15. sendal swallow

setelah mereka bersiap-siap dan bersih-bersih. mereka kembali berkumpul di ruang tamu yang ukurannya tidak seberapa itu. Mereka pun mulai makan malam dengan hening dan menikmati rendang ayam yang baru pertama kali menyapa indra perasa mereka.

"mm... ini benar-benar lebih enak, dagingnya sangat lembut." ucap Arga dengan mulut yang dipenuhi dengan makanan.

"Iya bener ga. ini lebih enak dari makanan-makanan sebelumnya. bahkan nasi saja menjadi sangat nikmat apabila dipadukan dengan rendang ayam ini." timpal Diran, yang juga mulutnya dipenuhi dengan makanan. sementara Tuan Senopati dan nyonya diaswari tidak mengatakan apa-apa. mereka malah fokus menikmati makanan sambil mengganggu anggukan kepala karena makanan itu sangatlah nikmat.

***

malam harinya mereka semua pun tidur di tempat masing-masing. mereka dengan senang hati berbagi dengan ruangan kecil itu. sementara Gayatri dengan ibunya berada di dalam kamar yang luasnya juga tidak seberapa.

ketika orang-orang di rumah itu telah terlelap semuanya, Begitu juga dengan Gayatri. Iya terlelap namun sebenarnya ia masuk ke dalam ruang dimensi untuk mempelajari kitab ilmu kanuragan yang telah Rion berikan kepadanya.

singkatnya waktu di dalam ruang dimensi, mampu memberikan pengetahuan yang banyak kepada Gayatri. Gayatri juga mencoba untuk bermeditasi untuk mengumpulkan unsur-unsur alam yang ada di ruang dimensinya. dengan bimbingan dari Rion, akhirnya iya bisa mencapai tahap bumi akhir. di mana Gayatri menguasai ilmu beladiri, ilmu kanuragan, ilmu pengendali benda dari jarak jauh.

selama 10 hari Gayatri berada di ruang dimensi. mampu memberikan dia semua pengetahuan di sana, karena ia rasa sudah cukup lama ia berada di ruang dimensi, akhirnya ia menyudahi latihan dan membacanya. Iya langsung keluar dari ruang dimensi.

sekeluarnya Gayatri dari ruang dimensi, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari Jika dilihat dengan arloji, namun di sini waktu tidak bisa ditebak hanya bisa diprediksi saja. Gayatri melihat wajah lelap ibunya itu dan tersenyum.

(ibu, gaya janji. gaya akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.) batin nya. tak lupa pula, ia mengeluarkan sandal swallo dari ruang dimensinya. ia tidak ingin mengeluarkan sandal yang bagus, karena kondisi disana tidak memungkinkan untuk menggunakannya.

setelah itu, Gayatri langsung menyusul keluarga nya tidur, pasalnya hari masih terlihat gelap. Gayatri pun membaringkan tubuhnya di atas parate lapuk itu.

( aku harus bergegas ke kota, dan membangun bisnis rumah makan. aku tidak mungkin menunggu keluarga ku.) batin Gayatri, ia bertekad dalam hati nya, untuk segera bangkit.

***

ke esoknya, mereka semua bangun lebih awal. ketika, Diran akan pergi keluar melihat kondisi sekeliling rumah. ia melihat di bawah tangga sudah terdapat benda aneh menurutnya, namun agak mirip dengan alas kaki. disana tergeletak lima pasang sendal swallo dengan warna yang berbeda dan juga ukuran yang berbeda-beda. Diran mendekat dan mengambil sendal tersebut.

pertama Tama, ia mengamati sendal itu, ia memegang dan memencetnya. lentur, itulah yang ia pikir. kemudian mendekatkan sendal itu di hidung nya.

"ugh... kenapa aromanya seperti ini ya.. aku tidak pernah mencium aroma ini sebelumnya." tutur Diran. tanpa ia sadari, kalau adiknya Gayatri memperhatikan kelakuan kakaknya.

ia mati-matian menahan suara tawanya agar tidak meledak melihat kekonyolan kakaknya itu.

" apa aromanya kak, apakah harum..??" tanya Gayatri yang sukses membuat Diran terkejut.

"hahaha...😂😂" tawa Gayatri pecah. iya memegangi perutnya yang sudah kram akibat menahan tawa nya. sontak saja raut wajah Diran berubah menjadi merah karena malu.

