yang tuan butuhkan. semuanya ada di gudang itu." ucap Rion sambil menunjuk sebuah istana yang berdiri kokoh tak jauh dari mereka. mendengar Rion menyebut istana itu sebagai gudang. Gayatri langsung menjatuhkan rahangnya. memangnya ada, gudang yang berbentuk seperti istana..?? begitu lah pikirannya.
"ayo tuan. aku ajak kesana.." ucap Rion lagi. Gayatri pun tidak menolak, ia masih syok dengan penuturan Rion. mereka berdua pun, jalan mendekat kearah istana megah itu. Setelah itu mereka berdua pun langsung masuk ke dalam istana yang megah yang tadi Rion disebut sebagai gudang.
"ayo Tuan lihat semua yang ada di sini. Apakah ada benda yang dapat digunakan untuk menampung air kehidupan itu agar tuan bisa membawanya."ucap Rion sambil menunjuk-nunjuk benda-benda tersebut.
Gayatri yang melihat semua benda-benda yang berasal dari zaman modern itu kembali terkejut. menurutnya Ini adalah benar-benar sebuah anugerah.
"wah Apa bener semua ini asli Rion..?" tanya Gayatri tidak percaya. Rion pun menganggukkan kepalanya tanda apa yang Gayatri lihat itu adalah kebenaran dan bukan hau semata.
"benar tuan, semua benda-benda yang ada di zaman tuan dulu ada di sini. Jadi jika Tuan menginginkan apapun tuan bisa mendapatkannya di sini."tutur rion lagi. tanpa pikir panjang, Gayatri pun langsung mengambil sebuah botol yang ukurannya tidak terlalu besar dengan botol Aqua.
setelah itu Gayatri berlari menuju mata air kehidupan itu. Iya pun langsung mengisi mata air kehidupan itu di botol tersebut.
blubuk blubuk blubuk
setelah botol kecil itu penuh. Gayatri pun langsung mengangkatnya. kemudian menatap takjub air yang sangat jernih ini. saat Gayatri sedang fokus menatap air itu, si kecil Rion kembali bersuara.
"Tuan air itu memiliki banyak khasiat. Satu tetes air itu saja sudah membuat air biasa menjadi berguna. air itu bisa Tuan campurkan dengan air biasa untuk minum, bisa juga dengan air yang dijadikan untuk menyiram tanaman atau untuk minuman hewan. itu bisa juga digunakan jika seandainya tuan memiliki kosmetik atau sebagainya. air itu juga dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. jangan sampai ada orang yang tahu jika Tuan memiliki air kehidupan ini. karena, orang-orang yang serakah pasti akan mengincarnya ya walaupun mereka tidak akan dapat menemukannya." tutur Rion lagi dengan sombongnya. Gayatri yang mendengar penuturan Rion itu pun mengangguk mengerti.
"lalu bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini. dan Apakah ada cara, jika aku menginginkan sebuah barang yang ada di tempat ini dapat ku ambil tanpa harus memasuki ruang dimensi ini..??" tanya Gayatri kepada Rion. Rion pun mengganggukan kepalanya.
"tentu saja tuan, jika Tuan ingin keluar dari ruang dimensi dan ingin masuk, Tuan hanya perlu memusatkan pikiran dan memikirkannya saja. kemudian, jika Tuan menginginkan benda-benda atau barang-barang yang terdapat di ruang dimensi tuan, tuan pun bisa memilikinya hanya dengan memikirkannya saja." jelas Rion kepada Gayatri. Gayatri pun kembali menganggukkan kepalanya.
"Baiklah terima kasih Rion. kalau begitu aku harus segera pulang, rasanya aku sudah sangat lama berada di sini. aku takut kakak dan kedua orang tuaku mencariku dan mencemaskanku."tutur Gayatri lagi.
"Tuan tenang saja, satu hari Tuan berada di ruang dimensi ini sama halnya satu jam di dunia nyata. jadi tidak perlu khawatir."ucap Rion lagi.
