Tolong siapkan pakaian ganti untuk aku, hari ini aku harus berangkat ke luar kota. Kemungkinan besok sore aku baru kembali. Ini uang buat kamu mengajak Khanza main dan jajan," ujar Reynaldi sambil memberikan dua lembar uang berwarna merah.
"Memangnya Mas ada urusan apa? Kok keluar kotanya hari libur, kantor cabang 'kan tutup," protes Nisa.
"Sudah tak perlu protes! Ini perintah dari atasan. Mas, juga tak tahu. Sudah sana siapkan pakaian ganti untuk Mas! Mas harus segera berangkat."
"Ayah sekarang berubah! Akhir-akhir ini Ayah selalu pulang malam, dan sekarang Ayah justru ingin pergi," protes Khanza.
"Khanza nanti perginya sama Bunda, ya! Ayah harus kerja cari uang untuk Khanza dan Bunda," ucap Reynaldi berbohong.
Di otak Reynaldi hanya ada Viona. Bagaimana caranya agar dirinya bisa terus bersama? Hari ini dirinya akan mengajak Viona ke Puncak. Demi Viona, dia rela meninggalkan istri dan anaknya.
"Makasih ya Ay, Aku bahagia banget," ucap Viona sambil memberikan kecupan di pipi sebelah kiri Reynaldi.
"Kamu bilang apa sama istri kamu? Apa dia tak curiga?" tanya Viona.
"Awalnya, si Nisa sempat protes. Aku bilang saja, kalau aku harus tugas keluar kota. Kata Nisa, kantor cabang 'kan tutup Mas. Terus aku bilang saja, sudah jangan kebanyakan protes. Lebih baik kamu siapkan saja pakaian ganti untuk aku. Aku bilang sama dia, kalau aku pulangnya besok sore," ungkap Reynaldi.
"Ya ampun Ay, kamu membuat aku semakin cinta. Demi ingin bersama aku, kamu membohongi dirinya. Aku merasa tersanjung banget," ucap Viona. Kali ini dirinya memberikan kecupan sekilas di bibir Reynaldi, tentu saja membuat Reynaldi merasa senang.
"Nakal ya, mencoba menggoda aku," ujar Reynaldi sambil mencubit pipi Viona.
Reynaldi telah sampai di Puncak. Suasana dingin menambah keromantisan mereka, membuat dirinya selalu ingin berpelukan. Reynaldi memeluk tubuh Viona dari belakang. Seakan dunia hanya milik berdua. Khanza dan Nisa pun baru saja sampai di tempat bermain yang berada di Mall.
"Bunda kenapa? Kenapa Bunda bersedih? Pasti semua ini karena sikap Ayah yang berubah," ujar Khanza.
Khanza dapat merasakan, kalau sang bunda saat ini sedang bersedih. Karena memikirkan sikap Ayahnya yang berubah. Bukan hanya Nisa saja yang merasakan, Khanza pun merasakan yang berbeda.
"Tidak, Sayang! Ayah tidak berubah, hanya saja Ayah sedang sibuk. Jadinya harus pulang malam dan seperti sekarang harus tugas luar," ujar Nisa memberi pengertian kepada anaknya. Dia tak ingin kalau nantinya Khanza akan membenci ayahnya.
"Berarti kita menginap ya, Ay?" Tanya Viona dan Reynaldi mengiyakan. Tentu saja sebagai seorang pelakor, Viona pastinya akan merasa senang. Karena berhasil memenangkan hati Reynaldi.
"Cepat atau lambat aku akan merebut kamu dari Nisa. Aku ingin menjadi istri kamu satu-satunya," Viona bermonolog dengan hatinya.
Cinta buta membuat dirinya tak memikirkan perasaan Nisa. Padahal dirinya dengan Nisa sama-sama seorang wanita. Hubungan pernikahan Reynaldi dengan Nisa selama ini baik-baik saja, dan hadirnya kembali Viona di hidup Reynaldi membuat Reynaldi berpaling dari sang istri.
Reynaldi dan Viona tampak bersenang-senang, menikmati makan siang bersama. Sikap Reynaldi kepada Viona tak pernah berubah, itulah yang membuat Viona tak ingin melepas Reynaldi kembali.
Sebagai seorang wanita yang baik, seharusnya Viona tak melanjutkan hubungan terlarang dengan suami orang. Meskipun mereka dulu pernah menjalin suatu hubungan. Meskipun mereka sama-sama masih saling mencintai.
"Ya Allah, tolong tunjukkan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi pada suamiku? Mengapa hati ini sejak tadi merasa tak tenang? Apa yang dilakukan suamiku di sana? Tolong lindungi dirinya dari godaan setan yang terkutuk," doa Nisa.
Meskipun bibir bisa berkata semua baik-baik saja, selalu bersikap positif thinking. Namun, perasaan hati tak mampu di bohongi. Nisa merasa kecewa.
"Ay, geli. Nanti kalau Rey junior bangun gimana," ujar Reynaldi. Saat itu Viona sudah duduk di atas pangkuan Reynaldi, dan menciumi leher Reynaldi.
"Nakal ya kamu, berani menggoda aku. Awas ya kalau Rey junior bangun, sudah tak ada ampun lagi," ancam Reynaldi. Namun, Viona justru masih terus menggoda Rey. Kini mereka sudah berada di sebuah Vila.
Reynaldi menelan salivanya, saat Viona membuka seluruh pakaian membuat tubuhnya polos. Seperti diketahui, hubungan Viona dan Reynaldi dulu sudah sangat jauh. Padahal mereka saat itu masih duduk di bangku SMA. Mereka kerap melakukan hubungan suami istri.
"Aku ingin mengulang kisah kita dulu. Aku sudah sangat merindukan milikmu," ujar Viona sambil membuka resleting celana Reynaldi dan mengeluarkan junior Rey dari dalam kain penutup. Membuat Reynaldi merem melek.
Padahal selama ini sudah dia dapatkan dari istrinya, bahkan hubungan mereka telah menghasilkan satu orang anak. Nisa sosok istri yang sempurna. Wajahnya lebih cantik dari Viona, meskipun tak pernah menggunakan riasan. Tubuh Nisa pun lebih indah, meskipun Nisa telah melahirkan Khanza. Namun, saat setan merasuki dirinya. Reynaldi tak mampu melawannya. Hingga akhirnya Reynaldi tergoda, melakukan hubungan suami istri dengan Viona.
"Astaghfirullah," ucap Nisa saat foto pernikahan dirinya yang terpajang di dinding kamarnya tiba-tiba saja terjatuh.
"Mas Reynaldi."
Dirinya langsung teringat akan sosok suaminya yang sedang pergi ke luar kota. Nisa mencoba menghubungi suaminya berkali-kali, tetapi sayangnya ponsel suaminya tak aktif. Rasa cemas semakin berkecamuk di hati Nisa.
Dia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan suaminya. Suaminya benar-benar telah berubah. Biasanya saat Reynaldi pergi, dia selalu menyempatkan waktu untuk menghubungi istrinya. Namun, sampai saat ini tak sekali pun dirinya menghubungi sang istri.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu, Mas? Bahkan ponsel kamu pun tak aktif, dan tak seperti biasanya kamu seperti ini," gumam Nisa sambil merapihkan pecahan kaca dari bingkai foto pernikahannya.
Air matanya akhirnya jatuh juga, dadanya terasa sesak. Nisa merasakan hilangnya cinta suaminya kepadanya. Namun, dirinya berusaha kuat di depan sang anak.
Reynaldi membuat kesepakatan dengan Viona, saat Reynaldi sedang bersama Viona, Reynaldi adalah miliknya. Viona melarang Reynaldi untuk berkomunikasi dengan Nisa. Maka seperti saat ini, Reynaldi langsung mematikan ponselnya.
"Apa aku coba hubungi Adi saja ya? Pasti Adi ikut bersama Mas Reynaldi," Nisa bermonolog dengan hatinya.
Nisa akhirnya mencoba menghubungi Adi. Berniat menanyakan kepada Adi tentang suaminya. Nisa merasa khawatir, karena sampai sekarang suaminya masih saja tak bisa dihubungi. Alangkah terkejutnya Nisa saat mengetahui kalau suami tak ada tugas keluar kota.
"Kamu serius, Di? Mas Reynaldi, bilang sama aku kalau dirinya harus berangkat keluar kota. Harus kekantor cabang yang berada di Yogyakarta," ujar Nisa.
"Iya benar. Kalau ada tugas, pasti Pak Reynaldi akan mengajak aku untuk ikut," sahut Adi.
Nisa langsung menutup panggilan telepon dengan Ani, tubuhnya terkulai lemas di lantai. Seperti tersengat petir di siang bolong. Jantungnya berdegup sangat kencang. Nisa memegang dadanya yang terasa sesak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Yati Syahira
sdh terbiasa zina dari unur belia jijik ,lekas cerai nisa tinhhalin laki pecundang
2024-06-06
1
Shinta Dewiana
huh pasangan biadap...
2024-05-29
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-02-09
0