Arzan secret

Harusnya lu bilang dari awal lu gak baik baik aja! Arzan Putra Dava." -batin Rin.

...****************...

Kak Arzan...." Jawab seorang anak ragu.

Sambung anak laki laki "Kemarin kak Arzan dipukuli sama orang suruhan ayahnya. Kata ayahnya, kak Arzan gak boleh dateng ketempat kita kak." Jawab lala sendu.

Panik dan khawatir? Itu yang dirasakan oleh Rin. Punggung yang ia lihat kini telah hilang karena amarah seorang ayah. Punggung yang mengendong tubuhnya ketika ia tidak dapat berjalan. Dan tangan yang selalu menggenggamnya di saat ia kehilangan bundanya. Jika bisa, mungkin Rin telah mengendarai motornya dan menemui Arzan.

Arzan layaknya seorang kakak yang Rin inginkan. Tapi, walau Rin menolak, perasaan yang ia miliki untuk Arzan lebih dari seorang adik kepada kakaknya.

"Iya kak, kak Arzan bonyok semua. Kita lihat kak Arzan dibawa kerumah sakit Medika sama ayahnya. Kita juga awasi sampai malam. Kak Arzan gak keluar dari rumah sakit. Mungkin kak Arzan dirawat disana." Lanjutnya.

Arzan, apa kamu setiap hari seperti ini? Mengorbankan diri untuk aku dan anak jalanan? -batin Isabella Sabrina

"Kak, ini ada surat dari kak Arzan. Dan kak Arzan sebelum di pukuli bilang sampaikan maaf kakak ya, sama kak Rin, gitu katanya." Haris memberikan surat Arbi kepada Rin.

Detak jantung Rin tidak normal. Dengan cepat ia membuka surat itu. Ia baca dalam hati.

Dear, Rin

Apa kabar? Maaf gua gak pernah kabarin lu. Karena handphone gua kena sita sama ayah. Maaf, juga gua gak bisa menepati janji buat jaga anak anak jalanan. Dan gua juga minta maaf. Mungkin saat lu baca surat ini gua udah pergi jauh dari lu.

Gua minta maaf, gua sayang sama lu bahkan gua cinta sama lu Rin. Tapi sayang. Semesta juga gak adil sama gua. Lu inget gua satu tahun lalu kecelakaan? Karena kecelakaan itu kepala gua, saat di cek lagi ternyata ada gumpalan darah di otak gua.

Gua gak mau liat lu pergi, jadi gua minta sama lu izinin gua yang pergi duluan. Karena, sampai kapan pun gua gak bisa kehilangan gadis yang gua jaga dan gua sayang.

Rin titip anak jalanan disisa umur lu yang gak banyak. Gua harus nurut ayah. Meski gua harus selalu pura pura baik baik. Dan maaf gua dulu, gak nurutin lu saat lu nyuruh gua berobat.

Gua harap gua bisa bertemu lu, meski untuk terakhir kalinya Isabella Sabrina. Semangat jangan nyerah.!!!

^^^Dari orang yang dahulu asing^^^

^^^Arzan Putra Dava^^^

"SATYA, CARI TAU DIMANA ARZAN SEKARANG!" teriak Rin yang menyeka air matanya.

"Lu kenapa? Arzan kenapa?" Tanya Satya tak paham.

"Gua mau ketemu Arzan." suaranya kini lirih dan Air matanya kini mengalir tak henti.

Aruby yang memahami keadaan Rin, ia segera mengantar pulang anak jalanan dan Alina kepanti asuhan.

"Kak Aru, unda kenapa?" Tanya anak anak itu bersamaan.

"Bunda gak apa apa, bunda hanya butuh istirahat. Besok kita main lagi ya, sekarang kak Aru antar pulang kalian dulu." Jawab Aruby menahan air matanya yang akan lolos.

"Iya, kak Aru." Aruby, Alina dan anak jalanan meninggalkan rumah milik keluarga Rin.

Disisi lain, dunia seorang Isabella Sabrina hancur untuk kedua kalinya. Badannya kian lemas menerima fakta tentang Arbian dan lara yang ia rasakan.

"Harusnya lu bilang dari awal lu gak baik baik aja! Arzan Putra Dava." -batin Rin.

"Aksa, ada apa ribut ribut?" Tanya Laura yang kini sadar dari pingsannya.

