RAMA-NARA : LANGKAH AWAL

Ini Ramadhan Restu Al Kahfi, si orang istimewa tak mungkin membawa hal-hal yang biasa para pemuda bawa untuk Nara. Rama memejamkan matanya seraya menyenderkan kepalanya di dinding rumah pohon, ia jadi teringat kala Nara sering masuk ke kantin sekolah, dan makanan yang ia pesan adalah---- sebuah lampu pijar keluar dan menyala dari kepala Rama, ia tersenyum lebar, ia segera turun dan memakai sepatu warrior yang sering dipakainya untuk bepergian, memang tak bagus dan mahal malah terkesan patut dikasihani karena ditempeli plester coklat disampingnya. Si ambu saja sering marah karena hal itu, bahkan membelikan Rama beberapa pasang sepatu baru, tapi kembali bukan masalah bagus atau mahalnya, bukan soal baru atau tidaknya tapi sejarahnya, sepatu ini sudah menemani Rama dalam menaklukan daerah jajahan dan kekuasaan. Ingat kata kata Bung Karno ' jasmerah '. (jangan sekali-kali melupakan sejarah)

Ia melajukan sepeda motor membelah jalanan kota Bandung, mengarahkan motor ke tempat biasa ia jajan. Senyumnya merekah bak kue carabikang melihat mamangnya masih melayani pembeli. Diparkirkan si papatong hejo disana seraya menunggu antrean berkurang.

"Mang! bikin 3 porsi tapi dibungkus jadi satu-- spesial kaya yang mau makan! Jangan pake plastik ya tapi pake dus," pesannya sedikit berteriak membuat si mamang dan para pembeli lain menoleh.

"Woy, Ram! Siap! Buat siapa yang spesial?" kekehnya, sudah mengenali Rama.

Jika ada yang tanya kenapa hampir setiap pedagang mengenal Rama, maka ia hanya bisa menjawab jika ia bukan gubernur, ia bukan jagoan, ia juga bukan anak presiden. Tapi karena mereka mengenal Ramadhan Restu Al Kahfi, si anak badung dengan sejuta kelakuan absurd nan caurnya.

"Buat calon ibu !!" jawabnya pada si mamang, ia lantas mengernyitkan dahinya, "ambu?"

"Bukan, tapi ibu dari anak anakku!" lanjutnya, sontak si mamang terkekeh, bukan hanya si mamang saja ternyata---melainkan para pembeli lainnya.

Tak menunggu lama, setelah mendapatkan pesanannya Rama langsung berangkat menuju rumah sang pujaan hati, darimana ia tau? Apa sih yang tidak ia tau, bahkan rumah setiap tetangga semut pun ia akan tau jika memanh tekadnya kuat untuk mengetahui, bukan hal sulit untuk mengetahui rumah Nara. Ikuti saja dia sehabis pulang sekolah, dan Voalahhh, ia tau alamatnya.

Rumah yang cukup besar, tapi tak sebesar rumah Abah. Rumah bergaya minimalis dari luar tapi cukup besar di dalamnya. Rama celingukan dan merapikan rambutnya, ia bahkan menguapkan nafas di telapak tangan, hawa nafas masih cukup wangi untuk berbicara dengannya, ia tersenyum lebar.

Berteman suara acara berita dan binatang malam, Nara sekeluarga tengah berkumpul di ruang tengah. Jika Nara lebih memilih mengerjakan PR, maka Akhsan masih setia berkutat dengan ponselnya, apalagi jika bukan game online. Sementara mamah dan papah menonton berita yang menurut Nara cukup membosankan karena kasus yang dibahas masih berkutat disitu-situ saja.

Ting-tong!

"Bi, tolong buka pintunya," pinta ayah pada bi Asih, "nggeh pak."

Ceklek

Rama cukup terkejut, senyumannya mendadak pudar melihat sosok yang kini membuka pintu, ia mengerutkan dahi, kenapa Nara wajahnya jadi kisut begini? Rambut yang sudah keputihan di cepol satu di belakang.

"Cari siapa den ?" tanyanya.

"Apa betul ini rumah Narasheila Caramelia Yudhistira?" tanya Rama memastikan.

