Dua wanita itu menghadap ke seorang pria yang notabene nya adalah komandan perang antara lain Kristian, yang berusaha untuk bersikap tenang walaupun di hatinya sangat gusar melihat keadaan yang menyedihkan seperti sekarang. "Via, harus berapa kali aku mengingatmu jika memanggilku dengan hormat, mungkin kamu banyak disegani oleh tentara tetapi tidak begitu juga cara mu bersikap kepada atasan" cetus Kristian dengan nada jengkel sambil duduk di kursinya
Sedangkan dengan sembrono Via langsung duduk di kursi yang ada didepan meja Kristian sambil melontarkan ucapan tak masuk akalnya, "Lagian kita teman, jadi untuk apa lagi bersifat formal" sahut Via dengan santainya duduk dihadapan sang atasan
Sehingga gadis yang dibelakang punggung hanya memasang wajah heran terhadap Via, yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri, karena sikapnya terhadap Kristian sangat blak-blakan ketimbang bersama bawahan yang kesannya sangat dingin dan angkuh
"Heh.. Kamu nih, benar-benar cari masalah yah!" cetus Kristian dengan datar, "Sudah-sudah, aku datang bukan untuk mencari masalah, melainkan untuk memberikan Informasi penting" timpal Via walau seperti serius tetapi yang sebenarnya dia hanya ingin mengalihkan arah pembicaraan
"Info apa?"
"Aku disini akan memberitahumu tentang dua info, yang pertama stock medis kita menipis jadi kemungkinan kita akan mengeksplorasi rumah sakit terdekat untuk mencari persediaan, dan yang kedua adalah tentang Zombie yang secara tiba-tiba berkumpul di pusat kota"
"Apa penyebabnya?" tanya Kristian dengan penasaran
"Motifnya tidak aku ketahui, tapi ada kemungkinan jika Zombie bergerak berkelompok"
"Apa sebabnya sehingga kamu berasumsi seperti itu, apa jangan-jangan kamu berkata seperti ini hanya karena impulsif"
"Tentu saja tidak demikian, karena jika dilihat jatuhnya asteroid ada di pusat kota sehingga kontributor dan industri terhenti namun bukan itu inti pembicaraan kita melainkan apakah anda pernah berpikir jika zombie memiliki generasi awal"
"Maksudmu generasi sebab-akibat?"
"Yah.. Aku berangan-angan jika ada sebuah mutasi terhadap manusia yang menghirupnya lalu menjadi monster terkuat dari yang lainnya, sehingga monster tersebut memimpin generasi selanjutnya dan membuat kelompok?"
"Tapi bukannya sebagian besar zombie yang anda di bangsa ini disebabkan oleh radiasi, lalu bagaikan kamu bisa berkata kalau ada zombie terkuat?"
"Hmm.. Benar juga yah" seketika keseriusan Kristian langsung hancur ketika melihat Via berpikir akan argumennya, "Via!!!...." teriak Kristian dengan wajah merah padam sedangkan gadis yang ada dibelakang Via langsung kabur dari ruangan karena situasi tidak lagi Kondusif
"Kamu benar-benar membuat ku marah, dasar wanita menyebalkan" umpatan dari Kristian dengan amukan murka sehingga ia hanya menghela nafas berat, berbeda dengan Via ketika misinya sukses langsung beranjak pergi meninggalkan Kristian di dalam dengan keadaan naik darah
Jadi intinya kedatangan Via hanyalah untuk memberi tahu kepada komandan akan stock medis menipis sedangkan informasi yang kedua hanyalah bohong karena Via tahu, jika waktu itu Kristian sedang terpuruk sehingga dia berinisiatif untuk menghibur walaupun dengan cara berbeda dari batas normal
Akan tetapi ketika mereka sedang dalam fase tegang, tanpa sadar sesosok monster yang di dambakan telah datang dimana salah satu mayat hidup bermutasi dengan perubahan fisik hingga pada jaringan saraf otak, walaupun tidak masuk akal tapi ada hal yang perlu diketahui yaitu serangkaian gen luar angkasa dan manusia bersatu dan menjadi suatu mikro yang baru dan membentuk manusia setengah monster dengan kesadaran dan ingatan telah hilang
