RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN

"OMG! Nara!!" teriak Dea dan Inggrid yang tiba-tiba sudah hadir di ambang pintu.

Wajah mereka begitu pias, tak percaya seperti melihat hantu kepala buntung, "Loe lagi ngapain ?"

"Loe suap-suapan sama dia ?" tunjuk keduanya masuk tanpa permisi.

"Katanya loe ngerjain tugas tapi kok?!" Dea melipat kedua tangannya di dada.

"Hay cewe godain kita dong !" goda Gilang, Ridwan dan Bayu terkekeh-kekeh. Belum lagi Yusuf dan Andy--seolah mereka adalah tameng dan lebah pekerja, dimana sang ratu lebah diganggu, maka mereka akan siap sedia untuk menyerang perusuh.

Inggrid bergidik, "ihh jijik banget sih! Minggat sana loe, ga level sama gue !!" tatapannya begitu menganggap mereka semua makhluk rendah.

"Uuuuu ! Hahahaha--" mereka tertawa, Nara sampai kebingungan--dengan tingkah mereka, apa ini yang dimaksud dengan kekompakkan, terlihat Rama yang tersenyum miring.

"Ra, ga mungkin kan loe sama si preman pasar ini---" Inggrid menggantung kalimatnya.

"Engga-engga, kalian salah paham!" tukas Nara menggeleng.

"Sini ikut kita!" Dea dan Inggrid sampai menarik tangan Nara untuk keluar dari gerombolan ubur-ubur yang menyengat ini, tapi jangankan untuk keluar dari kelas, baru saja mereka menarik tangan Nara, Rama bereaksi,

"Weittss santai sist ! Ga usah pake kekerasan," ucap Rama serius, ia bangkit dari duduknya dan menahan tangan Inggrid juga Dea.

"Loe diem ya ! Ga usah ikut campur, ini semua gara-gara loe !" ucap Dea menunjuk wajah Rama.

"Apa-apaan nih? Tuh si duo racun berani juga masuk sini? Minta di telan jangin apa gimana!" Vina sudah bereaksi namun ditahan Rika.

Rama menghempaskan cekalan Dea dan Inggrid, lalu menggeser meja yang serasa menghalangi dengan sekali gerakan. Ia berdiri di depan Nara menjadi benteng pertahanan gadis itu.

"Sebaiknya kalian berdua keluar, untung kalian itu cewek, kalau loe berdua cowo udah abis kalian," ucap Rama tanpa ada kekerasan.

"Kita bakal keluar tapi bareng Nara !" jawab mereka kekeh dan sewot, kelas MIPA 3 mendadak seperti arena tinju. Penuh pertarungan namun riuh dengan sorakan.

"Nggak! Nara anak kelas ini, silahkan kalian keluar dan Nara tetap disini atau kalian juga ga akan bisa keluar dari sini? Lang!!" jawab Rama dan memanggil Gilang.

"Siap A'a bro, cantik-cantik gini mah laku lah dijual sama geng motor sebelah juga," ketiga cowok itu mendekati Inggrid dan Dea dengan seringaiannya, seperti hendak menyantap mangsanya membuat mereka berdua takut.

"Oke fine! kita keluar! Ra kita tunggu kamu waktu pulang !" ucap mereka menepis dan mendorong Gilang dan keluar, "awas misi--misi!"

"Huuuuu! Cabe-cabeaannn!" teriakan para siswa perempuan.

Benar saja, semuanya dibayar kontan. Sepulang sekolah, mereka berempat mencecar Nara dengan selusin pertanyaan bahkan sampai memarahinya demi melihat Nara bersama anak-anak yang menurut mereka bukanlah circle yang oke untuk di dekati.

Saat mobil Willy berhenti di depan rumah, Nara melihat 3 motor lain yang ia rasa asing di penglihatan.

"Gue duluan ya, thanks!" Nara pamit tanpa ingin berkata banyak.

"Oke bebs! Inget---jaga jarak sama kuman!" Inggrid mewanti-wanti. Nara hanya mrmberikan anggukan saja tanpa ingin mendebat, bikin kepala pusing saja. Yang benar saja, mereka meminta Nara menjauh, sementara mereka semua adalah teman sekelasnya, bukankah aneh?!

"Assalamualaikum..."

"Wa'alaikumsalam...."

