Dua hari kemudian.
"Mari masuk Lara," Ajak Samirah sambil menenteng tas berukuran agak besar, membantu membawa barang barang Lara.
Lara terlihat bingung dan takut sa'at memasuki rumah yang pada bagian depannya bergaya Victoria dengan Jendela besar dan berbentuk oval pada bagian atas.
Di bagian belakang dan samping membentuk sayap kiri dan sayap kanan dengan Balkon yang menjorok lebar berterali besi berwarna emas mengkilap.
pada Jendela besar dengan paduan warna cat kuning gading samar dengan variasi maroon gelap.
Rumah yang sangat besar dan indah.
pada sudut kiri rumah terdapat bangunan besar persegi bercat senada dengan pintu sorong yang berukuran lebar adalah garasi yang memuat 3 atau 4 mobil sekaligus. Dengan berbagai model dan merk yang tidak dimengerti oleh Lara.
Mobil itu berbaris rapi dan terlihat mengkilap.
sementara pada bagian atas rumah terlihat runcing sehingga mirip kastil kastil dalam cerita klasik yang pernah dibacanya.
Rumah bercat kuning gading samar itu tampak indah dan elegan. Dengan Halaman yang luas dan tertata rapi dilengkapi air mancur yang memancarkan air jernih yang terlihat berbusa putih dan pecah dibatu pualam berwarna hitam.
sebuah miniatur pemandian alam ditengah hutan yang bernuansa hijau dan hitam gelap.
Namun terlihat artistik dan berkelas.
sepanjang jalan menuju rumah ini ditumbuhi palem hias kerdil dengan bunga kecil berwarna merah magenta yang lucu dan unik.Dengan batu kapur putih yang berukuran hampir sama.
Bunga bunga yang sangat indah tersusun rapi didalam pot besar dan langsung kedalam tanah halaman seakan berlomba memperlihatkan keindahannya masing masing.
Lara suka melihat deretan lima rumah burung yang berbulu indah tak berhenti berkicau.
Dua orang lelaki yang tengan memandikan burung burung cantik, Mereka terlihat sibuk membersihkan kotoran yan melekat dikerangkeng besar dan hampir sebesar rumahnya dikampung.
Tatkala memasuki rumah besar berlantai batu pualam putih variasi garis sembarang berwarna hitam tampak tak biasa namun mempunyai nilai seni yang tinggi bagi pandangan ke objek bagian bawah.
benar benar indah dan lain dari rumah yang dilihatnya disinetrin sinetron.
Bagian depan yang berfungsi sebagai ruang utama itu sangat luas.
Desainnya hampir menyerupai Atrium pusat perbelanjaan.
Dengan Hall yang luas dilengkapi sofa hitam dari beludru lembut dengan beberapa Lemari besar yang berisi benda benda yang tidak diketahuinya.
Ditambah Mini Bar pada bagian belakang dengan botol botol dan gelas kristal asli yang sangat indah.
berbentuk mozaik dan kolase dari kristal warna warni dan putih natural. Disamping piano yang besar berwarna hitam.
pada dinding yang bercat abu abu terang terdapat relief dengan ornamen kupu kupu dan bunga diantara lukisan desain grafis dengan berbagai bentuk.
"Rumahnya benar benar indah," Puji Lara dalam hati.
Mereka melewati tangga oval berwarna coklat tua.
dengan sisi kayu yang berkilat diplitur warna maroon
sebuah paduan warna yang hebat.
Mereka berjalan melewati Balkon atas dan menuju sayap kanan bangunan bagian atas yang berkamar besar.Dan banyak ruangan lain yang tak bisa dilukiskn Lara satu persatu.
Kaki Lara mulai terasa lelah.
Rumah ini sangat besar, Satu harianpun berkeliling Lara tak akan bisa menghafal ruangannya satu persatu. Beberapa orang berlalu lalang , sibuk demgan pekerjaannya masing masing.
"Masuklah Lara," Ajak Samirah sambil tersenyum.
Lara masuk dan duduk ditempat tidur besar berseprai warna pink yang cerah dengan gambar bunga bunga besar berwarna merah.
Kamarnya berseberangan dengan kamar yang sangat besar berpintu kayu Jati berwarna gelap.
"Ini kamar pengasuh Zac yang terdahulu," jelas Samirah.
"Kamar pengasuh ini lebih besar dari rumahku dikampung," desahnya sambil mengitari pandangan keseluruh ruamgan .
dengan lemari besar dan meja kayu yang terlihat mahal.
"Zac Belum pulang dari bermain dengan teman temannya, Beristirahatlah Lara, Kalau kamu memerlukan sesuatu, Temui aku dibawah," Katanya sambil memegang bahu Lara.
Lara merebahkan dirinya dengan barang yang masih berada sidalam tas besarnya.
Dia merenung sejenak.
Tentang Ibunya dikampung yang pastilah sedang merebus daun pandan dengan asap yang wangi dari perapian kayu.
Dan juga Aini, Temannya pastilah sedang bekerja disebuah Kafe yang selalu ramai. Disa'at malam.
Lara sangat kasihan dengan kedua wanita yang ada dalam fikirannya sa'at ini.
Akankah Lara mampu menolongnya mereka dalam keterbatasannya sa'at ini?
Untuk menolong dirinya sendiripun Lara mulai gamang untuk menghadapi hari esok.
Lara tak tahu seperti apa hari esok untuknya
semua diserahkannya kepada Tuhannya.
Lara mengelus mukenanya, Ibunya yang selalu mengingatkannya untuk selalu mendekat kepada Rabbnya yang selalu dibawa kemanapun.
Mukena hasil jahitan tangan ibunya dimesin jahit tua dari kampung halamannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Andikong Perkesong
lanjuuuut truuuuus
2022-12-02
5
Andikong Perkesong
same same same😁
2022-12-02
5
Seniwati Spdi
Jangan like like dulu. Baca cerita dan nikmati petualangan selanjutnya readers
2022-12-02
5