14. rendang ayam

Mari bikin skenario lagi. 🥰. mohon koreksi kata dan penulisannya ya teman-teman..🙏🙏

***

Diran pun langsung menyapa sang ibu yang datang dari belakang mereka.

"Ibu, di mana Ayah..?? Kenapa ayah tidak bersama dengan ibu.?" tanya Diran kepada ibunya. nyonya diaswari tersenyum mendengar nada cemas yang keluar dari mulut putranya ini. sementara Gayatri dan Arga mendengarkan percakapan kecil itu sambil menyimak.

"ayahmu sedang pergi berburu ayam hutan.. katanya, ayahmu menginginkan makanan yang kemarin dibuatkan oleh adikmu." ucap nyonya diaswari. Diran menarik nafasnya dalam, sementara Gayatri hanya menepuk kepalanya pelan.

karena Gayatri masih memiliki stok ayam hutan di cincin penyimpanannya. seharusnya ayahnya tidak perlu bersusah-susah berburu ayam hutan di dalam hutan.

"Ibu sudah memaksa untuk ikut. tapi ayahmu malah melarang Ibu agar ibu di rumah saja menunggu kepulangan kalian." ucap nyonya diaswari lagi. mendengar penuturan sang Ibu Gayatri juga tak kalah cemas, pasalnya ayahnya sendirian pergi berburu ia takut terjadi apa-apa dengan ayahnya, itulah yang dipikirkan oleh diran juga. tapi diam-diam nyonya diaswari juga merasa cemas terhadap suaminya, namun ia tidak ingin menunjukkan kepada kedua anaknya itu.

Gayatri yang terlampau merasa cemas, Iya langsung bertelepati dengan Rion.

"Rion, Apakah kamu mendengarku..??" tanya Gayatri lewat telepati mereka.

"Iya Rumi aku mendengarkanmu. katakan Apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan..??" tanya Rian kepada Gayatri.

" Aku ingin minta tolong kepadamu, Apakah kamu bisa melihat di mana keberadaan ayahku dan Bagaimana kondisinya..??" ucap Gayatri lagi.

"Baiklah Rumi, akan segera aku laksanakan." tutur Rion lagi. Rion meminjamkan matanya dan memusatkan pikirannya. Tak butuh waktu lama Rian pun kembali membuka matanya.

"Rumi tenang saja, Ayah Rumi tidak apa-apa. bahkan sekarang Ayah Rumi sedang berjalan Kembali pulang ke pondok. di perjalanan juga tidak ada yang mengintai." ucap Rion. penuturan Rion langsung membuat Gayatri menjadi tenang.

"Baiklah Rion, aku tidak meragukanmu. terima kasih kamu sudah membantuku." ucap Gayatri dengan nada sedikit lega.

"Iya Rumi, sama-sama.. Oh ya Rumi, nanti aku akan memberikanmu kitab untuk mempelajari dasar-dasar dari ilmu kanuragan. dan bacalah itu." tutur Rion lagi.

"Baiklah Rion.." ucap Gayatri. Setelah itu mereka langsung menyudahi telepati mereka. Diran dan semuanya duduk di luar sambil menunggu kedatangan Tuan Senopati. tercetak raut wajah yang cemas di wajah ketiga orang itu kecuali Gayatri. namun Gayatri tidak ingin mengatakan apa-apa.

tak menunggu waktu yang lama, di suasana hening tersebut mereka langsung dikejutkan dengan suara Tuan Senopati yang telah kembali dari berburu.

"eh kenapa pada melamun semuanya..!!" seru Tuan Senopati mengejutkan mereka semua..

Diran, nyonya diaswari, arga dan Gayatri tersenyum mendengar penuturan ayahnya. mereka bernafas lega karena ternyata Tuan Senopati pulang dengan keadaan selamat dan membawa beberapa hasil buruannya.

