Anak Matahari Yang Panas.

Dua hari berlalu

Hari ini semua berjalan seperti biasa.

Zac berada dikamarnya seharian.

Selalu begitu, Jarang keluar dari kamarnya. Sa'at berada dirumah.

Entah apa yang dilakukannya. Lara tidak berani mengetuk pintu kamar besar yang dingin itu.

"Halo La, Sudah bertemu Zac?" Tanya Samirah dan Ibu Ratna juru masak yang telah lama mengabdi ditempat ini.

Bahkan disa'at rumah ini belum direnovasi hingga sebesar sekarang.

Lara mengangguk mengiyakan sambil tersenyum tipis.

Bu Ratna menatap Lara dengan simpati. Seakan berkata dalam hati"Semoga saja kau sabar menghadapi Zac."

Wanita tua itu membawa sedikit pastel buatannya kearah kamar Zac dan mengetuknya pelan.

Dari semua pelayan dirumah ini cuma bu Ratna yang berani membangunkan Zac selain Ibunya Nyonya Ambar.

"Nak Zac, Bangunlah! Pastel isinya sudah siap," Katanya perlahan.

Pintu itu terbuka dengan pelan. Seraut wajah yang rapi muncul disana, Kemeja lengan pendek berwarna putih. Mengambil piring dari tangan Bu Ratna tanpa kata. Dan pintu menutup kembali.

Dengan cepat Lara mendekati Bu Ratna dan Samirah yang hendak ketangga turun menuju bawah.

"Rah! bolehkah kau menginap disini denganku tanpa pulang disore hari kerumah petak?" Katanya memohon.

"Kenapa La?" Kata Samirah balik bertanya.

"Aku takut sendirian dilantai atas bersama Zac, Dia tak mau berbicara denganku," Katanya memberi alasan.

Bu Ratna tersenyum sambil memegang bahu Lara.

"Itu sudah bagus, Berarti dia tidak keberatan kau berada disini, Buktinya kau baik baik saja, Tidak diusir!" Katanya.

"Apakah dia mengusir semua para pengasuhnya?" Kata Lara takut.

"Hmm tidak semua sih! Tapi dia tak menyukainya dan mengacuhkannya" Sahut Samira cepat.

"Nona Ratih kemana?" Cari Lara.

" Ratih hanya datang jika Bu Ambar dan Pak Hasril atau Devon berada disini, Ratih adalah Chef yang handal dan banyak pekerjaan lain selain disini. Termasuk disebuah restoran berbintang. Dan satu lagi Dia bukan pelayan seperti kita.Dia chef yang ternama berlatar belakang pendidikan formal yang tinggi.," Jawab Ibu Ratna.

Oh Pantaslah Ratih selalu tampak chic dan rapi.

Digaji dengan besar oleh Bu Ambar. Ternyata memang bukan orang sembarangan Pikir Lara rendah diri melihat status pendidikannya cuma tamat SMA didesa dekat kaki pegunungan.

"Hei! kamu gadis tua! Kemarilah cepat!" Panggil suara dari pintu kamar Zac.

Samirah dan Ibu Ratna berpandangan.

Mereka bersua tahu, Anak itu tidak sedang memanggil mereka berdua, Melainkan Lara.

Dan merekapun pergi dengan cepat menuju tangga bawah meninggalkan Lara sendirian berdiri termangu.

"Cepatla!" Bentak suara itu lagi dengan keras.

Lara terkejut dan berlari dwngan jantung berpacu kearah kamar.

Anak muda itu sedang menatap layar monitor, Sia sedang membuat sesuatu dari komputernya yang tidak dimengerti Lara.

"Tutup pintunya," Perintahnya tanpa memalingkan wajah dari layar komputer didepannya.

Lalu memutar kursinya menghadap Lara.

"Duduklah," Katanya lagi.

Lara bingung mau duduk dimana. Diruangan itu hanya terdapat satu kursi dimana yang punya kamar duduk disana.

Gadis dewasa dan lugu itu duduk dengan patuh dilantai dingin.

"Duduklah di ranjangku," Perintahnya dengan suara tajam. Matanya yang tajam dinaungi alis tebal dan rapi itu menatapnya tanpa henti.

Lara beringsut pelan naik keatas ranjang.

bajunya yang lusuh bermotif garis lurus hitam putih itu terlihat usang dan tua.

Namun terlihat bersih, Karena Lara baru selesai mandi dan berpakaian dengan rapi.

Pemuda itu berjalan kearah lemari sangat besar memenuhi sisi dinding sebelah kiri kamar besar itu.

terdiri atas beberapa tingkat box kaca pada bagian bawah yang berisi, Arloji dari berbagai merk, Ikat pinggang, berbaris rapi, Bros perak , Pulpen, Cincin dan banyak lagi yang lainnya.

Disusun dengan tatanan yang cantik.

Pada Box samping terdapat beberapa stel gaun wanita yang sangat bagus.

tergantung dengan rapi pada hanger perak.

Pria itu mengambil salah satunya dan berbalik menghadap Lara.

Ini baju siapa?

Pikir wanita itu bertanya dalam hati.

"Ini gaun Cheryl, saudara perempuan jauh dari garis Ayahku, Kami sudah dijodohkan sejak kecil," Katanya ringan dan santai.

Dan perlahan membalikkan tubuh Lara dan membuka kancing baju bagian depan Lara dengan kedua jari tangannya.

Lara tersentak memegangi baju depannya dengan kaget.

Namun tangan pemuda itu terus membuka terusan Lara tanpa memperdulikan Lara yang memberontak.

"Ssttt, Diamlah, Kau mau dilihat dalam keadaan telanjang?" Bisiknya ditelinga Lara.

Nafasnya terdengar mendesah pelan.

wangi pinus dan hutan jati bercampur bau rokok dari bibirnya.

Harum yang manis indra penciuman Lara.

Zac menurunkan Gaun lusuh Diah dan menatapnya dengan pandangan tenang namun ada kilatan aneh dimata sang pemuda .

Dua gundukan yang membusung sempurna dan indah itu tampak putih dan halus dengan pinggang yang ramping tertutup ****** ***** sederhana berwarna coklat tampak indah bagai lukisan tangan Tuhan.

Lara berdiri dengan badan bergetar.

Rambutnya yang menutupi setengah wajahnya disibak dengan halus oleh tangan lelaki itu.

"Walau sering ditiduri oleh para lelaki hidung belang, Badanmu tetap sangat indah wanita Penghuni taman malam," Bisiknya lagi, Membungkuk meletakkan dagunya kebahu Lara yang terbuka.

Lara menangis dengan perasaan terhina.

Pastaslah Pria ini melecehkannya.

Karena Zac mengira dirinya adalah seorang wanita panggilan.

Hatinya sangat sakit tiap kali mendengar Zac berkata seperti itu.

"Zac, Jangan memperlakukan aku seperti ini. Aku masih suci dan belum pernah disentuh lelaki manapun," Katanya terbata bata.

Dan tiba tiba lelaki itu telah mencium bibirnya yang terbuka dengan buas menghisap dan ********** dengan kasar.

Lalu memegang kedua sisi wajah Lara dan berkata.

" Aku sudah memperingatkan, Agar Enyah dari hadapanku, Karena aku tahu Kau sangat Menggoda,"Bisiknya parau.

sambil terus menelusuri seluruh tubuh Lara dengan tangannya.

Lara tak bisa menggerakkan tubuhnya yang seolah olah kram. Kini berada dalam dekapan pria itu.

Dengan kasar merebahkannya keranjang besar dan berkasur tebal dan lentur.

sehingga tiap kali pemuda itu bergerak membuat tubuh Lara bergoyang goyang dengan lembut.

Melihat pemandangan itu Zac semakin menggila.

Menyesap. Meremas dan meraba yang dapat dijangkau oleh tangannya yang bergerak liar.

Lara memejamkan matanya dengan mata basah, Dia takut berteriak. Diusianya yang sudah sangat matang Lara dibesarkan didesa yang sunyi dan dengan didikan lembut berakhlak santun.

kini pemuda itu bermain diatas tubuhnya yang suci tak bernoda.

Hampir sepuluh menit pria itu menikmati keindahan Lara yang seakan tak ada habis habisnya.

Bibir Lara serasa tebal dan membengkak panas, Karena ******* kasar pria itu.

Hampir semua bagian ditubuhnya telah terjamah.

Dan Lara hampir terpekik sa'at melihat bagian tubuh bawah Zac yang oversize menggembung dibalik boxernya.

"Kumohon Jangan Tuan, Jangan nodai aku," Mohonnya sambil menangis menahan dada Zac yang terbuka dengan jemarinya yang kecil dan lentik.

"Kau Bukan wanita Malam? " Tanyanya heran. Melihat ketakutan dan perlindungan diri secara naluriah dan jujur terpancar lewat matanya yang basah.

"Bukan Tuan, Aku menemani sahabatku dimalam itu. Aku baru sehari tiba dari desa," Katanya terisak pelan.

Lelaki itu melepaskan pelukannya.

Dan segera bangkit dari Ranjangnya. Menatap aneh ke tubuh Lara yang terpampang bagai lukisan naturalis yang nyata. Lekukan yang sangat sempurna.

Zac duduk kembali menatap komputernya.

Dan mulai menekan keypad.

"Pergilah keluar, Bawa baju Cheryl sekalian." Katanya dengan perasaan bercampur aduk.

Dan sebelum Lara melangkah keluar dia mendengar Pemuda itu berkata.

"Terakhir kali kukatakan, Aku Bukan Tuan Muda," Katanya dengan suara datar.

Terpopuler

Comments

Bulung Bertik

Bulung Bertik

apakah ini Cherly bara Thor, ada hubunganyakah cerita ini Thor....

2022-12-27

2

Fizaa No Counter

Fizaa No Counter

andai Saja hmmmm💗♥️

2022-12-02

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!