Eps 09

   Pada waktu itu suasana kurang kondusif sehingga puncaknya dimana Manda mulai melontarkan kata-kata kasar, sementara Bagus sendiri merasa bersalah akibat kata-katanya kurang pantas dinyatakan kepada orang seperti Manda, walaupun dalam kehidupan sehari-hari jelas hidup Bagus jauh lebih penuh dramatis sampai ingin rasanya ia menyerah

"Maaf kalau aku ikut campur tentang perasaan mu, padahal jelas aku sendiri tidak tahu dengan cerita mu" ujar Bagus dengan ekspresi murung karena merasa inferior, "Aku juga minta maaf karena sudah berkata kasar pada mu, tapi sungguh kali ini aku sangat sedih" balas Manda dengan lirih 

"Jika kamu berkenan aku bisa membantu untuk menyelamatkan saudara mu, kok" usul Bagus dengan optimis karena dapat dilihat dari mimik wajah yang tersenyum tipis sehingga Manda tertegun sejenak sebelum wajahnya memerah 

"Nggak usah mengambil resiko" cetus Manda dengan datar walaupun didalam hati sangat mengharapkannya tapi ia tahu orang mana yang tidak takut dengan keadaan sekarang, Entah itu pria ataupun wanita pastinya akan takut ketika diperhadapkan dengan yang namanya kematian

"Nggak sama sekali kok, lagian kamu harus tahu yah, kalau aku itu kuat dan lincah jadi sangat mudah untuk mengalahkan mereka" seru Bagus dengan rasa percaya diri 

"Kamu terlalu menganggap remeh mereka~" potong beni yang memotong percakapan mereka dengan nada datar sehingga seluruh orang memperhatikan logat bicaranya dengan tatapan intens termasuk Sinta dan Ahmad yang ada disebelahnya

"Memangnya kenapa?" tanya Bagus dengan tanda tanya, "Mungkin mereka bisa dikalahkan dengan sangat instan tapi ada juga yang cukup sulit" jawab Beni 

Bagus kini semakin kebingungan dengan maksud temannya namun di sisi lain, dimana temannya yang lain hanya memperhatikan percakapan beni dan bagus tanpa mengangkat bicara karena belum mengerti dengan poin pembahasan

"Dimana rasa percaya diri kita yang membuat kita lengah dengan kelemahan tersebut" sambung Beni dengan serius

"Bukannya jika di film, mereka hanyalah mayat tak berakal?" bantah Bagus dengan gagasannya 

"Mungkin ini akan terdengar abnormal tapi ada yang perlu kau tahu, jika mereka masih memiliki insting" Beni mulai teringat dengan mimpinya, dan dia yakini dan percaya itu bukanlah hanya sekedar moment tambahan melainkan informasi penting 

"Kamu tahu dari mana, memangnya kamu pernah bertarung dengan mereka" potong Ahmad dengan penasara. "Memangnya kalian tidak percaya dengan ku, setelah semua yang terjadi?" tanya Beni dengan melontarkan tatapan tajam 

"Bukannya gitu" sahut Sinta dengan perasaan tidak enak, karena ia sempat berpikir demikian, "Kalian harus camkan ini, jika kita tidak akan bisa menyelamatkan orang tua hingga harta sekalipun, karena sekarang harga nyawa sangat lah murah" titah Beni dengan penuh penekanan sampai seluruh orang hanya menelan liur akibat takut 

"Tapi mama dan papa ku pasti sedang mencemaskan ku, jadi aku harus keluar dari sini secepatnya" suara yang berasal dari gadis di antara mereka, dengan posisi di samping Manda tapi di seberang Beni. "Hah?" cetus Beni dengan datar sambil menatap datar ke arah gadis tersebut 

"Maaf, tapi keluarga ku jauh lebih berharga dari nyawa ku!!" 

"Kamu kira kami disini tidak ada yang berideologi seperti itu, kami sangat yakin jika hidup tanpa keluarga akan hampa, hanya saja dengan kedatanganmu, apakah semua akan berubah, dan lagi kamu harus ingat mungkin orang tuamu sudah menjadi santapan mereka!!" kata-kata kasar yang dilantunkan Beni tentu membuat gadis tersebut menangis dan langsung memeluk temannya 

Mendengar hal tersebut Bagus langsung berdiri dan mencecar pernyataan yang terbilang cukup kasar sekaligus dengan nada lantang, "Kamu tahu apa dengan hidup kami, kamu saja selama ini tidak mendapat perhatian dari orang tua memangnya bisa merasakan dari suasana rumah seperti kami" tutur kata Bagus dengan nada keras dan lantang  

Degh… (degup jantung)

Pada waktu itu Beni langsung melontarkan tatapan tajam kemudian ikut berdiri namun kepala masih menunduk. "Jika kamu tidak tahu apapun, setidaknya jangan berkata seperti itu kepada orang lain, tadi aku maklumin ketika kamu berkata begitu kepada Manda tapi aku tidak terima dengan ucapan mu barusan jadi aku mohon minta maaf padanya!!" titah Bagus dengan wajah merah padam 

"Haha.. Minta maaf, memangnya aku salah apa?" ucap Beni dengan lirih yang disertai tawa sinis, "Ucapan mu" tukas Bagus dengan tegas tapi tanpa disangka-sangka ia mendapat serangan dari Beni yang berupa tendang (T) sehingga dalam waktu singkat juga Bagus terpental ke belakang akibat tidak melakukan persiapan 

Bugh.. (Hantaman) 

"Argh…" Bagus meringis akibat terkena tendang tepat di ulu hati sampai-sampai ia harus terpental beberapa langkah. tentu saja semua orang yang memperhatikan sangat terkejut dengan respon Beni yang seperti bukan dirinya. 

Ketika itu Beni berjalan melewati teman-temannya dengan tatapan kosong sambil membuka mulut untuk ia lantunkan kepada Bagus, "Jangan pernah bermain drama tentang pahlawan dihadapan ku!!" ujar Beni dengan sinis yang tempramentalnya membuat dia harus mengunggah senyum sadis 

"Sialan" umpatan Bagus dengan sigap langsung berdiri dan melancarkan serangan berupa tinju ke arah wajah Beni yang waktu itu terbuka

Bugh.. 

Tanpa disangka ternyata Beni pun ikut terkena tinju secara telak dari lawan sementara, sehingga sudut bibir mengeluarkan darah karena ia tidak menyangka jika serangan Bagus sangat cepat dan akurat, tetapi yang membuat Beni terkejut adalah damage darinya bukan sekedar preman jalanan

"Siapa kamu?" tanya Beni yang terkejut sehingga tertegun sejenak sampai ia mendapat serangan kedua tapi menggunakan tangan kiri, walau begitu kecepatannya tidak menurun sehingga Beni hanya menangkis dengan kedua tangannya, tapi tetap saja damage yang diberikan tidak berubah sehingga kaki kanan harus mundur karena lawannya tidak bisa diremehkan

Jadinya mereka berdua sama-sama memperagakan pasang dari kuda-kuda bela diri, "Tidak ku sangka ternyata kamu bisa bertahan yah!!" Gumam Bagus dengan mengernyitkan alis seraya memfokuskan diri pada pertarungan akan tetapi Bagus tidak mendapat respon justru ia malah mendapat serangan dadakan dengan kepalan tangan yang menggunakan tangan kanan

Tapi kecepatan Beni masih bisa dibaca dengan jelas oleh Bagus sehingga ia menghindari serangan, namun siapa sangka ternyata Beni mengubah pola serangan dengan lutut tepat di pinggul yang terdapat ginjal di sana dan saat itu Bagus tidak sempat menghindar karena dari awal Beni mengincar titik vital lawan 

Sementara serangan dari teknik Right Cross, hanyalah pengalihan saja, "ARGGHHH…" Bagus meringis ketika mendapat serangan tersebut sehingga tersungkur ke lantai karena tanpa disangka damage yang diberikan tak kalah jauh dengan apa yang dia beri kepada lawannya 

"Aku pikir kau adalah atlet, ternyata hanya seorang anak badung sekolahan" umpat Beni dengan santai sehingga tanpa sadar kata-katanya telah memprovokasi Bagus untuk membangkitkan indra ke-6 yaitu sebuah insting bertarung, karena tingkatan tersebut hanya bisa didapati oleh beberapa orang tertentu dan salah satunya adalah Bagus 

Bugh.. 

Lagi dan lagi Bagus melancarkan serangan secara membabi buta, seakan-akan serangan Beni hanyalah kegelian semata, "Sial, kenapa auranya berubah drastis?" bingung Beni dengan posisi bertahan akibat serangan Bagus membuat dia tak mampu menyerang balik tetapi tetap terkena damage dari tinjuan nya 

Karena merasa terdesak Beni langsung mundur beberapa langkah dan melancarkan serangan tackles yang bertujuan untuk mengincar samping lutut disaat Bagus mengejarnya karena rasa gila telah melahap kesadaran 

Alhasil tetap nihil karena ketika serangan mengenai target dan Bagus hanya tersungkur dan tetap maju dengan teknik gulat walaupun belum sempurna tapi yang membuat Beni lagi-lagi terkejut adalah dimana ia melihat lawannya seperti tidak merasakan sakit sama sekali 

Mau menghindar tetap saja sudah terlambat karena tengkuk lutut telah di cengkram dan diangkat sehingga otomatis tubuh Beni terbanting ke lantai yang sudah jelas sangat keras

Gubrakk… 

Bantingan tersebut membuat Beni pingsan di tempat, sedangkan Bagus tergeletak dengan keadaan setengah sadar, karena kejadian tersebut membuat Zombies tergesa-gesa mendobrak pintu kelas dengan sekuat tenaga tapi beruntungnya, kursi dan meja telah menahan pintu masuk yang pada akhirnya membuat situasi mereka terancam akibat kericuhan Beni dan Bagus perbuatan. 

Ketika itu kerusuhan terjadi dimana Zombie mulai membuat kehancuran bagi era manusia karena mereka mulai mencabik dan memakan mangsanya secara brutal lawaknya binatang buas, dan itu tidak hanya di satu tempat melainkan beberapa titik antaranya bangsa-bangsa yang terkena dampak seperti Indonesia

Karena hal tersebut juga membuat krisis sekaligus inflasi bagi ekonomi Indonesia antaranya dalam geraknya militer bangsa, karena personil Indonesia tidak mampu menutupi anjloknya SDM (Sumber daya manusia) yang menurut secara drastis, akibat dari hal tersebut cadangan listrik, pasokan, hingga ke kontruksi sekalipun mengalami tunda, sehingga pemimpin bangsa men tindak lanjuti masalah tersebut dengan sebaik-baiknya walaupun inflasi tidak bisa dihindari

Di Sebuah ruangan dengan palang yang tertulis Ruang Jendral membuat salah satu abdi negara memasuki tempat tersebut dengan mengetuk pintu, tentu ada sebuah penambahan tutur kata penuh rendah diri, "Permisi bisa saya masuk?" tanyanya dengan lembut sambil mengetuk pintu dengan jari telunjuk 

Hingga tak lama ada balasan dari balik pintu yang nadanya seperti orang frustasi, "Silahkan" orang yang diluar ketika mendengar suara tersebut dengan perlahan membuka pintu lalu melangkah ke arah seorang pria paruh baya, dengan seragam penuh lencana atau istilahnya logo kehormatan yang bergelimang di seragam 

"Permisi jenderal, maaf jika mengganggu waktu anda!!" tutur abdi negara tersebut dengan seragam kehormatan. "Yah.. Tak apa-apa, silahkan apa yang ingin kami beritahu kepada ku" ucap Jenderal tersebut dengan nada lirih sambil memijat pelipis dengan tangannya sendiri

"Saya hanya memberitahu jika kompi-673 telah dilahap oleh sebuah wabah yang menyebar melalui radiasi lalu kompi 674 dan 676 telah kalah dalam pertempuran penuh hormat!!" 

Gubrakk.. (Hantaman tangan dengan meja) 

"Sialan, ternyata kita memang tidak bisa merebut kembali kota A dengan prajurit sisa, aku pikir dengan pasukan cabang kita bisa mengembalikan keadaan yang sekarang!!" keluh kesah sangat jenderal dengan duduk sambil merenung karena harapan telah pupus dengan realita 

Karena setelah jatuhnya asteroid sebagian besar dari Indonesia telah dilahap oleh kabut kematian hingga dalam waktu singkat warga maupun abdi negara sekalipun, mereka tidak dapat diselamatkan sampai 7:10 orang di negeri tersebut telah bermutasi menjadi sesosok monster 

Tepi beruntung karena beberapa saat yang lalu kota A telah membuat bunker bawah tanah sebelum menyebarkan radiasi ke kota penting, namun tidak seluruh karena kapasitas juga terbatas, apalagi harus berpatokan kepada pangan dan air sehingga yang masuk hanyalah orang yang memiliki hubungan penting dengan pemimpin kota tidak terkecuali tentara

