"Kamu pikir aku akan percaya saja Mas dengan apa yang kamu lakukan ke aku?"
Meskipun suaminya sudah bersikap baik lagi kepadanya, perasaan seorang istri tak bisa dibohongi. Ada yang mengganjal di hati Nisa. Mengiyakan, bukan berarti setuju. Diam bukan berarti percaya. Itulah yang dilakukan Nisa. Dia bukan wanita yang bodoh, tetapi dia masih mencari bukti dan informasi yang meyakinkan dirinya untuk melangkah.
"Oh, jadi Pak Reynaldi sudah pulang ya? Baiklah di, kalau begitu. Soalnya, ponsel Pak Reynaldi tak aktif. Mungkin sebentar lagi sampai rumah. Terima kasih informasinya ya, di. Oh, iya di. Jangan pernah bilang ya ke Pak Reynaldi, kalau aku suka menghubungi kamu," pinta Nisa.
"Lagi-lagi kamu membohongi aku, Mas! Aku yakin, kalau kamu diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain. Tetapi, siapa wanita selingkuhan Mas Reynaldi? Sepintar-pintarnya kamu menutupi bangkai, pasti akan tercium juga Mas! Aku akan mencari tahu!" Nisa bermonolog dengan hatinya.
Anak, ya alasannya anak yang membuat dia tak bisa bergerak bebas. Dia tak bisa meninggalkan Khanza di rumah sendiri, dan dia juga tak mungkin mengajak Khanza ke dalam permasalahan ini. Dia tak ingin, sang anak mengetahui permasalahan orang tuanya. Hanya doa dan harapan yang selalu Nisa panjatkan, semoga suatu saat nanti Allah memberi petunjuk kepadanya.
"Sampai kapan aku harus seperti ini? Sepertinya kamu tak sungguh-sungguh ingin menjalani hubungan sama aku. Aku wanita, butuh kepastian! Kamu pikir, aku tak cemburu melihat kamu bersama dia? Aku cemburu, Ay," ucap Viona, diiringi isak tangis.
Dalam kasus perselingkuhan, memang wanita yang selalu menjadi korban. Mereka yang akan sering meneteskan air mata, meskipun dirinya seorang pelakor. Kecuali wanita itu tak benar-benar mencintai laki-laki itu.
"Sabar, Ay! Hubungan kita masih baru banget. Aku masih belum bisa bicara sama Nisa. Aku mohon pengertian kamu," ujar Reynaldi yang kini menggenggam tangan kekasihnya.
"Sabar! Sabar! Kamu enak bicara aku untuk sabar. Coba, kalau kamu berada di posisi aku! Bagaimana perasaan aku, saat kamu bersama dia? Mau sampai kapan kita menutupi hubungan kita? Sampai Nisa mengetahui sendiri perselingkuhan kita? Jika kamu tak pernah bisa mengambil keputusan, biar aku saja yang pergi dari hidup kamu," ancam Viona. Padahal dirinya tak akan sungguh-sungguh pergi meninggalkan Reynaldi. Dia justru berniat merebut paksa Reynaldi dari istri sahnya.
Reynaldi langsung menggelengkan kepalanya dengan lesu. Sungguh, dia tak ingin hal ini terjadi. Rasanya tak sanggup, jika Nisa mengetahui hal ini. Bahkan dirinya pun tak tahu sampai kapan menutupi hubungannya dengan Viona. Reynaldi terjebak dalam permainannya sendiri.
"Aku sayang sama kamu. Tetapi, maaf. Maaf, aku belum bisa untuk sekarang ini. Tolong beri aku waktu, sampai aku mampu mengungkapnya! Aku tak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya Ay," ungkap Reynaldi yang kini memeluk kekasihnya.
Reynaldi mencoba untuk menenangkan kekasihnya, agar mengerti di posisinya. Hingga akhirnya, Viona pun merasa luluh. Benar yang dikatakan kekasihnya, semua butuh waktu. Dia tak bisa menuntut dengan cepat, karena posisi dirinya memang salah. Benalu di pernikahan Reynaldi dan Nisa.
"Aku beri waktu tiga bulan, jika dalam waktu tiga bulan kamu belum juga mengambil keputusan. Aku yang akan pergi meninggalkan kamu," ancam Viona dan Rey hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku pulang dulu ya! Aku minta tolong sama kamu, tolong jangan hubungi aku, jika aku sedang berada rumah," ujar Reynaldi.
"Terus, kalau aku kangen sama kamu? Ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu, gimana?"
Reynaldi berjanji akan menghubungi Viona setiap hari, dan akan membagi waktunya untuk Viona. Dia tak ingin Viona pergi meninggalkan dirinya, keduanya sama-sama dia cintai.
"Gitu dong, aku 'kan menjadi tenang kalau seperti itu," ucap Viona sambil tersenyum.
Viona adalah wanita yang tak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki. Dulu saat dia bersama Reynaldi, dia berselingkuh dengan seorang laki-laki yang usianya lebih tua 3 tahun darinya. Dia seorang dokter. Saat dirinya dulu masih duduk di bangku kuliah, Viona merasa bangga memiliki kekasih seorang dokter. Hingga akhirnya Viona memilih untuk menikah dengannya.
Viona menjalani rumah tangga bersama mantan suaminya, selama 6 tahun. Namun, mereka tak juga memiliki keturunan. Hingga akhirnya, mereka memutuskan berpisah. Viona menyalahkan suaminya, karena yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter. Hingga mereka jarang melakukan hubungan suami istri, membuat Viona merasa kesepian. Pertengkaran kerap terjadi di pernikahan mereka. Mereka sepakat untuk bercerai.
Kini dirinya kembali bersama Rey, menggoyahkan rumah tangga Reynaldi dengan Nisa. Padahal dulu, dia sendiri yang meninggalkan Reynaldi. Karena dia merasa Reynaldi yang paling mengerti dirinya. Reynaldi mampu memuaskan dirinya di ranjang. Seperti saat kemarin, Reynaldi benar-benar perkasa. Membuat dirinya tak berdaya.
Reynaldi baru saja sampai di rumah. Seperti biasa dia memilih langsung naik ke atas. Karena istri dan anaknya lebih sering berada di atas. Hubungan istri dengan sang mama, masih saja tak harmonis.
"Mas, Mas sudah pulang? Mas, Mau makan sekarang?" tanya Nisa saat suaminya memasuki kamar. Nisa langsung mencium tangan suaminya.
Meskipun hatinya merasa sakit, dan mencurigai suaminya. Dia tetap menghargai laki-laki yang masih berstatus menjadi suaminya. Bersikap biasa, walaupun diam-diam dia ingin mencari tahu.
"Aku sudah makan," ucap Rey ketus.
"Kamu kenapa sih, Mas? Selalu saja bersikap ketus sama aku? Padahal selama ini kamu tak pernah sekali pun berkata kasar dan bersikap dingin. Aku rindu kamu yang dulu, Mas. Aku rindu sikap romantis kamu, aku rindu pelukanmu, aku rindu semua yang kamu miliki. Aku merasa kehilangan cinta suamiku, aku merasa asing dengan kamu," ungkap Nisa diiringi isak tangis.
"Sudahlah! Aku ini cape! Akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran aku," sahut Reynaldi yang masih saja membela diri.
"Sibuk sama pekerjaan atau dengan wanita lain? Jika kamu merasa bosan dengan aku, lebih baik kamu kembalikan aku kepada orang tua aku. Selama ini aku selalu sabar mendampingi kamu, meskipun ibu kamu tak pernah menyukai aku dan selalu saja berkata ketus kepada aku dan Khanza. Sekarang ditambah lagi, dengan sikap kamu yang dingin. Yang menganggap aku seperti musuh," protes Nisa. Selama ini dia bersikap diam, tetapi tidak untuk hari ini.
"Kamu ini apa-apaan sih? Aku ini sibuk bekerja. Ingat ya, sampai kapan pun aku tak ingin pisah dari kamu! Harusnya kamu pikir dong, jangan egois! Apa kamu tega, melihat Khanza sedih karena orang tuanya berpisah," ujar Reynaldi.
"Jika tak ada kesetiaan dan kejujuran, untuk apa dipertahankan. Justru lebih baik kita berpisah, daripada anak kita terus menerus melihat orang tuanya bertengkar."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Yati Syahira
ayo semangat nisa cerainya
2024-06-06
1
Shinta Dewiana
gitu dong...nisa...kamu cantik masih banyak di luar sana yg suka sm kamu...
2024-05-29
0
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
kemaruk kmu t rey
2023-03-03
0