"syukurlah bapak sudah kembali. kami sangat mencemaskanmu." tutur nyonya diaswari terlebih dahulu. Tuan Senopati pun mengarahkan pandangannya dan mengamati mereka satu persatu, di raut wajah mereka sudah kembali normal dan tersenyum bahagia.

"kalian tidak perlu mengkhawatirkan ayah. Ayah tidak terlalu jauh pergi berburu, jadi tidak berbahaya." ucapnya menenangkan mereka semua.

"Oh iya gaya, Ayah menginginkan makan masakan kamu yang kemarin. Apakah gaya tidak keberatan memasaknya lagi..?? Ayah pasti akan membantumu." rayu Tuan Senopati kepada putrinya. Iya juga mengangkat ayam yang sudah ia bersihkan itu di hadapan mereka semua. mendapati rayuan ayahnya yang tidak biasa seperti itu, mereka yang ada di sana tersenyum.

"sejak kapan bapak pandai menggoda anak seperti itu.?" tanya nyonya diAswari. Tuan Senopati pun tersenyum.

"tidak apa-apa, hitung-hitung Aku sedang belajar untuk menggoda istri dan anak-anak ku, agar tidak canggung." ucap Tuan Senopati sambil mengukir senyum di bibirnya.

"Baiklah ayah, berikan ayamnya kepadaku biar aku yang masak." ucap Gayatri meminta ayam hutan itu di tangan ayahnya. namun Tuan Senopati tidak menyerahkannya, Iya meminta putrinya untuk mengajarkannya saja.

"biar Ayah yang memasak. Tapi tolong tunjukkan Bagaimana caranya.." ucap Tuan Senopati lagi.

"eh aku juga akan ikut membantu. ayamnya ada 5 ekor. kita masak menu tiga-tiganya saja, seperti menu yang kamu masak kemarin." ucap Arga menimpali. Iya juga tak bisa memungkiri bahwa masakan yang ia makan ketika tersadar itu benar-benar enak. Iya belum pernah merasakan masakan itu sebelumnya, jadi Ia sangat antusias untuk merasakannya kembali.

"Baiklah ayah. namun sisakan ayam sebanyak 2 ekor untukku buatkan rendang ayam." ucap Gayatri lagi. Tuan Senopati mengerutkan keningnya.

"rendang ayam..?? makanan apa itu nak..??" tanya Tuan Senopati lagi.

"Ayah tidak usah bertanya, lebih baik kita ikuti saja apa yang gaya buat nanti. kalau untuk menjelaskan, sepertinya kita akan sulit mengerti. jadi lebih baik praktekkan saja." ucap Diran menimpali pertanyaan ayahnya.

mereka yang mendengar penuturan Diran pun hanya menganggukkan kepala. pasalnya memang banyak sekali kosakata yang mereka tidak mengerti, kosakata yang terasa awam di telinga mereka.

"Ya sudah kalau begitu, ayo kita kerjakan sama-sama." ucap nyonya diaswari. Mereka pun langsung menerobos masuk ke dalam gubuk itu dan saling bantu membantu memasak ayam itu.

Untung saja, kemarin Gayatri sudah mengeluarkan alat-alat yang diperlukan untuk membuat masakan itu. Iya juga mengeluarkan ulekan, wajan panci dan sebagainya. Namun semua itu tidak terlalu mencolok sebagai barang dari dunia modern.

Gayatri juga sudah memerintahkan kepada Rion, untuk menanam tanaman bawang di belakang tempat tinggal mereka, serta aneka rempah-rempah lainnya yang mereka butuhkan yang tidak terdapat di zaman ini. sehingga tidak menyulitkan Gayatri mengatakan bahwa tanaman ini berasal dari dunia zaman kuno.

satu persatu dari mereka ada saja yang mereka kerjakan, seperti Diran, Iya dimintai tolong oleh Gayatri untuk mengulek semua bumbu yang akan dicampurkan dalam masakan mereka. Gayatri juga meminta tolong kepada Arga untuk memarut kelapa dan memerasnya.

masing-masing dari mereka sangat sibuk, terlihat Diran meneteskan air matanya akibat bawang merah yang membandel.

