Waalaikumsalam. Iya, maaf ini dengan siapa ya?” tanya Mama Ratih.
“Ini ka-kamu?” tanya Mama Ratih saat mencoba mengingat suaranya melalui sambungan telepon. Dirinya tak menyangka, wanita di masa lalu anaknya. Yang tega meninggalkan anaknya dan membuat sang anak merasa frustasi, hari ini menghubungi rumahnya. Bahkan Mama Ratih tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya.
“Iya Ma, aku Viona. Mantan kekasih Rey,” sahut Viona dengan percaya diri, tanpa merasa malu sedikit pun karena telah pergi meninggalkan Rey untuk menikah dengan laki-laki lain.
Entah, hal itu membuat dirinya senang atau tidak. Mama Ratih sejak dulu memang tak menyukai menantunya, mungkin ini kesempatan baginya untuk memisahkan anaknya dari Annisa. Padahal saat ini Reynaldi dan Annisa telah dikaruniai satu orang anak.
“Mau apa lagi kamu mencari anak saya? Belum puas kamu menyakiti anak saya? Bahkan, Reynaldi hampir saja gila saat kamu tinggalkan,” ungkap Mama Ratih. Tentu saja hal itu membuat Viona merasa bahagia, cintanya Reynaldi memang sangat besar pada Viona. Bahkan untuk bangkit pun rasanya begitu sulit. Annisa adalah wanita yang mampu menolongnya untuk bangkit dari keterpurukan.
Viona mengatakan kalau dirinya sudah menyadari kesalahannya. Tak ada laki-laki selain Reynaldi yang mau menuruti semua keinginannya. Reynaldi juga selalu sabar menghadapi sifatnya yang egois. Dia memutuskan untuk kembali bersama Reynaldi. Setelah 6 tahun menikah, akhirnya Viona memutusakan untuk bercerai dengan mantan suaminya. Mereka tak memiliki seorang anak di pernikahan mereka.
“Ada apa sih, Ma?” tanya Reynaldi. Dia tampak bingung. Karena saat dirinya melangkah masuk ke dalam rumah, sang mama langsung menariknya dan mengajak ke taman belakang rumah untuk duduk mengobrol.
“Tadi siang Viona telepon ke rumah, dia mencari kamu. Dia ingin kembali sama kamu,” ucap Mama Ratih. Ucap sang mama tentu saja membuat Reynaldi melongo, tidak percaya.
“Mama yakin kalau itu benar-benar Viona? Mama bicara kan sama dia hanya lewat telepon. Lagi pula, Viona itu sudah menikah Ma, tak mungkin dia mengajak aku kembali. Aku sudah menikah Ma dan sudah memiliki seorang anak. Aku tak ingin menyakiti hati Nisa,” sahut Reynaldi.
“Memang benar kamu sudah menikah, tetapi Mama yakin kalau kamu masih mencintainya. Bukannya kamu dulu terobsesi sama dia? Inilah saatnya kamu untuk kembali,” ujar Mama Ratih. Hal ini membuat Reynaldi merasa bimbang. Memilih mengejar masa lalunya atau mempertahankan hidupnya sekarang yang telah memberikan dirinya kebahagian.
“Entahlah Ma, aku juga tak mengerti tentang perasaan aku. Namun yang pasti, aku sudah sangat bahagia dengan kehidupan aku sekarang. Terlebih dengan adanya Khanza, menambah kebahagiaan di pernikahan kami,” ungkap Reynaldi. Membuat sang mama merasa kesal, selalu saja membela Annisa.
Reynaldi memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan dengan sang mama. Dia tak ingin kalau nantinya sang istri melihatnya dan merasa curiga dengannya. Pernikahan Reynaldi dengan Annisa sudah berjalan selama 5 tahun, saat ini Khanza sudah berusia 4 tahun.
“Mas, baru pulang? Maaf, tadi aku ketiduran sewaktu menidurkan Khanza,” ucap Nisa lembut. Saat terbangun dari tidurnya, dia melihat sang suami yang baru saja selesai mandi.
“Emmm …,” ucap Reynaldi acuh. Reynaldi memilih diam dan naik ke atas ranjang untuk tidur. Hal itu membuat Annisa mengerutkan keningnya. Namun, akhirnya Annisa memilih untuk mengerti, mungkin saja suaminya sedang merasa lelah. Sebagai istri yang baik,dia harus mengerti perasaan hati suaminya. Hingga akhirnya dirinya ikut naik ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya.
Sikap cuek suaminya, membuat Annisa merasa sedih. Selama ini sang suami tak pernah sekalipun bersikap seperti itu kepadanya. Bahkan kini membuat dirinya meneteskan air matanya. Dadanya terasa sesak. Nisa mencoba menghapus air matanya, dia teringat kalau dirinya belum menawarkan sang suami untuk makan.
“Mas, kamu tidak makan dulu? Aku sudah memasak makanan spesial untukmu,” ujar Nisa sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya. Agar sang suami terbangun.
“Aku ngantuk, tidak lapar! Sudah jangan ganggu aku, aku mau tidur,” ucap Reynaldi ketus. Bahkan dirinya enggan membuka mata, dan justru berganti posisi menjadi membelakangi sang anak. Saat itu Khanza tidur di antara ayah dan bundanya.
Reynaldi terbangun. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 02.00 pagi WIB. Dirinya sempat melirik ke arah sang istri yang sedang tertidur pulas. Hatinya terasa gelisah, teringat ucapan sang Mama. Reynaldi terlihat termenung, kenangan bersama Viona hadir mengganggu pikirannya.
“Salahkah aku mendua? Sebenarnya aku ini cinta pada siapa? Masa iya aku masih mencintai Viona? Lalu, apa fungsinya Nisa selama ini di hidupku? Selama ini aku merasa nyaman dengannya, dia telah membuat aku bahagia. Meskipun sampai saat ini Mama tak pernah merestui hubungan kami, bahkan hadirnya Khanza tak mampu merubah keputusannya.” Reynaldi bermonolog dalam hatinya.
Setan merasuk ke relung hati Reynaldi, menggoda dirinya untuk menghubungi Viona. Seharusnya dia menyadari kalau apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan besar. Kini dia telah memiliki kehidupan yang baru bersama Annisa dan Khanza, putrinya.
“Ma, aku salah ya kalau sampai aku menghubungi Viona kemudian kami bertemu?” tanya Reynaldi kepada sang mama. Wajahnya terlihat bingung.
“Tentu tidak dong, Sayang. Justru kamu itu berjodoh. Meskipun awalnya Viona sempat menikah dengan laki-laki lain, tetapi pada akhirnya dia bercerai dan dia menyadari kalau yang dia cintai adalah kamu. Sama halnya dengan kamu, jika kamu akhirnya kembali lagi dengannya. Berarti Annisa itu bukan jodoh yang baik untuk kamu, hati kamu dibuat bimbang dan mungkin saja perasaan kamu saat ini kepada Viona masih sama. Anggap saja Annisa adalah hanya selingan, bukan jodoh untuk kamu!" jelas Mama Ratih. Reynaldi terlihat menyimak dan mencoba berpikir tentang ucapan sang mama.
“Tetapi Ma, Reynaldi tak tega menyakiti hati Nisa. Masa iya, Reynaldi yang membuat dia untuk membuka hatinya untuk Reynaldi. Reynaldi juga yang akan menggoreskan luka di hatinya,” ungkap Reynaldi.
“Reynaldi akui, perasaan Reynaldi kepada Viona masih ada. Tetapi, Reynaldi tak mungkin menyakiti hati Nisa. Ibu dari anak Rey,” ungkap Reynaldi membuat seutas senyuman hadir di sudut bibir Mama Ratih. Sepertinya rencana untuk memisahkan sang anak dari menantu yang tidak diinginkannya akan berhasil.
“Kamu bisa merahasiakan hubungan kamu dengan Viona! Kalau tidak, suruh saja Nisa menerima madunya. Tak masalah kok kamu memiliki dua istri sekaligus, kalau Nisa tak mau berpisah dengan kamu. Nisa tak boleh egois, kalau dia cinta sama kamu ya terima saja keputusan kamu untuk menikah,” rayu Mama Ratih.
Rasanya tak tega, jika dirinya melakukan hal ini. Kepada wanita yang selama ini selalu menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik, memberikan keturunan untuknya, dan menunjukkan perasaan cinta dan sayangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Yati Syahira
sama gila anak dqn emaknya ntar nyungsep
2024-06-06
2
Shinta Dewiana
panas dingin ini aku rasanya...dasar kampret ibu sm anak2
2024-05-29
0
Jeni Safitri
Mmg mertua ngk ada akhlak justru mengarahkan anaknya selingkuh
2024-03-10
0