"Lagi-lagi, kamu mengambil kesempatan di saat ada tak ada."
Apa yang selama ini dia lakukan, semata-mata hanya demi menghibur dirinya sendiri. Merilekskan pikirannya sejenak, meskipun hati tak pernah bisa di bohongi. Meskipun dirinya terlihat tegar, terlihat cuek, dan baik-baik saja. Hatinya sebenarnya menjerit dan sedih, karena hilangnya cinta suaminya.
"Mas," panggil Nisa. Reynaldi langsung mematikan panggilan dengan Viona dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Mengobrol sama siapa? Kok ada aku langsung dimatikan teleponnya?" tanya Nisa menyelidik.
"Oh itu, habis telepon si Adi. Habis menanyakan informasi perusahaan hari ini. Aku 'kan hari ini tak kerja. Hanya iseng, sambil menunggu kamu selesai. Oh iya, sudah selesai ya? Sudah fresh lagi deh, tambah cantik deh istri aku. Membuat aku semakin cinta," ucap Reynaldi, mengalihkan pembicaraan.
Seperti biasa, Nisa pasti menolak saat Reynaldi hendak membawa Nisa dalam pelukannya. Meskipun mereka suami istri, rasanya tak pantas mengumbar kemesraan di depan umum.
Sebelum dirinya mencintai Nisa, membuka hatinya untuk Nisa. Pastinya dia sudah mengenal sosok Nisa, wanita yang dia cintai. Bukankah hal ini yang membuat dirinya terpesona, dan mengejar cinta istrinya? Lantas mengapa dirinya sekarang seakan protes, sikap kaku istrinya. Karena Viona justru, lebih sering mengumbar kemesraan di tempat umum. Bahkan mereka pernah melakukan hubungan suami istri di dalam mobil.
"Dasar wanita tak tahu diri, Reynaldi selalu saja memanjakan dirinya. Pergi dari siang, sampai jam segini belum pulang," gerutu Mama Ratih.
Saat itu jam menunjukkan pukul 21.30 WIB, Nisa dan Reynaldi belum juga pulang. Saat ini mereka berada di tempat kuliner di daerah Tanah Abang. Reynaldi sudah lama menginginkan nasi goreng kambing Kebon Kacang. Sedangkan Khanza makan nasi goreng biasa. Nisa pun pesan makanan yang sama dengan suaminya.
"Rasanya aku sudah tak sabar, ingin membuat mereka bercerai dan Rey menikah dengan Viona," ucap Mama Ratih geram.
"Ma, kok belum tidur? Ayo kita tidur! Papa kepalanya agak pusing," ujar Papa Faisal kepada istrinya.
"Ya sudah tidur saja sana duluan, Mama masih belum mau tidur," sahut Mama Ratih ketus.
Papa Faisal selalu saja bersikap sabar menghadapi sikap istrinya yang selalu saja bersikap ketus kepadanya. Padahal dirinya mengeluh, kalau saat ini sedang pusing kepala.
Jam menunjukkan pukul 23.30 WIB, Nisa baru saja sampai di rumah. Nisa turun lebih dulu, dan akan masuk lebih dulu ke dalam rumah. Suasana terasa sepi, dia mengira kalau semua orang di rumah itu sudah tidur semua. Saat dirinya membuka pintu rumah, dia terkejut karena ibu mertuanya masih menonton TV.
Nisa bersikap cuek melewati ibu mertuanya, dan memilih langsung naik ke kamarnya. Mata Mama Ratih membulat sempurna, saat melihat Nisa menenteng banyak kantong belanja. Dirinya merasa cemburu. Rey baru saja turun dari mobil, setelah memarkirkan mobilnya. Kemudian menggendong tubuh sangat anak, dan membawanya ke dalam rumah.
"Mama? Mama kok belum tidur? Biasanya jam segini Mama sudah tidur," sapa Rey saat dirinya masuk ke dalam.
"Rey, kamu itu terlalu memanjakan istri. Makanya istri kamu berani sama Mama kamu, tak menghargai Mama sebagai orang tua kamu," tegur Mama Ratih.
"Ma, ini sudah larut malam. Rey lagi tak ingin bahas hal seperti itu. Rey sudah mengantuk, dan ingin tidur. Mama juga lebih baik tidur, beristirahat! Rey pamit ya Ma, langsung ke atas," ujar Reynaldi yang memilih langsung naik ke atas.
Ucapan penolakan dari anaknya, tentu saja membuat Mama Ratih semakin panas dan merasa geram. Selalu saja Reynaldi membela istrinya. Dia tak pernah menyadari, kalau semua ini bukan sepenuhnya kesalahan Nisa. Dia 'lah yang membuat menantunya berubah. Terlebih anaknya pun tak setia kepadanya, wajar kalau dirinya melakukan sebuah protes.
Nisa baru saja selesai mandi, dan rambutnya pun terlihat masih basah dan hanya menggunakan bathrobe. Reynaldi saat itu baru saja masuk, dia langsung meletakkan sang anak di ranjang.
Malam ini, Nisa berniat menggoda sang suami, semua dia lakukan demi merebut cinta suaminya kembali. Nisa duduk di meja riasnya, menghadap ke cermin sambil menyisir rambutnya. Dia juga terlihat memakai lipstik yang warnanya merah menyala.
Reynaldi melirik ke arah istrinya dan mengerutkan keningnya. Mengapa istrinya seperti itu. Nisa bangkit dari tempat duduk dan berbalik menghadap suaminya. Berjalan menghampiri suaminya, bergaya sangat sensual. Membuat Reynaldi panas dingin. Jantungnya berdegup sangat kencang. Seakan dirinya terhipnotis.
Tangan Nisa membuka satu persatu kaos berkerah suaminya, dan membantu membukanya. Kemudian mengarahkan suaminya ke sofa. Setelah itu membuka semua yang menempel di tubuh suaminya. Membuat perasaan Rey tak karuan.
"Semoga dengan cara aku seperti ini, aku bisa mendapatkan cinta suamiku kembali," ucap Nisa, membuat Reynaldi merasa tertampar dengan ucapan istrinya.
Reynaldi merasa terkejut, dia tak percaya mengapa istrinya senekat ini melakukan hal yang tak pernah dilakukan istrinya sebelumnya. Nisa membuka bathrobe yang dia kenakan dan melemparnya begitu saja. Membuat tubuh Nisa terlihat polos. Kemudian dirinya berjalan, dan duduk di pangkuan suaminya. Jemari tangannya menyusuri wajah dan sekujur tubuh suaminya. Hingga akhirnya suara merdu Rey lolos juga.
"Kamu sudah masuk dalam permainan aku, Mas," ucap Nisa sinis dalam hati.
"Mas, sebenarnya kekurangan aku apa? Apa tubuh aku tak indah, untuk kamu pandang? Apa milik aku, sudah tak enak dan tak bisa memuaskan kamu? Hingga kamu berpaling dari aku," ucap Nisa.
Reynaldi yang saat itu sudah dipenuhi rasa hasrat yang menggebu-gebu, tentu saja tak mampu berkata-kata. Ingin sekali mencumbu mesra istrinya.
"Stop Mas! Tolong jawab dulu pertanyaan aku! Apa aku tak cantik? Hingga aku tak menarik lagi untuk kamu? Apa aku tak sempurna? Hingga kamu mencari yang sempurna lain? Ingat Mas, tak ada yang sempurna di dunia ini! Jika kamu masih terus mencari yang sempurna, jangan menyesal jika akhirnya kamu akan menyesal," ujar Nisa.
Nisa menggoda sang suami, tetapi dia menahan setiap sang suami ingin menyerangnya.
"Jika kamu tak bisa menjawabnya, lebih baik kita hentikan semuanya," ancam Nisa yang berniat bangkit dari pangkuan suaminya. Membuat Reynaldi frustasi, karena dirinya sudah menginginkannya. Tubuh istrinya begitu menggoda.
Reynaldi langsung memeluk tubuh istrinya, dan melarang sang istri untuk memakai bathrobe-nya kembali.
"Jika kamu melakukannya hanya karena sebuah nap*su, lebih baik Mas lakukan saja dengan ja*lang kamu! Karena aku adalah istri kamu, yang membutuhkan cinta kamu. Bukan hanya butuh kepuasan," sindir Nisa membuat wajah Reynaldi memerah.
"Ayolah Yang, jangan seperti ini! Kamu akan berdosa, jika kamu menolaknya. Malaikat akan melaknat kamu," ujar Reynaldi.
"Lantas, kalau suami berselingkuh di belakang istrinya. Apa dia berdosa juga?" sindir Nisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 341 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅 Nengnong3 ²²¹º
pinteeerrr.. tarik ulur teroosss.. klo dah ketauan n bukti2 dah terkumpul.. silahkan hempaskaaann laki2 modelan c Reynaldi gitu😏
2024-01-10
0
Teh Yen
hah emng enak d ajak ke langit ke tujuh lalu d hempaskan begitu saja
2023-02-21
0
Endah Pratiwi
duh, jgn mau deh...bekas punya viona itu 🤮🤮
2022-11-22
1