"hiks, kenapa rempah-rempah ini malah membuatku menangis. apakah karena aku mengulek mereka terlalu keras." ucap Diran dengan suara polosnya itu. Gayatri tersenyum mendengar penuturan kakaknya yang benar-benar kocak itu. ia pikir, karena Diran terlalu keras mengulek mereka, rempah-rempah itu malah menyakitinya.

"Kak, Mereka hanyalah rempah-rempah. tidak mungkin mereka menyakitimu. kecuali bawang merah yang menyebabkanmu menangis."tutur Gayatri. Diran mengarahkan pandangannya ke arah sang adik sambil tangannya masih sibuk mengulek semua rempah-rempah itu untuk dihancurkan.

"Kenapa bawang merah membuat Kakak menangis. Apakah kakak menyakitinya..." tanya diran lagi. Arga, nyonya diaswari dan Tuan Senopati tersenyum melihat air mata yang meleleh dari mata Diran itu.

"nak, mungkin bawang merahnya sedang cemburu kepadamu." goda Tuan Senopati yang sibuk mencuci dan memotong ayam dengan ukuran jumbo. mereka semua kembali tertawa..

"Kenapa sih bawang merah malah cemburu kepadaku, aku kan tidak memiliki apa-apa." gerutu Diran sambil tangannya terus mengulek-ulek sambal tersebut.

selama 1 jam mereka berputar di dapur. akhirnya semua masakan itu pun selesai. empat menu ayam tersedia di atas karpet yang sudah mereka bentang. Mereka melihat menu rendang ayam yang baru Gayatri sebut tadi. air liur mereka menetes membayangkan betapa nikmatnya ayam-ayam ini.

"sebaiknya ayah, ibu dan kakak berdua. pergi membersihkan diri terlebih dahulu. nanti kita akan makan sama-sama." ucap Gayatri lagi.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

bhunshin

bhunshin

gak sekalian aja bikin ayam crispy 😅

2025-01-11

0

Septi Verawati

Septi Verawati

makan ayam🐓🐓🐔🐔🐔

2022-12-03

3

lihat semua
Episodes
1 1. awal mula
2 2. mata air kehidupan
3 3. pergi kehutan sekeluarga
4 4. hasil hutan
5 5. membahas minyak goreng
6 6. buah kelapa
7 7. produksi minyak goreng
8 8. membudidayakan tanaman
9 9. menanam mentimun
10 10. berburu ayam hutan
11 11. menu istimewa
12 12. ikut ke pasar
13 13. ke pasar
14 14. rendang ayam
15 15. sendal swallow
16 16. niat ke kota raja
17 17. berpamitan
18 18. tiba di kota raja
19 19. anyaman dari rotan
20 20. anyaman rotan
21 21. gangguan
22 22. mencari toko yang akan dijual
23 23. toko bangunan
24 24. membeli penginapan bobrok
25 25. rumah makan yang elegan
26 26. alat-alat perabot
27 27. surat dari kota raja
28 28.pelanggan pertama
29 29. mantan pemilik toko
30 30. kegaduhan
31 31. kalahnya pendekar artaksa
32 32. kembali
33 33. bahaya
34 34. menangis
35 35. kembali ke kota raja
36 36. rumah baru
37 37. ingin berkunjung ke rumah makan
38 38. berkunjung
39 39. rencana menuntut ilmu
40 40. hari keberangkatan
41 41. munculnya sosok kakek tua
42 42. bertemu kakek sendiri
43 43. gosip
44 44. aura yang kuat
45 45. menolong
46 46. bertemu pangeran pandu
47 47. kedatangan adiwangsa
48 48. terkejut
49 49. niat kerja sama
50 50. masih menyelesaikan amanat
51 51. obat penawar racun
52 52. tingkat alam semesta
53 53. jatuh cinta
54 54. bergerak
55 55. aura penguasa
56 56. takluknya kedua makhluk mitologi
57 57. basa basi Rion
58 58. membuat Gayatri kesal
59 59. padepokan atau istana
60 60. sembuh
61 61. lembah lembayun
62 62. gadis-gadis centil
63 63. pembuat onar
64 64. 10 pemuda
65 65. kebenaran
66 66. kebenaran II
67 67. hari turnamen
68 68. penolakan ibu suri
69 69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70 70. pembelaan dari Raja Majapahit
71 71. membeli budak
72 72. pohon kurma
73 73. buah yang manis
74 74. ternyata seorang pangeran
75 75. merasa takjub
76 76. makanan yang enak
77 77. mengutarakan niat
78 78. ramalan
79 79. padi dan gandum
80 80. tanda-tanda
81 81. meminta bantuan atau pun solusi
82 82. penyesalan
83 83. sofa
84 84. akhirnya menikah
85 85. rencana penyerangan
86 86. harus ikut
87 87. pasukan pangeran Arga
88 88. mulai bersiap
89 89. bom
90 90. end
Episodes

Updated 90 Episodes

1
1. awal mula
2
2. mata air kehidupan
3
3. pergi kehutan sekeluarga
4
4. hasil hutan
5
5. membahas minyak goreng
6
6. buah kelapa
7
7. produksi minyak goreng
8
8. membudidayakan tanaman
9
9. menanam mentimun
10
10. berburu ayam hutan
11
11. menu istimewa
12
12. ikut ke pasar
13
13. ke pasar
14
14. rendang ayam
15
15. sendal swallow
16
16. niat ke kota raja
17
17. berpamitan
18
18. tiba di kota raja
19
19. anyaman dari rotan
20
20. anyaman rotan
21
21. gangguan
22
22. mencari toko yang akan dijual
23
23. toko bangunan
24
24. membeli penginapan bobrok
25
25. rumah makan yang elegan
26
26. alat-alat perabot
27
27. surat dari kota raja
28
28.pelanggan pertama
29
29. mantan pemilik toko
30
30. kegaduhan
31
31. kalahnya pendekar artaksa
32
32. kembali
33
33. bahaya
34
34. menangis
35
35. kembali ke kota raja
36
36. rumah baru
37
37. ingin berkunjung ke rumah makan
38
38. berkunjung
39
39. rencana menuntut ilmu
40
40. hari keberangkatan
41
41. munculnya sosok kakek tua
42
42. bertemu kakek sendiri
43
43. gosip
44
44. aura yang kuat
45
45. menolong
46
46. bertemu pangeran pandu
47
47. kedatangan adiwangsa
48
48. terkejut
49
49. niat kerja sama
50
50. masih menyelesaikan amanat
51
51. obat penawar racun
52
52. tingkat alam semesta
53
53. jatuh cinta
54
54. bergerak
55
55. aura penguasa
56
56. takluknya kedua makhluk mitologi
57
57. basa basi Rion
58
58. membuat Gayatri kesal
59
59. padepokan atau istana
60
60. sembuh
61
61. lembah lembayun
62
62. gadis-gadis centil
63
63. pembuat onar
64
64. 10 pemuda
65
65. kebenaran
66
66. kebenaran II
67
67. hari turnamen
68
68. penolakan ibu suri
69
69. walaupun hanya seorang rakyat jelata
70
70. pembelaan dari Raja Majapahit
71
71. membeli budak
72
72. pohon kurma
73
73. buah yang manis
74
74. ternyata seorang pangeran
75
75. merasa takjub
76
76. makanan yang enak
77
77. mengutarakan niat
78
78. ramalan
79
79. padi dan gandum
80
80. tanda-tanda
81
81. meminta bantuan atau pun solusi
82
82. penyesalan
83
83. sofa
84
84. akhirnya menikah
85
85. rencana penyerangan
86
86. harus ikut
87
87. pasukan pangeran Arga
88
88. mulai bersiap
89
89. bom
90
90. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!