RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH

"Ra! Udah bangun belum, udah jam 5 ini, nanti ngga keburu solat!" alarm alami Nara sudah berkoar-koar layaknya sirine ambulance.

"Nara!"

Gadis itu mengucek matanya bergantian, dinginnya udara Bandung membuatnya betah berlama-lama di dalam selimut sekaligus malas gerak apalagi ini hari weekend, beuhhh! Makin saja gadis ini seperti ulet pohon pisang yang hobbynya gulung-gulung di daun muda.

"10 menit aja ma," balas Nara dengan suara parau ciri khas orang yang baru sadar dari dunia bawah sadar.

"Bocah! Mau solat atau disolatin?" teriak Akhsan menimpali seruan mama, memang kakak terbaik kan caranya membangunkan itu sungguh lembut sekali, selembut hati sumanto.

Pertanyaan minus akhlak apa ini, "Ish! Kamvrett banget tawarannya," Nara memaksakan badannya untuk bangkit dari posisi wennakk-nya!

Nara turun dari ranjang dengan rambut singa dan sepaket kotoran iler--belek, cewek cantik juga belekan? Ya iyalah namanya juga manusia. Ia membuka pintu yang menampilkan sosok mama di gawang pintu, sudah cantik dan sudah wangi. Tapi sayangnya di samping mama ada hanoman versi kini, sedang berdiri dengan berkalungkan handuk di lehernya.

"Nah kan bangun!" ucap Akhsan dan ia pun berlalu ke lantai bawah. Berhubung di lantai 2 ini tak ada kamar mandi jadinya jika ingin buang hajat dan mandi harus turun atau paling tidak terjun payung ke lantai satu.

"Bangun udah subuh, kalo nanti punya suami gimana jam segini belum bangun? Suaminya siapa yang ngurusin,"

"Istri orang!" teriak Akhsan sambil tertawa.

"Nara masih kecil mah, ngga usah bawa-bawa kata suami! Jatohnya malah jadi geli sendiri," dumelnya ikut turun dari lantai 2 dan menyambar handuk di dekat dapur.

"Jodoh mah ngga ada yang tau, makanya biasain rajin dari sekarang!" pungkas mama.

"Hoamm! Ini weekend ma," Nara menguap lebar.

"Karena ini weekend, makanya mama minta anter Nara ke pasar. Stok sayur di kulkas udah abis," jawabnya.

Nara berdiri di depan kamar mandi, si manusia tembok Berlin kalo udah di kamar mandi suka ngga inget dunia, seolah punya dunianya sendiri di dalem sana, bareng sabun sama gayung.

"Bang ! cepetan dong mandinya, jangan kaya betina deh !" ketuknya di pintu kamar mandi.

Tak ada jawaban, hanya gumaman dan senandung lirih dari dalam, "fix ini doi mandi sambil nyanyi-nyanyi nih," Nara yang penasaran menempelkan kupingnya di pintu kamar mandi untuk mendengarkan apa yg diucapkan atau disenandungkan Akhsan.

Blughh!

Di luar kendali Nara terjatuh keras, karena pada saat bersamaan bang Akhsan membuka pintu kamar mandi.

"Ha-ha-ha, loe ngapain?! Terciduk loe! Ngintipin abang mandi ya?" bang Akhsan mengacak-acak rambutnya menggunakan handuk.

"Ihhhh! Abang kalo mau buka tuh ngomong dulu kek, sakit tau !" gerutunya dan mengelap-lap telapak tangan yang basah, mulutnya sudah lencang depan mirip orang yang mau upacara.

"Ya udah, sini gue bantuin. Lagian sih loe pake nguping, kalo gue lagi en4 3n4 di dalem gimana?" tanya nya, seraya menarik Nara agar bangkit.

"Ihhh jijik! Udah awas! Lagian abang mandi lama banget bang, udah kaya calon manten aja pake nyanyi-nyanyi segala lagi ! suara loe fals bang," balasnya bergidik sewot se'sewot-sewotnya, antara kesal dan malu sebenarnya. Sudah punya pacar masih saja kelakuannya minus, apa jadinya jika rahasia ini ia bocorkan pada pacar abangnya itu?! Yap! Nara tertawa jahat sejenak.

