"Sebenarnya kamu kemana Mas? Mengapa kamu membohongi aku? Apa yang kamu perbuat di luar sana? Tolong hubungi aku, agar kecurigaan aku terhapus," ucap Nisa dalam hati.
Air matanya sejak tadi terus mengalir, Nisa berharap kalau semua ini hanyalah perasaannya saja. Dia berharap suaminya tak akan tega mengkhianati pernikahannya.
"Ay, aku boleh ya hubungi Nisa dulu! Please sekali saja! Aku hanya ingin bilang padanya, kalau aku sudah sampai. Pasti sejak tadi dia menunggu telepon dari aku, aku tak ingin dia curiga dengan hubungan kita," pinta Reynaldi membuat kekasihnya cemberut.
"Aku janji deh sama kamu, tak ada kata-kata mesra kepadanya! Hanya sekadar memberi kabar."
Statusnya hanya sebagai kekasih saja, Viona sudah mulai menguasai Reynaldi. Reynaldi sampai harus mengemis, hanya untuk memberi kabar kepada istrinya. Bodoh, Reynaldi memang bodoh. Memiliki keluarga yang sempurna, tak menjadikan dirinya menjadi orang yang bersyukur.
"Mas? Ini kamu? Kamu kemana saja? Mas, kamu boho—" ucapan Nisa harus terhenti.
"Sudah tak perlu banyak bicara, aku tak banyak waktu! Aku hanya ingin memberitahu kamu, kalau saat ini aku sudah sampai di Yogyakarta. Maaf aku baru sempat menghubungi kamu, soalnya pas sampai sini aku langsung ke kantor cabang. Ya sudah, aku lanjut dulu ya! Assalamu'alaikum," ucap Reynaldi. Bahkan dirinya tak memberikan kesempatan kepada istrinya untuk bicara.
"Mengapa kamu bohongi aku, Mas? Padahal aku sudah mengetahui dari Adi, kalau kamu tak ke Yogyakarta. Sebenarnya kamu di mana, Mas? Mengapa kamu tega membohongi istri kamu sendiri?"
Nisa tampak kecewa dengan sikap sang suami yang membohongi dirinya. Selama lima tahun menikah, Reynaldi tak pernah membohongi dirinya. Baru kali ini dia merasa dibohongi suaminya. Padahal mereka sempat saling berjanji, tak ada kebohongan dan rahasia di pernikahan mereka. Hal itu yang membuat rumah tangga mereka tak pernah dibumbui pertengkaran.
Reynaldi dan Viona tampak menikmati suasana dingin di Puncak. Viona menyenderkan kepalanya di pundak Reynaldi, mereka saling bercerita tentang kehidupan mereka di masa lalu.
"Maafkan aku ya Ay, karena aku dulu pernah meninggalkan kamu. Aku menyesal, tergoda dengannya. Padahal hubungan kita dulu baik-baik saja, semua salah aku yang tak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berselingkuh, untuk mengisi kekosongan aku," ungkap Viona.
"Sudah ya tak perlu bahas lagi, yang penting saat ini kita sudah bersama lagi," sahut Reynaldi.
Reynaldi pun masih belum tahu ujung dari hubungan dirinya dengan Viona. Dia merasa bahagia, karena bisa kembali lagi dengan wanita yang dia cintai dulu. Namun, dia juga tak ingin berpisah dari Nisa. Reynaldi tak ingin Khanza akan menjadi korban.
"Iya, tetapi aku tak ingin hubungan yang seperti ini terus menerus. Aku tak ingin menjalani hubungan diam-diam, aku tak mau selalu menjadi yang kedua!" cerocos Viona.
Inilah yang paling membuat Reynaldi merasa bingung, jika dihadapkan dalam posisi seperti ini. Reynaldi tampak terdiam, dia bingung harus menjawab apa. Tentu saja, sikap Reynaldi membuat Viona merasa kesal.
"Aku mohon jangan tuntut aku dulu untuk melakukannya!" pinta Reynaldi.
Marah pun tak ada gunanya, karena dirinya memang berada di posisi yang salah. Mau tak mau dirinya harus mengerti, karena Reynaldi saat ini sudah memiliki anak dan juga istri. Bukan seperti dulu.
Viona dan Reynaldi kini sudah berada di ranjang yang sama, Viona mencoba menggoda Reynaldi.
"Ay, kangen! Main, yuk!" ajak Viona.