( hai memalukan sekali...) batin Diran. Untung saja hanya Gayatri yang menangkap kelakuan konyol kakaknya. sehingga tidak terlalu membuat badiran malu. namun tetap saja, walaupun hanya Gayatri yang mendapatinya berperilaku seperti itu, tetap saja ia merasa malu.

"hm..." dehem badiran mengurangi rasa canggungnya di dalam hati.

"emm.. ini benda apa dek. Apakah ini yang namanya sendal, soalnya iya sangat mirip dengan alas kaki." ucap Diran memecah keheningan. untuk menjaga perasaan kakaknya, Gayatri menghentikan tawanya walaupun sangat susah. ia berjalan mendekat ke arah sang kakak.

"Iya Kak ini namanya sendal. coba deh Kakak coba di kaki kakak dulu.." ucap Gayatri menyuruh kakaknya mencoba sendal itu. dengan senang hati badiran langsung memasukkan kakinya ke dalam sandal tersebut. alhasil ukurannya pas di kakinya.

"ini ukurannya pas dek, wah akhirnya Kakak punya alas kaki juga." ucap Diran riang gembira. Gayatri menggeleng-gelengkan kepalanya, mendapat sendal saja sudah sebagian ini apalagi kalau mendapatkan sepatu mahal. kira-kira seperti apa responnya ya..??🤔

tak henti-hentinya bibir badiran mengukir senyum seperti mendapatkan harta karun saja. padahal Ia hanya mendapatkan sepasang sandal swallow. mendengar teriakan riang badiran, nyonya Diaz dan Arga pun langsung keluar, Begitu juga dengan tuan Senopati yang sedang melihat tumbuhan putrinya di dekat rumah mereka.

"ada apa !! Apa yang terjadi?? kenapa teriak-teriak seperti itu..??" tanya Tuan Senopati dari kejauhan. wajahnya panik, Iya takut terjadi sesuatu di rumah. sesampainya Tuan Senopati di sana, Ia hanya mendapati badiran dan Gayatri sedang melempar senyum.

"Apa yang terjadi nak..?? Kenapa tadi teriak-teriak..??" kali ini nyonya diaswari yang bertanya. badiran pun menjadi sedikit kikuk, pasalnya teriakannya sudah membuat heboh satu rumah itu.

"tidak apa-apa Bu, Kak Diran hanya senang karena mendapatkan sebuah sendal." ucap Gayatri menjelaskan kepada keluarganya.

"sendal...!! "beo ketiganya. Gayatri pun mengganggukan kepalanya dan segera mengambil sendal yang lain dari sana, kemudian menunjukkannya kepada kedua orang tuanya. Tuan Senopati yang baru melihat benda itu merasa heran.

"Apakah ini yang namanya sendal nak..??" tanya Tuan Senopati. Arga yang sudah mengetahui sandal itu seperti apa, Iya tidak berani mengeluarkan suara lagi. Ia hanya menatap dengan bingung pasalnya sandal ini memang mirip dengan alas kaki atau kasut, namun bentukannya agak berbeda sendal itu terlihat lentur dan tidak mudah dipatahkan.

Gayatri pun mengeluarkan satu persatu sendal itu dan memberikannya kepada Arga, ayahnya dan ibunya.

"cobalah, gaya rasa ini cocok untuk ayah, ibu dan kakak." tutur Gayatri sambil menyerahkan sendal-sendal itu ke tangan mereka. karena menggunakannya tidak terlalu sulit, mereka langsung mengenakan sandal itu. saat pertama kali mereka memakainya, hal pertama yang mereka rasakan adalah nyaman.

"wah !! benda ini sangat nyaman.." ucap Tuan Senopati sambil mengamati benda yang sudah terselip di kakinya, Begitu juga dengan mereka. keluarga Gayatri tidak ingin bertanya terlalu dalam, mereka hanya yakin bahwa Gayatri pasti yang membuat ini. karena mereka tidak bisa meragukan Gayatri lagi, entah datang dari mana semua pengetahuan yang Gayatri dapatkan.

"kalau sendalnya nyaman, gunakan setiap hari kemanapun ayah dan ibu pergi. sendal itu cocok di tempat ini." ucap Gayatri.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Daniela Whu

Daniela Whu

la masak seorang pangeran pun gk pake sandal ya..

2024-11-09

0

khusnul hidayah

khusnul hidayah

kok mereka gak heran asal usul barang 2 yg Gaya punya tiba2 ada di gubuk mereka

2023-02-22

3

Kania Rahman

Kania Rahman

sandal sejuta umat,,👍👍🥰🥰

2023-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!