Bedanya dari monster tersebut adalah dia memiliki suatu kemampuan diluar nalar akibat kontraksi antara jaringan genetik angkasa dan insting indra ke-6 yang bisa dibilang kemampuan supranatural dari manusia seperti halnya Bagus, tapi kemampuan tersebut telah jatuh ke tangan monster sehingga dia memiliki dua kemampuan yaitu regenerasi dan zombie
Regenerasi kemampuan dari manusia yang bisa dibilang diatas rata-rata, karena tubuhnya sudah menjadi monster tentu saja dia akan 3x lebih cepat pulih, sedangkan Kemampuan zombie adalah suatu kelebihan khusus dari makhluk ini untuk menyebarkan spesies
Sayangnya monster tersebut telah bangkit dan berdiri diatas permukaan. "Aaaaggghhh Rrrr Kkkkk.." Suara dari raungan monster tersebut yang berada di tengah kota dengan berdiri diatas jalan raya setelah terkapar di jalanan akibat menghirup radiasi bahkan sampai saat ini radiasi masih melekat di partikel udara dengan begitu tebal
Sampai-sampai banyak zombie yang merupakan generasi zero mendekatinya dan berlutut dibawah kaki dengan posisi bersujud, awalnya monster tersebut masih manusiawi tapi lama kelamaan dia berubah dimulai dari mata yang bertambah satu tepat di dahi dan kulit mengeras seperti sisik ular lalu kuku memanjang dan taring keluar dari bibir
Sehingga jika dinilai dia akan sama seperti manusia serigala hanya saja ada tambahan di bagian mata yang bertambah satu dan kulit bersisik bukan berbulu. Monster tersebut berdiri tegak dengan kedua kaki seraya memperhatikan anak buah yang sudah bersujud di hadapannya, karena walaupun begitu mereka masih memiliki insting jadi bisa membedakan mana makhluk kuat dan lemah
"Aku akan mendeklarasikan perang terhadap umat manusia!!..." suara bergemuruh dengan gema nada yang berat sehingga memberi kesan mengerikan bagi makhluk hidup yang mendengarnya, walaupun tidak mendapat respon dari anak buah tetapi mereka sudah cukup mengerti dengan bahasa nada dan pantulan aura yang terpancar dari pemimpin
"Sebelum itu aku harus menghancurkan kota D yang bisa dibilang merupakan pangkalan militer pusat dengan kedua tanganku sendiri ketika sudah kuhancurkan maka aku akan bergerak ke ibu kota karena disana sudah ada makanan bergelimang yang menanti" gumam monster tersebut dengan senyuman sadis dia mengubah kembali fisiknya menjadi manusia biasa dan alangkah terkejutnya
Ternyata manusia yang bermutasi adalah seorang gadis cantik berambut hitam pekat dengan bentuk tubuh seperti selebriti hanya saja dia dalam keadaan tanpa busana sehingga seluruh tubuh dipampang dengan jelas ditempat terbuka walaupun waktu itu zombie tidak lagi memiliki hasrat seksual lagi.
"Aku akan menghancurkan kota pusat dengan kedua tanganku!!" batinnya yang berjalan beberapa langkah kemudian datang seekor zombie yang berjalan seperti kuda dengan isyarat menunjukkan jika makhluk tersebut siap dijadikan sebagai kendaraan
Hingga tanpa berpikir panjang wanita itu duduk diatas punggung dengan gaya elegan sambil mempacu makhluk kendaraan tersebut agar berjalan untuk meninggal kota dengan diikuti oleh segerombolan zombie yang mayoritas dari generasi zero dan itu pun berasal dari penduduk kota, jadinya di kota A sudah tipis dengan yang namanya zombie
Sehingga seisi dari kota A hanyalah zombie generasi one yang kekuatannya bisa dibilang berada dibawa generasi zero, akan tetapi apakah semua bisa berakhir begitu saja karena cepat atau lambat pastinya ratu Zombie akan datang untuk membumihanguskan kota A yang dimana merupakan tempat kelahirannya.
