setelah mereka bersiap-siap dan bersih-bersih. mereka kembali berkumpul di ruang tamu yang ukurannya tidak seberapa itu. Mereka pun mulai makan malam dengan hening dan menikmati rendang ayam yang baru pertama kali menyapa indra perasa mereka.
"mm... ini benar-benar lebih enak, dagingnya sangat lembut." ucap Arga dengan mulut yang dipenuhi dengan makanan.
"Iya bener ga. ini lebih enak dari makanan-makanan sebelumnya. bahkan nasi saja menjadi sangat nikmat apabila dipadukan dengan rendang ayam ini." timpal Diran, yang juga mulutnya dipenuhi dengan makanan. sementara Tuan Senopati dan nyonya diaswari tidak mengatakan apa-apa. mereka malah fokus menikmati makanan sambil mengganggu anggukan kepala karena makanan itu sangatlah nikmat.
***
malam harinya mereka semua pun tidur di tempat masing-masing. mereka dengan senang hati berbagi dengan ruangan kecil itu. sementara Gayatri dengan ibunya berada di dalam kamar yang luasnya juga tidak seberapa.
ketika orang-orang di rumah itu telah terlelap semuanya, Begitu juga dengan Gayatri. Iya terlelap namun sebenarnya ia masuk ke dalam ruang dimensi untuk mempelajari kitab ilmu kanuragan yang telah Rion berikan kepadanya.
singkatnya waktu di dalam ruang dimensi, mampu memberikan pengetahuan yang banyak kepada Gayatri. Gayatri juga mencoba untuk bermeditasi untuk mengumpulkan unsur-unsur alam yang ada di ruang dimensinya. dengan bimbingan dari Rion, akhirnya iya bisa mencapai tahap bumi akhir. di mana Gayatri menguasai ilmu beladiri, ilmu kanuragan, ilmu pengendali benda dari jarak jauh.
selama 10 hari Gayatri berada di ruang dimensi. mampu memberikan dia semua pengetahuan di sana, karena ia rasa sudah cukup lama ia berada di ruang dimensi, akhirnya ia menyudahi latihan dan membacanya. Iya langsung keluar dari ruang dimensi.
sekeluarnya Gayatri dari ruang dimensi, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari Jika dilihat dengan arloji, namun di sini waktu tidak bisa ditebak hanya bisa diprediksi saja. Gayatri melihat wajah lelap ibunya itu dan tersenyum.
(ibu, gaya janji. gaya akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.) batin nya. tak lupa pula, ia mengeluarkan sandal swallo dari ruang dimensinya. ia tidak ingin mengeluarkan sandal yang bagus, karena kondisi disana tidak memungkinkan untuk menggunakannya.
setelah itu, Gayatri langsung menyusul keluarga nya tidur, pasalnya hari masih terlihat gelap. Gayatri pun membaringkan tubuhnya di atas parate lapuk itu.
( aku harus bergegas ke kota, dan membangun bisnis rumah makan. aku tidak mungkin menunggu keluarga ku.) batin Gayatri, ia bertekad dalam hati nya, untuk segera bangkit.
***
ke esoknya, mereka semua bangun lebih awal. ketika, Diran akan pergi keluar melihat kondisi sekeliling rumah. ia melihat di bawah tangga sudah terdapat benda aneh menurutnya, namun agak mirip dengan alas kaki. disana tergeletak lima pasang sendal swallo dengan warna yang berbeda dan juga ukuran yang berbeda-beda. Diran mendekat dan mengambil sendal tersebut.
pertama Tama, ia mengamati sendal itu, ia memegang dan memencetnya. lentur, itulah yang ia pikir. kemudian mendekatkan sendal itu di hidung nya.
"ugh... kenapa aromanya seperti ini ya.. aku tidak pernah mencium aroma ini sebelumnya." tutur Diran. tanpa ia sadari, kalau adiknya Gayatri memperhatikan kelakuan kakaknya.
ia mati-matian menahan suara tawanya agar tidak meledak melihat kekonyolan kakaknya itu.
" apa aromanya kak, apakah harum..??" tanya Gayatri yang sukses membuat Diran terkejut.
"hahaha...😂😂" tawa Gayatri pecah. iya memegangi perutnya yang sudah kram akibat menahan tawa nya. sontak saja raut wajah Diran berubah menjadi merah karena malu.
