Keheningan melanda suasana di dalam mobil Adam. Wanita pujaan nya sejak tadi hanya diam dan memejamkan mata.
"Huh, sebenarnya kau membawa ku kemana huh?" lenguh Rania kesal. Dia membuka kaca jendela mobil.
"Sebentar lagi kita akan sampai" jawab Adam.
Rania tidak menyahut, dia mengerut bingung melihat pemandangan di luar mobil. Jalan yang saat ini mereka lewati bukan lah jalan menuju ke rumah nya.
"Pantas saja sejak tadi tidak sampai" gumam nya pelan .
Rania berbalik, dia menatap Adam dengan tatapan sulit di artikan.
"Sebenarnya kau mau membawa ku ke mana tuan menyebalkan?"
"Ke suatu tempat yang mungkin sangat kau sukai!"
"Itu tidak mungkin, selagi kau di dekat ku. Aku pasti akan merasa semuanya buruk!"
"Cepat antar aku pulang!!" teriak Rania di akhir kalimatnya.
Rania merasa tidak puas hati, melihat Adam sejak tadi diam saja.
"Kenapa diam? apa kau ingin menculik ku huh? " dia berbalik, mendorong pintu mobil yang sudah terkunci oleh Gamma.
"huh, kenapa pintunya terkunci, hei cepat berhenti dan biarkan aku turun" teriak nya pada Gamma.
Awuuuuu.....
Lolongan panjang terdengar di dalam hutan. Rania mendadak diam , dia melirik ke luar mobil.
Ada banyak serigala berbari di tepi hutan, seakan sedang menyambut pimpinan mereka.
"Kenapa tiba-tiba banyak serigala" gumam nya ketakutan.
"Apa kau benar benar ingin turun honey?" tanya Adam, dia memerintahkan Gamma untuk memelankan mobil nya.
Tentu saja hal itu membuat Rania ketakutan.
"Tidak, aku tidak mau turun. Teruskan saja laju mobil nya" pekik Rania.
Bagaimana mungkin dia turun di tengah hutan begini.
"Gila saja, aku tidak pernah berniat mati di cabik cabik serigala" cicit nya mengintip para serigala dari balik kaca mobil.
Adam tertawa menang, dia merasa geli melihat tingkah mate nya.
"Dia tidak akan berani menyentuh mu Mate, mereka berbaris menyambut kita" batin Adam.
Mobil terus melaju membela hutan. Rania terus mengintip para serigala yang selalu ada di dalam hutan. Mereka seakan berdiri memberi hormat.
Gadis itu juga berpikir, bagaimana bisa mobil berjalan di tengah hutan tanpa ada jalan?.
Sesekali Rania menoleh ke belakang, yang dia lihat hanya hutan belantara, tidak ada bekas jejak mobil ini.
"Bagai-"
Belum sempat Rania menyelesaikan pertanyaan nya, Adam sudah menyuruhnya untuk turun.
"Turun lah, aku ingin memperlihatkan sesuatu pada mu.
Rania tertegun, dia melihat ke segala arah di luar mobil.
"Sejak kapan mobil ini berhenti?" pikirnya.
Rania segera turun, dia takut takut melihat hutan di belakang mobil. Dia pikir, bisa saja serigala yang dia lihat melompat dari balik semak itu, dan langsung menerkam nya.
"Honey, kemari lah!" panggil Adam membuyarkan lamunan Rania.
"Wahh....."
Rania berlari mendekati Adam, matanya takjub melihat pemandangan yang sangat indah.
"Eh, aku seperti pernah melihat ini" pikir Rania.
"Kau pernah melihatnya honey, dari atas sana" ucap Adam menjawab isi pikiran Rania.
Rania menoleh, mengikuti arah tunjuk tanga Adam.
"Eh, bukan kah itu tempat aku tersesat??"
Rania mulai ingat, jika ini adalah hutan tempat dia berkemah dulu.
Eh, bagaimana Adam bisa mengetahuinya? lagi pula tadi kan dia bergumam di dalam hati, tidak mengucapkan nya.
Rania menatap Adam penuh tanya, namun dia teralihkan pada matahari yang hampir terbenam.