Laki-laki diibaratkan seekor kucing yang diberi ikan, tentu saja tak akan menolak. Membuat dirinya melupakan istrinya yang di rumah. Hingga akhirnya mereka melakukan hubungan terlarang. Cuaca dingin menambah gairah keduanya. Hingga akhirnya mereka merasa lelah.
"Kamu memang perkasa Sayang, dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah," puji Viona membuat Reynaldi tersenyum.
Semalam suntuk mereka lewati bersama, mereka melakukan berkali-kali. Namun, sebelumnya Reynaldi menanyakan terlebih dahulu kepada Viona, apakah dia menggunakan KB. Karena Reynaldi tak ingin memiliki masalah, membuat Viona hamil.
Kini keduanya sudah terlelap, tidur sambil berpelukan. Mereka baru terhenti bercinta, saat jam menunjukkan pukul 03.00 WIB. Berbeda halnya dengan Nisa yang justru baru terbangun dari tidurnya. Dia memilih untuk melakukan salat tahajud, untuk mengurangi rasa gelisah yang dia rasakan saat ini.
"Ya Allah, aku mohon kepadamu! Tolong tunjukkan kepada aku, apa yang sebenarnya terjadi dengan suamiku! Mengapa dia tega membohongi aku, dan akhir-akhir ini aku merasa dia berubah? Apa mungkin diluar sana, dia sedang bersama wanita lain?"
Nisa bersujud di sepertiga malam, berdoa dan meluapkan perasaan hati yang dia rasakan saat itu. Hanya Allah tempat dia mengadu dan memberi petunjuk. Semoga kegelisahan yang dia rasakan saat ini, hanyalah kegelisahan tak beralasan.
"Biasanya kamu selalu menghubungi aku berkali-kali, jika kamu pergi. Menanyakan apa yang aku lakukan di rumah, mengatakan kalau kamu rindu dengan aku dan Khanza, dan menanyakan Khanza sedang apa. Kali ini aku merasa, kamu berubah," ucap Nisa lirih.
Nisa mencoba menghubungi suaminya, tetapi ponsel Reynaldi tak aktif. Selama ini, jika Reynaldi tugas ke luar kota. Dia tak pernah mematikan ponselnya.
Jam sudah menunjukan pukul 04.19 WIB, Nisa bergegas untuk salat subuh. Dirinya terbangun, kala mendengar bunyi azan di ponselnya. Dia sempat ketiduran, karena kebanyakan menangis. Setelah salat subuh, Nisa memilih untuk membaca Al-Quran untuk memenangkan hatinya. Semua dia serahkan kepada Allah.
Mata Nisa terlihat bengkak, karena terlalu banyak menangis. Meskipun Reynaldi tak ada, Nisa tetap memasak untuk makan satu rumah. Dia tak mungkin bermalas-malasan, walaupun hari itu adalah hari libur.
"Habis menangis ya? Tak usah dipikirkan! Saya yakin, pasti saat ini Reynaldi sedang berbahagia dengan wanita lain. Sudah ikhlaskan saja, atau kamu terima dipoligami," sindir Mama Ratih.
"Maksud Mama apa bicara seperti itu? Aku yakin Mas Reynaldi tak mungkin seperti itu! Mas Reynaldi, suami dan ayah yang bertanggung jawab. Dia tak mungkin mengkhianati aku," ucap Nisa dengan suara yang bergetar.
"Lihat saja nanti! Kamu lihat, siapa yang benar! Saya, atau kamu," ucap Mama Ratih dengan sombongnya. Dengan enaknya dia pergi meninggalkan begitu saja, meninggalkan rasa sakit di hati menantunya karena ucapannya.
Perasaan hati Nisa semakin tak karuan. Tak pantas rasanya seorang mertua bersikap demikian, terhadap menantunya. Seperti yang diketahui, Mama Ratih memang tak pernah menginginkan Nisa menjadi menantunya. Dengan hadirnya Viona kembali, dia berharap kalau Viona akan menggantikan posisi Nisa menjadi menantunya. Dia tak peduli, meskipun saat ini Nisa dan Reynaldi sudah memiliki anak. Seorang nenek yang tega melakukan hal itu kepada cucunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
Rey...apem viona satu untuk semua kamu masih doyan ....Basi...tu Apem nisa blm bau krn dia bisa jaga...Dasar Rey Goblok bngett..ular cobramu bisa burik sama viona../Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Silent//Silent//Silent//Silent/
2024-10-19
0
Shinta Dewiana
mertua biadap...ntar nyesel...strok deh....
2024-05-29
2
Eni nuraeni Cell
mertua laknat
2023-05-12
0