"Dih, sakit! Nih anak ketawa sendiri,"

"Ya udah awas--awas! Ga kuat Nara mau pipis!!" usirnya mendorong-dorong badan bongsor Akhsan.

Akhsan terlihat sudah bersiap dengan kemeja dan celana jeansnya, hari minggu begini ia isi kegiatannya dengan mengikuti papa mengecek rumah makan dan konveksi, kelak jika papa sudah tak kuat untuk berwirausaha, maka singgasana tahta itu akan jatuh padanya. Lain hal dengan Nara yang mungkin saja dibawa suaminya kelak.

Lain acara papa dan Akhsan lain pula dengan penghuni kaum hawa. Nara sudah diminta mama untuk mengantarnya ke pasar seperti biasa, mama cukup hafal dengan kota ini, meskipun sudah lama ia menetap di Jakarta. Tapi kota kelahiran, seolah sudah melekat dalam ingatan.

Sebuah mobil taksi berwarna biru terparkir rapi di depan rumah.

"Mama kunci dulu rumah," imbuh mama memutar kunci di dalam lubang pintu.

"Bi Asih ijin berapa hari ma?" tanya Nara.

"Seminggu, katanya anaknya di Garut mau wisuda!" jawab mama, Nara mengangguk paham. Ia salut dengan asisten rumah tangga yang baru seminggu bekerja di rumahnya itu, profesinya yang seorang ART namun bisa menguliahkan anaknya sampai lulus jadi sarjana Informatika.

"Pagi," anggukan ramah supir taksi bernama pak Suryana.

"Pagi,"

"Pak Kos4mbi,"

"Siap bu!" angguknya.

Velg berputar seiring putaran ban mobil, membawa serta penumpang di dalamnya keluar dari gerbang komplek.

"Mah, Nara tuh kalo ke sekolah lewatnya jalanan yang bangunan-bangunannya kaya warisan Belanda gitu mah, lucu deh! Ah, Nara inget--tempat yang suka ngadain konferensi Asia-Afrika!" serunya dengan mata tetap menatap ke arah luar jendela, sepertinya ia harus sering-sering ke luar. Kota ini cukup asik untuk dieksplore.

"Braga neng?" sahut pak Suryana tersenyum ramah khas orangtua.

"Iya Braga kayanya pak, maklum baru pindahan. Jadi belum begitu hafal nama jalan," tandas mama.

"Nah neng, kalo biasanya malam minggu anak-anak muda Bandung tuh ramenya di daerah Setiabudhi, Dago, Dipatiukur karena daerah kampus jadi banyak food streetnya, terus daerah Cihampelas, Babakan Siliwangi. Kalo hari minggu, kebanyakan ke daerah Lembang karena banyak wisatanya. Daerah Braga juga suka ada event-event tertentu neng, kaya Braga culinery night tuh!" Nara mengangguk-angguk mengerti, tak jauh dengan Jakarta.

"Rame ya kang, dulu waktu saya masih di Bandung jarang-jarang. Jalanannya juga belum sebagus ini!" balas mama.

Terik sinar matahari sudah cukup menyengat di jam 9, apalagi keadaannya pasar ini cukup ramai, bikin udara pengap karena peluh bercampur-campur dan banyaknya manusia di dalam. Memang resikonya berbelanja dengan ibu-ibu ya begini, harus menyiapkan stok sabar banyak-banyak, melapangkan hati seluas samudra. Terkadang harga yang hanya beda 1000, 2000 saja nawarnya ampe setengah jam. Jika dihitung-hitung dengan meteran, mungkin Nara sudah berjalan sejauh jarak bukit safa dan marwah.

"Ma, udah belum?" rengeknya frustasi dengan rambut yang sudah lepek dan keringat mengalir deras. Nara bahkan sampai mengipasi wajahnya dengan tangan, tapi tetap saja angin yang dihasilkan layaknya air di padang tandus, nihil!

"Tinggal perdagingan Ra, kenapa emangnya? Udah pegel ya?" tanya mama tersenyum.

"Kaki Nara pegel," ia mengusap-usap betisnya.