"Oh! Cari neng Nara, sebentar saya panggilkan!" jawabnya kembali ke dalam.

Rama bernafas lega dan mengelus dadanya, "fiuh Syukurlah dia bukan Nara !!"

Beberapa lama Rama menunggu, ia tebak yang selanjutnya keluar bukanlah Nara. Belajar dari pengalaman biasanya kalau cewek cantik dan introvert, di rumah pun ia akan sangat menjaga dari orang luar apalagi jika keluarganya amat menyayanginya, maka Rama berpikir--- harus siapkan amunisi skenario untuk orang rumahnya yang akan menemuinya setelah ini, entah itu ayah atau ibunya.

Bi Asih menghampiri mereka di ruang tengah, "nuwun sewu pak, katanya mau ketemu sama neng Nara," sontak keempatnya mendongak.

"Siapa bi?" tanya Nara penasaran, rasanya ia tak memiliki janji temu dengan siapapun malam ini.

"Ndak tau, laki-laki neng !" begitu bi Asih mengucapkan gender laki-laki, Akhsan beraksi, ia langsung beranjak dan bersikap meninggalkan sejenak game onlinenya. Akhsan memang terbilang posessive brother untuk Nara.

"Biar abang yg temuin, kamu kerjakan PR aja,"

Nara yang semula penasaran dengan tamunya akhirnya mengurungkan niatannya, melihat tatapan tajam dari Akhsan.

Akhsan melangkah menuju pintu depan, mendapati seorang pemuda dengan pakaian khas-nya, "ekhemm cari siapa ?" tanya Akhsan.

"Assalamualaikum, a !" sapa Rama sopan, kesan pertama haruslah positif. Dapat ia lihat sosok pemuda ddngan raut wajah angkuh mirip dengan Nara, cukup tampan namun hatinya tertawa, ketampanannya masih dibawah gue.

"Wa'alaikumsalam, siapa ya ?" Akhsan mengerutkan dahinya.

"Nara nya ada ?" tanya Rama tersenyum ramah seperti sales produk nugget.

"Ada, tapi lagi sibuk !" jawabnya ketus nan singkat seolah ingin membuat benteng peringatan untuk siapapun pemuda yang ingin mendekati adiknya. Wajar saja ia over protektif lah adiknya bak Venus (dewi kecantikan romawi kuno)begitu pasti sangat ia jaga, pikir Rama.

"Oh, ya udah nggak apa, ini tolong sampaikan saja bungkusan ini, a!" ia menyerahkan satu kresek hitam ke arah Akhsan.

"Apa ini ?" tangannya belum meraih bungkusan itu.

"Ini makanan A, bilang saja saya adalah ahli gizinya Nara, terima kasih a, assalamualaikum." Tanpa berniat memaksa, Rama berlalu dan pergi. Masih dalam pengawasan matanya terlihat Rama yang memakai helm dan kemudian menyalakan motor berisiknya, pemuda itu mengangguk singkat lalu pergi dari depan kediaman Nara.

"Dih, tuh anak kenapa?" gumam Akhsan masuk ke dalam membawa bungkusan plastik.

"Siapa bang ?"tanya mama mewakili pertanyaan Nara.

"Ga tau, dia cuma ngasih ini terus pergi, katanya dia ahli gizi-nya Nara." Akhsan duduk kembali dan menyimpan kresek itu di samping buku Nara, ia kemudian terkekeh, "He-he-he aneh !"

Kresek! Kresek! Nara membuka bungkusan itu, rasanya hangat dan menguarkan aroma wangi ikan juga bumbu kacang.

"Batagor !!" seru Nara keheranan, bukan tak suka dengan makanan satu ini, justru makanan inilah yang sering Nara pesan di sekolah.

"Hah, ko batagor ?!" tanya mamah tertawa.

"Masa ahli gizi ngirimnya batagor," ucap papah menggelengkan kepalanya tak habis pikir, ahli gizi mana yang menyarankan batagor dalam menu sehatnya.

"Wuih, enak nih !" bang Akhsan langsung mencomot tanpa minta ijin pada Nara.

"Ihhh ! Ga tau malu orang ngirimnya buat Nara juga maen langsung comot !" sewot Nara membalas.