"mmm... Baiklah kalau begitu aku pamit ya. Oh iya Rion.. besok-besok jangan memanggilku tuan, panggil saja aku Gayatri atau rumi. kalau mau panggil kakak juga boleh, yang penting jangan memanggilku dengan sebutan tuan." ucap Gayatri kepada Rion. tanpa menunggu respon dari si kecil Rion, Gayatri pun langsung memusatkan pikirannya dan keluar dari tempat itu.
***
di dunia nyata. pada saat Gayatri pingsan, badiran langsung mengangkut tubuh adiknya dan merebahkannya di atas parate yang hampir lapuk itu. pertama-tama badiran menepuk-nepuk pipi sang adik agar terbangun dari pingsannya. wajah Diran pun sudah memasang ekspresi cemas dan takut. Iya takut adiknya kembali sakit dan tertidur lama.
"Gayatri bangun dek..!!" ucap badiran menepuk-nepuk Pipi Gayatri dengan putus asa. matanya mulai berkaca-kaca. bahkan badiran sudah mengoleskan minyak yang aromanya sangat menyengat untuk membantu indra penciuman Gayatri. tapi tak ada tanda-tanda adiknya akan terbangun.
30 menit telah berlalu, Diran benar-benar putus asa. Iya takut bahwa adiknya akan kembali tertidur. Iya pun tak henti-hentinya merututi kebodohannya yang membiarkan sang adik membantunya mengumpulkan kayu bakar di samping rumah mereka. iya berandai-andai, andai saja ia melarang keras sang adik pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi. saat badiran menangis putus asa, tiba-tiba tangan Gayatri bergerak pelan. kemudian pelan-pelan membuka matanya.
"kakak...!!" seru Gayatri. Gayatri memanggil kakaknya yang menunduk dan menangis karena merasa cemas dengan adiknya itu. Diran yang mendengar panggilan sang adik pun langsung mengangkat kepalanya. dan segera berdiri melihat kondisi adiknya itu.
"Gayatri kamu tidak apa-apa.. syukurlah kamu sudah siuman. Kakak benar-benar cemas dan khawatir, Kakak benar-benar takut kamu tertidur kembali dan akan lama bangunnya."ucap badiran sambil menangis seperti anak kecil. Gayatri yang melihat kakaknya berperilaku seperti itu pun tersenyum. Bagaimana tidak, walaupun tubuh kakaknya dipenuhi dengan penyakit kusta namun dari ekspresi sang kakak sangat terlihat lucu. badiran pun melihat senyum adiknya dan mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu tersenyum melihat Kakak seperti itu.. Kamu tahu kan kakak benar-benar sangat sayang dan sangat mengkhawatirkanmu...!!"gerutu badiran.
"jika kakak tahu akan terjadi seperti ini, kakak pasti tidak akan mengizinkanmu untuk melakukan pekerjaan apapun."ucap badiran lagi. Gayatri yang melihat ekspresi marah kakaknya yang menurutnya sangat lucu itu, malah membuatnya semakin tersenyum sumringai. badiran yang melihat senyum adiknya itu pun tak kuasa memarahinya kembali.
"lain kali, jangan melakukan hal bodoh. Kakak masih belum siap kehilanganmu.."ucap badiran menyentil kening adiknya.
"auch... sakit Kak"ucap Gayatri sambil memegang keningnya itu. kemudian Gayatri memaksa bangun dan duduk di atas tempat tidur yang sudah mau lapuk itu. kemudian Gayatri langsung beralasan ingin ke belakang sebentar.
"Kak, Gayatri ke belakang sebentar ya.." ucap Gayatri sambil berjalan meninggalkan badiran yang masih berada di sana. namun badiran dengan sigap mencekal tangan sang adik.
"biar Kakak bantu.."ucap Diran menyekal tangan adiknya itu. Gayatri pun melihat ke arah sang kakak Dan tersenyum.