Buru buru Rania mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas. Dia menyuruh Adam untuk mengambil foto nya.
"Tolong fotokan aku!" ucap Rania.
Dia langsung berlari ke tepi danau, dan membuat pose selucu mungkin.
"astaga Adam, mate kita terlihat sangat lucu" ucap Adit melompat lompat girang di dalam pikiran Adam.
"Diam lah Adit, kau membuat kepala ku terasa sakit!" gerutu Adam. Namun, Adit tidak memperdulikan nya.
Beberapa foto sudah di ambil, Adam menyuruh Rania berpose ketika dirinya ingin mengambil foto Selfi bersama.
"Ayo berfoto bersama.." ucap Adam dan langsung menjepret nya.
Rania melompat girang, dia langsung mendekati Adam dan melihat hasil jepretan Adam.
"Wah...Kau pintar sekali mengambil fotonya. Lihat lah, aku terlihat menyatu dengan alam" decak kagum Rania.
Untuk pertama kalinya, Rania menatap Adam dengan tatapan tulus, bukan tatapan kebencian.
"Eh.."
Rania terkejut, tiba-tiba saja Adam memeluk dirinya.
"Seandainya kau tau, aku sangat mencintai mu. Tolong jangan pernah membenci ku, apapun yang akan ku lakukan, kau adalah belahan jiwa ku"
Deg.
Rania membeku, perkataan Adam sangat menyentuh hatinya.
"Maaf tuan, kita tidak saling mengenal!"
"Stttt" Adam menempelkan telunjuk tangan kanan nya ke bibir Rania.
"Jangan katakan itu, kamu adalah bagian dari hidup ku, kita di takdirkan untuk bersama"
"Ak-"
Adam tidak memberi Rania kesempatan untuk berbicara, dia kembali memeluk tubuh mungil namun berisi milik Rania.
"Mungkin dia benar, aku juga merasakan hal yang sama. Meskipun aku baru mengenalnya, aku merasa seperti sudah lama tidak bertemu, ada rasa rindu yang seakan terpendam di dalam hati ku" batin nya.
Gadis itu membalas pelukan Adam. Dia menyembunyikan wajah nya di balik tubuh kekar Adam.
Setelah menikmati keindahan alam di tepi danau. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke packhouse.
Sebenarnya Rania bertanya tanya dalam hati, kemana sebenarnya dia akan di bawa oleh Adam.
Cittt.....
Mobil berhenti di depan packhouse.
"Ayo honey, kita turun." Ajak Adam membukakan pintu untuk mate nya.
Rania keluar, dia kembali takjub di buatnya.
"Waw...Rumah siapa ini? bagaimana bisa rumah terletak jauh di dalam hutan?" gumam nya tercengang.
Adam menggandeng tangan Rania masuk ke dalam rumah pack.
Rumah yang bernuansa seperti istana kerajaan.
"Selamat datang Alpa, Luna" sambut para maid dan seisi pack. Mereka berbaris di depan pintu packhouse.
Rania tersenyum canggung, dia merasa seperti di hormati. Namun yang mereka panggil bukanlah namanya.
"Siapa Luna?" pikir Rania. Dia mengikuti kemana Adam membawanya. Rania juga terheran dan bernafas lega. Ada banyak manusia yang hidup di dalam hutan ini.
"Mengapa ketika aku tersesat waktu itu, mereka tidak terlihat?" pikirnya.
Sejak tadi, Rania hany diam dan melihat saja. Dia persis seperti orang bodoh dan bisu.
Hingga di dalam ruangan keluarga, Adam memperkenalkan Rania pada keluarga nya.
"Sayang, dia adalah Mawar, adik ku. Dan dia Guntur, suami adik ku"ucap Adam.
Rania memperhatikan mereka satu persatu, tidak ada yang aneh, namun satu hal yang ada di otak Rania.
"Mengapa pria ini membawa ku ke rumah keluarga nya?" batin nya. Dia menatap mawar, wanita yang tengah hamil muda itu tampak menatap nya tajam.
"Alpa, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" ujar Guntur.
"Baiklah, ayo kita bicara di dalam ruangan ku!" jawab Adam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
🌹Nabila Putri🌹
lanjut kak othor..semangat ya
2022-11-21
3