2 orang laki-laki sedang bercanda dan mengobrol di ruang tengah bersama bang Akhsan.

"Eh, Ra udah pulang. Nih kenalin temen-temen abang, ini Titus.." pada seorang bertubuh kurus namun tinggi kulitnya hitam manis rambutnya kriwil seperti Kunto Aji menurut pemikiran Nara.

"Titus."

"Nara."

"Ini Andri," pada seorang lagi yg bertubuh tegap seperti bang Akhsan namun gantengan abangnya kemana-mana.

"Andri."

"Nara,"

"Bang! Itu ada 3 motor di depan, motor siapa aja?" tanya Nara mengerutkan dahinya. Akhsan terkekeh dengan senyuman lebarnya, "coba tebak!" jawabnya.

Nara menggidikkan bahunya, "bo do amat! Ngga penting!" acuhnya.

"Motor abang lah! Liat ngga yang paling gagah?" ia menaik turunkan alisnya.

"Ha? Masa?! Kapan beli, tadi pagi kayanya belum ada deh," ujar Nara tak percaya.

"Yee, dibilangin ngga percaya!"

"Emang bener bang Titus, bang Andri?" sepertinya gadis itu lebih percaya orang lain ketimbang abangnya sendiri, dan hal itu membuat Akhsan manyun.

"Yoi!" jawab keduanya.

"Dibilangin juga! Papa dong yang beliin, katanya biar keren!" jumawanya, padahal ia ingin ganti karena menurutnya kegagahan lelaki harus ditunjang dengan kendaraan yang sesuai.

"Bilang aja biar ngga malu bawa cewek San," keduanya tertawa.

"Dih, so banget pacaran pengen keren. Tapi modalnya minta papa! Motor lama kemana?"

"Dituker tambah. Biarin, yang penting gue ikut usaha!" cebik Akhsan.

"Usaha apa, goser-goser di lantai sambil mewek?!" tawa Nara yang langsung lari ke lantai atas.

"Awas ya kalo minta anter ke sekolah!" teriak Akhsan.

"Ade, bro? Cantik !" ucap Titus.

"Ya," jawab Akhsan.

"Sa ae lu, awas naksir..uh ! Doi kaya toa masjid, mulutnya kaya cabe rawit pedes," balas Akhsan.

Nara yang ternyata masih berada di tangga masih bisa mendengar ucapan abangnya.

"Enak aja, cewe mah wajar ! Nah loe, mulut nya lemes kaya emak-emak komplek kalo lagi nawar dale man," pekik Nara membalas sambil tertawa.

"Ha-ha-ha," tawa kedua temannya.

"Ehhh diem lu boncel !" ketus Akhsan mendongak.

Nara tertawa dan langsung menutup pintu kamar, dibaringkannya badan lelahnya di ranjang dan mulai memejamkan mata, mencermati dalam otak kejadian demi kejadian tadi.

Rama masih bersimpuh diatas sajadahnya, melafalkan dzikir dan wirid selepas isya. Ia menggelengkan kepalanya, akhir-akhir ini otaknya sslalu tak fokus saat berdo'a. Masa iya di tengah bacaan syukur dan tasbihnya terselip nama Nara! Bisa-bisa ia diusir jadi kaum nabi kalau begini. Ia melipat sajadahnya lalu turun ke lantai bawah.

"Mau kemana lagi ini teh?! Ngga bisa gitu sehari aja ada di rumah?!" omel Ambu pada Rama, pemuda itu terkekeh, "ngumpul sama Gilang di pos ronda, mbu!" jawabnya.

"Boong tuh mbu! Pasti mau rusuhin kota Bandung, kasian ih gubernur punya warga kaya aa, bikin repot!" cibir Nia.

"So tau! Justru gubernur bersyukur kalo di Bandung warganya kaya aa semua, dunia terasa indah dan manis!" jawabnya memakai jaket kebanggaan yang meskipun sudah lusuh namun hokinya itu loh bikin pedeeee selangit! Berasa kaya don juan.

"Ni, si Usuf sakit tuh, tengokin biar sembuh!" goda Rama pada adiknya.

"Aa ihhhh!" Nia melotot mendengar nama M. Yusuf teman satu pengajian yang juga adik didik Rama di masjid itu disebut membuat Nia salah tingkah.