"tidak usah Kak, malu... lagi pula Gayatri bisa jalan sendiri kok.."ucap Gayatri lagi. Gayatri pun mau lanjutkan jalannya menuju ke arah belakang rumah. sesampainya di sana, Gayatri langsung melakukan ritual. setelah itu Gayatri cepat-cepat ke dapur dan mengambil air satu teko dan meneteskan sedikit air kehidupan di dalamnya. kemudian Gayatri mengacau air yang ada di teko itu agar menyatu dengan air kehidupan. setelah itu Gayatri langsung membawa teko itu keluar. Diran yang melihat Gayatri keluar dengan membawa teko, langsung berinisiatif mengambil teko itu dari tangan sang adik.
"sini biar Kakak bantu.."ucap hadiran sambil mengambil alih teko dari tangan sang adik. Gayatri pun tersenyum dan membiarkan kakaknya mengambil alih teko itu. kemudian mereka kembali duduk setelah badiran menuangkan air itu ke dalam gelas.
"kakak pasti haus kan karena mencemaskanku. kakak minum juga karena Gayatri mengambil air minum ini, karena melihat kakak barwajah pucat. jadi Gayatri ini ya inisiatif untuk membawakan kakak minum."ucap Gayatri lagi.
badiran yang memang sudah haus dari tadi akibat terlalu lama menangis dan menahan rasa khawatir dan cemasnya, Ia pun mengambil air di gelas itu dan meneguknya sampai habis. Gayatri yang melihat kakaknya meneguk air itu pun tersenyum. Setelah meneguk air tersebut, Diran pun kembali meletakkan gelas itu di atas meja lapuk itu.
"Maaf ya Kak, karena Gayatri pekerjaan Kakak jadi tertunda." ucap Gayatri merasa bersalah. tapi tidak dengan badiran.
"enak saja, kakak saja sudah khawatir setengah mati kepadamu, kamu malah mengkhawatirkan pekerjaan kakak."protes badiran kepada sang adik.
saat mereka sedang bercakap-cakap. tiba-tiba ayah dan ibu mereka pulang dari hutan. saat melihat kedua orang tua mereka pulang dengan wajah sayu dan lelah, Gayatri benar-benar merasa kasihan kepada kedua orang tuanya ini.
"ibu sama bapak sudah pulang..??" tanya Gayatri. Gayatri pun langsung menuangkan air di gelas yang baru. dan langsung memberikannya kepada kedua orang tuanya. kedua orang tuanya yang merasa lelah dan haus pun langsung meneguk habis air tersebut.
entah kenapa, mereka yang dulunya merasa lelah seperti berenergi kembali. Begitu juga dengan Diran, pelan-pelan penyakit kustanya itu mengering dan satu persatu mulai hilang. namun tidak langsung hilang semuanya.
"ah airnya sangat segar nak.. bapak kembali bersemangat lagi.."ucap Tuan seno. Iya kemudian meminta satu gelas lagi kepada sang anak. dengan senang hati Gayatri menuangkannya di gelas sang ayah. tiba-tiba dyaswari Ibu mereka, memperhatikan raut wajah anaknya Diran. ia merasa bahwa, penyakit Diran sepertinya sudah mulai berkurang.
" nak, apa yang terjadi denganmu..?? sepertinya penyakit yang ada di dalam tubuhmu itu mulai hilang.. dan mulai sembuh.."tutur dyaswari kepada putranya. tuan seno pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah putranya. benar saja, penyakit putranya itu mulai sembuh dan tentu itu adalah kabar bahagia bagi mereka.
"benar Bu, penyakit Putra kita sepertinya sudah mulai sembuh.. syukurlah.." ucap Tuan seno sambil memandangi kedua anaknya itu.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Lismawati
aku udah baca sampe tamat ,tapi aku baca ulang lg krn ceritanya bener" bagus 👍
2024-09-19
0
shakia
mampir ya Thor kyknya keren ni cerita...sbgai salam perkenalannya aq kasih kopi ya Thor
2024-07-18
0
Kania Rahman
baru Nemu langsung mampir Thor 💪💪 dan selalu jaga kesehatan,
2023-02-15
1