Dibawah Cahaya Fajar

Pemuda yang bertubuh jangkung itu terus berjalan menuju Balkon sayap kiri rumah.

Tempat Lara biasa berdiri kala senja datang, Mengenang Ibunya yang jauh dibalik gunung dikaki bukit yang hijau.

Zac duduk pada sofa pendek berwarna kuning gading. Yang memuat dua orang, Disisi meja kaca kecil tempat minum teh disore hari.

Pemandangan dari atas Balkon sayap kiri sangat indah baik siang atau kala malam menjelang, Karena menghadap tiga sisi.

Bagian belakang menghadap kekolam renang yang terletak jauh mengarah belakang, Sedang bagian kiri menghadap taman dengan miniatur hutan tiruan yang hijau dengan bunga dan pepohonan yang terawat dengan baik. Sedangkan bagian depan menghadap jauh menuju jalan kegerbang depan dipenuhi taman dan deretan bunga bunga dengan susunan yang rapi diantara batu batu kerikil warna warni yang bercampur batu apung yang berwarna putih dan hitam.

Beberapa lampu taman yang benderang membuat Air mancur berjeram kecil itu tampak penuh busa memutih dengan cahaya perak dibawah warna yang transparan.

tiang tiang kecil dekorasi taman berwarna merah bergaris hitam berderet teratur hingga menuju gardu satpam digerbang utama.

"Duduklah!" Suruh pemuda itu pada Lara yang masih melihat kearah ufuk barat yang mulai terlihat bias cahaya.

Satu bintang yang terang terlihat dengan cahaya kuning kemerahan.

Fajar! biasa juga disebut Bintang kejora.

Lara duduk setengah beringsut agak menjauh dari pemuda itu.

Zac mengerutkan keningnya dengan wajah merengut. "Kau tidak termasuk tipeku, Kaku, Penakut, Lemah dan Cengeng! Jika saja kau tak cukup cantik dan sexy, Aku sudah menendangmu keluar dari rumah ini!" Katanya sambil.memiringkan wajahnya kesamping.

Lara hanya diam.

Lalu pemuda itu meletakkan tangannya diatas betis lara yang ramping dibawah baju tidur pemberian Zac,Terusan warna pink pudar, Berbahan halus tipis dan berlengan pendek.

Rambut Lara yang melewati pundaknya tergerai lembut dihembus angin menjelang pagi.

Lara tampil bagai dewi disa'at pagi tiba. Lembut, Manis dan feminim.

Zac beringsut mendekat kearah Lara.

Lara menunduk dengan jantung berdebar. Tatkala Zac menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya yang ayu.

"Mengapa kau terlahir begitu cantik?" Katanya tiba tiba dengan wajah yang sangat dekat.

Nafasnya yang wangi anggur itu membuat Lara memejamkan matanya.

Aroma tubuh Zac yang jantan membuatnya memanas.

Hembusan sang angin lewat Balkon seolah lenyap.

Berganti hawa panas yang mulai terasa memacu jantungnya.

Tatkala pemuda itumenyentuhkan ujung hidung mancungnya kepipi Lara.

Pemuda itu melingkarkan tangannya memeluk Lara dari samping kiri.

Hembusan nafasnya yang hangat terasa kian panas.

Tubuh Lara melembut bagai gel padat yang lentur sa'at dibentuk dengan berbagai arah.

Pemuda itu mendekatkan tubuh Lara yang lunak itu kedadanya.

Mendekapnya dengan gemas. Lara hanya terdiam pasrah tanpa perlawanan. Nafas Lara tertahan sa'at Zac menyentuh bibir merahnya yang lembut bagai marsmelow manis.

Mengisap perlahan dan terus merasakan kenikmatan yang semakin menghamba.

Dada Lara terlihat naik turun menahan gejolak perasaan yang tak tertahankan.

Sa'at tangan Anak muda itu membelai, Dan mengelusnya dengan penuh perasaan.

Merebahkan Tubuh Lara disofa pendek dengan kaki Lara yang menjuntai lemah kelantai granit yang dingin.

Pemuda itu bermain dengan lihay. Mengecap dan merasakan segala keindahan itu bak penari yang bergerak seirama dengan iringan musik alam ditingkahi ritme deburan jantung yang menggelora.

Wajahnya panas dan memerah.

Gerakannya mulai kasar dan brutal sa'at tangannya menyentuh bagian yang terdalam dari wanita yang kini melenguh lembut tanpa henti.

Mengikuti permainan yang diciptakan anak muda yang tengah berada diatasnya itu.

Baju malam yang lembut itu melayang turun kelantai dengan ringan.

Seringan tubuh sang pemilik yang tengah tergeletak pasrah dengan tubuh yang mulai lelah.

Dengan ringan Zac mengangkat tubuh polos dibawahnya dan memangkunya dengan pelukan hangat. Kembalimelanjutkan aksinya yang dimulai dengan kelembutan namun kemudian meningkat semakin brutal tatkala gairahnya berada diatas ketinggian yang memacu adrenalinnya.

