Suasana dirumah peristirahatan keluarga Hasril.
Zac berjalan tanpa baju dan hanya memakai secarik cawat renang krem terang yang hampir menyerupai kulitnya, Celana itu terlihat sangat minim ditubuh bagian bawahnya. Sambil mengibaskan rambutnya yang setengah kering kedepan dan menyisir dengan jari tangan untuk merapikannya.
Ditepi kolam renang yang berada ditengah halaman belakang rumah yang berdiri Dengan megah didaerah berbukit jauh keluar kota yang berhawa hangat disa'at siang hari terlihat asri dan damai. Sambil menyipitkan matanya yang silau terkena pantulan cahaya matahari diatas permukaan air dikolam yang berwarna bening kehijauaan. Zac menggosok gosok dada telanjangnya yang berbulu halus itu seakan akan hendak merapikan benda berambut hitam mengkilat dikulit dadanya yang putih yang tampak menyerupai garis hitam lebar yang dimulai dari dada dan menyusun teratur hingga menyusur kebagian bawah perutnya.
"Kau berencana tinggal lama disini Zac?" Tanya Izmar, Temannya.
Zac menggosok rambutnya yang mengering dengan handuk bewarna putih bersih.
Dadanya yang telanjang dengan cawat mini renangnya tampak membuat tubuhnya seperti Maha karya hebat sang maestro Seni dari Eropa Patung Michael Angelo.
Tubuh tinggi dan proporsional itu tampak membuat beberapa pasang mata perempuan yang berpakaian minim dari kolam renang menatapnya lapar.
"Akkhk Sebentar saja disini telah membuatku gerah. Dua hari lagi mereka akan merayakan hari ulang tahunku, Sangat kekanakan sekali! Apa aku harus menghias rumahku ini dengan balon dan bertepuk tangan sambil meniup lilin diatas tart cantik coklat dengan topping strawberry? dilengkapi dengan topi kupluk kerucut kertas bewarna emas menghias kepalaku?" Katanya geli. Izmar, Lelaki berkaca mata minus tebal dengan kemeja kotak kotak kotak kecil itu tampak tersenyum menggelengkan gelengkan kepalanya. Mendengar komentar Zac barusan membuatnya merasa lucu.
Izmar yang genius, dan mempunyai banyak Keahlian itu diminta umtuk datang kerumahnya untuk dimintai sesuatu.
"Mereka tidak kekanak kanakan Zac! Kau terlalu berlebihan dalam menilai keluargamu. Tidak seperti persepsi yang kau lukiskan, Mereka mengekspresikan rasa sayang mereka kepadamu dengan cara mereka, Dan kau menganggap itu sesuatu yang lucu, Cobalah berfikir positif Zac! Apa kau tak ingin mengenalkan seseorang yang spesial dihari yang spesial itu?" Katanya memiringkan kepada kepada Zac dengan pandangan menggoda.
Izmar ingin melihat ekspresi Zac, Terakhir kali dia melihat Zac berkencan dengan seorang gadis berpenampilan tomboy diclub mereka.
Ini bukan kali pertama membawa gadis yang berbeda beda pada pertemuan mingguan Club itu. Zac tersenyum manis bertingkah seperti wanita.
"Oh My God! Saya masih lugu Kak Izmar? Saya masih ting ting," Kata Zac disambut dengan ledakan tawa Sang sahabat.
"Jadikanlah aku pacarmu!," Sambung Izmar dengan wajah imut.
"Oh, Serius Iz, Aku belum punya seseorang yang spesial itu," Kata Zac berubah serius.
"Hei! Kau kan punya calon jodoh,Cheryl!" Teriaknya setengah tertawa.
Zac membuang muka kesamping sambil menepuk nepuk pahanya seolah olah riang.
"Aku sama sekali tak tertarik! cerewet manja dan berdada rata," Gelaknya.
Izmar mengangkat bahunya seolah masa bodoh.
"Hei , Izmar Aku mengundangmu keperistirahatanku ini bukan untuk membicarakan Cheryl. Aku punya sebuah misi," katanya sambil memanggil Izmar lebih mendekat dengan jari telunjuknya.
Zac bangkit mengambil Handuk besar berwarna putih dan melilitkan kepinggangnya.
diatas cawat renangnya yang mulai mengering.
Zac dan Izmar berjalan beriringan menuju ruangan bagian atas rumah, Izmar mengeluarkan laptopnya.
Dan mulai melakukan penelusuran.
Pada layar menunjukkan titik titik pada lokasi yang berbeda beda.
Izmar mengerutkan keningnya.
Melihat kearah kertas disamping, Dan kembali menekan keypad memulai pencarian dengan nama dan data yang tertulis.
Izmar dengan cermat terus mencari dengan detail lokasi dengan mata yang terus terpaku pada layar.
Zac pergi menuju kesudut ruangan dekat jendela yang berangin sejuk.
Dengan masih bertelanjang dada dan tanpa alas kaki Zac menatap kearah ladang rumput yang hijau, Be beberapa kambing berkuping lebar dan panjang menjuntai.
Langit terlihat biru, Beberapa kumpulan awan putih tampak berarak kesuatu arah.
Seakan dihalau pada sebuah arah yang dituju oleh sang pencipta kepemberhentian terakhir, Yang bernama,Hujan!
Menyirami tanah kering yang mengharap agar jatuh membasahi hujan keharibaan yang penuh berkah bagi kehidupan lainnya.
"Hai, Zac! I'am gotcha!" Teriaknya sambil mengepal tinjunya keatas.kepalanya.
sampai kacamata tebalnya ikut bergerak. Zac melihat senyuman dibibir Izmar."Kau dapat?"Katanya heran menaikkan sebelah alisnya dengan tangan memegang botol air mineral yang bening.
"Lara tinggal disuatu daerah perkebunan dan titik koordinatnya lumayan jauh dari sini." terangnya dengan mata tertuju pada layar didepannya dengan beberapa titik dan garis yang tertera jelas dilokasi sebuah tempat.
" Ayolah Zac! Aku akan memandumu kesana lewat perangkat ajaibku! Apa kau masih perlu dituntun seperti kakek kakek tua?"Katanya sambil tertawa senang. Dan mengedipkan matanya dengan setengah menggoda Zac yang setengah ragu.
Zac mendekat pada Izmar dan meletakkan tangan kanannya kebahu sahabat kecilnya yang pendiam dan unik ini.
Perlahan senyumnya mengembang dan tersenyum misterius, "Senyum jahat itu muncul lagi! Apa yang ada dikepala setan ganteng ini," Pikir Izmar sambil tersenyum dengan konyol kearah sahabatnya yang Brutal ini, namun berbeda jika berhadapan dengan dirinya.
Tiba tiba bibir Zac mencium pipinya.
Dengan spontan Izmar menghindar dan mengusap pipinya bekas ciuman Zac.
"Setan Alas! Aku memang suka melihatmu senang, Tapi tidak dengan menciumku! Phuih," Katanya marah sambil tertawa terbahak bahak.
Sambil mengajukan telunjuk kedepan hidung Zac dia berkata.
"Setelah sekian puluh tahun mengenalmua aku baru tahu, Kau bukan hanya seorang maniak **** lawan jenis, Tapi juga berbakat jadi seorang Gay, Bua ha ha ha ha," Katanya masih tertawa.
Zac hanya tersenyum geli.
"Kau pikir aku menikmati pipi penuh jerawatmu yang mengerikan," Katanya dengan wajah bosan.
"Aku harus bergegas Iz, Kau boleh tinggal dikamar peristirahatanku selama aku pergi, Akses 24 jam memakai celana dalamku dan memakai bergiliran wanita yang sedang menungguku dikolam renang itu," Katanya tergesa gesa.
Memakai celana Jeans dan kaos oblong biru, Dan mengusapkan sedikit pomade yang harum dirambutnya, Memakai scraf biru dikepalanya filangkah akhir riasan seadanya, Dengan bersiul-siul kecil menyambar kunci kontak mobilnya dan kacamata hitam yang terletak diatas mejanya.
Izmar hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan terheran heran.
Zac seperti pemuda remaja yang sedang terkena Iconmania dan akan akan pergi menemui boyband kesayangannya.
"Hei Zac! Aku bukan psikopat s*xs seperti dirimu ,Bodoh!" Katanya sambil melipat tangannya kedada duduk dengan santai melihat aktifitas sang teman yang bergerak atraktif.
"Ciao,Mister Jomblo, Tinggallah disini dengan para gadis cantik itu, Siapkan staminamu! atau lututmu tak akan bisa berjalan lagi!" Ganggunya sambil berlari kearah tangga bawah.
Izmar menyambar asbak kaleng kuningan tebal dan melemparkan kearah bawah sehingga lisong rokok yang berada didalamnya berhamburan.
dengan bunyi klontang nyaring kepenjuru ruangan.
Zac telah melesat kearah jalanan dengan Jeep hitam berkaca gelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments