Kejatuhan asteroid diperlihatkan oleh seluruh orang yang ada di jagat raya, bahkan ekspresi setiap orang juga berbeda-beda tapi sebagai besar memiliki perasaan takut ketimbang siaga dengan kondisi apapun yang akan datang di masa depan, kecuali angkatan bersenjata yang senantiasa menunggu kapapun dirinya diperlukan untuk bangsanya
Semua itu tidak berhenti sampai terdengar suara ledakan yang disebabkan oleh meteor luar angkasa, tentu saja ledakannya sangat bergema dipermukaan sampai-sampai terjadi gempa tektonik yang disebabkan oleh lempengan bumi, walaupun secara berskala standar tapi berdampak bagi daerah pinggiran yang bisa merasakan
Waktu itu menunjukkan pukul 14.23 WiB dimana langit mulai berganti warna menjadi kemerahan akibat radiasi yang menjalar dari jatuhnya asteroid sampai terjadi kabut tipis yang menyebar dari satu titik ke titik lain dengan cara menyebar seperti asap walaupun tipis tapi barang siapa yang mencium akan merasakan pusing, sesak dan sakit organ dalam sehingga bagi siapa yang menghirup bisa dipastikan mati dalam jangka waktu dekat
Karena begitulah bagi orang yang berada didekat jatuhnya meteor ataupun terlahap oleh kabut tipis, apalagi letak jatuhnya berada di tengah kota A dimana beni dan Andika tinggal namun beruntung radiasi tersebut tidak mencapai satu kota penuh jadi Beni yang bersekolah di pinggir kota bisa terhindar dari dampak Asteroid.
News Tv: (Diduga terjadinya perpecahan terhadap asteroid sehingga letak jatuhnya tidak hanya di satu kota tetapi beberapa kota penting yang ada di indonesia, namun yang lebih mengejutkan adalah dimana jatuhnya Asteroid tidak hanya di satu negara tetapi panca benua antara lain Asia, Eropa, Australia, Afrika, dan Amerika
Akan tetapi ada beberapa negara di Asia yang terkonfirmasi terkena dampak dari asteroid antara lain, China, Japan, Korea Selatan dan Rusia terkhusus Indonesia dan malaysia yang dampak negatifnya sangat parah,
Apakah ini hanya bencana biasa ataukah sebuah malapetaka yang menimpa bumi tercinta, terus standby dalam media News Tv)
Begitulah berita yang ada di media smartphone yang ditayangkan dari balik layar Hp beni, yang kebetulan masih didalam ruang kelasnya, karena kejadian tersebut membuat seisi ruang ketakutan untuk keluar, karena dari setiap media telah membahas asteroid tersebut secara umum maupun deskripsi bagian, yang dijelaskan secara objektif
Namun beni waktu itu bisa menghela nafas panjang karena radiasi tidak mencapai posisinya karena jika itu sampai terjadi maka sudah dipastikan jika ia tidak akan selamat, namun ketika itu juga bel sekolah berbunyi dan bunyinya pun sebanyak 5x yang menandakan kalau seluruh siswa diwajibkan untuk berkumpul di lapangan
Tentu seluruh murid yang ada di kelas beni beranjak dan berjalan menuju keluar, tetapi sebelum membuka pintu keluar beni dengan sigap dia langsung berdiri lalu berkata dengan lantang, "Jangan keluar!!" pekiknya dengan impulsif
Karena kejadian tersebut juga dia langsung menjadi bahan sorotan mata yang seperti meminta penjelasan, apalagi rata-rata di kelas beni terisi dengan wanita, pasti tidak satu frekuensi, "Ada apa ben?" tanya Sinta dengan sorot mata penuh pertanyaan