Hingga tubuhnya tergetar dengan intensitas tinggi. Mengurai semua keinginan yang terpendam.

Tatkala Zac menjauhkan wajahnya menatap mata sayu tertutup helaian rambut Lara yang harum, Darahnya kembali menggelora dan ingin melakukan suatu tindakan yang diluar batas susila Wanita itu meremas kaos putihnya yang mulai kusut akibat elusan dan remasan Lara sejak awal permainan dimulai.

Zac tak bosan menikmati bibir yang kian memerah dan kian membengkak.

Dada Lara yang kini terekspos bebas itu kian memabukkan mata Zac.

Yang meracau tak jelas seperti orang kesetanan yang kehilangan kendali.

Menggendong tubuh mungil Lara kelantai yang dingin dan merebahkannya dengan setengah tekanan yang kuat membuat wanita itu hampir terpekik.

Melanjutkan permainan yang kian ganas dan memerlukan suatu pelepasan yang semakin hampir mendekati batas akhir.

Celana Basket Biru itu memperlihatkan sesuatu yang membuat Lara terengah engah antara gairah dan takut.

Benda yang belum pernah dilihat seumur hidupnya itu terasa kian membesar dan keras diantara kedua pahanya.

Hendak menerobos dengan penuh paksaan menuju ruang terdalam inti ditubuhnya.

"Zac, Jangan! Aku takut," Katanya pelan diantara deru nafasnya yang menggebu panas.

Namun Zac tak bergeming Matanya yang memerah menatap dengan panas sa'at rambutnya diremas oleh jemari tangan Lara.

Zac tahu Lara ingin lebih diantara ketakutannya.

Dan"Ahhhkk!!," Jeritan Lara tertahan sa'at Zac menutup bibirnya.

Dan mulai bergerak. Perlahan dan menjadi lebih keras dan tak terkendali ditengaah hentakan hentakan yang kian menjadi.

Lara menjerit lirih dan menangis, Kesakitan yang tiada tara, perihnya hingga kepuncak kepala dan ketelapak kakinya.

Pemuda itu terus bergerak tanpa ampun.

Mendominasinya secara terus menerus.Lara menggeleng gelengkan kepalanya dengan wajah tak berdaya.

Dan tak terhitung waktu yang lama yang kian menyempit bagi Zac.

Keringat mereka melebur menjadi satu. Sa'at semakin dekat dan membuncah bersama jeritan tertahan mereka berdua.

Cakaran dari kuku Lara yang pendek namun tajam itu membekas dipunggung, Dada dan leher Zac.

Tatkala sesuatu yang hangat membanjiri tubuh bagian bawahnya.

Mengalir banyak membentuk genangan kecil dilantai granit yang putih hitam mengkilat.

Zac menggulingkan tubuhnya kesamping.Dengan masih memegang tangan mungil itu dengan erat kedadanya.

Lara terdiam menatap plafon gips berlapis pualam diatasnya.

Keringatnya terlihat berkilat ditubuhnya yang tergeletak lunglai tak berdaya.

Rasa sakitnya terasa menusuk sampai kerelung hatinya.

Zac menatapnya tak percaya.

Matanya mengarah dan mengambil kaos putihnya yang tergeletak dibawah pinggul Lara yang padat.

Warna merah yang kontras itu melebar hampir keseluruh warna putih terang dikaosnya.

Dia menatap Lara dengan pandangan yang sangat sulit diartikan. Dia melukai Gadis dewasa yang lugu ini dengan kasar.

Setitik rasa bersalah itu merembes kehati Zac yang melihat airmata itu mengalir dari sudut mata Lara.

"Kau bukan p***c*r," Bisiknya pelan.

Sambil memungut bajunya yang penuh bercak darah itu.

Bangkit dengan pelan.

Dan dengan gerakan cepat menyambar tubuh Lara yang terbaring dengan lunglai.

Membopong tubuh lemah itu menuju kamar, Dan meletakkannya keranjang dengan hati berkecamuk.

Namun Kemudian bangkit kembali menuju keluar.

Membersihkan tempat bersejarah singkat itu dengan handuk kecil Lara.

Dan sa'at kembali kekamar Lara melihat gadis itu terbaring dibawah selimutnya yang tebal.

Zac berkata"Istirahatlah, Aku akan pergi dengan waktu yang lama! Dan , Ma'afkan Aku," Bisiknya ketelinga Lara yang memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya menahan airmata.

Terpopuler

Comments

Yuyaa Yuya

Yuyaa Yuya

Wuih

2022-12-02

4

Yuyaa Yuya

Yuyaa Yuya

Ditempatku ada siput Tutut👍

2022-12-02

4

Zahra Desky

Zahra Desky

sa'at adegan roman ya
bahasanya lembut banget Thor

2022-12-02

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!