Karena mereka hanya diisi dengan segelintir serdadu dan beberapa alutsista kendaraan seperti mobil armor, tank, dan helikopter, karena percuma saja menyimpan banyak kendaraan namun tak memiliki minyak yang ada mereka akan seperti pencetus perang dunia 2 yang memiliki kendaraan bermerk namun tak memiliki minyak bumi

Sehingga barak tersebut diberi nama sebagai angkatan cabang, karena hanya memiliki kekuatan yang kecil dan tak mampu mempertahankan bangsanya sendiri, yang dipimpin oleh seorang jenderal dan asistennya yang bernama Kristian sebagai Komandan tempur angkatan darat. 

Pada waktu itu Kristian sedang merana dibalik ruangan yang bisa dibilang merupakan ruang pribadi, karena melihat ekspresi jenderal membuatnya terus mengingat jelas, walaupun berusaha bersikap tenang, "Sialan, apakah sudah tidak memiliki jalan untuk bertahan!!" umpatan dari Kristian sambil memukul dinding semen

Karena pada waktu itu Kristian sangat terpuruk karena tidak mampu melindungi bangsa hingga keluarganya sendiri, walaupun gelarnya sangatlah terhormat, karena mau bagaimanapun dia juga manusia yang tentu bisa dianggap terhormat dan mampu menolong banyak orang, hanya saja itu bagi pandangan sesama manusia, tidak untuk Tuhan 

"Aku benar-benar tak mampu untuk berbuat apapun, sekarang" gumamnya dengan rasa inferior akibat mental terus ditekan, waktu itu dia duduk dengan wajah penuh kesedihan  

"Ayah, ibu, maafkan aku karena tak bisa menolong kalian, pasti kalian menunggu kepulangan anakmu kan" gumamnya dengan melirik kearah foto keluarga yang terpampang dengan jelas di meja kerja 

Sampai ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan sambil disertai oleh ucapan, "Maaf mengganggu kris, tapi bolehkah aku masuk" suara wanita dengan tutur kata lembut namun penuh nada keberanian membuat Kristian langsung mengenal suara tersebut dalam sekali dengar

"Silahkan" ucapnya dengan memasang ekspresi serius walaupun dalam hati masih sedih namun ia akan terus bersikap seolah-olah tak terjadi apapun sampai rela berdiri didekat meja

Cklek.. (Suara pintu terbuka) 

Masuklah seorang gadis dengan seragam tentara sambil diikuti oleh seorang wanita yang mungkin 4 tahun lebih muda dengannya, untuk satunya dia menggunakan jubah putih polos dengan langkah beriringan mengikuti perempuan tentara, jika ingin dibandingkan mungkin wanita tentara sangat cantik karena rambut yang terurai dan kulit putih membuatnya terlihat cantik sayang sikap angkuhnya membuat dia tidak disukai oleh lelaki melainkan disegani

Sedangkan satu lagi adalah seorang anak SMA yang kebetulan selamat dari radiasi dan melarikan diri, beruntung dia ditemukan oleh tim penyelidik sehingga dibawa ke dalam bunker, karena dia mengakui memiliki kemampuan untuk menjadi tim medis karena jurusan yang diambil adalah biologi atau IPA. 

Tapi memang benar jika nilai akademiknya tidak rendah bahkan dia sudah ditawarkan kalau sudah lulus akan mendapat beasiswa untuk masuk ke dalam universitas kedokteran, mungkin jika bencana ini tak terjadi maka dia sudah menjadi wanita sukses mencapai puncak tempat dirinya bersinar hanya saja mimpinya harus hancur akibat hal yang tak diinginkan sudah terjadi. 

