Tampak Khanza dan Nisa berjalan menghampiri Reynaldi. Teriakan Khanza, membuat Reynaldi langsung mematikan ponselnya. Dirinya sempat tersentak kaget, jantungnya berpacu sangat cepat, dan dirinya merasa tegang. Namun, dirinya berusaha menenangkannya.
"Eh, anak Ayah sudah pulang? Bagaimana sekolahnya?" tanya Reynaldi kepada sang anak.
Khanza langsung bercerita tentang kegiatan yang dia lakukan di sekolah. Selama perjalanan Khanza terus saja bicara. Dia sangat senang sekali, Ayah-nya bisa mengantarkan dan menjemputnya ke sekolah.
"Yang, kita langsung pulang saja kali ya! Nanti kita makannya di Mall saja! Sampai rumah kita langsung berangkat lagi, agar main di Mall-nya bisa lebih lama," ujar Reynaldi dan Nisa mengiyakan. Meskipun hatinya merasa sakit, dia melakukan semua ini demi Khanza. Dia tak ingin merusak momen kebahagiaan Khanza.
Melihat mereka harmonis kembali, tentu saja Mama Ratih merasa tak suka. Diam-diam dia ingin menghubungi Viona, bicara dengan Viona tentang hubungan Viona dengan anaknya. Mama Ratih langsung masuk ke kamarnya dan menghubungi Viona.
"Assalamualaikum, maaf ini siapa ya?" tanya Viona yang mengawali pembicaraan.
"Waalaikumsalam. Ini Mama Ratih, Mamanya Rey," sahut Mama Ratih.
Viona sempat merasa kaget, mendapat telepon dari Ibu kekasihnya. Hingga akhirnya, dia berpikir ini sebuah kesempatan untuknya. Untuk mengambil hati Ibu kekasihnya seperti dulu. Hubungan Viona dengan Mama Ratih dulu, memang terbilang sangat dekat. Saat dulu Viona menjadi kekasih Reynaldi.
"Iya Ma. Apa kabar Ma? Mama sehat 'kan?" tanya Viona sekadar basa-basi, untuk mengambil hati Mama Ratih.
"Alhamdulillah, Mama sehat Vi," jawab Mama Ratih.
"Mama minta maaf sebelumnya, jika terlalu lancang bicara seperti ini sama kamu! Tujuan Mama menghubungi kamu, Mama ingin menanyakan hubungan kamu sama Rey. Apa kalian jadi bertemu dan menjalin hubungan kembali? Soalnya Mama lihat, hubungan mereka masih saja terlihat harmonis. Bahkan hari ini saja, dia rela tidak masuk bekerja demi mengantarkan anaknya ke sekolah," ungkap Mama Ratih membuat Viona melongo mendengarnya.
"Oh, kamu sudah mulai bohongin aku Ay? Lihat saja nanti!"
Mendengar hal itu, Viona tentu saja merasa kesal. Ternyata di belakang dirinya, hubungan Reynaldi dengan Nisa masih berjalan harmonis. Viona merasa dibohongi.
"Kami sudah bertemu, Ma. Kami pun sudah sepakat untuk menjalin hubungan kembali sebagai sepasang kekasih. Oh, jadi Rey hari ini tidak bekerja? Berarti dia bohongin aku," ungkap Viona.
"Makanya Mama aneh. Heran sih Rey kok kalau di rumah biasa saja. Memang sih, Mama sempat tahu saat Rey beberapa hari itu pulang larut malam dan pernah pergi dengan alasan keluar kota. Tidak tahu juga, itu pergi sama kamu atau memang untuk urusan pekerjaan," jelas Mama Ratih.
Viona menjelaskan dengan bangganya, kalau semua itu Rey lakukan demi untuk bersamanya. Tanpa rasa malu, Viona menceritakan kalau dirinya pernah menginap bersama di Puncak. Namun, Mama Ratih justru seperti hal yang biasa.
"Rey tadi sempat bicara, katanya lusa istrinya ingin pulang kampung menengok ibunya di Yogya. Rey berjanji akan menginap di kosan aku, selama istrinya tak ada," jelas Viona.
"Bagus dong kalau gitu, kesempatan kamu untuk dekati sih Rey. Kamu servis si Rey dengan baik, Mama yakin setelah itu Rey tak akan pernah berpaling dari kamu. Body kamu 'kan seksi Vi, tak seperti istrinya yang kurus kering," ujar Mama Ratih. Bukannya melarang, dan menasehati. Mama Ratih justru mendukung Viona untuk menghancurkan rumah tangga Nisa dengan Reynaldi.
