"Kau terlalu memanjakan Anak setan itu Ambar! Apa dia sudah gila? Meniduri calon kakak Iparnya sendiri," Suara laki laki yang terdengar menggelegar memenuhi seisi rumah besar itu.
"Gadis itu yang menggoda Zac! Jadi kau tak bisa menyalahkan anak kita, Glory mencintai Devon dan merayu adik lelaki tunangannya yang masih anak ingusan, Zac! Dan kau menyalahkan Zac? Dia masih hijau Hasril! ini tidak adil bagi Zac." Balas seorang perempuan tak mau kalah.
"Masih Ingusan katamu??? Bolos berminggu minggu dari sekolah dan pergi Hiking dengan pasangan lawan jenis dan terkadang pulang dalam keadaan mabuk, Melawan Aku! Ayahnya sendiri, dan sekarang meniduri wanita yang notabenenya adalah Tunangan Kakak laki lakinya. Lalu itu yang kau sebut masih hijau Ambar? Kau adalah seorang Ibu yang tidak becus mengurus anak. Kau menyembunyikan kelemahanmu dalam ketidakmampuanmu mendidiknya. Dan kau menyembunyikan segudang kenakalan Zac , Akibat dari didiikanmu yang salah.!" Katanya masih dengan nada tinggi.
"Glory yang menyeret Zac keranjangnya! Wanita itu memanfa'atkan keluguan Putra kita, Kau jangan terus menyalahkan Aku Hasril!!!" Pekiknya tak mau kalah.
"Samirah! Katakan pada Pak Hasril apa yang telah terjadi antara Glory dan Zac! Samirah melihat dengan mata kepalanya sendiri," Sambung wanita iyang bernama Ambar itu.
Dengan sontak Lelaki berpostur tinggi besar itu melirik kearah bar mini yang ada disudut Atrium rumah yang luas itu.
"Benar semua seperti yang dikatakan oleh Ibu Ambar Samirah?" Tanya Pak Hasril menatap salah satu asisten rumah tangga yang terlihat ketakutan itu.
wanita berusia sekitar 25 tahun itu mengangguk dengan gemetar.
"I.i.iya Pak, Irah melihat Nona Glory setiap kemari selalu pergi kekamar Tuan Zac , Memeluk dan mencium Tuan Zac sa'at lagi tidur, Mereka lupa.menutup pintu kamarnya dan Irah melihat semuanya,Pak," Terang Samirah kepada Pak Hasril dengan suara pelan dan terbata bata.
Hasril hanya mendesah panjang,
Tangannya merogoh saku kemeja depan mengambil Ponselnya yang berdering nyaring.
"Iya, Edu! Saya akan segera datang, silakan menghubungi sekretaris saya untuk menyusun Jadwal rapat dan rancangan susunan kerangka topik yang akan dibahas dalam rapat nanti," Perintahnya kepada Bawahannya yang bernama Edu.
dengan suara tenang dan berwibawa sa'at berbicara.
Sementara Samirah dengan cepat undur diri pada Ibu Ambar yang kini sedang mengutak atik ponselnya.
Mungkin membaca beberapa informasi penting tentang bisnis penjualan Berliannya atau Bisnis desain bentuk Grafis pada motif Batik yang akan diluncurkan Minggu ini.
Samirah menarik nafas panjang setelah berada diluar ruangan luas yang membuat dadanya sempit itu.
Tak ada kedamaian dirumah ini.
Suami istri itu benar benar membuatnya dan asisten rumah tangga lain pusing.
Setiap ada pertemuan keluarga selalu dimulai dengan pertengkaran dan saling menyalahkan satu sama lain.
Padahal mereka berdua salah dengan cara mendidik anak anak mereka.
Devon yang introvert dan penurut.
Zachary yang liar dan pembangkang.
Tak ada yang mampu mengendalikan anak berusia 17 tahun lebih itu.
Tak ingin berpapasan atau berurusan dengan anak nakal itu, Pembuat masalah dan kontra dengan fihak yang sering berhubungan dengannya.
Kejam dan kasar.
Zachary pernah membunuh kucing kesayangan Devon yang dianggapnya mengganggu.
Atau melempar vas bunga yang dianggapnya tidak indah dan tidak sesuai dengan warna kesukaannya.
merokok dan membuang puntung rokoknya sesuka hatinya.
Dan membawa sepatu ketsnya yang berlumpur kesemua ruangan yang dilewatinya.
Berkata kasar hampir disetiap ucapan.
Termasuk hampir tiap malam pulang dalam keadaan babak belur karena perkelahian.
Terkadang mabuk dan membuat keributan sa'at Clubbing dengan teman temannya.
Hampir tak ada hal baik dalam dirinya selain seraut wajah tampan yang membingkai wajahnya.
Berpostur tinggi jangkung dan berisi melebihi anak remaja seusianya.
Para Asisten dan koki lebih suka Zac tidak makan diruang dapur mereka.
Karena ada saja yang membuatnya mengomel dan marah marah dengan makanan yang tidak cocok dilidahnya.
Padahal tidak ada yang salah dengan masakan para koki dan penataan meja.
Yang salah adalah lidah dan penglihatannya yang tidak sempurna.
Samirah terjengit sa'at Ibu Ambar memanggilnya.
"Iya Bu," Katanya dengan takzim setibanya didepan sang Nyonya rumah yang selalu berpenampilan cantik diusianya yang menginjak angka 50 an.
"Carilah seorang pengurus wanita yang sanggup mengurus Zachary. Penyabar, lembut dan mampu mengambil hati Zachary,"
Kini wanita itu duduk dan melipat kakinya yang putih ramping itu, Tampak anggun dan berwibawa.
Samirah yang berdiri didepannya dengan jormat itu mengangguk menerima keterangan dari majikannya.
"Kali ini Ibu akan pergi agak lama, Ibu akan launching ke Jogya dan kemudian ke Bali, Mungkin Ibu pulang agak lama, seprei dan keperluan Zac yang berada didalam kamarnya pasti tak akan ada yang berani menyentuhnya, oleh karena itu Ibu membutuhkan sesorang yang dapat membantu Ibu dalam mengurus keperluan Zac, Carilah seseorang dari kau kenal untuk bekerja disini, mudah mudahan bisa diterima Zac walau kemungkinan itu sulit,Dan satu lagi Ibu akan membayarnya lebih" Jelas Ibu Ambar pelan sambil menatap Samirah dan berharap.
"Iya Bu, Akan Irah coba mencarinya," Katanya setengah yakin.
"Baiklah, Kembalilah bekerja dengan urusanmu, Ibu akan mulai mengecek keberangkatan Ibu," Kata wanita itu bangkit dari duduknya.
Samirah teringat dengan penghuni baru dirumah petak yang ditempatinya, Lara.
Gadis desa yang cantik dan lembut itu mungkin bisa diajak bekerja disini.
Bukankah semalam Lara yang baru dikenalnya itu sedang mencari pekrjaan untuk membantu Ibunya dikampung?
Samirah akan mengabarkannya tentang pekerjaan ini untuknya.
"Kamu punya seseorang untuk bekerja sebagai pengurus Zac, Irah?" Tanya Ratih.Dia juru masak dirumah ini.
Berlatar belakang pendidikan Sarjana Tata Boga yang Handal.
Cantik ,Rapi, cerdas dan terpelajar.
Bu Ambar dan Pak Hasril menggaji dengan sangat besar untuk bekerja dirumahnya.
Mungkin melebiji gaji pegawai Negeri.
Dan hal itu semua tidak menjadikan Zac menyukai masakannya, Zac selalu meminta Ibunya yang memasak untuknya.
Atau dia akan menyuruh Samirah memasak Mie instant goreng kesukaannya.
Dan sedikit saja salah dilidahnya maka piring berisi makanan itu akan melayang kelantai.
Samirah mengangguk pelan, merasa ragu.
"Wanita?" Tanya Ratih lagi penasaran
"Iya, Tih," Sahut Samirah.
"Aku juga punya seorang teman Sarjana Psikologi dan Perkembangan anak. Pasti mau bekerja disini dengan gaji yang sangat besar itu, Tapi setelah kupikir pikir lebih baik jangan, Aku tak ingin temanku jadi samsak tinju tangan Zac yang keras, atau menjadi Trampolin yang dipijak dan ditendang, jika melakukan kesalahan yang sedikit," ujarnya dengan pelan takut terdengar Ibu Ambar yang sedang menelepon temannya.
Samirah mendelik ngeri, teringat beberapa bulan lalu seorang wanita muda yang mengganti seprei Zac, Dan anak muda itu mencekik wanita muda itu dengan pitingan keras dan menendangnya keluar dari kamarnya.
Dan Pengasuh itu langsung meminta keluar dari pekerjaannya. hari itu juga.
Lapor polisi?
siapa yang mau berurusan dengan orang kaya seperti Pak Hasril dan Ibu Ambar yang jelas jelas membela anaknya.
Dengan masalah kecil itu melapor kepihak berwajib sama seperti meludah keatas.
akan mengenai wajah sendiri.
Paling juga Pak Hasril dan Bu Ambar akan memberi sejumlah uang untuk pengobatan.
Lagipula Majikannya adalah orang baik,Dan selalu loyal terhadap pekerja dirumah mereka, sedangkan pembawa masalah pembuat Toxic itu adalah Zac seorang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Andikong Perkesong
masa si calon kk ipar diembatjuga
2022-12-02
4
Yuyaa Yuya
yoook lahhh
2022-12-02
4
Zahra Desky
🌟
2022-12-02
4