RAMA-NARA : PAGINYA KITA

Ramadhan

Pemuda ini menoleh ke belakang sekali lagi sebelum benar-benar menghilang di ujung blok kios daging demi memastikan wajah cantik itu selalu ter-rewind di otaknya. Senyumnya tercetak jelas tatkala melihat wajah judes itu. Sebenarnya sayang meninggalkan pemandangan indah itu, namun ia harus absen daftar hadir pada sang pemilik kehidupan, takut nanti dicoret dari list penghuni surga.

See you tomorrow beauty....di sekolah.

Wajahnya cantik dan jutek, tapi justru ia suka gadis yang jutek seperti itu, lebih menantang dan bikin greget. Rambutnya yang ikal dibagian bawah, hitam kecoklatan seperti kayu manis, tawanya renyah manis seperti kue wafer, dan jangan lupakan wangi aroma tubuhnya yang bikin candu, jangankan manusia---lebah saja ingin nempel lama-lama,

"Jika kamu sebuah barang apa namamu aku ingin membeli dan memilikimu, wahai gadis?" Rama tersenyum menggelengkan kepalanya, sudah tak waras.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ting--tong!

Permisi!

(..)

Ceklek

....

"Nara! Ada temen-temen mu ini !" pekik mamah dari lantai bawah.

Nara menghentikkan sejenak ketikan jarinya di ponsel dan menoleh ke arah pintu kamarnya, "Temen, siapa?" gumamnya kebingungan. Ia langsung bangkit dari posisi terlentangnya dan beringsut turun dari ranjang untuk keluar kamar.

"Cie, si boncel punya temen ni yee !" goda bang Akhsan dengan nada mencibir, namun tak membuatnya mengalihkan pandangan dari layar ponsel dan game online kesayangannya.

"Hay Nara!" sapa Inggrid. Wajah-wajah yang tak asing bagi Nara tengah duduk di ruang tamu, gadis itu mengulas senyuman begitu tipis.

"Hay!"

"Nara kok ngga bilang punya temen satu sekolah di lingkungan komplek?" tanya mama yang masih berada disitu.

"Lupa," jawabnya singkat.

"Bagus nih, jadi Nara ada temennya!" angguk mama tersenyum ramah.

"Iya tante, bisa berangkat sama pulang bareng!" balas Gibran.

"Ra, kita kesini mau ngajakin jalan--pasti belum tau Bandung kan?!" ajak Dea berseru.

"Wah! Asik tuh, gih sana ikut! Katanya pengen tau Bandung," colek mama-nya yang duduk di samping Nara.

"Tenang Ra, disini kita udah hafal banget lah! Tempat maen yang cozy dan keren-keren!" sahut Inggrid, si gadis dengan kepangan Sanchai.

Sebenarnya Nara adalah tipe gadis pendiam, ia lebih senang berdiam diri di rumah ketimbang harus jalan-jalan ke luar melakukan sesuatu yang kurang berfaedah. Tapi kali ini tak ada salahnya juga ia menyetujui ide mereka, siapa tau besok atau lusa Nara harus pergi keluar sendiri, setidaknya ia tau jalanan kota ini.

"Iya udah, aku siap-siap dulu sebentar ya!" Nara beranjak dari duduknya.

15 menit, Nara turun dengan dress bunga putih dibalut jaket jeansnya. Terdengar jelas obrolan basa-basi mereka dan mama Nara dari ruang tamu.

"Tante main dong ke rumah, mamahku juga ada kok! Paling-paling, cuman arisan terus ke salon."

"Iya, nanti tante main deh ke rumah. Kemaren-kemaren, tante masih sibuk. Soalnya baru pindahan tempat kerja juga."

"Oh, emangnya tante kerja apa ?"

"Kebetulan, tante supervisor di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung."

"Wah asik dong, kalo ada voucher belanja atau midnight sale kasih tau Gibran ya tante, kalo om mana ?"

"Om masih di restoran, sekalian ngecek konveksi juga,"

"Yu !" ajak Nara memotong obrolan mereka.

"Tante kita pergi dulu ya!"

Nara seperti seorang asing di dunia antah berantah dan ras yang tak ia kenali peradabannya, seolah seperti ingin menunjukkan semua yang mereka punya, anak-anak ini begitu tergerus jaman dengan segala kemewahan yang biasa Nara lihat dari kaum borjuis, seperti sedang menunjukkan jika merekalah sang pemilik hari ini.

