"Jawab Mas! Mas bohongin aku 'kan? Kalau kemarin itu Mas pergi sama selingkuhan Mas? Mas, benar 'kan selingkuh?" tanya Nisa yang sudah berderai air mata. Dia tak mampu menahan perasaan kecewanya.
"Bunda kenapa?" tanya Khanza. Saat mendengar suara sang bunda yang seperti sedang marah, membuat Khanza terbangun.
Nisa langsung menghapus air matanya, dia tak ingin Khanza tau kalau saat ini rumah tangga kedua orang tuanya sedang diterjang badai. Nisa mencoba menenangkan sang anak, menidurkannya kembali. Sedangkan Reynaldi justru terlihat diam. Dia menyadari kesalahannya. Namun, dia tak menghindari perasaannya kepada Viona.
Hingga akhirnya Reynaldi memilih untuk keluar dari kamar. Dia membutuhkan ketenangan. Dengan ditemani secangkir kopi dan juga rokok, dirinya kini sedang duduk termenung di teras rumahnya.
"Bahkan kamu tak mampu untuk menjelaskan kepada aku, Mas. Siapa wanita itu sebenarnya?" gumam Nisa dalam hati.
Dia tak menyangka, rumah tangga yang selama ini di bangun selama 5 tahun sudah berada di ujung tanduk. Cintanya sang suami seakan hilang begitu saja.
"Aku harus bagaimana? Aku telah menyakiti hati Ibu dari anakku. Namun, aku tak bisa menghindari perasaan aku terhadap Viona," Reynaldi bermonolog dengan hatinya.
Saat Reynaldi hendak masuk kembali, dia berpapasan dengan sang mama.
"Kenapa? Gimana kemarin liburannya sama Viona? Pasti Viona lebih menyenangkan 'kan dari istrimu?" tanya sang mama kepada sang anak.
Reynaldi mengajak sang mama mengobrol di luar, dia ingin bertukar pikiran tentang kegundahan hatinya.
"Kok, Mama tahu kalau aku kemarin pergi bersama Viona? Ma, aku bingung! Saat aku tidur, Viona menghubungi aku. Hal itu membuat aku bertengkar sama Nisa. Dia sudah mulai curiga dengan aku, aku harus bagaimana," ungkap Reynaldi.
"Ya enggak gimana-gimana. Kamu bicara jujur saja kalau gitu! Kalau dia masih ingin bersama kamu, ya dia harus siap menerima Viona sebagai madunya," sahut Mama Ratih dengan santainya.
Padahal dia adalah seorang wanita, bagaimana perasaannya kalau dia berada di posisi Nisa. Seharusnya dia menyuruh anaknya untuk menghentikan kelakuan gilanya, tetapi ini dia justru mendukung anaknya berselingkuh.
"Tidak mungkin, Ma! Nisa pasti tak akan mau menerimanya," sahut Reynaldi.
"Ya sudah, kamu ceraikan saja dia!" ucap Mama Ratih membuat melongo.
"Ma, Reynaldi masih sangat mencintai Nisa. Rey tak mungkin meninggalkan Nisa. Dia ibu dari anak Rey. Rey tak tega dengan Khanza," ungkap Rey.
"Sekarang kamu bisa bicara seperti itu. Nanti, setelah kamu menjalani rumah tangga dengan Viona, pasti perlahan kamu juga bisa melupakan wanita itu. Kamu 'kan bisa mengambil hak asuh Khanza dari Nisa. Kalau tidak, kamu bisa buat lagi dengan Viona," ucap Mama Ratih.
Reynaldi perlahan masuk dalam kamar, dia melihat Nisa yang sedang salat. Membuat dirinya merasa semakin bimbang, dan berpikir apakah yang dia lakukan saat ini salah atau tidak. Terlebih saat melihat istrinya terus menangis.
Reynaldi menghampiri sang istri yang baru saja selesai salat, dia langsung memeluk tubuh istrinya. Membuat Nisa semakin merasa sedih.
"Mas, kenapa tega mengkhianati cinta Nisa? Jika Mas sudah tak menginginkan Nisa lagi, lebih baik Mas ceraikan Nisa! Nisa tak mau dipoligami," ungkap Nisa.
"Mas, tak mengkhianati Nisa. Semua ini hanya salah paham. Mas, tak ada hubungan sama siapa pun. Hanya Nisa yang Mas cinta. Nisa 'kan tahu, kalau Mas sangat mencintai Nisa. Mana mungkin Mas tega mengkhianati Nisa," ucap Reynaldi berbohong lagi.
Reynaldi lakukan demi keutuhan rumah tangganya dengan Nisa. Reynaldi sudah memutuskan untuk menjalankan hubungan dengan dua wanita sekaligus, karena dia tak bisa memilih diantara dua wanita yang dia cintai.
"Sudah ya, jangan sedih lagi! Mas tak mau melihat kamu sedih lagi! Lupakan kejadian yang tak berkenan di hati kamu, Mas tak akan pernah mau berpisah sama kamu sampai kapan pun," ucap Reynaldi sambil menghapus air mata istrinya, tetapi hal ini justru membuat Nisa bertambah sedih.
Hingga akhirnya Nisa memilih memaafkan suaminya lagi, demi Khanza.
"Yang, Mas ingin," pinta Reynaldi.
Padahal kemarin dia sudah melakukannya dengan Viona, dan malam ini dia memintanya dengan sang istri. Dia tak ingin Nisa curiga, kalau dia melakukan dengan wanita lain.
Rasanya sama, tak ada yang berubah. Saat dirinya bersama Nisa, Reynaldi pun sangat menikmatinya. Mencumbu istrinya dengan mesra. Dia berhasil membuat Nisa tak berdaya.
"Mas cinta kamu, tolong jangan pernah berpikir macam-macam yang belum tentu benar! Mas tak mungkin selingkuh, mengkhianati hati kamu. Mas tak ingin kehilangan kamu dan Khanza," ungkap Reynaldi. Reynaldi mendaratkan kecupan mesra di pucuk kepala, kening, kedua mata, hidung, kedua pipi, dan bibir istrinya. Membuat Nisa merasa dicintai kembali.
Saat Nisa tidur, Reynaldi mencoba menghubungi Viona. Untuk sementara waktu, Reynaldi meminta agar Viona tak menghubungi dirinya. Dia menceritakan, kalau Nisa sudah mulai mencurigai dirinya. Terlebih saat mendengar Viona menghubungi ponsel suaminya.
Viona mengiyakan, tetapi di lubuk hatinya yang terdalam dia merasa tak terima. Dia justru berharap Nisa dan Reynaldi berpisah dan Rey, dan menikahi dirinya.
"Ok, sekarang aku mengalah! Tetapi bukan berarti aku kalah dan melepaskan kamu. Aku akan merebut kamu, dari istri sah kamu," ucap Viona dalam hati. Dia merasa tak terima diperlakukan seperti ini dengan Reynaldi.
Apa Viona tak menyadari? Siapa yang dulu mengakhiri hubungannya dengan Reynaldi? Sekarang, saat Reynaldi sudah hidup bahagia dengan istri dan anaknya. Dia datang sebagai perusak rumah tangga Reynaldi. Wanita tak berhati, menyakiti hati sesama wanita.
Hubungan Reynaldi terlihat mesra kembali, semua ini Reynaldi lakukan demi menutupi perselingkuhan dirinya dengan Viona. Dia ingin menenangkan hati Nisa dulu, agar Nisa tak berpikir macam-macam lagi.
"Mas, berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum," ucap Reynaldi. Seperti biasa, Nisa mencium tangan suaminya dan Reynaldi mencium kening istrinya. Dia juga mencium anaknya. Inilah rutinitas yang biasa Reynaldi lakukan. Namun, kemarin sempat terlewati. Nisa mengantarkan suaminya sampai suaminya pergi meninggalkan rumah.
Sikap Reynaldi kepada Nisa, membuat sang mama merasa kesal. Dia merasa tak suka, karena Reynaldi kembali kepada Nisa lagi.
"Assalamu'alaikum, Yang. Nanti aku pulang agak telat, soalnya Pak Bondan meminta laporan secara dadakan. Aku harus segera menyelesaikannya," ucap Reynaldi melalui panggilan telepon.
"Waalaikumsalam. Iya, Mas tak apa-apa. Selesaikan saja dulu pekerjaannya! Nanti aku akan memberi pengertian kepada Khanza," jawab Nisa.
Reynaldi berbohong lagi, demi ingin bertemu dengan Viona. Dia ingin membicarakan hal ini kepada Viona. Reynaldi tak ingin Viona marah. Dia ingin, keduanya berjalan lancar.
Tepat pukul 18.00 WIB, Reynaldi telah sampai di depan kantor tempat Viona bekerja. Dia menunggu Viona keluar dari kantornya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
Yati Syahira
nisa lemot yng laki zina trus
2024-06-06
0
Shinta Dewiana
boong trus...bentar bau bangkai ke cium juga
2024-05-29
0
S
Bodoh klo Nissa percaya" saja.Bukankah sebelumnya sudah mencurigakan suaminya jangan terlalu terlena dg sikap suami yg manis bisa saja itu hanya menutupi kebohongannya saja
2024-03-29
0