"Ya udah, kalo gitu kamu istirahat dulu sambil ngadem di----" mama celingukan mencari tempat untuk duduk. Matanya berbinar dan ia pun berseru, "ahh! Tuh disitu, kios es jeruk!" tunjuknya ke arah luar pasar dimana sebuah tenda kecil dengan spanduk kecap usang sebagai penutup gerobak es jeruknya.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

wahh otw ktmu belahan jiwa🤭🤭

2023-09-21

1

'Nchie

'Nchie

bentar lagi ketemu papa Rama 🤭🤭

2023-01-28

3

Fitria_194

Fitria_194

sumanto mah sadis thor. bukan lembut.

2022-12-19

3

lihat semua
Episodes
1 RAMA-NARA : MUKADIMAH
2 RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3 RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4 RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5 RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6 RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7 RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8 RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9 RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10 RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11 RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12 RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13 RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14 RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15 RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16 RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17 RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18 RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19 RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20 RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21 RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22 RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23 RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24 RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25 RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26 RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27 RAMA-NARA : EYES TALK
28 RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29 RAMA-NARA : GANGGUAN
30 RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31 RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32 RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33 RAMA-NARA : ADU JOTOS
34 RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35 RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36 RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37 RAMA-NARA : MENJENGUK
38 RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39 RAMA-NARA : PUNCAK 1
40 RAMA-NARA : PUNCAK 2
41 RAMA-NARA : PUNCAK 3
42 RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43 RAMA-NARA : TERUSIK
44 RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45 RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46 RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47 RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48 RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49 RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50 RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51 RAMA-NARA : SWEET
52 RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53 RAMA-NARA : MAU JANJI?
54 RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55 RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56 RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57 RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58 RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59 RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60 RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61 RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62 RAMA-NARA : ANAK CALEG
63 RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64 RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65 RAMA-NARA : ANEH
66 RAMA-NARA : BOHONG?
67 RAMA- NARA : SAKIT
68 TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69 TIAN-TASYA : BACKSTREET
70 TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71 TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72 TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73 TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74 TIAN-TASYA : OPERASI
75 TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76 TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77 TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78 DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79 DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80 DEA-RIFAL : TERTARIK
81 DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82 DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83 DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84 DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85 DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86 DEA-RIFAL : GANTUNG
87 CUPID---MUTI : DEN AGAS
88 CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89 CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90 CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91 CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92 CUPID-MUTI : JANJI
93 CUPID-MUTI : AKHIR INDAH
Episodes

Updated 93 Episodes

1
RAMA-NARA : MUKADIMAH
2
RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3
RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4
RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5
RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6
RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7
RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8
RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9
RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10
RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11
RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12
RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13
RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14
RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15
RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16
RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17
RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18
RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19
RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20
RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21
RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22
RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23
RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24
RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25
RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26
RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27
RAMA-NARA : EYES TALK
28
RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29
RAMA-NARA : GANGGUAN
30
RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31
RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32
RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33
RAMA-NARA : ADU JOTOS
34
RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35
RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36
RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37
RAMA-NARA : MENJENGUK
38
RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39
RAMA-NARA : PUNCAK 1
40
RAMA-NARA : PUNCAK 2
41
RAMA-NARA : PUNCAK 3
42
RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43
RAMA-NARA : TERUSIK
44
RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45
RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46
RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47
RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48
RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49
RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50
RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51
RAMA-NARA : SWEET
52
RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53
RAMA-NARA : MAU JANJI?
54
RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55
RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56
RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57
RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58
RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59
RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60
RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61
RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62
RAMA-NARA : ANAK CALEG
63
RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64
RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65
RAMA-NARA : ANEH
66
RAMA-NARA : BOHONG?
67
RAMA- NARA : SAKIT
68
TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69
TIAN-TASYA : BACKSTREET
70
TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71
TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72
TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73
TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74
TIAN-TASYA : OPERASI
75
TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76
TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77
TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78
DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79
DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80
DEA-RIFAL : TERTARIK
81
DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82
DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83
DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84
DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85
DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86
DEA-RIFAL : GANTUNG
87
CUPID---MUTI : DEN AGAS
88
CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89
CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90
CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91
CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92
CUPID-MUTI : JANJI
93
CUPID-MUTI : AKHIR INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!