Sebuah mobil matic keluaran terbaru menjadi kendaraan penunjang mereka demi melengkapi gaya hedon. Mengantarkan Nara dan yang lain menuju pusat perbelanjaan yang cukup eksis di kota kembang ini.

Lelapnya dunia mimpi kini tergantikan oleh samarnya dunia nyata, rasa dingin yang menusuk kulit menjadi alarm alami selain dari panggilan adzan. Gadis itu masih belum cukup lama beradaptasi dengan cuaca dan hawa kota dengan julukan Paris Van Java ini, jadi terkadang ia selalu kedinginan di kala pagi hari menjelang.

"Enak kali ya kalo lari pagi, biar keringetan dulu, jadi mandinya ngga terlalu dingin?!" gumam Nara.

Tak beda jauh dengan keadaan kompleknya dulu saat di Jakarta, jarang dari mereka yang keluar rumah, paling hanya tukang koran, tukang sayur dan pedagang yang menjajakan sarapan yang melintas di antara suasana pagi komplek ini.

"Hahh! Dimana-mana kompleks sama aja, sepi..." ucapnya pelan, dengan nafas sedikit terengah, berlari dari rumah ke ujung komplek cukup membuat dadanya sesak.

"Memangnya kamu berharap kompleks yang kaya gimana ?" suara seseorang mengejutkan Nara dari arah belakang.

Sontak Nara menoleh, "Willy?!"

"Kamu suka lari pagi juga ?" tanya nya menyamakan langkahnya dengan Nara.

Nara mengangguk singkat.

"Sekarang Bandung agak sedikit berkurang kesegaran-nya," ucapnya.

"Wil, gue duluan. Mau siap-siap sekolah," pamit Nara yang mendapat sambutan senyuman hangat dari Willy, "oke ntar gue sama anak-anak jemput ya!"

Nara mengangguk mengokei lalu hilang di telan pagar rumahnya.

Bagai mendapat mood booster , semangat Rama berkobar seperti api pembakaran tungku, jika pagi-pagi kemarin terasa biasa-biasa, maka lain dengan hari ini. Sejak kehadiran Narasheila di sekolahnya semangat pelajar cemerlang nan pejuang cintanya berkibar seperti bendera negara di atas langit khatulistiwa. Jadi, selama ini apa yang membuatnya selalu hadir di sekolah selain dari gorengan di warung kopi babeh, jawabannya adalah untuk menyapa makhluk-makhluk aneh MIPA 3 dan selembar ijazah yang paling-paling udah dapet ditaro di lemari sampai berjamur.

Ia turun dengan pakaian seragam lengkap, plus udah harum juga udah keren, meskipun tetap saja gaya slengeannya tak ia tinggalkan, "Tumben jam segini udah siap aja!! Biasanya juga siangan nungguin gerbang sekolah digembok !!" cibir Nia dari meja makan, sontak saja Nia langsung menembak rasanya hari ini tak hujan, ataupun badai tapi mendadak kakak lelakinya ini sudah siap dan rapi di jam yang bahkan tukang sayur saja masih rapiin dagangannya.

"Sebagai pelajar yang teladan, berangkat sekolah itu 'ga boleh terlambat!" jawabnya penuh dengan penekanan dan gaya.

Byyurrrr!! Nia menyemburkan susu yang sedang ia minum sampai membasahi baju dan meja makan tempatnya berada.

"Aa sakit, a?" jawabnya mengernyit, tapi sejurus kemudian ia tergelak.

Dengan santainya pemuda itu menggidikkan bahunya, "alhamdulillah sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun!" jawabnya yakin menyendok nasi goreng buatan permaisurinya Abah.

Lalu dimana permaisurinya? Lagi otewe. Sepiring nasi goreng spesial semoga bisa menjadi pembuka awal hari yang spesial juga untuknya.

"Mbu! Aa pergi dulu," pamitnya pada ambu yang sedang menyiram tanaman di halaman samping, sebagai seorang ibu rumah tangga---kerjaan ambu ya begitu, ngurusin tanaman, ngurusin abah, anak-anaknya, paling sekalinya pergi ya pengajian.

"Iya, ati-ati! Udah kelas 2 mah jangan berulah terus atuh A, harus serius belajarnya-- ngga malu gitu sama tetangga yang anak-anaknya dapet rangking?" Rama menatap lekat perempuan yang sudah melahirkannya ke dunia.

"Kenapa harus malu, kan pake baju! Da aa mah keren, ngga kalah sama si Rossi!"

"Rossi--rossi," cebik ambu mulai terpancing aura kelam kalong wewe.

"Rossidinnn! Udah sana pergi ah, darah ambu naik lagi ini mah!" teriaknya mengarahkan selang yang sedang menyemprotkan air pada Rama, tapi pemuda ini langsung berlari cepat ke arah teras depan.

"Assalamualaikum!" teriak Rama, tak lama terdengar suara knalpot bising dari halaman depan keluar menuju gerbang, pertanda jika Rama sudah berangkat.

"Waalaikumsalam." Ambu mengelus dadanya dengan tangan kanan sementara tangan kirinya masih memegang selang air.

"*Ampun gusti! Boga budak lalaki hiji-hijina borokokokna moal aya*!" dumel Ambu menggerutu.

(**Ampun gusti! Punya anak laki-laki satu-satunya**, ***borokokoknya*** **ngga ada dua**)

.

.

.

Note :

\* Borokokok : kata yang bisa digunakan untuk seseorang yang memiliki sikap slengean, ogah-ogahan, pemalas, bandel, playboy, memalukan.

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

🤭😂😂😂💪💪

2023-09-21

1

Ney Maniez

Ney Maniez

jangan sampe

2023-09-21

0

'Nchie

'Nchie

haha yg sabar Ambu

2023-01-28

2

lihat semua
Episodes
1 RAMA-NARA : MUKADIMAH
2 RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3 RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4 RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5 RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6 RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7 RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8 RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9 RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10 RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11 RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12 RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13 RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14 RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15 RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16 RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17 RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18 RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19 RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20 RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21 RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22 RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23 RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24 RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25 RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26 RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27 RAMA-NARA : EYES TALK
28 RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29 RAMA-NARA : GANGGUAN
30 RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31 RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32 RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33 RAMA-NARA : ADU JOTOS
34 RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35 RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36 RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37 RAMA-NARA : MENJENGUK
38 RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39 RAMA-NARA : PUNCAK 1
40 RAMA-NARA : PUNCAK 2
41 RAMA-NARA : PUNCAK 3
42 RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43 RAMA-NARA : TERUSIK
44 RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45 RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46 RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47 RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48 RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49 RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50 RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51 RAMA-NARA : SWEET
52 RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53 RAMA-NARA : MAU JANJI?
54 RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55 RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56 RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57 RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58 RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59 RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60 RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61 RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62 RAMA-NARA : ANAK CALEG
63 RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64 RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65 RAMA-NARA : ANEH
66 RAMA-NARA : BOHONG?
67 RAMA- NARA : SAKIT
68 TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69 TIAN-TASYA : BACKSTREET
70 TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71 TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72 TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73 TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74 TIAN-TASYA : OPERASI
75 TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76 TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77 TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78 DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79 DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80 DEA-RIFAL : TERTARIK
81 DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82 DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83 DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84 DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85 DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86 DEA-RIFAL : GANTUNG
87 CUPID---MUTI : DEN AGAS
88 CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89 CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90 CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91 CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92 CUPID-MUTI : JANJI
93 CUPID-MUTI : AKHIR INDAH
Episodes

Updated 93 Episodes

1
RAMA-NARA : MUKADIMAH
2
RAMA-NARA : HARI PERTAMA
3
RAMA-NARA : KELAS LEGEND
4
RAMA-NARA : PERDEBATAN UNFAEDAH
5
RAMA-NARA : MENEMANI MAMAH
6
RAMA-NARA : SEBUAH KEBETULAN
7
RAMA-NARA : PAGINYA KITA
8
RAMA-NARA : KEJADIAN TAK TERDUGA
9
RAMA-NARA : PEMAKSAAN
10
RAMA-NARA : MOTOR BARU BANG AKHSAN
11
RAMA-NARA : LANGKAH AWAL
12
RAMA-NARA : RIBUT AGAIN
13
RAMA-NARA : MENGIKUTI ARUS
14
RAMA-NARA : DIMANA-MANA ADA RAMA
15
RAMA-NARA : PENGEN NAIK JABATAN
16
RAMA-NARA : PREMAN PASAR
17
RAMA-NARA : DI LUAR EKSPEKTASI, PREMAN PECINTA ANAK-ANAK
18
RAMA-NARA : RUMAH SIAPA?
19
RAMA-NARA : TERNYATA ORANG KAYA
20
RAMA-NARA : GEMAS-GEMAS MENGGELIKAN
21
RAMA-NARA : NOT YOUR BUSINESS
22
RAMA-NARA : BAGIAN DARI MIPA 3
23
RAMA-NARA : MERASA BERSALAH
24
RAMA-NARA : MENOLAKNYA
25
RAMA-NARA : LO JUAL GUE BELI
26
RAMA-NARA : SIMULASI NEMBAK
27
RAMA-NARA : EYES TALK
28
RAMA-NARA : SAKSI SEJARAH
29
RAMA-NARA : GANGGUAN
30
RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN
31
RAMA-NARA : KENCAN PERTAMA
32
RAMA-NARA : SUSAH SENANG BERSAMA
33
RAMA-NARA : ADU JOTOS
34
RAMA-NARA : NGAJAKIN MASAK-MASAK
35
RAMA-NARA : HEY UKHTI!!
36
RAMA-NARA : SIAPA KIRANA?
37
RAMA-NARA : MENJENGUK
38
RAMA-NARA : OTEWE PUNCAK
39
RAMA-NARA : PUNCAK 1
40
RAMA-NARA : PUNCAK 2
41
RAMA-NARA : PUNCAK 3
42
RAMA-NARA : KEMBALINYA RAMA
43
RAMA-NARA : TERUSIK
44
RAMA-NARA : DAN SEMUA INI KARENA---
45
RAMA-NARA : STAY COOL AND OPEN MINDED
46
RAMA-NARA : I'M OKE, BECAUSE OF YOU
47
RAMA-NARA : PERSEKONGKOLAN
48
RAMA-NARA : INGKAR JANJI
49
RAMA-NARA : NAMAMU YANG SELALU TERDENGAR
50
RAMA-NARA : MENUNGGUMU
51
RAMA-NARA : SWEET
52
RAMA-NARA : MY MARKET MY ADVENTURE
53
RAMA-NARA : MAU JANJI?
54
RAMA-NARA : URUSAN PENTING
55
RAMA-NARA : STAY WITH ME, PLEASE!
56
RAMA-NARA : HARAP-HARAP CEMAS
57
RAMA-NARA : THE NEXT KAHLIL GIBRAN
58
RAMA-NARA : MODE SENGGOL BACOK
59
RAMA-NARA : KERIKIL TAJAM
60
RAMA-NARA : MAHAKARYA MAESTRO
61
RAMA-NARA : PASANGAN GILA TAHUN INI
62
RAMA-NARA : ANAK CALEG
63
RAMA-NARA : BERBAGI ITU INDAH
64
RAMA-NARA : TERPANCING EMOSI
65
RAMA-NARA : ANEH
66
RAMA-NARA : BOHONG?
67
RAMA- NARA : SAKIT
68
TIAN-TASYA : TIAN YANG POSESIF
69
TIAN-TASYA : BACKSTREET
70
TIAN-TASYA : JIKA AKU BOLEH EGOIS
71
TIAN-TASYA : BIAR SEMUA TAU, AKU YANG LEBIH DULU JATUH HATI
72
TIAN-TASYA : ASAL ADA KAMU
73
TIAN-TASYA : JIWA MUDA DAN MISSKOM
74
TIAN-TASYA : OPERASI
75
TIAN-TASYA : RUANG MAWAR
76
TIAN-TASYA : BESUK TIADA HENTI
77
TIAN-TASYA : BERAT UNTUK BICARA
78
DEA-RIFAL : RAHASIA TENTANGMU
79
DEA-RIFAL : KEHIDUPAN TAK SEINDAH SURGA
80
DEA-RIFAL : TERTARIK
81
DEA-RIFAL : TAU KEHIDUPANMU
82
DEA-RIFAL : APAKAH KAMU AKAN SULIT KURAIH?
83
DEA-RIFAL : KEPERCAYAAN MAHAL HARGANYA
84
DEA-RIFAL : MATA YANG BERBICARA
85
DEA-RIFAL : FROM FREAKY TO BEAUTY
86
DEA-RIFAL : GANTUNG
87
CUPID---MUTI : DEN AGAS
88
CUPID-MUTIA : NGAPEL ALA CUPID
89
CUPID--MUTIA : INGIN JADI TENTARA
90
CUPID-MUTI : AKMIL I'M COMING
91
CUPID--MUTI : PAPA INGIN YANG TERBAIK
92
CUPID-MUTI : JANJI
93
CUPID-MUTI : AKHIR INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!