"Tadi kamu bilang apa!!" bantah wanita itu dengan suara melengking yang nadanya penuh emosi sehingga siapapun akan sakit ketika mendengar teriakan tersebut. "Nih.. Cewe keras banget teriakannya, bangsa*t" umpat Bagus di dalam hati dengan menutup telinga kiri karena tangan satunya lagi sedang mencengkram erat pergelangan wanita itu
"Bisa tidak, jika berteriak turunkan volume suaramu dulu!!" cetus Bagus ketika suara gema dikuping telah meredah
"Tidak, kenapa memang!!" jawab Manda yang kala itu semakin jutek semenjak dikatain oleh Bagus
"Hah!.. Kenapa sekarang malah kamu yang jadi angkuh"
"Lepaskan tanganku"
"Tidak" jawab Bagus dengan datar tanpa ekspresi sama sekali berbeda dengan wanita tersebut yang sudah hampir ketakutan
"Jangan apa-apain aku, lagian aku masih kelas 1 SMA dan belum waktunya untuk menikah"
"Heh.. Jangan mengada-ngada kamu yah!!"
"Lihat saja ini, mungkin jika aku laporan ke polisi maka kamu akan terkena pasal pelecehan seksual" jawab Manda dengan memperhatikan tangannya yang masih setia di genggam
"Kurang ajar, aku begini supaya kamu tidak kabur"
"Percuma juga kabur kalau ujung-ujungnya ketangkep lagi" Manda yang memasang wajah datar seperti seseorang yang pasrah terhadap takdir
"Sekarang berikan handphone mu!!" pinta Bagus dengan menodongkan telapak tangan sebelah kiri
"Wee.. Kamu bisa kena pasal berlapis kalau kaya gini, udah pelecehan sekarang membuka smartphone seseorang tanpa izin, apalagi didalam sana banyak privasi tersembunyi"
"Nih.. Cewe, bener-bener deh, minta ku hajar" batin Bagus yang mulai geram sendiri
"Bodo amat, karena yang paling penting sekarang hapus dulu foto yang kamu ambil tadi"
"Kalau gak mau"
Buk…
Singkat dan cepat, Bagus langsung menyudutkan Manda disebuah dinding samping sekolah dengan tangan langsung memagari kepala sebelah kiri seperti halnya posisi yang ada di adegan drama.
(Author gak tahu nama gaulnya apa:v)
"Kamu mau apa?" tanya Manda dengan polos sambil mencoba untuk bersikap normal walaupun wajahnya sudah merona akibat posisinya bukanlah hal biasa apalagi gaya ini hanya dilakukan oleh orang tertentu
"Mau hapus atau"
"Atau apa?" tanya balik Manda
"Aku cium kamu" kecam Bagus dengan blak-blakan sambil mendekatkan wajah ke Manda sehingga kala itu perasaan Manda sudah kalang kabut
"Tolong.." tariak Manda dengan kecang sehingga Bagus pun terkejut
"Hei.. Kamu ngapain sih"
"Tolong aku siapapun.. Disini ada siswa cabul" teriakan yang lantang tersebut langsung membuat Bagus menutup rapat mulut gadis supaya tidak mengundang seseorang
"Dasar gila, kamu sangka dengan begitu tidak ada seseorang yang datang, mungkin jika ada bukan hanya aku yang dapat masalah tetapi kamu juga, karena kita ketahuan sama-sama bolos acara MPLS"
"Hmm.. Mmmhh.." Manda berusaha untuk membuka mulutnya tetapi sayang tangannya ditahan oleh Bagus menggunakan tangan kanan
"Kalian berdua!!" walaupun jaraknya sedikit jauh tetapi suaranya lantang dan kuat tentu membuat Bagus dan Manda terkejut karena kala itu bukanlah waktu yang tepat, hingga dalam seketika mereka langsung perpaling menatapnya dan melihat seorang pria berbadan tegak dan gagah sambil terpasang name tag berteks OSIS
"Mampus.." gerutu Bagus dengan secara spontan menarik tangan Manda untuk kabur dari kejaran osis, walaupun Manda tidak ingin berlari akan tetapi genggamannya terlalu kuat jadinya ia terpaksa harus ikut berlari untuk bersembunyi didalam ruangan yang tertera papan atas UKS
"Hah.. Ha.. kenapa menarik tanganku sih" cibir Manda dengan jutek sambil mendengar suara langkah kaki anggota Osis yang sudah berlalu dari depan room
"Supaya nggak ketangkep lah"
"Biarkan saja kenapa!!, lagian seorang pria yang membuat kesalahan sudah seharusnya meminta maaf dan bertanggungjawab atas kesalahannya, bukan malah lari, itu namanya bukan jantan tapi pengecut"
Mendengar omelan Manda, Bagus pun mulai terkejut karena baru pertama kali dirinya mendengar ada seseorang wanita yang berusaha untuk menegurnya jadi sesaat Bagus langsung terkesima sebelum melontarkan kata-kata tajam.