"Gak ada kok Lau." Kata Aksa bohong.

"Lau, gua anterin lu pulang dulu ya." Kata Aksa

"Oke." Aksa dan Laura berpamitan pada Diego lalu meninggalkan rumah itu dengan perasaan cemas.

......................

Satya, menghubungi bayak orang untuk mencari orang yang Rin maksud. Hingga, satu pesan masuk pada ponsel Satya, mengirimkan lokasi rumah sakit medika. Dan foto seorang laki laki terbaring dengan alat medis. Dan terdapat kalimat "Dia koma, karena pendarahan di otaknya. Tapi sebelum dia koma, dengan bodohnya ayahnya memukulinya kemarin. " Hati Satya tersentak membacanya. Lalu bagaimana dengan hati Rin? Hati yang dimiliki oleh orang yang sekarang terbaring dengan alat medis.

"Ketemu! Arzan masih dirawat." Kata Satya menatap dalam Rin.

"Gua mau kesana! Anterin gua !" Kata Rin mengambil tas miliknya.

"Tapi Rin, dia anak dari seorang mantan mafia." Kata Satya ragu.

"Mau dia anak mantan mafia, gua tetep pingin nemuin dia!"

"Okey, ya udah."

"Kak, pergi dulu.." pamit satya pada Diego.

Satya mulai melajukan mobilnya, dan Rin yang duduk di sampingnya hanya melamun dan air matanya tak hentinya keluar.

"Rin inget kesehatan lu!"

"Tapi, gua mau dia tetep bisa berdiri, tersenyum dan gua bisa liat dia. Satya? Kenapa gua harus punya penyakit kayak gini?"

"Iya, gua ngerti. Lu harus bisa ikhlas. Bunda gua pasti sedih liat putri kesayangannya nangis gini!" Kata Satya mengejek Rin.

"Lu dari dulu tau, sesayang apa gua sama dia. Tanpa aba aba dia sakit. Gua, baru tau sekarang. Rasanya gak guna. Gak guna karena gua gak ada di sampingnya saat dia butuh gua. Sedangkan saat masa masa terpuruk gua, dia selalu ada buat gua."

"Jangan salahin diri lu, itu namanya takdir. Harus ikhlas. Noh tisu buat apus tuh air mata lu." Kata Satya seraya memberikan tisu.

Rin mengusap air matanya.

"Rin, lalu bagaimana dengan bunda ku? Jika kehilangan lu? Rin bunda gua dokter. Pasti dia akan nangis kayak lu sekarang kalo di tau fakta tentang penyakit lu?" -batin Satya

Sampailah Rin dan Satya didepan rumah sakit medika. Rin yang masih menggunakan kruk ia membuka pintu mobil Satya.

"Gak usah pakek kruk, gua ambilin kursi roda aja! Tunggu sini." Kata Satya lalu meninggalkan Rin didalam mobil.

Tak lama, terlihat Satya membawa kursi roda kearah mobil. Setelah sampai ia, Membantu Rin duduk dikursi roda. Seusai itu, ia mendorong kursi roda Rin dan masuk kedalam rumah sakit.

Satya bertanya pada suster disana.

"Sus, adakah pasien bernama Arbian?" Tanya Satya.

"Ada, baru saja saya Menganti infusnya."

"Di ruang apa sus?"

"VVIP satu, tinggal lurus saja nanti ketemu ruangannya." Kata suster itu.

"Terimakasih sus." Kata Rin.

Satya mendorong kursi roda Rin, mencari ruangan VVIP. Sesaat ia terdiam melihat dua orang penjaga didepan pintu VVIP nomor kosong satu.

"Satya itu ruangannya, tapi kenapa ada dua penjaga?" Tanya Rin

"Ntah." Jawab Satya acuh.

Satya mendorong kursi roda Rin, sejenak ia memandang rambut Rin. Satya dan Rin berhenti di depan dua orang penjaga.

"Saya ingin bertemu Arzan, yang berada didalam!" Kata Rin.

"Maaf, kami tidak dapat mengijinkan." Kata salah satu dari mereka.

"Saya ingin bertemu dengan Arzan, tolong. Tolong ijinkan saya." Kata Rin menahan air matanya.

"Maaf nona tapi, tolong pengertian nona. Ini tugas kami. "

"Tolong, sekali saja. Sekali saja saya menemuinya." Kata Rin yang hanya angin lalu untuk dua penjaga.

...****************...

Derap langkah kaki, terdengar dari arah belakang. Seorang laki laki paruh baya dengan kemeja hitam menghampiri dua penjaga.

"Selamat sore bos." Kata dua penjaga

"Gimana, aman semua.?"

"Aman bos, tapi nona ini ingin masuk menemui tuan Arzan."

"Nama kamu siapa nak? " Tanya Dava

"Isabella Sabrina, om. Boleh kah saya menemui anak om walau hanya sekali?" Tanya Rin yang terduduk lemas.

" Saya Satya om. Tolong beri ijin teman saya untuk masuk kedalam om." Minta Aksa

"Kamu, Isabella Sabrina. Orang yang ada di wallpaper handphone anak saya. Ini benar kamu nak?" Dava memperlihatkan handphone anaknya

"Iya om, ini Isabella Sabrina." Jawab Satya seraya menunjuk wallpaper handphone.

"Kalian masuk aja, temuin Arzan. Arzan kemarin panggil panggil nama kamu nak." Jelas Dava

Satya menunggu diluar, sedangkan Rin berada di dalam. Karena Satya tak akan sanggup melihat sahabatnya menangis lagi.

......................

Saat Rin masuk ia melihat banyak alat di tubuh Arzan. Alat yang membantu nya bertahan hidup.

"Zan, gua disini. Zan, gua gak guna ya jadi orang? yang lu anggap adik ini gak pernah tau penderitaan kakaknya."

Isak Rin di sebelah Arzan. Tangannya memegang tangan Arzan. Batinya kini terluka, perihal mengikhlaskan kepergian adalah hal sulit untuk Isabella Sabrina.

"Arzan andai malam itu gua larang lu pergi. Mungkin lu gak akan kecelakaan." -batin Rin.

Rin yang menatap sedu tubuh pria didepannya dengan peralatan medis.

Flashback on

[12/ 06/ 2020]

"Arzan Putra Dava, lu mau kemana?" Teriak seorang gadis.

"Gua, mau ketemu sama temen gua."

"Jangan lupa, lu hutang coklat sama gua! " Kata gadis itu.

"Iya, iya"

Gadis itu lalu berbalik badan dan memasuki rumah. Sesampainya ia di dalam kamar ia berganti baju tidur. Ia keluar dari kamar mandi. Melihat spam telepon dari temannya. membuat handphone miiknya tak berhenti bergetar. Rin menyambar handphonenya di atas meja riasnya.

...Satya...

"Ha-allo Rin "kata Satya di ujung jalan

"AR-RZAN KECELAKAAN, GUA ADA DI LOKASI SEKARANG!"

Tubuh Rin kaku dah tiba tiba melemas mendengar kabar dari Satya. Rahangnya mengeras Rin tidak mampu berbicara. Seakan ia di tarik salam mimpi buruk lagi.

Flashback off

......................

Dava menghampiri Satya, ia merasa senang karena penyelamat anaknya dulu tumbuh dengan baik. Dava hanya membayangkan, jika anaknya seperti orang normal.

"Satya, sudah berapa tahun gadis itu dekat dengan putra saya? " Tanya ayah Arbian.

"Ntahlah om, mereka udah lama saling kenal. Tapi berapa tahun mereka kenal saya tidak tau." Jelas Satya.

"Lalu, apa gadis itu lumpuh? Kenapa ia menggunakan kursi roda? Dan wajahnya pucat sekali?" Pertanyaan ayah Arzan membuat Satya terdiam dan berfikir.

"Kok aneh ya?"-batin Satya.

"Dia gak lumpuh, karena kecelakaan kakinya patah. Dan kemungkinan besar kesembuhannya butuh waktu lama. Karena selain ia patah kaki ia juga menderita kanker otak" jawab Satya yang tidak menyadari apa yang ia katakan.

"Jadi, anak saya mencintai gadis sesederhana itu. Maafin ayah Arzan." Kata Dava lirih.

"Arzannya ayah bangun ya nak.. Kamu jangan ninggalin ayah. Dan Alina, nak. Ayah janji gak akan keras keras sama Arzan.". -batin Dava merasa sesak.

...****************...

...Zan andai malam itu gua larang lu pergi. Mungkin lu gak akan kecelakaan." -batin Rin....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!