Rama tersenyum dan berpikir sepanjang jalan, otaknya mulai memutar keras pake batu, bukan jalan yang mudah untuk dekat dengan Nara selain harus menjauhkan gadis itu dari para poison, inilah tantangan selanjutnyanya, menaklukan keluarga Nara.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

masa iya Nara siang cantik kalo malem jadi mbok.. hadeuh

2024-06-15

0

Lia Bagus

Lia Bagus

uhhh PD tingkat tinggi 😅👍

2024-06-04

0

Lia Bagus

Lia Bagus

saravvvv

2024-06-04

1

lihat semua
Episodes
1 RAMA-NARA : MUKADIMAH
2 RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3 RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4 RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5 RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6 RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7 RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8 RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9 RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10 RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11 RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12 RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13 RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14 RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15 RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16 RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17 RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18 RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19 RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20 RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21 RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22 RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23 RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24 RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25 RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26 RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27 RAMA-NARA : EYES TALK
28 RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29 RAMA-NARA : GANGGUAN
30 RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31 RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32 RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33 RAMA-NARA : ADU JOTOS
34 RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35 RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36 RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37 RAMA-NARA : MENJENGUK
38 RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39 RAMA-NARA : PUNCAK 1
40 RAMA-NARA : PUNCAK 2
41 RAMA-NARA : PUNCAK 3
42 RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43 RAMA-NARA : TERUSIK
44 RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45 RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46 RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47 RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48 RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49 RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50 RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51 RAMA-NARA : SWEET
52 RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53 RAMA-NARA : MAU JANJI?
54 RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55 RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56 RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57 RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58 RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59 RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60 RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61 RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62 RAMA-NARA : ANAK CALEG
63 RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64 RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65 RAMA-NARA : ANEH
66 RAMA-NARA : BOHONG?
67 RAMA- NARA : SAKIT
68 TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69 TIAN-TASYA : BACKSTREET
70 TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71 TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72 TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73 TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74 TIAN-TASYA : OPERASI
75 TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76 TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77 TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78 DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79 DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80 DEA-RIFAL : TERTARIK
81 DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82 DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83 DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84 DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85 DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86 DEA-RIFAL : GANTUNG
87 CUPID---MUTI : DEN AGAS
88 CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89 CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90 CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91 CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92 CUPID-MUTI : JANJI
93 CUPID-MUTI : AKHIR INDAH
Episodes

Updated 93 Episodes

1
RAMA-NARA : MUKADIMAH
2
RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3
RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4
RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5
RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6
RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7
RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8
RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9
RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10
RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11
RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12
RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13
RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14
RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15
RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16
RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17
RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18
RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19
RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20
RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21
RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22
RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23
RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24
RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25
RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26
RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27
RAMA-NARA : EYES TALK
28
RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29
RAMA-NARA : GANGGUAN
30
RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31
RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32
RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33
RAMA-NARA : ADU JOTOS
34
RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35
RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36
RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37
RAMA-NARA : MENJENGUK
38
RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39
RAMA-NARA : PUNCAK 1
40
RAMA-NARA : PUNCAK 2
41
RAMA-NARA : PUNCAK 3
42
RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43
RAMA-NARA : TERUSIK
44
RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45
RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46
RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47
RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48
RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49
RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50
RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51
RAMA-NARA : SWEET
52
RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53
RAMA-NARA : MAU JANJI?
54
RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55
RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56
RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57
RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58
RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59
RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60
RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61
RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62
RAMA-NARA : ANAK CALEG
63
RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64
RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65
RAMA-NARA : ANEH
66
RAMA-NARA : BOHONG?
67
RAMA- NARA : SAKIT
68
TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69
TIAN-TASYA : BACKSTREET
70
TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71
TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72
TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73
TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74
TIAN-TASYA : OPERASI
75
TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76
TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77
TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78
DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79
DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80
DEA-RIFAL : TERTARIK
81
DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82
DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83
DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84
DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85
DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86
DEA-RIFAL : GANTUNG
87
CUPID---MUTI : DEN AGAS
88
CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89
CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90
CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91
CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92
CUPID-MUTI : JANJI
93
CUPID-MUTI : AKHIR INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!