"Kita tak bisa keluar dari kelas!!" sahut beni dengan muram yang ekspresinya tampak seperti gelap gulita
"Ada apa~?" suara datar dengan pertanyaan penuh rasa khawatir membuat beni frustasi sendiri
"Karena-_.. " kalimat beni terpotong karena terdengar suara gaduh di luar dimana dari jeritan hingga suara yang meringis kesakitan
"Aaahhh… (Teriakan yang berasal dari outdoor)
Dengan serentak seluruh orang terkejut sehingga mulai berhamburan menuju balik jendela yang telah tertutup oleh kain, kecuali beni yang sembari awal telah tahu dengan apa yang terjadi diluar, " Sudah dimulai" batin beni dengan keringat dingin membasahi tulang pelipis
Karena beni tahu jika keadaan sekarang sudah tidak relevan seperti sedia kala, jadi ia hanya menunggu dari balik room bersama dengan teman-temannya yang masih tertohok kaget melihat keadaan di luar
Dimana segerombolan manusia yang berada diluar sekolah masuk dari gerbang, dan menerkam murid yang ada di Koridor maupun sedang berjalan menuju lapangan, karena jumlahnya yang banyak membuat seluruh murid kesusahan untuk berlari dan ada satpam sekolah yang turut memisahkan pendatang secara kasar tapi justru malah ia sendiri yang terkena imbasnya kemana ia harus mati dengan nahas yang disobek oleh mayat hidup
Sementara guru yang melihat langsung bersembunyi di balik ruangan staff ataupun tata usaha, walaupun sudah 75% guru yang tewas di luar akibat serangan sesosok monster
Seorang gadis yang melihat dari balik jendela mulai menjerit dengan histeris karena melihat betapa brutalnya manusia memakan manusia, "Aaahhhh…" jeritannya sambil berjalan mundur tentu saja tidak hanya satu tapi nyaris seluruhnya yang mengeluarkan ekspresi sedih, takut dan bingung yang tercampur aduk menjadi satu dihati
"Semuanya diam!!" ucap Beni dengan lantang sambil menyuguhkan tatapan datar.
Kelas beni berada di paling depan yang bertepatan dengan gerbang dan lapangan gerbang sehingga dari jendela maka akan terlihat jelas bagaimana kesadisan dan kebrutalan dari manusia kanibal sedangkan ruang guru berada di tengah yang lebih tepatnya ada di dekat lobi sekolah.
"Ben?" seluruh orang di kelas bertanya-tanya karena sifat dan logat beni berbeda dengan orang pada umumnya yang akan takut dan cemas ketika diperlihatkan sebuah situasi seperti saat itu
"Apa maksudnya ini, ben!!" bentak bagus dengan nada tinggi apalagi ekspresinya sangat ketakutan walaupun begitu ia tidak mendapat respon sedikitpun dari beni, sehingga bagus mendekati temannya dan menarik kerah saking jengkelnya, karena begitulah sifat manusia karena mereka bisa berubah ketika situasi mendesak mereka
"Bagaimana jika, aku bilang ini adalah akhir zaman" kalimat tersebut tentu membuat Bagus membulatkan matanya dengan sempurna karena saking frustasi ia tak tahu harus berkata apa
"Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Petunjuk, dan aku sudah tahu pada 2 hari yang lalu tentang keadaan ini"
"Kenapa gak bilang kepada kami, kalau kamu kasih tahu informasi tentang keadaan ini mungkin kami gak akan terjebak disini, tapi kamu malah bersikap santai saja!!"
