4. hasil hutan

saat Gayatri dan keluarganya sedang menikmati buah apel itu. dalam benak Gayatri Ia berpikir untuk mengambil biji atau bibit buah apel untuk ditanami di dekat rumah mereka. dan ia akan menyiram tanaman apel ini dengan air kehidupan.

(sebaiknya aku bibit kan saja, agar aku bisa menanam buah ini di samping rumah.) batin Gayatri.

"Ayah aku berencana untuk mengambil anak pohon ini untuk ditanam di dekat rumah kita. biar nanti kita tidak usah jauh-jauh untuk mengambil buah tersebut." ucap Gayatri kepada ayahnya. Tuan seno pun setuju.

"kalau begitu lakukan apa yang kamu bisa. tapi apakah tanaman ini benar-benar akan tumbuh jika kita merawat dan menanamnya..??" tanya tuan seno.

"tentu saja yah. pohon apel ini tidak susah tumbuh kalau perawatan nya pas. ayah tidak perlu khawatir, nanti Aya yang akan merawat nya." ucap Gayatri lagi.

"tenaga saja dek.. kakak juga akan bantu rawat.." ucap badiran. sambil mulutnya terus mengunyah apel itu tiada henti.

"Iya nak tenang saja. Ibu juga akan membantumu merawat tanaman ini." ucap nyonya dyaswari.

setelah mereka merasa cukup memakan buah apel itu dan mereka kembali bertenaga. keluarga kecil itu pun langsung meneguk minuman yang tadi mereka bawah dari rumah. air minum yang sudah bercampur dengan air kehidupan langsung mengaliri tenggorokan mereka dan membuat mereka kembali segar dan bertenaga.

"ayo kita lanjutkan perjalanan kita kembali.." ucap Tuan Senopati. mereka semua pun langsung berdiri dan mengambil keranjang masing-masing sementara buah apel sisa sudah mereka letakkan di atas keranjang badiran. Mereka pun kembali berjalan menyusuri jalan di hutan itu.

tak jauh dari perjalanan lagi-lagi Gayatri melihat tanaman ubi. Namun kedua orang tuanya tidak menghiraukan tanaman itu.

"ayah ibu itu adalah tanaman ubi. buahnya sangat enak kalau dimasak. tapi, buahnya berada di dalam tanah." ucap Gayatri sambil berjalan kearah ubi jalar itu. lagi-lagi kedua orang tua dan kakak Gayatri terkejut. rasanya semua tumbuhan yang ada di hutan ini semuanya bermanfaat. pasalnya mereka belum lama berjalan jauh dari pohon apel itu lagi-lagi Gayatri sudah menemukan tumbuhan lain yang bisa dikonsumsi.

Gayatri pun berjalan dan menarik tumbuhan itu dan ternyata tanahnya cukup gembur. sehingga tidak menyulitkan bagi Gayatri untuk mendapatkan buah tersebut. Gayatri langsung menggali tanah dengan tangannya dan langsung mendapatkan buah dari ubi jalar itu seukuran kepala bayi. tentu saja itu adalah pertama kali Gayatri mendapatkan ubi yang seukuran kepala bayi.

"wah !! lihatlah ayah, ibu, kakak. buahnya sangat besar." ucap Gayatri sambil memperlihatkan buah itu kepada keluarganya yang masih berdiri mematung melihat tingkah laku Gayatri. Gayatri pun tidak memperdulikan kedua orang tuanya dan kakaknya yang masih mematung, Iya kembali menarik tumbuhan itu dan menggali tanah untuk mendapatkan buah itu lagi. dan tentu saja Gayatri mendapatkannya mengingat para warga yang berada di dunia ini belum mengenal makanan tersebut.

"Aya, kamu yakin ini bisa dimakan..?" tanya Tuan Seno kepada putrinya. Gayatri pun langsung menghentikan aktivitasnya berhubung buah ubi yang ia dapat itu telah banyak dan ukurannya sangat tidak biasa

"tentu saja Ayah, buah ini juga sangat tahan lama jadi bisa disimpan dalam tempo waktu yang cukup lama. nanti kalau kita sudah pulang Aya akan memasaknya untuk ayah, ibu dan kakak."tuturnya lagi. badiran tidak memprotes ia langsung menghampiri sang adik dan memindahkan buah yang menurutnya aneh itu ke dalam keranjang yang ia bawa.