"Borrr !! Kira-kira yang cocok dibawa ke rumah cewek apa ya ??" tanya Rama bingung di rumah pohon dekat pos ronda, tempat mereka biasa nongkrong.

"Martabak we Ram ! Buat siapa emangnya?" jawab Gilang.

"Bunga !!" jawab Abay.

"Coklat !!" tambah Ridwan.

Sungguh saran saran yang biasa menurut Rama.

Rama rasa belum ada yang sreg dari saran mereka.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

martabak biasa

2023-09-21

1

'Nchie

'Nchie

batagor AA 😂😂

2023-01-28

2

Fitria_194

Fitria_194

bawain sembako cinta.. 😂😂😂

2022-12-22

2

lihat semua
Episodes
1 RAMA-NARA : MUKADIMAH
2 RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3 RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4 RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5 RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6 RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7 RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8 RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9 RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10 RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11 RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12 RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13 RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14 RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15 RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16 RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17 RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18 RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19 RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20 RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21 RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22 RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23 RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24 RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25 RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26 RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27 RAMA-NARA : EYES TALK
28 RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29 RAMA-NARA : GANGGUAN
30 RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31 RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32 RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33 RAMA-NARA : ADU JOTOS
34 RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35 RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36 RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37 RAMA-NARA : MENJENGUK
38 RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39 RAMA-NARA : PUNCAK 1
40 RAMA-NARA : PUNCAK 2
41 RAMA-NARA : PUNCAK 3
42 RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43 RAMA-NARA : TERUSIK
44 RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45 RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46 RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47 RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48 RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49 RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50 RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51 RAMA-NARA : SWEET
52 RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53 RAMA-NARA : MAU JANJI?
54 RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55 RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56 RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57 RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58 RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59 RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60 RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61 RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62 RAMA-NARA : ANAK CALEG
63 RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64 RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65 RAMA-NARA : ANEH
66 RAMA-NARA : BOHONG?
67 RAMA- NARA : SAKIT
68 TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69 TIAN-TASYA : BACKSTREET
70 TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71 TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72 TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73 TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74 TIAN-TASYA : OPERASI
75 TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76 TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77 TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78 DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79 DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80 DEA-RIFAL : TERTARIK
81 DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82 DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83 DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84 DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85 DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86 DEA-RIFAL : GANTUNG
87 CUPID---MUTI : DEN AGAS
88 CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89 CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90 CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91 CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92 CUPID-MUTI : JANJI
93 CUPID-MUTI : AKHIR INDAH
Episodes

Updated 93 Episodes

1
RAMA-NARA : MUKADIMAH
2
RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3
RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4
RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5
RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6
RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7
RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8
RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9
RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10
RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11
RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12
RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13
RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14
RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15
RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16
RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17
RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18
RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19
RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20
RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21
RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22
RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23
RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24
RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25
RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26
RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27
RAMA-NARA : EYES TALK
28
RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29
RAMA-NARA : GANGGUAN
30
RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31
RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32
RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33
RAMA-NARA : ADU JOTOS
34
RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35
RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36
RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37
RAMA-NARA : MENJENGUK
38
RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39
RAMA-NARA : PUNCAK 1
40
RAMA-NARA : PUNCAK 2
41
RAMA-NARA : PUNCAK 3
42
RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43
RAMA-NARA : TERUSIK
44
RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45
RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46
RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47
RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48
RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49
RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50
RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51
RAMA-NARA : SWEET
52
RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53
RAMA-NARA : MAU JANJI?
54
RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55
RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56
RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57
RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58
RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59
RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60
RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61
RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62
RAMA-NARA : ANAK CALEG
63
RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64
RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65
RAMA-NARA : ANEH
66
RAMA-NARA : BOHONG?
67
RAMA- NARA : SAKIT
68
TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69
TIAN-TASYA : BACKSTREET
70
TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71
TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72
TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73
TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74
TIAN-TASYA : OPERASI
75
TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76
TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77
TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78
DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79
DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80
DEA-RIFAL : TERTARIK
81
DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82
DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83
DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84
DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85
DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86
DEA-RIFAL : GANTUNG
87
CUPID---MUTI : DEN AGAS
88
CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89
CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90
CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91
CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92
CUPID-MUTI : JANJI
93
CUPID-MUTI : AKHIR INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!