"Dua hari yang lalu aku sudah tahu tapi tidak pasti, sehingga aku mulai mencari petunjuk lain dan kemarin aku sudah yakin dengan apa yang aku dapat" ucap beni dengan datar dengan kerah masih di cengkram oleh Bagus
"Lalu"
"Lalu?, memangnya jika aku bilang ke kalian akankah kalian percaya dengan ucapan ku, justru aku malah yakin pasti kalian akan menganggapku gila" suara beni membuat suasana hening seketika dimana mereka masih merenung karena benar, keadaan sekarang tidak sepenuhnya salah beni
Ahmad yang merasakan temannya butuh pertolongan langsung berkata, "Justru kalian harus berterima kasih dengan beni, karena dia tidak meninggalkan kita justru malah membantu kita!!" suara ahmad yang memecahkan keheningan kini langsung perasaan penuh rasa tanya
"Jadi beni menyuruh kita membawa kain dan makanan untuk saat ini" salah seorang gadis yang berada diantara mereka
"Benar" timpal beni yang membuat perasaan mereka langsung gusar, "Tolong dengarkan penjelasan aku tentang keadaan kita" sambung beni dengan serius yang tentu saja seluruh orang memasang tampang serius sambil berkumpul menjadi satu walaupun begitu diluar masih terdengar jeritan dari siswa lain yang meringis kesakitan sehingga keadaan mereka tidak ada perasaan tenang
"Jadi manusia kanibal yang menyerang mereka ada kemungkinan berasal dari sebuah mikroorganisme atau istilahnya adalah sebuah makhluk parasit yang berbahaya, bisa disebabkan oleh asteroid yang jatuh kepermukaan yang ada kaitannya dengan radiasi saat ini"
"Jadi mereka yang menghirup udara itu akan berubah wujud?" tukas Bagus dengan penasaran
"Ada kemungkinan, tapi bisa dibilang seperti itu karena korbannya adalah warga pribumi yang telah menyerang sekolah kita" jawab beni dengan datar, "Namun ada informasi yang perlu kalian ketahui"
"Apa itu?" bingung seluruh siswa yang berada diantara beni secara bersamaan, walaupun di hati mereka masih ketakutan namun mereka berusaha untuk tidak panik sampai mereka mendengar semua informasi dari beni namun mereka masih beruntung karena jendela sudah ditutup oleh kain sehingga cipratan darah ataupun tontonan yang tak layak ditonton bisa terhalang walau masih terdengar suara histeris dari luar
"Jadi monster tersebut kita beri nama saja dengan istilah Zombie, dan kalian pasti sudah mengetahui kriteria nya, bukan"
Beni yang melihat hanya sebagian yang mengangguk dan sebagian lagi cuman menggelengkan kepala secara perlahan, "Makhluk itu atau zombie memiliki kepekaan terhadap suara, penciuman dan kekebalan tubuh jadi jangan sampai kalian melakukan hal yang memicu zombie, misalnya membuat suara keras" ujar beni yang secara tidak langsung menyindir gadis yang berteriak sebelumnya sambil menatap dengan datar
"Lalu penciuman, jangan berada didekatnya karena dia bisa mencium bau tubuh kita, karena bau kita dan mereka berbeda, tapi ada hal yang paling penting yaitu darah karena mereka bisa merasakan sel darah yang segar dan anti-body yang merupakan musuh mirkro luar angkasa tersebut" sambung beni dengan menjelaskan secara panjang lebar tentu ada sebagai yang paham dan tidak
Sampai Ahmad langsung mengangkat tangan untuk bertanya, "Lalu jika tergigit apakah kita akan berubah jadi zombie, karena di film seperti itu" tanyanya dengan lugu
"Tentu saja, masa jadi kodok" cetus beni dengan jengkel, "Hehe,.. Sorry" kekeh ahmad dengan cengengesan
"Sementara kelemahan mereka ada dimana?" potong Bagus yang memberi pertanyaan, "Aku juga tidak tahu, karena untuk sekarang aku tidak memiliki target yang efektif untuk melumpuhkan mereka" sahut Beni dengan muram
"Maaf karena sudah bertanya yang kamu sendiri tidak tahu" seru Bagus
"Tidak apa-apa, karena untuk sekarang kita harus bersatu agar bisa bertahan hidup"
"Hmm.." dehaman Bagus sebelum Manda memotong percakapan mereka, "Sepertinya aku harus keluar dari sini!!" titah Manda dengan tampang ketakutan, tentu saja seluruh orang ketakutan mendengar Manda kan membuka pintu
"Untuk ap-.. " tanya Bagus sebelum terpotong dengan suara gedoran pintu dari luar
Duarrr.… (Pintu yang di tabrak dari luar)
"Cepat ganjal pintu kelas dengan kursi ataupun meja, semaksimal mungkin jangan sampai mereka membobol masuk" potong beni dengan memerintahkan teman-temannya agar bergerak cepat sehingga Bagus, Ahmad, Beni, dan komang dengan sigap membawa kursi dan meja ke arah pintu dengan berbondong-bondong
Namun ditengah mereka sedang sibuk datang Manda mencoba untuk menahan beni sambil berkata, "Aku harus keluar dari sini, karena masih ada indri disana" ucap Manda dengan isak tangis
"Tidak"
"Eh!!, kenapa?" bingung Manda dengan membulatkan mata dengan sempurna, "Terlalu beresiko" ujar Beni dengan menundukkan kepala dengan meletakkan meja yang sebelumnya diangkat sendiri
"Tapi aku harus pergi dari sini, karena dia sedang menunggu pertolonganku!!"