"Hah… Memangnya semua ini salah siapa coba, andai saja kamu tidak membuat masalah mungkin aku tidak bakal ketahuan"
"Heh… Memangnya kamu gak pernah didik oleh orang tua mu"
"Memangnya kamu tahu apa tentang aku, dasar anak manja" gerutu Bagus dengan jengkel
"Aku memang gak tahu apa-apa tentang kamu, tapi setelah melihatmu yang pengecut semakin membuat ku sadar bahwa laki-laki adalah makhluk yang susah untuk introspeksi diri"
"Bacot~..." ucap Bagus dengan datar sambil memutar bola matanya akibat jengah
"Dasar pria menyebalkan"
"Kamu juga wanita resek yang pernah aku temui sepanjang masa"
"Gak nanya"
"J*ncok" batin Bagus yang geram melihat tingkah laku gadis didepan matanya
"Sudahlah aku mau balik kelas saja mungkin disana agenda pembukaan MPLS sudah hampir usai" sambung Manda dengan berpaling sambil berjalan kearah pintu keluar namun lagi dan lagi ditahan oleh Bagus
"Tunggu dulu"
"Apa lagi sih" cetus Manda dengan ekspresi jengkel akibat dirinya yang ditahan lagi. "Kamu pergi dengan membawa fotoku, mana bisa begitu!!!" jawab Bagus dengan membenarkan diri
"Ihhh..." Manda yang terlihat sebal mulai membuka handphonenya sambil membuka apk galeri yang menujukan foto Bagus dan teman-temannya melakukan aktivitas mereka yang sedang merokok langsung dihapus olehnya
"Nice.. " ucap Bagus dengan senyum tipis yang menandakan bahwa hatinya sedang senang
"Urusan kita sudah selesai kan" tanya Manda untuk memastikan
"Yah"
Hingga singkat waktu, Manda pun pergi dari ruang UKS menujukan kearah yang akan dituju melewati koridor kelas.
"Dasar wanita menyebalkan" gumam Bagus yang terus memperhatikan telapak tangan kanan yang telah berkali-kali memegang tubuh Manda hingga tanpa sadar dirinya merona.
Setelah kejadian tersebut Bagus terus memikirkan gadis yang bernama Manda dan juga mengingat ucapannya sampai tiba ketika pembagian kelas, awalnya Bagus tidak tertarik dengan hal tersebut tetapi setelah mengetahui jikalau Manda akan di tepatkan dikelas yang sama maka tanpa sadar semangat untuk sekolah
Kembali bergejolak didalam hati Bagus yang secara tiba-tiba mulai mengembangkan study, walau selama bertahun-tahun rasa sukanya harus disembunyikan, akan tetapi sebenarnya pandangan dia tidak pernah berpaling kemanapun dan selalu memperhatikan gerak-gerik manda
Sekaligus berharap jika dia dan wanita tersebut bisa berjodoh dimasa depan, walau dalam keseharian mereka tidak terlalu dekat akibat banyak faktor salah satunya adalah Beni yang selalu menjadi penengah diantara mereka, ibaratkan diantara mereka terhalang oleh sebuah tembok besar
****
Kekuatan adalah segalanya bagi dunia yang penuh kekerasan, karena sesungguhnya manusia lemah hanyalah mangsa bagi makhluk kuat tanpa pandang bulu. Mau itu anak kecil, remaja, dewasa hingga lansia sekalipun harus merasakan pahitnya dunia penuh kehancuran karena 'hidup segan mati tak mau' yang bisa dibilang istilah kata pepatah yang terus membenahi pikiran umat manusia kala itu.
Salah satunya adalah pria remaja SMA yaitu bernama Bagus dengan kekuatan fisik dan kemampuan bertahan hidup. Telah mampu mengalahkan seluruh zombie yang ada disebuh gang kecil dalam jumlah tidak sedikit, kira-kira 9 mayat dengan menggunakan sebuah balik kayu yang dia pungut di pinggir jalan
"Ba-gus" panggil Manda dengan terbata-bata sambil membulatkan mata seakan tak percaya melihat manusia mampu menghajar segelintir monster seorang diri, apalagi menggunakan media senjata alakadarnya
"Tidak akan pernah aku biarkan siapapun berani menyentuhnya" gumam Bagus dengan lirih sambil memasang tatapan sinis tetapi disela itu juga tiba-tiba sinar mata yang tersorot dari lensa mata Bagus memancar cahaya kekuningan seperti hewan buas
Yah.. Itu adalah sebuah indra liar dari manusia yang bisa dibilang kemampuan naluri makhluk hidup dalam bertahan dari predatornya, sama halnya ketika seekor induk ayam yang berusaha untuk melindungi anaknya, walau pada dasarnya ia sangat ketakutan akan tetapi karena insting bahaya sekaligus naluri
Akhirnya ia mampu memasuki fase gila yang dimana berani mempertaruhkan nyawanya untuk melawan predator namun indra ini masih terbilang sangat sakral karena manusia yang memiliki kemampuan ini kemungkinan ada dua fase yaitu fase sadar dan non-sadar
Ketika manusia berada di fase yang sadar dia akan terbangun dalam sifat berbeda tetapi masih dalam keadaan setengah sadar, sama halnya dengan seekor kucing yang kehilangan akal sehat terhadap predatornya yaitu anjing dan nekat melawan dengan cakarnya
Lalu yang kedua adalah fase tak sadar dimana manusia dikendalikan oleh dua kemungkinan yaitu satu insting dan kedua khodam dalam tubuh sama halnya mahkluk halus tapi sangat sedikit orang yang memiliki kemampuan insting bertarung sampai ke fase tersebut kecuali ada sesuatu dalam tubuhnya sehingga mampu mengaktifkan kemampuan sakral tersebut.
Dibawah tumpukan para zombie terkapar, terlihat Bagus berdiri sambil terus termenung dengan mendongak ke langit karena hari sudah semakin gelap dan bintang tak terlihat satu pun. "Bahkan langit malam pun telah ditinggal oleh bintang-bintangnya" gumam Bagus melepas balok kayu ditangan kemudian bertekuk lutut di tanah yang disaksikan oleh Manda dari kejauhan
"Apakah manusia sama halnya dengan langit malam, dimana mereka sudah ditinggalkan oleh Tuhan"
Ketika meratap tiba-tiba ada seseorang telah berdiri dibelakang sambil memegangi pundak kanan sehingga tanpa sadar Bagus berpaling menatap kesamping dan terlihat jelas seorang gadis jelita jongkok yang tingginya setara dengan dia ketika masih bertekuk lutut
"Kamu gak apa-apa?" tanyanya dengan cemas sambil menatap mata Bagus dengan intens
"Tidak apa-apa kok" jawab Bagus yang mulai teringat dengan kejadian 2 tahun lalu dimana dirinya pertama kali bertemu Manda di belakang sekolah, walau dalam situasi kurang cocok tetapi itu sebuah sejarah bagi hidupnya
Manda melihat Bagus tersenyum tipis mulai resah dan gusar karena mau bagaimana pun itu merupakan ekspresi tak logis setelah melewati pertarungan hidup dan mati kecuali seseorang yang sudah pernah mengalaminya berkali-kali.
Waktu berlalu hingga akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di depan rumah Bagus yang bisa dibilang sederhana ketimbang rumah Beni, karena disana hanya ada halaman kecil dengan rumput sudah cukup tinggi dan teras rumah yang terdapat sebuah kursi pelastik termasuk kaca rumah pecah tetapi di tutup oleh kain
"I-ni rumah mu?" tanya manda dengan melirik rumah Bagus dari atas kebawah yang terlihat seperti orang sederhana. "Iyah,.. Mari masuk, hari sudah semakin gelap bahaya kalau sampai ada zombie yang datang" ajak Bagus kemudian melangkah lebih dulu tetapi sempat terhenti didepan pintu
Karena sesaat dia merogoh saku dan mendapat kunci rumah yang kebetulan disimpannya sehingga dalam sekali putar, pintu tersebut dapat dibuka dengan lancar
Cklek.. (Pintu terbuka)
Didalam rumah suasana sangat gelap dan sunyi tanpa ada seorang pun didalam, bahkan Bagus mencoba menghidupkan saklar listrik tetapi tidak berhasil, jadinya dia menggunakan hp yang kebetulan masih terisi dengan daya
Sekilas Manda langsung memperhatikan sekeliling dengan seksama dan tiba-tiba dia langsung terdiam ketika melihat seorang wanita berpakaian minim atau istilahnya terbuka yang terlihat belahan buah dada dan kulit putih seperti susu dalam keadaan foto bersama dengan gadis lainnya disebuah pictures di atas meja dekat Televisi
"Apa ini kakak mu?" tanya Manda dengan mengangkat album foto yang telah dibingkai sambil meneranginya dengan senter Hp
"Bukan, dia ibuku" tukas Bagus dengan datar hingga membuat Manda terkejut sambil meletakkan kembali di tempat semula dan menatap temannya dengan sorot mata penuh pertanyaan
"Beberapa tahun yang lalu ayahku meninggal dalam kecelakaan, hingga aku hidup bersama ibu berdua saja awalnya kami bahagia karena hidup sederhana dan pas-pasan, sampai datang orang itu yang menagih utang ayahku dalam jumlah besar, tentu saja ibuku stress kemudian mulai melakukan pekerjaan malam disebuah bar sebagai pelayan tapi karena faktor lingkungan lama kelamaan dia mulai melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan"
Curahan hati Bagus dengan wajah penuh kesedihan mulai terpampang dari ekspresinya, Manda sekaranng mengerti kenapa sikap Bagus begitu melenceng dan menyimpang dari jalan yang seharusnya karena bisa dibilang kalau dia tidak mengetahui apapun tentang pria dihadapannya
"Tapi tidak perlu dipikirkan karena sampai kapan pun, aku akan tetap menjadi sampah seperti ibuku, dan itu sudah menjadi garis takdir keturunan" timpal Bagus dengan senyum tipis seperti seseorang yang sedang menahan tangis
"Bagus~.." panggil Manda dengan cemas akibat melihat wajah temannya saat itu
"Aku ingin mengambil barang di kamar dulu, jadi tunggu sebentar disini"
Bagus melangkah meninggalkan Manda menuju kamar sambil menutupnya kembali dan menjatuhkan diri di sebuah kasur dengan keadaan tengkurap. "Aku tidak perduli lagi dengan semuanya" gumam Bagus dengan pakaian kotor di kasur sambil membenamkan wajah di bantal
Sehingga tanpa disangka-sangka ternyata ucapan Bagus dan Beni diucapkan diwaktu yang bersamaan hanya beda tempat, karena waktu itu beni berada di dapur bersama sinta untuk memasang mie instan, tetapi karena mendengar ucapan Beni, sinta langsung melantunkan pertanyaannya
"Apa maksud mu, ben?" tanya sinta penuh tanda tanya karena seketika Beni berkata seperti itu di suasana cukup sunyi kecuali suara gelembung air yang mendidih. "Iyah,.. Aku tidak perduli lagi dengan semuanya karena semua kebahagiaan ku harus di renggut satu persatu-satu oleh takdir"
"Aku tidak tahu isi hati mu, tapi aku mohon untuk tetap kuat, semuanya bukan untuk kami tetapi untuk dirimu sendiri"
"Tapi aku tidak pernah berfikir kalau semuanya akan seperti ini"
"Aku pun juga sama, andai semua tidak terjadi apakah kita bisa tetap tertawa menikmati hari penuh kebahagiaan" gumam Sinta yang semakin lirih karena berhayal di situasi seperti ini sangat menyakitkan.
BERSAMBUNG…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments