2. mata air kehidupan

Gayatri pun langsung mengikuti si kecil Rion yang membawanya untuk melihat mata air kehidupan yang telah di ucapkan nya tadi. sesekali Gayatri mengedarkan pandangannya, menelisik tempat tersebut.

tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di sebuah mata air yang sangat jernih dan harum. mata air itu keluar dari sebuah batu yang ada disana, dibawah batu itu, sudah terdapat kolam yang menampung air tersebut. namun, yang membuat heran ialah, kolam itu tidak penuh-penuh, padahal airnya sangat deras.

"Nah, tuan, ini adalah air kehidupan. air ini dapat digunakan kepada apapun. baik itu untuk di minum, di campur dengan air mandi, bahkan untuk menyiram tanaman. semua nya bisa menggunakan air kehidupan ini tuan." jelas Rion lagi. Gayatri benar-benar takjub melihat kejernihan air itu.

"kalau tuan tidak percaya, tuan bisa mencobanya." ucap anak laki-laki itu kembali. Gayatri, tanpa mengatakan apapun, langsung meneguk air itu dengan tangannya. seketika, rasa segar melalui tenggorokan nya.

"mmm... ini airnya enak Rion. dan juga harum.." cicit Gayatri. ia kembali mengambil dan meneguk air itu.

"oh iya. apa aku boleh membawa air ini, untuk ku berikan pada keluarga ku." ucap Gayatri. Rion tertegun. untuk apa tuan nya meminta izin kepada nya, sementara ia adalah pemilik air itu.

"Tentu saja tuan. air itu adalah milik mu. tuan ingin memberikannya pada siapapun, itu adalah hak tuan. aku disini hanya menjaga milik tuan saja.." ucap Rion lagi. mendengar penuturan dari Rion. Gayatri sangat gembira.

"tapi tuan, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui tentang dunia dimensi tuan. cukup tuan sendiri saja yang tau.." ucap Rion menasehati Gayatri. Gayatri pun paham, alasan supaya tidak ada yang tau mengenai ruang dimensi ini.

"kamu tenang saja Rion. aku juga tidak mau memberitahukannya kepada orang lain. tapi, bagaimana cara ku membawa air ini ya...??" ucap Gayatri mengelus dagunya sambil berpikir. Rion pun langsung bersuara.

"kenapa pusing tuan. ruang dimensi tuan menyediakan semua yang tuan butuhkan. semuanya ada di gudang itu." ucap Rion sambil menunjuk sebuah istana yang berdiri kokoh tak jauh dari mereka. mendengar Rion menyebut istana itu sebagai gudang. Gayatri langsung menjatuhkan rahangnya. memangnya ada, gudang yang berbentuk seperti istana..?? begitu lah pikirannya.

"ayo tuan. aku ajak kesana.." ucap Rion lagi. Gayatri pun tidak menolak, ia masih syok dengan penuturan Rion. mereka berdua pun, jalan mendekat kearah istana megah itu. Setelah itu mereka berdua pun langsung masuk ke dalam istana yang megah yang tadi Rion disebut sebagai gudang.

"ayo Tuan lihat semua yang ada di sini. Apakah ada benda yang dapat digunakan untuk menampung air kehidupan itu agar tuan bisa membawanya."ucap Rion sambil menunjuk-nunjuk benda-benda tersebut.

Gayatri yang melihat semua benda-benda yang berasal dari zaman modern itu kembali terkejut. menurutnya Ini adalah benar-benar sebuah anugerah.

"wah Apa bener semua ini asli Rion..?" tanya Gayatri tidak percaya. Rion pun menganggukkan kepalanya tanda apa yang Gayatri lihat itu adalah kebenaran dan bukan hau semata.

"benar tuan, semua benda-benda yang ada di zaman tuan dulu ada di sini. Jadi jika Tuan menginginkan apapun tuan bisa mendapatkannya di sini."tutur rion lagi. tanpa pikir panjang, Gayatri pun langsung mengambil sebuah botol yang ukurannya tidak terlalu besar dengan botol Aqua.

setelah itu Gayatri berlari menuju mata air kehidupan itu. Iya pun langsung mengisi mata air kehidupan itu di botol tersebut.

blubuk blubuk blubuk

setelah botol kecil itu penuh. Gayatri pun langsung mengangkatnya. kemudian menatap takjub air yang sangat jernih ini. saat Gayatri sedang fokus menatap air itu, si kecil Rion kembali bersuara.

"Tuan air itu memiliki banyak khasiat. Satu tetes air itu saja sudah membuat air biasa menjadi berguna. air itu bisa Tuan campurkan dengan air biasa untuk minum, bisa juga dengan air yang dijadikan untuk menyiram tanaman atau untuk minuman hewan. itu bisa juga digunakan jika seandainya tuan memiliki kosmetik atau sebagainya. air itu juga dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. jangan sampai ada orang yang tahu jika Tuan memiliki air kehidupan ini. karena, orang-orang yang serakah pasti akan mengincarnya ya walaupun mereka tidak akan dapat menemukannya." tutur Rion lagi dengan sombongnya. Gayatri yang mendengar penuturan Rion itu pun mengangguk mengerti.