"Jangan keras kepala, mungkin kamu bisa sampai disana, tapi setelah itu apa yang akan kamu lakukan seterusnya"
"Aku gak perduli dengan nyawa ku, karena yang lebih utama adalah keselamatannya" bantah Manda,
"Dengar, kamu harus percaya denganya, mungkin dia hanya gadis biasa, tapi teman pria dia pasti bisa diandalkan untuk menjamin keselamatannya" timpalnya dengan tegas sambil mencengkram pergelangan tangan Manda
"Tapi.. Hiks.. Hiks" dalam waktu sesaat manda langsung menangis dengan sedu sambil menjatuhkan diri kedalam pelukan beni, sedangkan di lain sisi beni hanya merasa canggung dan berusaha untuk membalas pelukan namun melihat Sinta menatapnya jadinya ia tak mampu melakukan hal tersebut
"Kumohon tenangkan dirimu, jika seperti ini kamu tidak akan mampu untuk berfikir rasional"
Sementara itu terlihat Bagus menatap beni secara sekilas dengan rasa tak suka tapi ia tak ingin ambil pusing sehingga melanjutkan kegiatannya untuk mengumpulkan kursi dan meja sebagai penghalang pintu masuk kelas
***
Setelah semua meja dan kursi menghalangi pintu masuk dan sisanya di bariskan berjejer didekat jendela seluruh orang termasuk beni berkumpul dengan ditengahnya adalah makanan snack seperti roti dan air mineral, jadi makanan ditumpuk ditengah sedangkan manusia melingkari makanan tersebut
Dan setelah beberapa saat berlalu suara nyaring mulai tak terdengar dari luar, seperti semuanya telah berakhir namun dari mereka semua tidak ada seorang pun yang berani untuk mendongakkan kepala melihat keadaan di luar jendela akibat tidak berani, "Sialan, kenapa tidak ada jaringan?" batin beni dengan menggoyangkan smartphone kesana kemari untuk mencari sinyal
Karena ada dugaan jika jaringan frekuensi dari seluler terputus akibat ledakan Asteroid, karena listrik sekolah padam sehingga sebagai orang tidak bisa untuk mengisi daya handphone masing-masing, "Jadi kita bakal bertahan dengan makanan ini, yah?" tanya Komang yang mulai angkat bicara dengan nada bingung karena selama ini ia tidak bisa berfikir secara tenang jadi dirinya hanya diam
"Untung, beni menyuruh kita buat bawa makanan dari rumah, coba kalau tidak mungkin kita bakal kelaparan disini" sambung Sinta sambil menghela nafas panjang
Sementara Manda masih diam dengan duduk yang posenya memeluk kedua lutut, karena semenjak kejadian tadi ia hanya melamun karena memikirkan tentang nasib saudaranya, "Kamu gak apa-apa, man?" tanya Bagus dengan memegang pundak Manda, namun tidak mendapat respon dari lawan bicara sehingga Bagus cuman menatap temannya dengan perasaan iba
"Bagaimana dengannya" gumam Manda dengan lirih tapi masih terdengar ditelinga Bagus, "Kamu tenang saja, karena kita harus percaya dengan Beni" balas Bagus dengan mengatasnamakan temannya
"Mana bisa aku tenang dengan situasi seperti ini, hah!!" jawab Manda dengan penuh emosi sehingga seluruh orang dapat mendengar perkataannya, termasuk beni sendiri yang sembari tadi duduk diseberangnya dengan disamping kanan ada Sinta dan kiri Ahmad yang merupakan sahabat karib.
BERSAMBUNG…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments