Layang Layang Merah Jambu.

Aswin menatap Lara yang sedang duduk dihadapannya. Setelah pertemuan yang ketiga kalinya, Dikantornya yang luas dan dingin, Lara masih tetap terlihat grogi hingga Aswin merasa geli dan tersenyum kearah Lara dengan tingkah menggemaskan. Dia harus mendapatkan wanita ini dengan suatu ambisi yang bersifat pribadi. Lara gadis yang sangat menarik untuk dijadikan partner hidup.

Feminim, Patuh dan mampu membangkitkan sisi gairah pria yang tengah menderita bahkan dalam sa'at mengidap penyakit Disfungsi Ereksi sekalipun.

Aswin tersenyum misterius.

Sudah tiga minggu peristiwa itu terjadi. Zac, Anak muda gila itu seakan menantang maut dengan sengaja masuk kelokasi perkebunan miliknya demi mencari seorang wanita yang bekerja sebagai buruh pemetik diperkebunannya.

Zac memang unik dan bergaya Hedonist.

Bercinta di alam bebas, Dibawah pohon penghasil uangnya. Dengan salah satu buruh pekerjanya yang cantik jelita. Dengan tersenyum Licik Aswin menonton HandyCam mininya. Memuat Video Zac dan Lara yang tengah Bercinta dengan liar dibawah sinar mentari. Bagi Aswin Zac adalah Berjiwa Macohist (Brutal dan kejam).Dia akan melindungi wanita ini dari kekerasan yang dilakukan Zac.

Dan lihat saja! Sebentar lagi wanita yang digilai Zac itu akan menjadi miliknya. Dan sebelum Aswin bertindak, ada orang lain yang membunuh anak muda itu.

"Anak setan itu, Punya musuh dimana mana," Fikirnya heran. Bagaimana mungkin anak seusianya bisa memiliki musuh sebanyak itu?

Anak itu bermasalah dengan hidupnya.

Zac pasti sudah membusuk didalam tanah dan Ayahnya Hasril itu pasti sedang bertapa dihutan, Sebab Kayu mentah sebagai bahan baku meubelnya sudah dirusak sebelum sampai kepengolahan.

Tinggal dua kali lagi serangan telak Aswin memastikan kalau Hasril dan Devon akan terjatuh dengan kerugian mencapai nilai yang fantastis dan mereka akan hancur dalam waktu cepat seperti Istana pasir!

Aswin tersenyum senyum memainkan pemantik tangannya dengan santai . Dengan dua kali tepukan dia ingin membuat keluarga Hasril hancur. Ambarwati telah mengusir adiknya dari rumah besar mereka disa'at hujan yang sangat deras itu, Memergoki Zac si penjahat kelamin itu sedang menikmati tubuh Chelsy yang masih lugu. Ambarwati bukannya menyalahkan putranya yang kejam itu, Malah memaki maki Chelsy sebagai gadis murahan.

Dan mengusirnya pergi dalam hujan ditengah malam yang dingin. adiknya yang cantik, dengan sikapnya yang lincah dan manja itu tewas mengenaskan dalam hitungan hari karena anak bungsu Hasril yang kejam telah merenggut kesuciannya dan malah membiarkan Chelsy pergi dimalam itu. Tak ada pembelaan apapun dari mulutnya dan tak ada perlindungan apa apa bagi Chelsy yang malang.

Pada pagi harinya adiknya ditemukan ditrotoar jalanan dalam keadaan sekarat dengan suhu tubuh yang tinggi. Dan sempat menjalani perawatan selama7 jam dirumah sakit. Dan dinyatakan meninggal karena penyakit demam berdarah. Itu semua bohong!

Aswin tahu Ayah dan Ibunya menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya. Karena mereka berdua selalu menenangkan dirinya dan berkata "Itu adalah takdir Tuhan, Sesuatu yang telah pergi tak akan pernah bisa kembali, Walau kau membunuh semua manusia dibumi untuk balas dendam." Kata mereka.

Dia akan merenggut kebahagiaan Zac satu persatu.

Dia pria dewasa, Tahu dari sorot mata Zac yang sangat mendamba dibalik kekerasan yang dilakukannya pada Lara. Dia sangat memburu gadis itu.

Sekarang gadis didepannya itu tampak gelisah.

Namun keningnya berkerut sa'at melihat Wajah Lara yang memucat didepannya.

Keringat dingin menetes dikening Lara, Dengan cepat Aswin memapah Lara keruang istirahat dikantornya, Yang dilengkapi ranjang besar dan furniture lainnya. Aswin menelpon dokter perkebunan agar datang secepatnya kekantornya.

Belum 6 menit dokter muda yamg bernama Ayu itu telah tiba dan langsung memeriksa Lara.

memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh Lara yang dingin. Lalu dokter Ayu membuka kancing kemeja pendek Lara dan menekan perut bagian atas Lara, Pas diulu hati. Lara meringis pelan. Lara terbayang, Zac sering menekan perutnya bagian bawah dengan kuat, Dengan alasan yang tak masuk akal.

"Agar spermaku yang tertinggal dirahim ini keluar, Serta mencegah kehamilan," Demikian katanya.

Pikiran Lara melayang tiba tiba kepada Zac.

Sudah hampir satu bulan Lara merasa aman tinggal diperkebunan ditemani oleh Aswin yang sekarang merasa betah diperkebunan ini. Yang dulunya hanya dikontrol dari jauh.

"Magh, Gerd," Katanya singkat sambil memberikan resep obat ke Aswin. Lara menarik nafas lega.

Dokter itu tidak banya bertanya.

"Bangkitlah Lara," Kata Aswin dengan wajah aneh.

"Kau mendapat kabar baik, yang membuatmu puas mendengarnya," Katanya tersenyum smirk.

Lara terdiam menunduk diam mendengarkan.

"Ada apa Pak?," Katanya pelan.

"Zac telah Mati, Dibunuh seminggu yang lalu dengan cara ditembak," Katanya santai sambil menghisap rokoknya dengan nikmat.

Dengan tangan yang merogoh saku depan kemeja putihnya dan melemparkan dua lembar ukuran 22 RR berisi Poto Zac yang terlentang bersimbah darah dibagian dadanya.

Lara terkesiap kaget. jantungnya berdegup kencang. Dadanya bagai didepak penggada raksasa dan membuat nafasnya menjadi sesak. Tiba tiba perutnya terasa mual dan bergolak.

Dengan memaksakan diri pergi kekamar mandi diruangan itu tanpa sempat dicegah oleh Aswin.

Dia memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan kuning yang terasa sangat pahit dilidahnya.

Perutnya terasa melilit kuat dan perasaan Lara seketika jadi hampa. Dia tak ingin Zac mati. Dia mulai merasa akrab dengan sentuhan Zac yang kasar ditubuh lembutnya.

Dia menikmati rasa sakit sa'at Zac menikmati dengan menyakiti tubuhnya.

Dia senang dengan rasa panas dan pedih bekas gigitan Zac didada dan punggungnya yang membiru. Sehabis Zac bercinta dengannya.

Oh dia sudah gila, dan akan semakin gila tatkala Aswin mengatakan Zac telah meninggal.

Tidak!Zac pasti masih hidup! teriaknya yakin sambil meremas perutnya yang lagi lagi terasa mual.

Terdengar teriakan Aswin yang menyuruh para pekerja mengintruksikan sesuatu.

"Pindahkan barang barang Lara ke pavilyun dekat kamar peristirahatanku sekarang juga, Keadaannya sedang tidak baik!" Kata lelaki itu terlihat cemas.

Lara terdiam ketakutan mencengkeram sisi bak mandi yang terbuat dari porselen warna biru.

Dia tak ingin pindah dari Mess pekerja wanita.

Dia tak mau lebih tersakiti oleh Mandor Loudy yang semakin membencinya karena iri dengan kedekatannya dengan Aswin. yang akhir akhir ini terus berusaha berada dekat dengan dirinya.

Dia akan pergi walau sekejap kerumah besar. mencari tahu tentang keadaan Zac.

Lara kembali kekamar peristirahatan Aswin sambil menangis, Aswin yang sedang sibuk menitahkan para pekerjanya untuk mengatur isi kamar yang akan ditempati Lara itu tampak sedang mengobrol dengan para pegawai.

Dia membaringkan dirinya diranjang empuk itu.

Dia tak dapat menyembunyikan perasaannya lagi.

Zac pernah bersikap sangat lembut padanya. Dan menciumi keningnya walau tak berkata apa apa.

Zac pernah menjamah seluruhnya tubuhnya seperti Zac yang dapat menjamah hatinya yang terdalam.

Zac mengekspresikan segenap rasa sayangnya dengan bahasa tubuhnya bukan melalui kata kata.

Lara menunggu Pak Mahmud Supir perusahaan pengangkutan alat alat distribusi perkebunan yang akan keluar 1 jam lagi.

Dia akan menyelinap dibox belakang tertutup terpal hitam yang penuh barang. Asal dia dapat pergi sebentar saja melihat Sejenak kerumah besar yang pernah sangat berarti dalam perjalanan hidupnya.

Meski Zachary telah tiada.

Airmata Lara jatuh menetes membasahi lengan nya yang mengelus perutnya yang masih terasa mual.

Terpopuler

Comments

Andikong Perkesong

Andikong Perkesong

gini ya thor saranku ntuk thor semangat terus thoooor

2022-12-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!