BERSAMBUNG… 

Episodes
1 Eps 01
2 Eps 02
3 Eps 03
4 Eps 04
5 Eps 05
6 Eps 06
7 Eps 07
8 Eps 08
9 Eps 09
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Curhat I
23 Eps 22
24 Eps 23
25 Eps 24
26 Eps 25
27 Eps 26 (Part²)
28 Eps 27 (Part²)
29 Eps 28 (Part²)
30 Eps 29 (Part²)
31 Eps 30 (Part²)
32 Eps 31 (Part²)
33 Eps 32 (Part²)
34 Eps 33 (Part²)
35 Eps 34 (Part²)
36 Eps 35 (Part²)
37 Eps 36 (Part²)
38 Eps 37 (Part²)
39 Eps 38 (Part²)
40 Eps 39 (Part²)
41 Eps 40 (Part²)
42 Eps 41 (Part²)
43 Eps 42 (Part²)
44 Eps 43 (Part²)
45 Eps 44 (Part²)
46 Eps 45 (Part²)
47 Eps 46 (Part²)
48 Eps 47 (Part²)
49 Eps 48 (Part²)
50 Eps 49 (Part²)
51 Eps 50 (Part²)
52 Eps 51 (Part³)
53 Eps 52 (Part³)
54 Eps 53 (Part³)
55 Eps 54 (Part³)
56 Eps 55 (Part³)
57 Eps 56 (Part³)
58 Eps 57 (Part³)
59 Eps 58 (Part³)
60 Eps 59 (Part³)
61 Eps 60 (Part³)
62 Eps 61 (Part³)
63 Eps 62 (Part³)
64 Eps 63 (Part³)
65 Eps 64 (Part³)
66 Eps 65 (Part³)
67 Eps 66 (Part³)
68 Eps 67 (Part³)
69 Eps 68 (Part³)
70 Eps 69 (Part³)
71 Eps 70 (Part³)
72 Eps 71 (Part³)
73 Eps 72 (Part³)
74 Eps 73 (Part³)
75 Eps 74 (Part³)
76 Eps 75 (Part³)
77 Eps 76 (Part³)
78 Eps 77 (Part⁴)
79 Eps 78 (Part⁴)
80 Eps 79 (Part⁴)
81 Eps 80 (Part⁴)
82 Eps 81 (Part⁴)
83 Eps 82 (Part⁴)
84 Eps 83 (Part⁴)
85 Eps 84 (Part⁴)
86 Last Chapter
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Eps 01
2
Eps 02
3
Eps 03
4
Eps 04
5
Eps 05
6
Eps 06
7
Eps 07
8
Eps 08
9
Eps 09
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Curhat I
23
Eps 22
24
Eps 23
25
Eps 24
26
Eps 25
27
Eps 26 (Part²)
28
Eps 27 (Part²)
29
Eps 28 (Part²)
30
Eps 29 (Part²)
31
Eps 30 (Part²)
32
Eps 31 (Part²)
33
Eps 32 (Part²)
34
Eps 33 (Part²)
35
Eps 34 (Part²)
36
Eps 35 (Part²)
37
Eps 36 (Part²)
38
Eps 37 (Part²)
39
Eps 38 (Part²)
40
Eps 39 (Part²)
41
Eps 40 (Part²)
42
Eps 41 (Part²)
43
Eps 42 (Part²)
44
Eps 43 (Part²)
45
Eps 44 (Part²)
46
Eps 45 (Part²)
47
Eps 46 (Part²)
48
Eps 47 (Part²)
49
Eps 48 (Part²)
50
Eps 49 (Part²)
51
Eps 50 (Part²)
52
Eps 51 (Part³)
53
Eps 52 (Part³)
54
Eps 53 (Part³)
55
Eps 54 (Part³)
56
Eps 55 (Part³)
57
Eps 56 (Part³)
58
Eps 57 (Part³)
59
Eps 58 (Part³)
60
Eps 59 (Part³)
61
Eps 60 (Part³)
62
Eps 61 (Part³)
63
Eps 62 (Part³)
64
Eps 63 (Part³)
65
Eps 64 (Part³)
66
Eps 65 (Part³)
67
Eps 66 (Part³)
68
Eps 67 (Part³)
69
Eps 68 (Part³)
70
Eps 69 (Part³)
71
Eps 70 (Part³)
72
Eps 71 (Part³)
73
Eps 72 (Part³)
74
Eps 73 (Part³)
75
Eps 74 (Part³)
76
Eps 75 (Part³)
77
Eps 76 (Part³)
78
Eps 77 (Part⁴)
79
Eps 78 (Part⁴)
80
Eps 79 (Part⁴)
81
Eps 80 (Part⁴)
82
Eps 81 (Part⁴)
83
Eps 82 (Part⁴)
84
Eps 83 (Part⁴)
85
Eps 84 (Part⁴)
86
Last Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!