"Makasih ya, Ma. Mama sudah mendukung aku. Aku senang sekali, Mama paling the best dari dulu. Aku sudah tak sabar ingin menjadi menantu Mama. Kapan-kapan kita shopping bareng yuk Ma," rayu Viona untuk mengambil hati Mama-nya Rey.
"Mama juga inginnya kamu yang menjadi menantu Mama, bukan wanita kampungan itu. Kamu sih dulu pergi meninggalkan Rey, jadinya Rey nikah sama wanita kampungan itu. Kamu percaya tidak? Sampai saat ini, Mama tak mau menerima si Nisa menjadi menantu Mama. Mama juga tak suka memiliki cucu dari wanita miskin itu. Mama juga bingung, kenapa si Rey bisa cinta banget sama wanita itu. Apa jangan-jangan si Rey, di guna-guna," ungkap Mama Ratih.
Ucapan Mama Ratih tentu saja membuat Viona tersenyum bahagia, ini kesempatan emas baginya. Karena Mama Ratih, ternyata tak menyukai istri sah Reynaldi. Kesempatan untuk dirinya, bisa merebut Reynaldi kembali dari Nisa.
"Makasih ya Ma, Vi merasa senang banget. Mama sudah baik banget sama Vi, Vi sayang sama Mama seperti orang tua Vi sendiri. Iya, Vi menyesal. Karena dulu pernah meninggalkan Rey, sekarang Vi akan berusaha untuk merebut Rey lagi dari wanita itu. Dukung Vi ya Ma, bantuin Vi," ungkap Viona. Mereka sepakat untuk menghancurkan pernikahan Nisa dan Reynaldi. Mama Ratih akan membantu anaknya untuk menikah dengan anaknya.
Nisa, Reynaldi, dan Khanza sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Mall. Mama Ratih merasa tak suka, saat melihat mereka pergi dari dalam kamarnya. Rasa inginnya untuk menghancurkan pernikahan anaknya dengan Nisa semakin besar. Kebencian, menjerumuskan dirinya untuk bersikap seperti itu. Padahal Nisa tak pernah salah, hanya dia bukanlah terlahir dari anak orang kaya.
"Nanti, Khanza jangan lama-lama ya pulang ke Yogya-nya! Kalau Ayah kangen, bagaimana?" ujar Reynaldi kepada sang anak. Nisa memilih untuk duduk di belakang, dan Khanza duduk di kursi sebelah Reynaldi.
"Iya, Ayah. Kenapa Ayah tak ikut saja sama kita ke Yogya?" tanya Khanza yang kini tatapannya mengarah ke sang Ayah yang sibuk menyetir mobil.
"Sebenarnya Ayah ingin sekali, tetapi Ayah tak bisa meninggalkan pekerjaan Ayah. Nanti yang ada Ayah dimarahi bos Ayah. Lain kali, InsyaAllah kita bisa ke Yogya bersama. Untuk sekarang, Khanza sama Bunda dulu ya," jelas Reynaldi memberi pengertian kepada sang anak.
"Iya, Ayah. Kapan-kapan kita ke Yogya bersama ya!" Reynaldi tampak menganggukkan kepalanya.
Kini mereka baru saja sampai di Mall yang mereka tuju, Rey menggandeng tangan Khanza memasuki Mall, dan Nisa berjalan di sebelah Khanza.
"Yang, kamu pilihkan baju dan sandal untuk Bunda ya! Aku ingin membelikan Bunda. Aku ingin mengajak Khanza jalan-jalan dulu ya. Belikan dulu ya pakai uang kamu, nanti aku ganti," ucap Reynaldi dan Nisa mengiyakan. Reynaldi berniat mengambil hati istrinya, dengan perhatian kepada ibu mertuanya.
"Kamu memang baik Mas, tetapi bukan berarti kamu akan mengubah keputusan aku! Jika kamu benar-benar berselingkuh, aku tak akan segan-segan meninggalkan kamu. Rumah tangga yang sudah dibumbui pengkhianatan, akhirnya tak akan baik lagi," ucap Nisa dalam hati. Nisa hanya menunggu, saat semuanya terbukti. Saat ini dia hanya menjalankan saja rumah tangganya, sampai saatnya semua terbukti perselingkuhan suaminya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
aneh orang tua malah malah nyuruh anak ber zina...gila...ini...
2024-05-29
0
Shinta Dewiana
rey serakah....siap2 nyesal deh lo
2024-05-29
0
S
maleslah bela Nissa sudah tahu suami selingkuh tapi masih mau maunya dg suami.prett.
2024-03-29
0