"lalu bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini. dan Apakah ada cara, jika aku menginginkan sebuah barang yang ada di tempat ini dapat ku ambil tanpa harus memasuki ruang dimensi ini..??" tanya Gayatri kepada Rion. Rion pun mengganggukan kepalanya.

"tentu saja tuan, jika Tuan ingin keluar dari ruang dimensi dan ingin masuk, Tuan hanya perlu memusatkan pikiran dan memikirkannya saja. kemudian, jika Tuan menginginkan benda-benda atau barang-barang yang terdapat di ruang dimensi tuan, tuan pun bisa memilikinya hanya dengan memikirkannya saja." jelas Rion kepada Gayatri. Gayatri pun kembali menganggukkan kepalanya.

"Baiklah terima kasih Rion. kalau begitu aku harus segera pulang, rasanya aku sudah sangat lama berada di sini. aku takut kakak dan kedua orang tuaku mencariku dan mencemaskanku."tutur Gayatri lagi.

"Tuan tenang saja, satu hari Tuan berada di ruang dimensi ini sama halnya satu jam di dunia nyata. jadi tidak perlu khawatir."ucap Rion lagi.

"mmm... Baiklah kalau begitu aku pamit ya. Oh iya Rion.. besok-besok jangan memanggilku tuan, panggil saja aku Gayatri atau rumi. kalau mau panggil kakak juga boleh, yang penting jangan memanggilku dengan sebutan tuan." ucap Gayatri kepada Rion. tanpa menunggu respon dari si kecil Rion, Gayatri pun langsung memusatkan pikirannya dan keluar dari tempat itu.

***

di dunia nyata. pada saat Gayatri pingsan, badiran langsung mengangkut tubuh adiknya dan merebahkannya di atas parate yang hampir lapuk itu. pertama-tama badiran menepuk-nepuk pipi sang adik agar terbangun dari pingsannya. wajah Diran pun sudah memasang ekspresi cemas dan takut. Iya takut adiknya kembali sakit dan tertidur lama.

"Gayatri bangun dek..!!" ucap badiran menepuk-nepuk Pipi Gayatri dengan putus asa. matanya mulai berkaca-kaca. bahkan badiran sudah mengoleskan minyak yang aromanya sangat menyengat untuk membantu indra penciuman Gayatri. tapi tak ada tanda-tanda adiknya akan terbangun.

30 menit telah berlalu, Diran benar-benar putus asa. Iya takut bahwa adiknya akan kembali tertidur. Iya pun tak henti-hentinya merututi kebodohannya yang membiarkan sang adik membantunya mengumpulkan kayu bakar di samping rumah mereka. iya berandai-andai, andai saja ia melarang keras sang adik pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi. saat badiran menangis putus asa, tiba-tiba tangan Gayatri bergerak pelan. kemudian pelan-pelan membuka matanya.

"kakak...!!" seru Gayatri. Gayatri memanggil kakaknya yang menunduk dan menangis karena merasa cemas dengan adiknya itu. Diran yang mendengar panggilan sang adik pun langsung mengangkat kepalanya. dan segera berdiri melihat kondisi adiknya itu.

"Gayatri kamu tidak apa-apa.. syukurlah kamu sudah siuman. Kakak benar-benar cemas dan khawatir, Kakak benar-benar takut kamu tertidur kembali dan akan lama bangunnya."ucap badiran sambil menangis seperti anak kecil. Gayatri yang melihat kakaknya berperilaku seperti itu pun tersenyum. Bagaimana tidak, walaupun tubuh kakaknya dipenuhi dengan penyakit kusta namun dari ekspresi sang kakak sangat terlihat lucu. badiran pun melihat senyum adiknya dan mengerutkan keningnya.

"Kenapa kamu tersenyum melihat Kakak seperti itu.. Kamu tahu kan kakak benar-benar sangat sayang dan sangat mengkhawatirkanmu...!!"gerutu badiran.

"jika kakak tahu akan terjadi seperti ini, kakak pasti tidak akan mengizinkanmu untuk melakukan pekerjaan apapun."ucap badiran lagi. Gayatri yang melihat ekspresi marah kakaknya yang menurutnya sangat lucu itu, malah membuatnya semakin tersenyum sumringai. badiran yang melihat senyum adiknya itu pun tak kuasa memarahinya kembali.

"lain kali, jangan melakukan hal bodoh. Kakak masih belum siap kehilanganmu.."ucap badiran menyentil kening adiknya.

"auch... sakit Kak"ucap Gayatri sambil memegang keningnya itu. kemudian Gayatri memaksa bangun dan duduk di atas tempat tidur yang sudah mau lapuk itu. kemudian Gayatri langsung beralasan ingin ke belakang sebentar.

"Kak, Gayatri ke belakang sebentar ya.." ucap Gayatri sambil berjalan meninggalkan badiran yang masih berada di sana. namun badiran dengan sigap mencekal tangan sang adik.

"biar Kakak bantu.."ucap Diran menyekal tangan adiknya itu. Gayatri pun melihat ke arah sang kakak Dan tersenyum.

"tidak usah Kak, malu... lagi pula Gayatri bisa jalan sendiri kok.."ucap Gayatri lagi. Gayatri pun mau lanjutkan jalannya menuju ke arah belakang rumah. sesampainya di sana, Gayatri langsung melakukan ritual. setelah itu Gayatri cepat-cepat ke dapur dan mengambil air satu teko dan meneteskan sedikit air kehidupan di dalamnya. kemudian Gayatri mengacau air yang ada di teko itu agar menyatu dengan air kehidupan. setelah itu Gayatri langsung membawa teko itu keluar. Diran yang melihat Gayatri keluar dengan membawa teko, langsung berinisiatif mengambil teko itu dari tangan sang adik.

"sini biar Kakak bantu.."ucap hadiran sambil mengambil alih teko dari tangan sang adik. Gayatri pun tersenyum dan membiarkan kakaknya mengambil alih teko itu. kemudian mereka kembali duduk setelah badiran menuangkan air itu ke dalam gelas.

"kakak pasti haus kan karena mencemaskanku. kakak minum juga karena Gayatri mengambil air minum ini, karena melihat kakak barwajah pucat. jadi Gayatri ini ya inisiatif untuk membawakan kakak minum."ucap Gayatri lagi.

badiran yang memang sudah haus dari tadi akibat terlalu lama menangis dan menahan rasa khawatir dan cemasnya, Ia pun mengambil air di gelas itu dan meneguknya sampai habis. Gayatri yang melihat kakaknya meneguk air itu pun tersenyum. Setelah meneguk air tersebut, Diran pun kembali meletakkan gelas itu di atas meja lapuk itu.

"Maaf ya Kak, karena Gayatri pekerjaan Kakak jadi tertunda." ucap Gayatri merasa bersalah. tapi tidak dengan badiran.

"enak saja, kakak saja sudah khawatir setengah mati kepadamu, kamu malah mengkhawatirkan pekerjaan kakak."protes badiran kepada sang adik.

saat mereka sedang bercakap-cakap. tiba-tiba ayah dan ibu mereka pulang dari hutan. saat melihat kedua orang tua mereka pulang dengan wajah sayu dan lelah, Gayatri benar-benar merasa kasihan kepada kedua orang tuanya ini.

"ibu sama bapak sudah pulang..??" tanya Gayatri. Gayatri pun langsung menuangkan air di gelas yang baru. dan langsung memberikannya kepada kedua orang tuanya. kedua orang tuanya yang merasa lelah dan haus pun langsung meneguk habis air tersebut.

entah kenapa, mereka yang dulunya merasa lelah seperti berenergi kembali. Begitu juga dengan Diran, pelan-pelan penyakit kustanya itu mengering dan satu persatu mulai hilang. namun tidak langsung hilang semuanya.

"ah airnya sangat segar nak.. bapak kembali bersemangat lagi.."ucap Tuan seno. Iya kemudian meminta satu gelas lagi kepada sang anak. dengan senang hati Gayatri menuangkannya di gelas sang ayah. tiba-tiba dyaswari Ibu mereka, memperhatikan raut wajah anaknya Diran. ia merasa bahwa, penyakit Diran sepertinya sudah mulai berkurang.

" nak, apa yang terjadi denganmu..?? sepertinya penyakit yang ada di dalam tubuhmu itu mulai hilang.. dan mulai sembuh.."tutur dyaswari kepada putranya. tuan seno pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah putranya. benar saja, penyakit putranya itu mulai sembuh dan tentu itu adalah kabar bahagia bagi mereka.

"benar Bu, penyakit Putra kita sepertinya sudah mulai sembuh.. syukurlah.." ucap Tuan seno sambil memandangi kedua anaknya itu.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Lismawati

Lismawati

aku udah baca sampe tamat ,tapi aku baca ulang lg krn ceritanya bener" bagus 👍

2024-09-19

0

shakia

shakia

mampir ya Thor kyknya keren ni cerita...sbgai salam perkenalannya aq kasih kopi ya Thor

2024-07-18

0

Kania Rahman

Kania Rahman

baru Nemu langsung mampir Thor 💪💪 dan selalu jaga kesehatan,

2023-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!