6. buah kelapa

mohon koreksinya teman2. jika ada typo atau lainnya 🙏🙏😘

****

tak lama benda yang diminta Gayatri pun selesai dibuat oleh kakaknya. Gayatri pun langsung mengarahkan sang kakak untuk menancapkannya ke dalam tanah. Diran pun hanya menurut mengikuti instruksi sang adik. akhirnya alat untuk membuka batok kelapa itu pun selesai. Gayatri menatap benda itu dengan perasaan Takjub.

"kakak hebat. tak sia-sia punya kakak yang tampan dan bisa segalanya." ucap Gayatri memuji kakaknya sambil mengacungkan jempol nya kepada sang kakak.

badiran yang mendapat pujian tulus dari adiknya itupun tersenyum kikuk. ia menggarut kepalanya yang tidak gatal. Iya benar-benar salah tingkah mendapat pujian dari adiknya itu.

"apapun untukmu dek, pasti akan Kakak lakukan.." ucap Diran Kembali. Gayatri pun langsung mengambil satu buah kelapa dan mencoba alat tersebut. dengan kelihayannya di zaman modern dulu, dengan mudahnya Gayatri memisahkan batok dengan tempurungnya. Lagi-lagi badiran yang melihat kelihatan sang adik pun tercengang kembali.

iya berpikir, Kenapa adiknya ini banyak sekali kepandaiannya. alangkah malu dirinya, karena tidak mengetahui apa-apa dan tidak memikirkan apapun untuk mempermudah pekerjaan mereka.

namun di sisi lain, badiran juga khawatir benda itu akan mengenai adiknya. pasalnya runcingan pada kayu tersebut sangat kelihatan tajam.

"aya... Apakah tanganmu tidak sakit dek.. kakak saja yang melihatmu seperti ini sangat merasa ngeri." ucap badiran. Gayatri hanya tersenyum melihat kekhawatiran kakaknya.

"Kakak tenang saja. Aku sedang berusaha untuk belajar membiasakan pekerjaan ini. ketika kelapa-kelapa ini sudah terkumpul, maka kita akan memproduksi minyak kelapa. setelah kita memproduksi minyak kelapa kita juga bisa menjualnya dan menghasilkan pundi-pundi uang." tutur Gayatri sambil terus mengerjakan pekerjaannya. Diran pun berpikir, ia mengatakan kepada dirinya sendiri. memang sudah sepantasnya mereka bangkit dan membantu mengangkat perekonomian keluarga mereka.

tanpa pikir panjang lagi, Diran pun kembali mencari kayu dan membuatnya seperti semula. Iya benar aja bukan ujung kayu itu dan setelah selesai ia langsung menancapkannya ke dalam tanah dan mengikuti apa yang dilakukan oleh adiknya. saat Diran mencobanya, ternyata memisahkan batok dengan tempurungnya sangat mudah.

Mereka pun bekerja sama memisahkan kulit dengan batang kurung kelapa itu. selama 2 jam, akhirnya semua kelapa-kelapa yang mereka kumpulkan selesai mereka pisahkan dengan batoknya. terlihat kelapa-kelapa yang sudah dikupas itu menggunung di gundukan tanah. Untung saja tempat tinggal mereka dengan jarak tempat mereka mengupas kelapa kelapa itu tidak jauh. sehingga tidak menyusahkan mereka untuk membawa kelapa kelapa itu walaupun harus bolak-balik dari sana.

***

matahari pun mulai tenggelam. terlihat kedua orang tua mereka pulang dengan senyum yang mengembang di bibir mereka. ternyata barang dagangan yang mereka bawa habis ludes tak bersisa. setelah dagangan kedua orang tua mereka itu habis, keduanya pun langsung berbelanja membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya. tentu saja uang tersebut tidak langsung habis.

"ayah dan ibu sudah pulang.." ucap Gayatri terkejut melihat kedua orang tuanya sudah duduk di luar sambil melepas lelah. sementara Diran dan Gayatri berada di dalam mengerjakan pekerjaan rumah. jadi Gayatri cukup terkejut ketika ia keluar kedua orang tuanya telah berada di luar gubuk mereka.

Gayatri yang melihat senyum yang mengembang dan wajah ceria kedua orang tuanya itu pun menjadi heran. Iya bertanya-tanya apa yang menyebabkan kedua orang tuanya ini menyunggingkan senyum yang sangat manis.

"Ada apa ayah dan ibu tersenyum seperti itu..? Apakah baru dapat berkah..??" tanya Gayatri dengan sedikit menggoda kedua orang tuanya. tentu saja Gayatri dapat menembak hal yang membahagiakan kedua orang tuanya itu, melihat kedua keranjang yang mereka bawa dapat Gayatri simpulkan bahwa dagangan yang dijual ke pasar itu laris manis.

"syukurlah nak semua dagangan kita habis terjual. bahkan banyak pelanggan yang memesan buah rambutan apel dan kelengkeng itu kembali. jadi besok ayah berencana untuk pergi ke hutan mengambil buah-buahan itu kembali dan juga ubi jalar lagi. ternyata banyak yang menyukai ubi tersebut." tutur Tuan Senopati. Gayatri memicingkan matanya mendengar penuturan ayahnya.

"dari mana Ayah tahu bahwa mereka menyukai buah itu..??" tanya Gayatri lagi.

"kan ayah dan ibu membawa beberapa ubi yang sudah direbus ke pasar. jadi beberapa pelanggan yang masih merasa ragu tentang buah ini, ayah kasihkan ubi yang direbus itu untuk mereka coba. alhasil mereka sangat menyukainya, apalagi teksturnya sangat lembut." jelas Tuan Senopati lagi. saat mereka sedang bercakap-cakap tiba-tiba badiran pun ikut keluar.

"eh ayah dan ibu sudah pulang... Bagaimana yah, Bu. Apakah semuanya baik-baik saja..??" tanya Diran kepada kedua orang tuanya. Tuan Senopati pun tersenyum.

"tentu saja nak, semuanya laris manis.. Tapi saat ini ayah dan ibu sangat merasa lapar.." ucap Tuan Senopati sambil memegangi perutnya. Gayatri pun tersenyum.

"Ayah dan Ibu tenang saja, aku dan kak Diran sudah masak dan semuanya sudah beres. tapi sebelum kita makan alangkah baiknya ayah dan ibu membersihkan diri terlebih dahulu." ucap Gayatri lagi. kedua orang tua mereka pun setuju dan beranjak untuk membersihkan tubuh mereka sebelum akhirnya mereka makan malam.

namun sebelum mereka masuk ke dalam rumah, Tuan Senopati langsung angkat suara. Iya ingin menyerahkan sisa uang koin yang mereka dapatkan kepada sang anak.

"Aya... Ayah punya beberapa koin yang tersisa. tadi ayah dan ibumu berbelanja membeli beberapa kebutuhan pokok lainnya. maafkan ayah karena hanya ini sisa uang yang tertinggal.." ucapkan Senopati sambil menyerahkan beberapa koin perak di tangan putrinya. Gayatri pun menjadi bingung sendiri, Kenapa uang hasil belanja hari ini malah diberikan kepadanya.

"Kenapa tidak ayah dan ibu simpan saja, lagi pula Aya masih belum membutuhkannya.." ucap Gayatri. Tuan Senopati pun tersenyum.

"tidak apa-apa nak, kalian simpanlah uang ini untuk masa depan kalian nanti. dan besok-besok ayah juga akan menyerahkan uang kepada kalian untuk kalian kelola sendiri." tutur Tuan Senopati. setelah menyerahkan koin perak ke tangan kedua anaknya itu, Tuan Senopati pun langsung meninggalkan kedua anaknya yang masih terbangong-bengong. namun Diran langsung angkat suara.

"simpan saja dulu dek. mungkin Ayah ingin kita menabung untuk masa depan kita dari hasil jerih payah ayah dan ibu. mungkin Ayah masih merasa belum memberikan apa-apa kepada kita." ucap badiran menjelaskan kepada adiknya. entah kenapa Gayatri meneteskan air matanya, Iya meneteskan air matanya bukan karena sedih melainkan karena terharu melihat perhatian sang ayah kepada mereka.

"Baiklah akan aya simpan dan tabung uang ini.." ucap Gayatri lagi. Gayatri pun langsung menyelipkan uang koin itu ke dalam bajunya.

Gayatri dan badiran, yang sudah siap terlebih dahulu. mereka duduk di luar sambil tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing. tapi tiba-tiba sang kakak bersuara membuyarkan lamunan mereka.

" Oh ya dek, lalu kelapa itu mau kita apakan..??" tanya Diran kepada Gayatri. Gayatri pun berpikir sejenak. tentu saja kelapa itu akan mereka parut isinya. namun yang menjadi masalah, di mana Gayatri bisa mendapatkan parutan itu. otaknya berpikir dan terus berpikir mencari cara untuk mendapatkan mesin parutan kelapa. tapi tiba-tiba suara yang sudah lama tidak Gayatri dengar pun kembali terdengar.

"Rumi kamu memiliki mesin parut di dalam ruang dimensi. tapi yang menjadi kendala adalah, di sini tidak ada energi listrik untuk membuat benda itu bekerja. tapi masih ada satu cara lagi. kamu bisa menggunakan parutan secara manual hanya dengan menggerakkan kaki saja." tutur Rion dalam telepatinya. sejenak Gayatri pun terkejut, untuk sesaat ia benar-benar melupakan bahwa ruang dimensinya itu terdapat apa saja di dalamnya yang ia butuhkan.

( Oh iya aku hampir melupakannya.. terima kasih ya Rion.. nanti malam kamu keluarkan saja.) ucap Gayatri membalas telepati dari Rion. Rion pun langsung menyetujuinya.

karena Gayatri tidak menanggapi ucapan Diran, badiran pun kembali bertanya kepada adiknya.

" dek..??" panggil badiran mengejutkan sang adik.

" eh iya Kak ada apa..??" tanya Gayatri udah pura-pura tidak mengerti. padahal tadi ia sudah mendengar penuturan sang kakak.

"jadi kelapa itu mau kita apakan besok..??" tanya badiran lagi mengulang pertanyaannya. badiran juga memasang raut wajah kesal karena pertanyaannya tidak ditanggapi oleh sang adik.

"aduh Kakak gantengnya aya.. jangan memasang wajah kesal seperti itu dong, nanti gantengnya hilang.." ucap Gayatri membujuk kakaknya. Gayatri pun tersenyum.

"tentu saja, besok kita akan mulai memproduksinya Kak." ucap Gayatri lagi. badiran pun mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju. Tapi saat mereka sedang berbincang-bincang, sang ayah pun langsung datang tergesa-gesa. ternyata saat ayahnya baru kembali dari sungai untuk membersihkan dirinya, tidak sengaja di samping rumah ia melihat tumpukan benda-benda aneh yang ada di sana.

"nak tumpukan apa yang ada di samping rumah itu...??" tanya Tuan Senopati kepada kedua anaknya itu. Mereka pun mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh ayah mereka.

"Oh itu namanya kelapa yah.. dan besok kita akan mulai memproduksi minyak goreng dari kelapa itu." jelas badiran. Tuan Senopati sedikit mengamati buah tersebut Tapi kemudian ia mengerutkan keningnya.

"Apakah itu yang namanya buah kelapa?? bukankah buah ini hanyalah buah yang tidak memiliki manfaat. lalu bagaimana buah ini bisa diproduksi menjadi minyak goreng..??" tanya Tuan Senopati lagi. badiran pun bingung ingin menjelaskan seperti apa kepada ayahnya. karena ia juga tidak tahu cara memproduksi buah itu agar menjadi minyak goreng.

"besok nanti akan Aya tunjukkan bagaimana memproduksi minyak goreng." ucap Gayatri tidak ingin menjelaskannya kepada kedua orang tuanya, karena ia tidak mau pusing memikirkan jawabannya.

"Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan.. ayah dan ibu sudah sangat lapar.." ucapkan Senopati lagi. mereka semua pun masuk ke dalam rumah dan menyajikan makanan yang sudah Gayatri masak. untuk malam ini mereka memasak ubi singkong sebagai makanan dan sayur-sayuran sebagai lauknya. menurut mereka ini sudah lebih nikmat ketimbang mereka harus makan tanpa ada sayur ataupun ikan sebagai teman makan mereka.

mungkin hari ini mereka akan makan apa adanya dulu, tapi ketika nanti mereka sudah mendapat rezeki. Gayatri akan memasakkan makanan yang enak dan lezat untuk kedua orang tuanya dan kakaknya ini. mereka semua pun makan dalam diam dan menikmati makanan tersebut sampai habis.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

sabut kelapa kak

2024-09-20

0

Septi Verawati

Septi Verawati

mantap👍👍😎😎

2022-12-02

3

Krislin Meeilin

Krislin Meeilin

up lagi ceritanya

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!