*****
( S E K O L A H)
Setelah kejadian dimana pertarungan Beni dan Bagus dan berakhir oleh kemenangan Bagus dan menyisakan Beni sudah terkulai pingsan, akhirnya Beni pun sadar dari pingsannya dan menatap dimana seluruh temannya duduk dengan posisi sedikit berjauhan dari mereka, "Apa yang telah aku lakukan" gumam Beni dengan menutup mata dengan tangannya sendiri
Bagus yang melirik kearah Beni hanya acuh tak acuh karena dia masih tak suka dengan perubahan sikap temannya sesaat sebelum bertengkar, berbeda dengan Sinta yang ingin menghiburnya namun tak mampu melakukannya akibat masih menyimpan rasa sungkan
Hari itu menunjukkan pukul, 17.00 WIB, dimana waktu sudah semakin sore dan mereka tidak memiliki penerangan kecuali sinar handphone milik
masing-masing orang akan tetapi karena ingin meminimalisir akhirnya mereka menggunakan satu-satu ponsel sesuai dengan absen karena jika menggunakan handphone secara bersama akan memperboros daya
Karena saat itu pusat listrik sudah padam dan mau tak mau mereka harus menghemat batre ponsel, dan itu tidak hanya dilakukan di android melainkan pasokan pangan juga harus di per hemat, karena tidak seluruh siswa membawa makanan jadi mau tak mau mereka harus membagi sedikit makanan kepada orang yang tak membawa untuk bisa hidup sama-sama
Sementara dilain sisi, tanpa sadar Beni tertidur dan terbawa ke alam mimpi dimana dia bertemu dengan dirinya sendiri dengan duplikat yang begitu reel, "Aku?" gumam Beni di hadapan dirinya sendiri dengan ruang lingkup serba putih kecuali duplikatnya yang menggunakan jubah hitam dan dia pun seragam hanya beda warna saja dimana dia mengenakan pakaian putih
"Benar, aku adalah kamu" balasan dari Beni 2 untuk lawan bicaranya
"Apa maksudnya ini?"
"Percaya atau tidak, aku adalah kamu!!"
"Hah?" bingung Beni dengan mengerutkan kening seraya menatap lekat ke duplikat
"Jangan Naif, karena dunia tidak akan seperti apa yang kamu mau!!" ucap Beni 2 sambil memalingkan pandangan dengan membelakangi Beni asli. "Aku tidak butuh komentar mu!!" cetus beni dengan datar
"Jangan berbohong, aku tahu isi hati mu karena aku adalah sisi gelap mu~"
"Mungkin kamu selalu bertanya-tanya tentang kenapa kamu bisa bermimpi aneh belakangan ini, bukan?" sambung beni 2 dengan senyum lebar hanya saja membalikkan pandangan dari hadapan Beni asli sehingga yang asli tidak dapat melihat senyumnya
"Jangan bilang ada hubungannya dengan mu?"
"Bukan prasangka lagi, tetapi memang aku pelakunya, dan itu bukan hanya sekedar mimpi belaka melainkan kemampuan ku untuk melihat masa depan, dan jika kamu sudah bisa menguasai potensi tersebut bukan hanya bisa menggunakan kemampuan ini, tetapi kamu juga bisa menggunakan ku untuk perisai mu, dan aku ini setara dengan monster tersebut"
"Monster?" Beni asli sudah tak mampu untuk mencerna semua obralan berat sebelah ini tetapi ia terus mendengarkan agar bisa tahu inti pembicaraan
"Lihatlah" titah beni 2 dengan memalingkan pandangan dan merentangkan satu tangan ke samping sehingga muncul sebuah gambar dimana seorang gadis dengan menaikan seekor zombie dengan diikuti oleh ribuan bahkan jutaan zombie
"Apa-apaan ini?" bingung Beni sambil tertegun melihat penampakan tersebut yang bisa dijangkau oleh Beni 2 sebagai masa depan dunia, "Ini adalah bencana terbesar kalian, jika kalian tak bersatu maka kalian lah yang akan lenyap" sahut Beni 2 dengan sinis
"Bagaimana kau bisa tahu semua ini?" tanya Beni dengan lugu. "Bukannya aku sudah bilang jikalau aku adalah sisi gelapmu yang memiliki kemampuan untuk membaca masa depan, jadi, apa kamu masih ragu?"
Beni asli pun terdiam untuk merenung sejenak sebelum melontarkan pertanyaan. "Bagaimana kamu bisa ada?"
"Kamu cari tahu sendiri kebenarannya, dan ada satu hal lagi"
"Apa itu?"
"Jangan Naif, karena kamu tidak akan bisa menjadi kuat jika terus bergantung kepada orang lain dan lagi, untuk apa kamu meminta bantuan kepada sampah seperti mereka, kamu itu kuat dan kamu adalah tokoh utamanya, mungkin jika kamu diukir kamu akan menjadi maha karya terbaik sepanjang masa!!"
"Apa maksud mu?" bingung beni seakan-akan tak mengerti arah pembicaraan
"Kemampuan bela diri dan fisik perlu kamu tingkatkan akan tetapi yang paling utama adalah intelektual, karena ketika sudah mencapai tingkat tertentu maka kamu bisa menggunakan skill spesial yang tersegel dalam tubuh mu!!"
Setelah mengucapkan hal tersebut beni (dark) mulai menghilang secara menyeluruh dari hadapan Beni dengan menatap mata dari tubuh yang asli sembari memberi kode jika dia harus lebih berhati-hati kedepannya, cara menghilangnya pun seperti angin dan hal tersebutlah yang membuat Beni tersadar dari tidurnya.
Disaat Beni bangun dia langsung mengambil posisi duduk karena denyutan jantung sangat cepat kala itu sehingga Beni merasakan sesak di dada walaupun dia tidak memiliki penyakit jantung masa itu, tapi karena hal tersebut seluruh temannya beranjak dari posisi duduk dan menatap Beni yang kesakitan sambil meremas dada kiri
"Kamu kenapa ben?" tanya Sinta dengan lantang sambil berjalan mendekati tubuh temannya yang masih meringis kesakitan
Namun hal tak terduga terjadi dimana salah satu mata Beni mengeluarkan air mata yang mengalir dengan deras, sampai-sampai Sinta pun panik sendiri, namun ia menyuruh salah satu orang untuk mengambilkan minum dari botol mineral dan tentu saja orang yang pertama yang mengambil adalah Bagus yang langsung menyerahkan kepada Sinta yang sudah berada disamping Beni
"Kamu minum dulu" titah Sinta dengan membuka tutup botol, sehingga dengan cepat Beni meminumnya dengan kapasitas sedikit kemudian menyerahkannya kembali kepada Sinta
"Kamu gak apa-apa?" tanya Sinta dengan camas sambil menutup kembali botol mineral untuk simpanan di kemudian waktu
"Kita tidak akan bisa mengharapkan bantuan dari pemerintah" ucap Beni dengan datar sehingga seluruh temannya tampak terkejut dan bertanya-tanya tentang apa maksud dari perkataan Beni
"Bagaimana jika militer sendiri terdesak dengan serangan apakah kita akan terus bertahan ditempat ini" sambung Beni yang sebenarnya tidak berkata ke arah sejujurnya karena nantinya akan terjadi konvensi yang ujung-ujungnya kemampuan Beni akan terungkap dan itu adalah hal yang membahayakan nantinya
"Beni, ada benarnya juga" sahut Cahya dengan gusar akibat perasaannya sudah campur aduk. "Mungkin kita saja yang terlalu menaruh harapan kepada pemerintah" sambung seorang gadis diantaranya
"Kali ini aku maafkan untuk ucapanmu tadi, ben" sahut Bagus dengan wajah sombongnya, "Hah!!,.. Apa maksudmu!!" balasan beni dengan kesal
"Sudahlah, kalian ini bertengkar terus deh" potong Sinta karena dia sudah tidak bisa membiarkan temannya berantem apalagi setelah melihat kejadian tadi
"Aku tidak akan pernah terima selagi dia tidak menarik ucapannya yang tadi, jika perlu aku akan menghajar mukanya lagi" cetus beni namun kali ini terlihat serius
"Ucapan ku, yang mana?" tanya Bagus dengan bingung, karena kesal beni pun kembali berdiri dan mengepalkan kedua tangan dengan tatapan penuh intimidasi
Sehingga seluruh temannya mulai memasang wajah tegang karena merasa mereka berdua akan berantem lagi
"Mungkin kamu tahu dengan latar ku, tapi tidak dengan ceritaku, jadi aku muak dengan orang yang seperti tahu segalanya"
"Kamu berkata seperti itu seakan-akan kamu tidak pernah bersalah, aku juga muak dengan orang egois sepertimu" timpal Bagus dengan tatapan kesal sehingga mereka saling menatap dengan tatapan kesal dan marah
"Aku tahu, kalau kamu bukan orang yang seperti ini, tapi aku juga tidak tahu kenapa kamu jadi lebih sensitif dari biasanya!!" sambung Bagus
Ahmad yang melihat kejadian tersebut tampak bingung harus berada dipihak yang mana karena keduanya adalah teman di satu kelas, jadi dia hanya perlu mendukung yang menurutnya benar. "Ada apa denganmu, ben?" tanya ahmad yang menyela pembicaraan sehingga Beni cuman bisa terdiam seribu bahasa.
BERSAMBUNG…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments