Ketika Pohon Randu Berbunga.

Zac Time.

Suara teriakan yang membaur dengan alunan musik dengan tempo ringan sebenarnya sangat serasi dimalam yang semarak itu Namun terasa merusak gendang telinganya yang bermasalah dengan perasaan hatinya yang tengah buruk. menggelung malas diranjang besarnya yang berbentuk Papan catur namun variasi warna yang berbeda,biru dan putih.

Dia malas mendengar suara yang sangat ribut dibawah sana.

Nilainya yang pas pasan dengan predikat:Cukup.

Membuat telpon Sang Ayah berdering tanpa henti, Pasti hendak melabraknya dengan seribu kata kata kotor dan kasar diluar nalar.

Beruntungnya orangtua itu sedang tidak berada didekatnya. Zac bisa membayangkan, Wajah gantengnya ini pasti akan membiru atau oranye atau hijau kena bogem atau tempelengan telapak tangan besar dan lebar itu.

Atau ditendang keluar ruangan yang lebih diharapkannya ditendang sekalian dari rumah.

Pilihan terburuk lain akan dicoreng dari Kartu keluarga.

Zac tidak takut! Dia akan mulai bekerja, Mungkin sebagai penjaga counter disuatu Merk dagang kecil kecilan atau bekerja sebagai montir dibengkel motor milik temannya yang telah mandiri.

Ini adalah pilihan terakhir.

Zac mulai bosan dengan kehidupannya. Dia ingin berganti warna, Dia mulai jenuh dengan segala rutinitas yang memuakkan.

Dia memukul orang orang yang memiliki kesalahan yang sedikit dan mencampakkan wanita yang mencintainya dengan tulus sehingga mereka patah hati dan melakukan hal konyol.

Dan melakukan tindak kriminal, Berkelahi dan menyabotase lokasi gang rival Club mereka.

Atau berbuat keributan diclub. Menyebabkan teman temannya banyak yang membencinya.

Dia bosan, Muak dan jenuh.

Dan malam ini Ibunya mengundang seluruh temannya dipesta ulang tahunnya yang tak ingin dia rayakan.

Dia ingin menyendiri.

Dia ingin kekebun Melinjo milik pria celaka yang hampir membunuhnya setahun yang lalu sa'at itu mengetahui Adik kesayangannya meninggal dunia sa'at Zac memutuskan cinta mereka.

Padahal Zac tahu gadis belia itu meninggal karena demam berdarah dan mengapa harus dia yang menjadi kambing hitamnya?

Dasar kakak yang bodoh! Desisnya dalam hati.

Dia ingin menjemput Lara dan membawanya pergi dari tempat itu.

Tinggal bersamanya dan memulai hidup baru sebagai pasangan yang aneh. Betapa tidak?

Wanita itu berusia 31 tahun sedangkan dia baru 18 belas tahun.

Sangat tidak sinnkron. Namun Zac ingin hanya Lara yang membuatnya merasa nyaman dan melupakan segala kekisruhan hatinya.

Hampir seluruh kenakalan yang pernah dimilikinya semua bersumber dari materi yang bernama uang yang melimpah.

Dia jadi tak terkendali dan dipenuhi kesenangan yang tak dapat membuatnya bahagia. Dia selalu merasa tak pernah cukup didalam kehidupannya. Sekarang dia sudah mulai merasa dirinya dewasa dan dapat berdiri diatas kemampuannya, Tanpa campur tangan orang tuanya.

Ketukan dipintu kamarnya lagi lagi mengganggu lamunannya.

"Zac! Ayo dong sayang! Buka pintunya kita turun. Tamu tamu itu sudah berdatangan" Lagi lagi suara Ibunya dari balik pintu.

Suara lembut dan penuh kasih sayang itu, Siapa yang dapat menolaknya.

Dengan Malas Zac bangkit dan membalut tubuhnya dengan payamas yang berbahan lembut berwarna putih menuju pintu.

Seraut wajah penuh harap menatapnya.

"Iya ma, Zac akan bersiap dalam Lima belas menit," Sahutnya sebelum sang Ibu memintanya bicara lebih banyak.

"Kamu perlu bantuan buat kostum yang bagus?" Tanya Ambarwati lagi.

Zac menggeleng sambil tersenyum tipis, "Tidak perlu, Zac tak akan membuat Ibu lecewa kali ini,"Jawabnya pasti.

Ambar mengangguk senang.

Zac benar.

Dia bisa tampil rapi dan tampil slenge'an dalam waktu yang sama itu mudah baginya.

Zac langsung menuju kamar mandinya dan memulai ritual mandinya yang penuh dengan upacara sakral harian.