"Ayah, menurut aya. hutan ini benar-benar sangat bermanfaat untuk kita. apalagi sepertinya hutan ini masih asri dan masih banyak tumbuhan yang benar-benar tidak dikenali oleh masyarakat setempat." ucap Gayatri sambil terus mengedarkan pandangannya. matanya kemudian menangkap satu tumbuhan lagi, yaitu rambutan yang berbuah lebat dan sudah siap panen juga. Gayatri yang dulunya adalah Arumi Amelia yang sangat menyukai buah rambutan itu pun sangat riang gembira.

"Ayah lihat buah rambutan itu... buah itu sangat enak dan bisa kita jual di pasar." ucap Gayatri lagi. orang tua Gayatri pun ikut mengarahkan pandangannya ke arah di mana Gayatri menunjukkan jarinya. lagi-lagi buah asing yang sering mereka temui.

"kamu mengetahui buah apa itu nak..?" tanya Tuan Seno kepada Gayatri. Iya tidak lagi merasa khawatir tentang buah-buah yang ditemukan oleh putrinya ini dan tentu saja yang baru pertama kali mereka lihat

"itu adalah buah rambutan yah. rasanya sangat enak.." Gayatri pun langsung bangun dari posisi duduknya karena baru selesai menggali buah ubi. Ia pun langsung berlari menuju pohon rambutan itu. namun yang bikin Gayatri kembali bahagia dan berbinar, ternyata tak jauh dari situ ada pohon buah lengkeng yang berbuah lebat juga.

"wah !! ternyata di sini ada pohon lengkeng juga..!!" seru Gayatri lagi. tanpa pikir panjang ia langsung memanen buah-buahan itu sampai keranjang yang ayahnya bawa penuh.

Gayatri sangat senang ternyata hutan ini menyediakan berbagai macam bahan makanan untuk mereka. tetapi kenapa setiap kedua orang tuanya kembali dari hutan Mereka tidak mendapatkan apa-apa selain pisang. ya orang di negara ini hanya mengenal pisang sebagai buah dan tidak ada yang lain. sementara pisang sudah sangat langka di tempat itu sehingga mereka harus berjalan jauh ke dalam hutan untuk mendapatkannya.

Namun karena Gayatri bersama mereka, keluarga itu tidak jadi masuk ke dalam hutan karena semua keranjang yang mereka bawa telah penuh dengan bahan makanan. mulai dari ubi jalar, ubi kayu, ubi ungu, talas, buah rambutan, buah lengkeng, buah apel dan sayur-mayur yang tumbuh subur di dalam hutan itu. semua keranjang mereka penuh bahkan Gayatri yang notabenenya tidak membawa apa-apa gini Iya menjinjing beberapa sayur di tangannya yang sudah diikat menjadi satu.

"hah !! semuanya sudah kita dapatkan.. tidak mungkin kita melanjutkan perjalanan lagi. jadi kita pulang dan kembali ke rumah." ucap tuan Senopati lagi.

"iya, yah. Diran juga tidak menyangka bahwa bahan makanan di hutan ini memang masih banyak. bahkan tumbuhan yang kita anggap asing ini juga bisa dimakan. sebaiknya kita pulang saja karena keranjang kita semua sudah penuh. dan pasti Aya dan ibu sudah kelelahan." Ucap badiran penuh perhatian kepada kedua wanita yang sangat ia cintai.

Gayatri juga tidak menyia-nyiakan kesempatan. setiap ia menemukan tumbuhan yang dia rasa kenal dan bermanfaat, Iya akan mengambil bibitannya untuk ditanam di dekat rumah mereka agar kedua orang tua mereka tidak lagi masuk hutan mencari bahan makanan. tentu saja Gayatri tidak mengambil banyak Ia hanya mengambil satu tanaman yaitu satu bibit. berhubung Kakak dan kedua orang tuanya melarangnya membawa apapun.

"Ya sudah Pak ayo kita pulang. lagi pula ini memang sudah banyak." ucap nyonya diaswari menimpali.

akhirnya satu keluarga itu pun memutuskan untuk kembali pulang ke gubuk kecil mereka, karena semua keranjang yang mereka bawa telah terisi dengan bahan makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuran. mereka pulang dengan riang gembira, tentu saja buah-buah dan sayur-sayuran ini bisa dijual ke pasar. menurut tuan Senopati. setelah Mereka menjual tanaman yang mereka dapat di dalam hutan Mereka bisa membeli gandum atau beras makanan rakyat jelata.

makanan rakyat menengah ke bawah adalah beras, sementara Yang menengah ke atas adalah gandum dan daging. mereka menganggap beras itu adalah kaum kalangan bawah yang tidak mampu.

di perjalanan pulang raut wajah mereka sangat berseri-seri. mereka tidak menyangka dapat menemukan berbagai macam bahan makanan hanya dengan waktu yang singkat. itu pun semua berkat Gayatri yang telah ikut pergi bersama mereka.

tak lama mereka pun sampai di gubuk kecil mereka itu, satu keluarga itu pun langsung duduk di teras rumah dan melepas lelah di perjalanan kembali dari hutan.

"huh !! lelah sekali.. Apakah ayah, ibu, kakak haus..?? biar aya ambilkan air minum di dalam.." ucap Gayatri. keluarga kecil yang masih mengatur nafas dan melepas lelah itu pun mengangguk. tanda mereka memang sedang kehausan.

Gayatri pun tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah serta mengambil satu teko air minum yang sudah ia campur dengan setetes air kehidupan. Gayatri juga tak lupa mengeluarkan cawan untuk wadah Mereka minum.

"ini airnya.." ucap Gayatri sambil menuangkan air putih itu ke-3 gelas yang berbeda. setelah Gayatri menuangkan dan mengisi tiga cawan itu masing-masing dari keluarga Gayatri pun mengambil satu dan meneguk air itu sampai habis. seketika tubuh mereka kembali fit dan segar. karena waktu masih belum menunjukkan akan berakhir. Tuan Senopati pun memutuskan untuk ke pasar menjual hasil hutan Mereka.

"aya, ibu. Ayah berniat untuk pergi ke pasar menjual hasil panen kita di hutan. tapi ayah bingung bagaimana cara menjelaskan kepada para pembeli mengenai makanan-makanan ini." ucap Tuan Senopati.

"begini saja yah. sebelum ayah pergi ke pasar, sebaiknya makanan ubi jalar orange dan ungu ini kita masak terlebih dahulu. tidak semuanya, Hanya beberapa saja untuk Ayah bawa sebagai contoh di pasar nanti. dan juga Ayah bisa memakannya apabila Ayah sudah lapar.." ucap Gayatri masuk akal. sejenak Tuan Senopati pun berpikir, tapi berbeda dengan badiran. setelah mendapatkan usul dari sang adik badiran dengan tidak sabarnya langsung menyalahkan api ditunggu dan memasak ubi tersebut.

saat badiran akan memasukkan ubi ke dalam panci, tiba-tiba Gayatri bersuara.

"Kakak jangan masukkan begitu saja.. buah itu masih kotor dan harus dicuci dengan air mengalir." ucap Gayatri. badiran pun langsung menghentikan aksinya memasukkan ubi itu ke dalam panci. malahan ia berbalik mengangkat ubi-ubi tersebut dan mencucinya dengan air di sungai yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

sementara nyonya diaswari yang melihat ke antusiasan putranya itu membantu untuk mendidihkan air, Pak Seno pun ikut membantu mencuci ubi ubi yang sudah mereka dapatkan dari hutan.

selang beberapa waktu, Mereka pun datang dengan ubi yang sudah mereka cuci. Gayatri tersenyum dan mengambil ubi-ubi itu dan memasukkannya ke dalam panci yang airnya sudah mendidih.

"dek, berapa lama ubi ini akan masak..??" tanya Diran. dari sorot mata Diran sepertinya ia sudah tidak sabar untuk mencoba makanan ini. Iya yakin makanan ini pasti enak sama seperti buah-buahan yang adiknya perkenalkan kepada mereka.

"tidak lama Kak, apalagi airnya sudah mendidih. Kakak sepertinya sudah tidak sabaran ingin mencobanya ya..." ucap Gayatri. Diran pun mengganggu kan kepalanya antusias. keluarga kecil itu mengelilingi tungku yang sedang memasak ubi jalar tersebut.

"ayah, ibu. ubi ini tidak hanya bisa dimasak atau direbus saja. tetapi ubi ini juga bisa digoreng dengan minyak panas." ucap Gayatri lagi. tentu saja membuat kedua orang tuanya tercengang.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Nura

Nura

mantap x ceritanya Thor. Kusuka♥️

2023-03-20

3

Septi Verawati

Septi Verawati

mantull thor 👍👍👍😎😎

2022-12-02

0

Krislin Meeilin

Krislin Meeilin

up lagi ceritanya mantap 👍👍

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!