( hai memalukan sekali...) batin Diran. Untung saja hanya Gayatri yang menangkap kelakuan konyol kakaknya. sehingga tidak terlalu membuat badiran malu. namun tetap saja, walaupun hanya Gayatri yang mendapatinya berperilaku seperti itu, tetap saja ia merasa malu.
"hm..." dehem badiran mengurangi rasa canggungnya di dalam hati.
"emm.. ini benda apa dek. Apakah ini yang namanya sendal, soalnya iya sangat mirip dengan alas kaki." ucap Diran memecah keheningan. untuk menjaga perasaan kakaknya, Gayatri menghentikan tawanya walaupun sangat susah. ia berjalan mendekat ke arah sang kakak.
"Iya Kak ini namanya sendal. coba deh Kakak coba di kaki kakak dulu.." ucap Gayatri menyuruh kakaknya mencoba sendal itu. dengan senang hati badiran langsung memasukkan kakinya ke dalam sandal tersebut. alhasil ukurannya pas di kakinya.
"ini ukurannya pas dek, wah akhirnya Kakak punya alas kaki juga." ucap Diran riang gembira. Gayatri menggeleng-gelengkan kepalanya, mendapat sendal saja sudah sebagian ini apalagi kalau mendapatkan sepatu mahal. kira-kira seperti apa responnya ya..??🤔
tak henti-hentinya bibir badiran mengukir senyum seperti mendapatkan harta karun saja. padahal Ia hanya mendapatkan sepasang sandal swallow. mendengar teriakan riang badiran, nyonya Diaz dan Arga pun langsung keluar, Begitu juga dengan tuan Senopati yang sedang melihat tumbuhan putrinya di dekat rumah mereka.
"ada apa !! Apa yang terjadi?? kenapa teriak-teriak seperti itu..??" tanya Tuan Senopati dari kejauhan. wajahnya panik, Iya takut terjadi sesuatu di rumah. sesampainya Tuan Senopati di sana, Ia hanya mendapati badiran dan Gayatri sedang melempar senyum.
"Apa yang terjadi nak..?? Kenapa tadi teriak-teriak..??" kali ini nyonya diaswari yang bertanya. badiran pun menjadi sedikit kikuk, pasalnya teriakannya sudah membuat heboh satu rumah itu.
"tidak apa-apa Bu, Kak Diran hanya senang karena mendapatkan sebuah sendal." ucap Gayatri menjelaskan kepada keluarganya.
"sendal...!! "beo ketiganya. Gayatri pun mengganggukan kepalanya dan segera mengambil sendal yang lain dari sana, kemudian menunjukkannya kepada kedua orang tuanya. Tuan Senopati yang baru melihat benda itu merasa heran.
"Apakah ini yang namanya sendal nak..??" tanya Tuan Senopati. Arga yang sudah mengetahui sandal itu seperti apa, Iya tidak berani mengeluarkan suara lagi. Ia hanya menatap dengan bingung pasalnya sandal ini memang mirip dengan alas kaki atau kasut, namun bentukannya agak berbeda sendal itu terlihat lentur dan tidak mudah dipatahkan.
Gayatri pun mengeluarkan satu persatu sendal itu dan memberikannya kepada Arga, ayahnya dan ibunya.
"cobalah, gaya rasa ini cocok untuk ayah, ibu dan kakak." tutur Gayatri sambil menyerahkan sendal-sendal itu ke tangan mereka. karena menggunakannya tidak terlalu sulit, mereka langsung mengenakan sandal itu. saat pertama kali mereka memakainya, hal pertama yang mereka rasakan adalah nyaman.
"wah !! benda ini sangat nyaman.." ucap Tuan Senopati sambil mengamati benda yang sudah terselip di kakinya, Begitu juga dengan mereka. keluarga Gayatri tidak ingin bertanya terlalu dalam, mereka hanya yakin bahwa Gayatri pasti yang membuat ini. karena mereka tidak bisa meragukan Gayatri lagi, entah datang dari mana semua pengetahuan yang Gayatri dapatkan.
"kalau sendalnya nyaman, gunakan setiap hari kemanapun ayah dan ibu pergi. sendal itu cocok di tempat ini." ucap Gayatri.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Daniela Whu
la masak seorang pangeran pun gk pake sandal ya..
2024-11-09
0
khusnul hidayah
kok mereka gak heran asal usul barang 2 yg Gaya punya tiba2 ada di gubuk mereka
2023-02-22
3
Kania Rahman
sandal sejuta umat,,👍👍🥰🥰
2023-02-15
1