Memakai sabun cair wangi, moisturizer kulit dan lotion pelembab sesudah mandi.

lengkap dengan vitamin kulit dan rambut disertai pomade yang sangat harum dan lembut mengkilat dirambutnya yang jatuh kekeningnya.

Zac menuju KeMeja rias dan kotak baju yang telah disiapkan ibunya sejak kemarin sore.

Memakai stelan biasa saja.

Dengan kemeja abu abu samar dilapisi Jas hitam dipadu padankan dengan celana panjang dari bahan Maxima yang tebal namun sangat lembut dan halus. Lengkap dengan dasi panjang dan sepatu kulit hitam yang membuat penampilannya bak seorang eksekutif muda.

Dan ibunya selalu bilang " Zac sudah menjadi anak eksekutif sejak terlahir kedunia," Kata Ambarwati bangga.

Dan waktu seakan terhenti tatkala semua mata memandang kearah tangga atas ketempat Zac berdiri menatap kebawah. Mengitari keseluruh penjuru dan berharap Lara ada disana.Namun kini Ada Cheril disana berputar putar bagai rama rama yang cantik dengan topi lebar bak putri dari abad pertengahan.

dengan bajunya yang disesuaikan dengan tema abad bangsawan abad lama. Zac menaruk nafas dengan kuat. Seakan merasa tercekik oleh tenggorokannya sendiri.

Namun tersadar kalau Lara tak akan pernah datang lagi ketempat ini.

Segala tatapan dan pujian yang tergema ditelinganya tak akan mampu menutupi kegundahannya yang mungkin tak pernah akan hilang sejak dia terlahir disini. Entah mengapa hatinya makin tak karuan sa'at melihat pria berpostur kurus berbaju hitam dengan muka tertutup yang menyelinap dari samping gazebo halaman sayap kiri rumah.

Dan membidik sesuatu kearahnya.

Dengan hitungan detik suara letusan itu menggema kesemua arah diarea atrium luas itu yang terhubung langsung ke halaman samping dan depan.

Lalu secepat kilat penyusup itu menghilang diperempatan jalan dan langsung menuju lorong lorong gelap menuju keperumahan padat penduduk dan lenyap seperti hantu tanpa dapat terlacak.

Zac terjatuh dengan dada sebelah kanan bersimbah darah.

Dengan tersenyum matanya yang berubah sayu menatap kedepan, Dari berkas putih berkabut itu muncul sesosok bayangan yang menjelma tersenyum manis kearahnya sejenak.

Dia melihat Lara disana yang telah berubah menjadi sendu dan menangis sambil menggeliat dibawah tubuhnya yang polos. Menatap kedalam mata Zac sambil memohon agar berhenti merajamnya dengan benda yang panjang dan membesar dibagian bawah tubuhnya itu tak berhenti menyerang ganas yang terus menerus menyiksanya.

Zac yang tersenyum puas dan Lara yang merintih dan penuh airmata.

Lara tertawa, Tersenyum Menangis, Ketakutan,Datang dengan berbagai pose berbaju terusan cantik, Mulai dari tubuh polos hingga hadir dalam pakaian sholatnya memakai mukena.

silih berganti bagai slide panjang dibenaknya dalam pandangan yang mulai memutih. Dari sekian banyak kejahatan yang dilakukannya Mengapa hanya Lara yang terlihat diambang kematiannya sa'at ini.

Justru bukan korban yang telah dicelakainya.

Mengapa justru Lara yang muncul dimimpi terakhirnya sa'at matanya akan menutup selamanya.

Darah itu mengucur sa'at Zac berpegangan pada siai besi tangga berwarna kuning emas itu.

Dan pegangan itu terus melonggar karena kehilangan kekuatan dengan kesadaran semakin menipis, Bibirnya terasa kering sambil berucap.

"Lara," Lalu terkulai ambruk menghantam lantai yang dingin. Bersimbah darah.

Dilanjutkan teriakkan Ketakutan dan kegaduhan para tamu Ambarwati berteriak seperti orang gila, Beberapa puluh security dan pengaman lain dikerahkan mengejar pelaku yang telah lenyap bagai bayangan hitam.

Zac terkulai dilantai dengan genangan darah tepat diulang tahunnya yang kedelapan belas yang tak pernah ingin dirayakannya.

Terpopuler

Comments

Rokhimatun Atun

Rokhimatun Atun

bagus loh Thor ceritanya .....tapi kaya lompat" dan g ada keterangan tempat dan waktunya jadi bacanya sambil mikir".....semangat thor

2022-12-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!